
kini Fara bejalan keluar keruang utama dimana akad nikah akan dilakukan, semua mata tertuju kepada Fara, Ardhit diam menatap Fara tanpa berkedip hingga kini Fara duduk disampingnya Ardhit masih saja menatap wajah cantik calon istrinya itu
"mbak Fara silahkan tanda tangan disini dan disini "ucap petugas KUA menyodorkan surat-surat pernikahan untuk ditandatangani, setelah semua selesai ditandatangani pak penghulu kini beralih kepada Ardhit yang sejak tadi terus memandang wajah Fara
"Sabar mas Ardhit sebentar lagi sah mau dipandang sampai besok pun tidak masalah " ucap pak penghulu menggoda Ardhit dan semua orang tertawa mendengarnya, Ardhit hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"hehehe iya pak" ucap Ardhit dengan wajah memerah
Fara hanya tersenyum melihat tingkah calon suaminya
"bagaimana mas Ardhit sudah siap ?" tanya pak penghulu lagi
"iya pak saya sudah siap " ucap Ardhit
"baiklah mas Ardhit dengar kan saya baik-baik " ucap pak penghulu lagi lalu menjabat tangan Ardhit yang dingin
"tenang mas Ardhit, rileks " ucap pak penghulu mencoba menenangkan Ardhit yang gugup
"Bismillahirrahmanirrahim,
Wahai saudara Ardhitya Putra Prayoga bin Armansyah Prayoga, saya selaku wali hakim yang mewakili keluarga besar saudari Fara, saya nikahkan dan kawinkan Fara Farizkha binti Rifaldo, kepadamu dengan mas kawinnya 35 gram emas dan seperangkat alat shalat dibayar tunai.” ucap pak penghulu lalu menghentakkan tangannya yang menjabat tangan Ardhit
"Saya terima nikah dan kawinnya Fara Farizkha bin Rifaldo dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah.” ucap Ardhit dengan satu kali tarikan nafas
"Bagaimana para saksi sah?" tanya pak penghulu pada para saksi yang ada disana
"sah"
"sah"
"sah"
"sah"
ucap semua orang dan Ardhit bernafas dengan lega karena telah melewati semua tanpa hambatan
" Alhamdulillah kalian sudah sah menjadi suami istri secara agama dan negara" ucap pak penghulu
"untuk saudari Fara Farizkha kamu telah menjadi seorang istri kini baktimu berpindah kepada suamimu dengan catatan suamimu mampu membimbingmu kejalan yang benar dan tidak melupakan kewajibannya memberi nafkah batin maupun lahiriyah sedangkan bakti suami mu kepada kedua orang tuanya sampai keliang lahat namun tidak untuk menelantarkan istrinya demi baktinya kepada kedua orang tuanya ini sangatlah tidak dibenarkan, suami yang adil adalah seorang suami yang mampu menyatukan dua perbedaan pendapat dalam keluarganya "
__ADS_1
"dan untuk saudara Ardhiyasa Putra Prayoga kini engkau telah menjadi seorang suami dan kini Fara Farizkha telah menjadi tanggung jawabmu bukan tanggung jawab orang tuanya lagi.seorang wanita diciptakan dari tulang rusuk seorang laki-laki yang sebagai simbol bahwa seorang wanita harus selalu ada disamping pasangannya baik suka maupun duka, seorang wanita tidak diciptakan dari tulang punggung yang harus menanggung semua beban dan tanggung jawab keluarga, wanita bukan pula tercipta dari tulang kaki yang harus selalu diinjak-injak dan wanita bukan pula diciptakan dari tulang kepala yang kedudukan derajatnya melebihi seorang suami, suami dan istri harus selalu berjalan beriringan mencari keberkahan, seorang istri bukan untuk dijadikan sebagai budak, pemimpin ataupun untuk ditindas" ucap pak penghulu memberikan nasehat perkawinan untuk kedua pasangan baru ini
Ardhit lalu menyematkan cincin emas berpermata berlian dijari manis Fara
"mbak Fara cium punggung tangan suaminya " ucap pak penghulu
"mas Ardhit cium kening istri anda" ucap pak penghulu lagi
setelah selesai pak penghulu membaca do'a kebaikan untuk kedua mempelai
"selamat untuk kalian berdua saling jaga dan saling sayang menyayangi semoga keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah " ucap pak penghulu dan diamini oleh semua orang
"Aamiin ya rabbal alamin " ucap Fara dan Ardhit
ardhit dan Fara melakukan ritual tradisi saling suap suapan dan makan Ayam panggang se ekor besar
kini Fara dan Ardhit sungkeman kepada semua orang tua, Ardhit dan Fara berlutut dihadapan wahyu
"Ardhit jaga fara dengan baik nak ayah yakin kamu bisa menjaganya jangan pernah kau menyakiti hatinya jika dia salah maka tegurlah dengan baik jangan kau hina dia,jika kau menghinanya berarti kau juga menghina ayah,jika suatu hari kamu sudah tidak lagi sayang dan cinta kepadanya kembalikan dia kepada ayah dan satu lagi jangan pernah sekalipun kamu mengulang kesalahan ayah karena itu akan membuatmu menyesal seumur hidupmu" ucap wahyu menangis
"iya ayah insya Allah Ardhit akan menjaga istri Ardhit sepenuh jiwa dan ragaku tidak akan pernah kusia-siakan dirinya " ucap Ardhit ikut meneteskan air mata begitu pun dengan Fara
"berbakti dan patuhlah kepada suamimu nak selama itu adalah kebaikan dan kebenaran, hormati kedua mertuamu sayangilah mereka karena mereka adalah orang tuamu saat ini" ucap wahyu kepada Fara
setelah mereka sungkeman kepada semua orang tua termasuk kepada Sari dan Ahmad meminta restu dan doa kebaikan
ke empat saudara angkatnya bergantian memeluk dan membersihkan ucapan selamat
"Adik kakak sekarang sudah jadi istri,semoga kalian selalu bahagia " ucap Farhan tulus lalu memeluk Fara
"Ardhit jaga baik-baik Adik kakak ini ya" ucap Firman kepada Ardhit lalu memeluknya
"kakak" ucap Fara lalu memeluk tubuh tegap Ferdinand
"Dek sekarang kamu sudah punya suami kamu sekarang bermanja pada suamimu ya ,bukan sama kakak lagi karena kakak jauh hehehe" ucap Ferdinand terkekeh
"ish kakak"ucap Fara masih bermanja pada Ferdinand
" semoga kalian berdua bahagia menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah, Ardhit tolong jaga adikku ya kalau kau sudah tidak menginginkannya beritahu kami agar kami datang untuk menjemputnya "ucap Ferdinand
__ADS_1
"isya Allah saya akan menjaga dan menyayanginya " ucap Ardhit, Ferdinand pun menepuk pundak Ardhit pelan
"Dek tolong jaga Bibuk dan Babah ya selama kakak tidak ada" ucap Fara kepada Zaidan anak dari sari dan Ahmad
"iya kak, tapi kakak janji ya sering datang mengunjungi kami walaupun hanya sekali setahun,kak Ardhit jangan pernah larang kak Fara pulang ke kampung ya untuk menjenguk Kami, karena dia adalah tuan putri dikeluarga kami kak.
tidak apa-apa kalau kakak datang sekali setahun saja pada saat lebaran kalian mudik" ucap zaidan yang sudah berurai Air mata, Ardhit merasa bahagia karena istrinya banyak yang menyayanginya
"iya dek,dan setelah resepsi kakak disini insya Allah kakak akan adakan juga resepsi pernikahan kami dikampung agar semua tahu Fara telah menikah " ucap Ardhit
"benarkah " ucap semua saudara angkat Fara termasuk Fara , sari dan Ahmad
"iya Insya Allah " ucap Ardhit
"Alhamdulillah,nenek, bapak dan ibu pasti sangat senang mendengar ini " ucap Farhan
kini mereka duduk di pelaminan dan menerima ucapan selamat dari keluarga yang yang hadir, mereka tidak mengundang para tetangga karena mereka akan menggelar resepsi pernikahan setelah acara pernikahan Shila dan Shela dilakukan
senyuman tidak pernah lepas dari bibir kedua mempelai Fara merasa sangat bersyukur karena kini dia menemukan kebahagiaannya
"mama lihatlah anakmu ini telah bahagia, Faramu ini telah menemukan orang yang akan menjaga Fara, mama jangan khawatir lagi ya,dan fara berjanji akan menebus semua kesalahan mama kepada mereka semua saya akan berbakti kepada suami dan keluarganya hingga mereka lupa bahwa mama pernah menyakiti hati mereka begitu dalam" ucap Fara dalam hatinya
para keluarga yang hadir bergantian keatas pelaminan memberikan ucapan selamat dan berfoto-foto.
setelah beberapa jam kemudian para keluarga kini telah kembali kerumah mereka masing-masing kecuali keluarga sari dan Ahmad karena Ardhit melarang mereka untuk pulang hari ini Ardhit ingin mengajak mereka kerumah orang tuanya untuk nginap disana semalam dan meminta orang untuk mengantarkan mereka pulang ke kampung halamannya
ke esokan Harinya
Ardhit dan Fara beserta keluarga sari bersiap-siap untuk berangkat kerumah Nadia
"nenek, kakek ,ayah Aunty,paman kami pamit dulu" ucap Fara lalu mencium punggung tangan semua orang
Ardhit dan yang lainnya juga melakukan yang sama
"mbak Sari nanti datang lagi ya kemari "ucap Wulan saat bersalaman dengan Sari
"insya Allah mbak Wulan " ucap sari
"kami berangkat dulu Assalamualaikum " ucap Ardhit lalu naik keatas mobilnya di ikuti yang lainnya
__ADS_1
"Waalaikumsalam, kalian hati-hati ya dijalan " ucap Pak Sardi
Dua mobil kini berjalan beriringan menuju kerumah Nadia