Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 49


__ADS_3

hahahahahhaha.......abang ini lucu ya


abang benar-benar sedang mengigau "ucap Nadia tertawa lebar


Tora dan wandi mendengar ada keributan dirumah Nadia meraka bergegas memeriksanya mereka tidak ingin adik sepupunya mendapatkan kesulitan


"apa maksud kamu sekarang buka gerbangnya, saya ini masih suamimu Nadia ayah dari anak-anakmu "ucap wahyu mulai Geram karena merasa dipermainkan oleh Nadia


"kamu memang ayah anak-anakku bang tapi bukan lagi suamiku " ucap Nadia lantang


"dengar ya Nadia sampai kapanpun saya tidak akan pernah mau menceraikanmu "ucap wahyu mengepalkan tangannya karena benar-benar sudah emosi


"gimana bisa tidak akan menceraikanku dan nyatanya memang kita sudah bercerai "ucap nadia menekankan setiap kata-katanya


"tidak mungkin Nadia saya tidak pernah menerima surat cerai dari kamu apalagi menandatangani surat perceraian "ucap wahyu benar-benar sudah emosi


wahyu sudah lupa dengan nasehat Wisnu karena Nadia selalu mengatakan kata-kata cerai


kata-kata itu sangat menakutkan bagi Wahyu


"tidak mungkin bagaimana sedangkan kamu sudah menandatangani semua berkas perceraian kita dan pagi tadi adalah sidang keputusan perceraian itu artinya kita buka siapa-siapa lagi sekarang kamu bebas mau apa saja bersama istri baramu " ucap Nadia lantang


wahyu sudah tidak mengenali Nadia lagi yang dulunya dia seorang wanita yang bertutur kata lembut, seorang wanita yang penyabar dan juga penurut sekarang wahyu melihat Nadia yang keras kepala bernada bicara tinggi


"Itu semua hanya omong kosongmu saja Nadia,saya tidak pernah merasa pernah menandatangani surat apapun "ucap wahyu tak percaya


"masih belum percaya ya bang tunggu dulu, saya akan mengambilkan buktinya "ucap nadia beranjak dari depan pagar dan berjalan cepat masuk kedalam kamarnya untuk mengambil salinan surat bukti perceraiannya dan juga dua buah koper yang berisi pakaian Wahyu yang sudah sejak lama Nadia kemas


saat Nadia masuk kedalam rumah Wahyu melihat ketiga buah hatinya sedang menatapnya


wahyu memanggil nama ketiga anaknya namun mereka tidak ada yang ingin menghampiri nya


ketiga anaknya hanya menatap dengan deraian air mata


mereka hanya berdiri mematung menatap Ayahnya


wahyu ikut meneteskan air matanya melihat ketiga buah hatinya ada Rasa sesal yg mendalam karena kehilafannya ketiga anaknya yang menjadi korban


sedangkan didalam rumah Nadia menelpon Tora yang masih setia berdiri bersama wandi mengawasi wahyu jangan sampai berbuat nekad


disana juga ada beberapa tetangga termasuk para nitizen kepo pencari bahan gosip


sudah siap dengan kamera panasnya

__ADS_1


" halo Bang,Nadia bisa minta tolong nggak bang?!"ucap Nadia saat Tora sudah mengangkat teleponnya


"Minta tolong apa Nad?!"jawab Tora


"Bisa nggak abang panggilkan Pak Rt kita selesaikan masalah ku ini bang sebenarnya saya merasa malu jadi tontonan warga,tolong ya bang kan pak RT juga saksi penandatanganan berkas perceraianku


bang wahyu tidak Mau mengakui kalau kami sudah sah bercerai "ujar Nadia dengan suara bergetar


"iya Nad ,saya suruh Wandi kesana sekarang lagian juga ini sudah magrib kita bicarakan nanti setelah magrib ya


biar Wahyu abang ajak keruamah dulu"jawab Tora


"iya bang makasih ya bang"ucap Nadia sedikit merasa lega karena dia tidak sendirian masih ada keluarga yang membantunya


"iya sama-sama, sekarang ajak anak-anak masuk kasian mereka melihat orang tuanya seperti ini " ucap Tora yang membuat Nadia meneteskan air mata mendengar perkataan kakak sepupunya itu


"iya bang"ucap Nadia terisak lalu mengakhiri panggilannya


setelah panggilan berakhir Nadia kembali keluar dan mengajak ketiga anaknya masuk kerumah


sedangkan Wahyu yang melihat Nadia membawa ketiga anaknya masuk kedalam kerumah kembali emosi dan berteriak-teriak


"Nadia buka gerbangnya Nadia,durhaka kamu Nadia membiarkan suamimu menunggu diluar dasar kamu ini istri yang tidak berguna " ucap wahyu mencerca Nadia


Nadia terus berjalan menuntun ketiga buah hatinya masuk kedalam rumah


Tora yang melihat wahyu berteriak-teriak histeris mendekatinya dan mencoba menenangkannya namun Wahyu tidak mau mendengarkan Tora


namun Tora tidak berhenti menenangkan wahyu dan akhirnya wahyu ingin mengikuti Tora kerumahnya


"jangan seperti ini bro, kasihan anak-anakmu mereka pasti malu melihatmu menjadi tontonan warga sekitar sini lebih baik kita sholat magrib dulu mendinginkan kepala dan menyegarkan tubuh agar semua selesai dengan baik


tidak baik kira menyelesaikan masalah dengan keadaan emosi itu akan menimbulkan masalah yang baru kita harus selesaikan dengan kepala yang dingin " ucap tora merangkul pundak wahyu memberikan pengertian dan menenangkannya


"oh iya kenalkan saya Tora kakak sepupu Nadia dan ini adikku wandi sedangkan ini ibuku adik kandung ayah Nadia " ucap Tora memperkenalkan keluarganya pada Wahyu saat mereka sudah berada di dalam rumah


"oh...iya bang maaf say tidak tau karena ini baru pertama kali kita bertemu "ucap wahyu menjabat tangan Tora dan wandi serta mencium punggung tangan ibunya Tora


"labih baik bersihkan diri dulu dan kita berangkat kemesjid bersama-sama,biar wandi mengambilkan baju salin untukmu disebelah " ucap Tora lagi dan diangguki oleh wahyu


"dek tolong ambilkan baju salin untuk bang Wahyu dirumah mbakmu"ucap tora meminta tolong pada adiknya


"iya bang, tunggu sebentar ya bang wahyu saya ambilkan dulu "ucap Wandi sopan

__ADS_1


baru beberapa menit wahyu berada di dalam keluarga nadia ini wahyu sudah merasa nyaman


tak salah Nadia bisa selalu bertutur kata lembut sopan dan menghargai orang lain karena keluarganya pun mempunyai sifat seperti itu


Nadia juga mengajarkan kepada ketiga anaknya berlaku dan bertutur kata lembut sopan dan santun terhadap orang lain terutama pada orang yang lebih tua


beberapa detik kemudian Wandi sudah kembali dengan menyeret dua buah koper berukuran besar dan kecil dimasing-masing tangannya


wahyu heran melihat itu lalu bertanya pada Wandi


"itu koper untuk siapa ?"tanya wahyu pada Wandi


"ini bang kopernya abang kata mbak nadia ini punya abang dititipkan disini aja biar gampang ambilnya sebentar kalau abang pulang"jawab Wandi


tangan wahyu mengepal merasa harga dirinya diinjak-injak oleh istrinya sendiri


"oh iya bang kata mbak nadia sebentar kita kerumah sebelah setelah sholat magrib untuk menyelesaikan semuanya "ujar Wandi


"baiklah "jawab Wahyu singkat


"abang bersihkan diri dulu,mari saya tunjukkan kamar mandinya "ucap wandi menyadarkan wahyu dari lamunannya


wahyu pun mengikuti langkah wandi menuju kamar mandi belakang dekat dapur


setelah sholat magrib dan makan malam bersama Tora mengajak Wahyu kesebelah kerumah Nadia


Wandi dan ibunya tidak ikut kesebelah


karena menurut mereka biarlah mereka menyelesaikan masalah mereka cukup Tora yang mendampingi Nadia sebagai seorang kakak yang selalu ada untuk membela adiknya


sesampainya dirumah Nadia ternyata pak Rt dan Pak Rw sudah datang karena panggilan si wandi


Nitizen kepo tidak akan bisa ketinggalan


Pak Rt sebagai saksi bahwa Nadia memang sudah bercerai secara resmi dengan Wahyu


"Bismillahirrahmanirrahim,baiklah kita mulai saja pembasahan masalah mbak Nadia dan mas Wahyu


begini mas wahyu tempo hari mbak nadia memang meminta tandatangan saya sebagai saksi kelengkapan dokumen perceraian dengan mas Wahyu dan mbak Nadia


jadi sekarang ini mas Wahyu sudah sah bercerai dengan mbak Nadia" ujar pak RT menjelaskan pada wahyu dan diangguki oleh Pak Rw dan Tora


"tapi pak Rt saya tidak merasa pernah menandatangani surat panggilan ataupun sejenisnya

__ADS_1


"


__ADS_2