Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 65


__ADS_3

wahyu meninggalkan rumah Nadia dengan perasaan marah entah marah pada siapa dan marah karena apa


sedangkan nadia saat ini berada dirumah orang tua wahyu sepulang dari pantai tadi Nadia menyempatkan untuk singgah itupun karena permintaan anak-anaknya ingin bertemu kakek dan neneknya


jalan kepantai memang melewati rumah sang mantan mertua jadi memudahkan mereka untuk singgah saat pulang


karyawan Nadia tidak ada yang singgah mereka langsung pulang karena mereka merasa sangat lelah


hanya rombongan dimobil Nadia yang singgah


yang berisikan Tora sebagai sopir sarah dan anak2nya Nadia dan anak2nya


sedangkan wandi mita dan karyawan Nadia yg lain langsung pulang


Pak Sardi,Bu Rahma dan wulan sangat bahagia mendapat kejutan dari ponakan dan mantan kakak iparnya itu mereka datang tanpa memberi tahu terlebih dahulu


"Aunty perutnya kok besar sekali sih?!"ucap Shela mengelus perut buncit Wulan


ya wulan sudah menikah beberapa bulan yang lalu dan sekarang Wulan sedang hamil 6 bulan akan tetapi perutnya sangat buncit dan besar pernikahan Wulan wahyu belum tau sama sekali


karena sejak kejadian yang lalu wahyu tidak pernah Lagi datang


Wulan juga sudah memblokir nomor telepon wahyu dan menghapusnya dari kontak di ponselnya


"iya sayang kan dede bayinya ada dua"ucap wulan dengan mata berbinar


"wah benarkah aunty kita akan punya dua adik lagi" ucap Shela girang


"selamat ya wulan,ibu sama bapak tidak akan kesepian lagi bakal ada yang akan buat ulah dan ibu akan ngomel-ngomel setiap hari


saya yakin bapak dan ibu makin sehat saat anak Wulan lahir karena mereka akan terus membuat jantung ibu dan bapak olah raga dengan tingkah mereka


jadi tidak sabar deh liat mereka "ucap Nadia antusias


pak Sardi dan Bu Rahma tersenyum bahagia melihat Nadia dan anak2nya selalu sehat dan bahagia


"Nad apa wahyu tidak pernah datang menjenguk Anak-anaknya ? ucap bu Rahma sebesar apapun kemarahan seorang ibu kepada anaknya tapi mereka juga akan sangat merindukannya


"ayah sering datang kerumah buat keributan nek kemarin saja dia datang dan itu membuat arka jadi murung "jawab Shela cepat

__ADS_1


"Shela !"tegur Nadia lembut


Shela hanya diam dan menunduk


beruntungnya Arka tidak ada disana Arka sedang menangkap ikan di kolam yang ada dibelakang rumah pak Sardi bersama Tora dan anaknya Sarah


jadi arka tidak mendengar pembahasan mereka tentang Wahyu


Tora sudah memprediksi semua itu pasti akan ada yang membahas tentang Wahyu jadi Tora berinisiatif untuk membawa Arka mencari kegiatan lain


"apalagi yang diperbuat anak itu " ucap Bu Rahma dengan mata berkaca-kaca


"Bang wahyu selalu datang kerumah untuk meminta saya rujuk dengannya tapi selalu menolak Anak-anak juga sudah merasa nyaman tidak ada bang wahyu tapi bang wahyu terus saja datang dan membuat keributan menjadi tontonan warga terakhir kemarin shela dan shila memberinya pengertian tapi bang wahyu tidak mengerti- mengerti juga tanpa saya sadari arka keluar dan mengusir bang wahyu Arka ternyata selama ini mersa sangat malu pada teman2 nya karena ayahnya seperti orang gila tidak mau mendengarkan nasehat


kami kepantai hari ini berlibur demi untuk Arka


Alhamdulillah arka sekarang sudah bisa tersenyum kembali" ucap Nadia sudah berderai air mata


"bang wahyu memang keterlaluan,semoga keturunanku tidak ada yang seperti dirinya" ucap wulan lalu mengelus perutnya


" aamiin "ucap bu Rahma


ibu pernah berfikir bahwa Wahyu tidak akan pernah memiliki sifat seperti ayahnya karena telah dirawat boleh seorang ayah yang baik, penyabar tapi benar kata pepatah darah lebih kental dari pada air"ucap bu Rahma lagi dengan air matanya deras membasahi pipinya


"Maafkan anak ibu nak,maafkan ayahmu nak"ucap bu Rahma melipat kedua tangannya didepan dadanya


"sudah bubini bukan kesalahan ibu,kami kesini bukan untuk bersedih tapi ingin melepas rindu " ucap Nadia menghapus airmata dipipi mantan ibu mertuanya


"terimakasih nak kamu masih menganggap ibu" ucap bu Rahma menggenggam tangan Nadia


"iya bu"ucap Nadia


"bunda lihat ini dede'dapat ikan"teriak arka berlari membawa ember kwcil berisi ikan lele


mereka semua segera menghapus air matanya saat mendengar suara teriakan Arka


"wah hebat jagoannya bunda, berarti malam ini kita makan malam dengan lauk lele goreng " ucap Nadia membuat arka senang


"horeeee,om Tora hebat bun sekali tangkap dapat ikan gede" ucap Arka semangat

__ADS_1


Tora yang mendengar namanya dipuji-puji oleh ponakannya hanya tersenyum


semua senang karena arka sudah melupakan apa yang telah terjadi dengan ayahnya


"kakek kalah biasanya kalo kakek nangkap ikan dapatnya yang kecil-kecil tapi om Tora tadi dapatnya yang besar-besar "ucap Arka lagi


"ya beda dong dek,kakek kan sudah tua sedangkan om Tora masih muda tuh lihat aja badannya besar masih gagah sedangkan badan kakek sudah tidak kuat lagi jadi mana bisa tangkap ikan besar "ujar pak Sardi dengan suara dibuat-buat seolah-olah sangat lemah


itu membuat arka menjadi iba


"maafin dede'ya kek, dede' janji akan menjadi kuat seperti om Tora biar bisa bantu kakek"ucap Arka Dengan senyuman manisnya


"terimakasih sayang kamu mau melindungi dan membantu kakek "ucap pak Sardi menatap sendu cucunya


Arka semakin merasa bersalah karena ucapannya kakeknya menjadi sedih


"sudah sudah sayang jangan sedih lagi kakek bisa sedih kalau cucu kesayangan kakek ini sedih" ucap pak Sardi


malam menjelang seperti janjinya Nadia membuat lele goreng dari hasil tangkapan Tora dan Arka sore tadi


mereka makan dengan lahap karena bukan hanya ikan lele goreng yang Nadia masak tapi banyak menu yang dibuatnya sesuai permintaan si ibu hamil siapa lagi kalau bukan wulan


setelah makan malam dan bercengkrama sebentar akhirnya Nadia dan rombongannya berpamitan untuk pulang


"Bu pak kami pulang dulu ya kapan-kapan kami datang lagi kesini "ucap Nadia mencium dengan takzim punggung tangan Bu Rahma dan Pak sardi bergantian Anak-anaknya pun melakukan hal yang sama


"iya nak kalian hati-hati ya dijalan apalagi hari sudah malam" ucap Bu Rahma memeluk Nadia dan cucu-cucunya bergantian


kini Nadia memeluk wulan


"semoga dilancarkan lahirannya sikembar ya lan,sayang jangan nakal ya kasihan bibunya kalian berdua harus akur-akur ya" ucap nadia mengelus perut buncit Wulan dan sikembar pun bereaksi seakan mengiyakan apa yg dikatakan oleh Tantenya


wulan sampai mengernyit menahan ngilu diperutnya sang suami pun datang menghampirinya dan mengelus perut buncitnya sikembar yang masih dalam perut Wulan pun terdiam


"makasih mas"ucap wulan pada suaminya


Reza suami wulan pun tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya


Nadia yang melihat itupun tersenyum

__ADS_1


__ADS_2