
setelah menempuh perjalanan selama tiga jam mereka sampai juga ditempat tujuan mereka
Nadia dan rombongan menuju rumah yang akan mereka tempati
yang terkenal dengan villa sederhana yang berdiri kokoh di tepi laut
setelah sampai Shela menggeret kakak dan adiknya berlari ketepi pantai
shila dan Arka hanya ikut kemana Shela membawa mereka
shela menggendong Arka dan berlari mengejar ombak
arka yang diperlukan seperti itu oleh kakaknya memekik dan tertawa terbahak bahak
shila senang adiknya sudah mau tertawa lagi
Shila pun ikut berlari bersama kedua adiknya mereka tidak peduli kaki celana mereka sudah basah
ditepi pantai sudah banyak pengunjung yang juga akan nginap divilla- villa yang disewakan di sekitar pantai
banyak anak-anak kecil yang bermain pasir disana dan ada juga yang berenang menggunakan pelampung ban dalam mobil
arka senang melihat laut yang luas Perahu-perahu nelayan yang sedang menangkap ikan terlihat sangat kecil di kejauhan
Arka barlari ke tepi pantai yang sepi oleh pengunjung Shela dan shila melihat adiknya berlari menjauh dari keramaian segera mengikutinya karena takut adiknya kenapa-kenapa
sesampainya ditempat sepi arka ternyata hanya berdiri menatap kedepan dilautan yang terbentang luas
Shela yang hendak berfoto Selfi terlonjak kaget untung ponselnya tidak terjatuh
Shela dan shila kaget ketika Arka tiba-tiba berteriak kencang
Shela mengarahkan kameranya kearah arka
"ayah jahattttttt........Ayah nggak sayang dede' lagi.......hiks hiks hiks
ayah egois........ hiksss hiks hiks
dede'benci ayah.......... hiks hiks hiks"
ucap Arka menangis sesenggukan
shela merekam semua apa yang dilakukan adiknya
Shela ingin mengirimkan video Arka kepada ayahnya yang kepala batu
biar ayahnya tau betapa terlukanya hati adiknya itu
setelah Arka berteriak-teriak Arka menghapus air matanya dan membalikkan tubuhnya ingin kembali ketempat keluarganya tetapi saat arka membalikkan tubuhnya dia melihat kedua kakaknya tersenyum kearahnya
__ADS_1
arka berlari kearah kakaknya dan memeluknya erat air matanya kembali keluar tanpa permisi
Shila dan Shela yang ikut menangis melihat adiknya
"lihatlah yah Putra kau buat terluka begitu dalam"ucap shela dalam hati
"sudah lega dek perasaannya "tanya shila
arka hanya mengangguk mendengar pertanyaan kakaknya
namun air matanya terus mengalir
Shila menyeka air mata adiknya dengan ujung hijabnya
"sudah sayang kita harus kembali nanti bunda sedih karena khawatir pada kita " ucap shila lembut
arka dan Shela hanya mengangguk lalu mereka berjalan pulang ketempat dimana keluarganya berada
sesekali Arka masih terisak dengan tangisnya
begitu pun dengan Shela yang merasa sakit hati melihat adiknya seperti itu
" kau akan menerima karmamu ayah,kau sudah membuat hati kami terluka dan sakitnya berkali-kali lipat " gumam Shela dalam hati
tangannya mengepal sangat kuat
sesampainya di villa yang disewa Nadia
" kalian kenapa sayang ? apa kalian baik-baik saja ? apa ada yang menyakiti kalian atau kah bunda membuat kesalahan ?" tanya Nadia bertubi-tubi dan matanya ikut berkaca-kaca
" tidak bunda kami tidak apa-apa
bunda tidak berbuat kesalahan
tadi kami asyik bermain pasir dan tanpa sengaja pasir masuk kemata kami
maafkan kami bunda karena sudah membuat bunda khawatir "ucap shila sedikit berbohong sedangkan kedua adiknya hanya mengangguk-angguk mengiyakan perkataan kakaknya
Nadia tau kalau Anak-anaknya sedang berbohong tapi Nadia tidak ingin memaksa anaknya mereka akan berbicara sendiri mengatakan apa yang terjadi
"iya sayang, sekarang kalian bersih-bersih dulu setelah itu sholat duhur dulu lalu kita makan siang bersama "ucap Nadia
"iya bunda"ucap mereka bertiga lalu berjalan ke toilet yg ada dibagian belakang villa
mereka kini duduk lesehan diserambi depan villa untuk menikmati makan siang bersama
menyajikan makanan yang dibawa dari rumah
setelah makan siang mereka bercengkrama bersama seperti bernyanyi di iringi petikan gitar dari wandi ,bermain games dan banyak lagi
__ADS_1
dan malam hari mereka bakar-bakar ikan,jagung sosis dan banyak lagi sambil bermain games
Arka tak lagi murung sedikit demi sedikit arka sudah mulai ceria lagi semua merasa senang usaha mereka mengembalikan keceriaan Arka tidaklah sia-sia
dan pagi harinya mereka berenang dipantai Tora dan yang lainnya bermain
Jatsky dan banana boat
mereka bersenang-senang sepanjang hari tertawa bersama
sedangkan dihari Minggu pagi ini Wahyu sibuk memandangi wajahnya didepan cermin
"ahkkkk...saya ini memang masih sangat tampan bagaimana mungkin Nadia akan mudah berpaling dari ku" ucap wahyu penuh percaya diri
hari ini wahyu ingin datang kembali kerumah Nadia dia ingin mencoba untuk merayu Nadia agar ingin kembali kepadanya masalah Anak-anaknya menurutnya itu hal yang sangat mudah bila Nadia menerimanya Anak-anaknya juga akan menerimanya
"Nadia tunggu abang datang" ucap wahyu lalu berjalan keluar dari kamarnya menuju meja makan kecil miliknya
untuk sarapan setelah itu dia akan kerumah Nadia
setelah sarapan dan merasa Apa yang ada pada dirinya sudah terlihat sempurna wahyu meraih kunci motornya yang diletakkannya di atas meja makan
Wahyu keluar rumah kostnya dan menyalakan motornya
wahyu menjalankan motornya dengan santai senyum tak pernah lepas dari bibirnya dan merasa hari ini Nadia pasti akan menerimanya
wahyu menganggap kemarin adalah curhatan hati Anak-anaknya dan kesalah pahaman
otak wahyu memang benar-benar sudah kurang seons seperti yang Nadia katakan otaknya tertinggal dikota M seons
wahyu tidak menyadari bahwa kekeras kepalaannya itu yang akan membuat anak-anaknya semakin menjauh darinya
wahyu hanya mementingkan keinginan hatinya tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain
sepanjang perjalanan wahyu bersiul- siul riang
sesampainya didepan rumah Nadia wahyu merasa Heran karena rumah itu sepi tokonya pun tertutup senyuman diwajahnya kini menghilang berganti dengan raut kecewa
"loh mas wahyu dateng lagi, tidak capek ya mas buat keributan "ucap salah seorang ibu yang sedang jalan ingin kewarung Tante lila
"iya benar-benar ya jeng mas wahyu ini simuka tembok sudah beberapa kali diusir masih aja datang apalagi kemarin anaknya yang ngusir tampan- tampan tapi nggak tau malu"ucap ibu yang satunya lagi
"iya ya tampan- tampan tapi muka tembok" ucap yang lain
"sudah yuk mbak nggak usah diurusin " ucap Salah satu dari mereka lagi
"mas wahyu mbak nadia dan anak-anaknya lagi liburan Saya dengar Arka Sangat terpukul gara-gara keributan yang mas wahyu lakukan tempo hari bukannya ingin ikut campur urusan kalian tapi kami juga ikut terganggu dengan keributan yang mas wahyu lakukan juga kasihan Arka psikisnya bisa terganggu dia masih sangat kecil masih butuh untuk dipahami
sekali lagi maaf mas qahyu kalau kami ikut campur permisi "ucap salah satu ibu ibu yang ada disana setelah berbicara mereka meninggalkan wahyu berdiri di depan gerbang rumah Nadia
__ADS_1
wahyu terdiam bukan karena mencerna ucapan ibu-ibu tadi akan tetapi Wahyu kesal Nadia sedang asyik berlibur
"dengan siapa mereka pergi apa dengan lelaki lain ? apa lelaki itu ingin mendekati Nadia dan anak-anak ? akhhhh ini tidak bisa dibiarkan Nadia Hanya milikku dan sampai kapanpun Nadia itu milikku " ucap wahyu bwrbicara sendiri orang-orang yang lewat melihat nya menganggap seperti orang setres