Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 82


__ADS_3

sedangkan dirumah Nadia


"mas sudah mau berangkat kerja ?" tanya nadia kepada suaminya


"iya dek, anak-anak mana?"tanya Arman


lagi siap-siap dikamar mereka mas"jawab Nadia


"dek bagaimana kalau kita beli rumah yang sedikit besar ?!"


tanya Arman hati -hati


"kenapa mas,apa mas Tidak betah tinggal dirumah tua ini?" jawab Nadia


"bukannya begitu dek, anak-anak kita itu akan semakin besar mereka pasti punya verifikasi sendiri


apalagi kakak yang sudah beranjak remaja mereka berdua pasti ingin area pribadinya tidak diganggu oleh siapapun"ucap Arman memberikan pengertian kepada istrinya itu


"baiklah mas Kalau itu kemauan kamu ,tapi apakah rumah ini kita akan jual? "ucap Nadia bertanya kepada Arman


" tidak dek rumah ini kita jadikan rumah pembuatan kue-kue kamu dan toko didepan biar tetap jadi toko kue kamu tapi direhab biar tempatnya jadi luas


dapur dipindahkan kedalam rumah karyawan kamu yang rumahnya jauh atau ngontrak bisa tinggal disini dengan syarat semua perempuan dan masih lajang biar nanti tidak menimbulkan masalah karo fitnah


bagaimana dek menurut kamu"a ujar Arman panjang lebar menjelaskan


Nadia terdiam sejenak mencerna ucapan suaminya


"Bagus juga sih mas jadi rumah ini tetap terawat kalau begitu mas pakai uang tabungan Saya saja untuk beli rumah trus memangnya mas sudah nyari rumah untuk kita tinggali nanti ?"ujar nadia


"mas sudah nyari rumah untuk kita tinggali nanti dan ada beberapa rekomendasi dari rekan -rekan bisnis mas dan kamu bisa memilihnya "jawab Arman lalu memperlihatkan beberapa foto-foto rumah kepada Nadia


"wah ini rumahnya bagus-bagus mas, mewah tapi kita juga harus meminta pendapat anak-anak biar enak mas kan kita beli rumah untuk kenyamanan anak-anak !"ucap Nadia


inilah yang Arman sukai dari Nadia tidak pernah mementingkan kepentingan dirinya sendiri selalu saja meminta pendapat pada yang lainnya


Arman sudah mulai ikhlas melepas kepergian Nindi untuk selamanya,Arman pun sudah mulai bisa menerima Nadia sebagai pengganti Nindi


Arman juga sudah tau alasan wahyu sangat menyesal telah menyakiti hati Nadia serta menyia-nyiakannya dan wahyu juga tidak bisa melupakan Nadia begitu cepat karena Nadia adalah seorang istri yang sangat baik, Soleha, penurut, pengertian dan masih banyak lagi kelebihan-kelebihan Nadia


Nadia adalah istri paket komplit


wahyu terlambat menyadari semua kebaikan Nadia dan semua kelebihan Nadia


wahyu mulai menyadari semua setelah berpisah dengan Nadia


Arman sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Nindi karena meminta dirinya untuk menjadikan Nadia sebagai penggantinya


Arman tidak begitu sulit untuk bisa mencintai Nadia karena dengan segala kebaikan dan ketulusan hati Nadia merawat dan menyayanginya juga Anak-anaknya

__ADS_1


"mas kok bengong?!" ucap Nadia membuyarkan lamunan Arman


"eh tidak sayang saya cuma memikirkan kira-kira rumah Mana yang akan jadi pilihan anak-anak " ucap Arman beralasan


Nadia yang mendengar Arman memanggilnya sayang membuat wajahnya memerah


Arman yang tidak menyadari ucapannya heran melihat wajah Nadia tiba-tiba bersemu merah namu itu membuat Arman semakin menyukainya


"loh dek kok muka kamu merah begitu ?" tanya Arman


dan pertanyaan Arman itu semakin membuat wajah Nadia memerah karena malu


tanpa Nadia sangka Arman menyentuh wajahnya jantung Nadia berdegup kencang layaknya genderang mau perang


Nadia berusaha keras menetralkan degup jantungnya Nadia akan semakin malu bila Suaminya tau dan dengar bunyi detakan jantungnya yang sedang tak bisa diajak kompromi


"a-aku baik-baik saja mas" jawab Nadia cepat


"ya sudah kamu istirahat ya biar kamu kembali fit" ujar Arman


"iya mas ,mas juga sekarang istirahat besok katanya ada rapat jam 8 pagi" ucap Nadia mengingat ucapan Rio asisten pribadi Arman


"oh iya dek mas lupa, Untung kamu ingatkan


ayuk tidur " ujar Arman


"dek "panggil arman pada Nadia


"kenapa mas ?" jawab Nadia membuka matanya


" apakah kamu belum siap menjadi istriku yang utuh ?" tanya Arman


biar bagaimanapun Arman juga seorang pria yang normal


selama hampir sebulan sah menikah baik secara Agama maupun secara Hukum Arman belum sama sekali menyentuh Nadia karena dia tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk meminta haknya kepada Nadia


Arman menghargai setiap keputusan Nadia


Arman juga masih selalu teringat


akan istrinya namun akhir - akhir ini Arman mulai mencoba untuk bisa ikhlas akan takdirnya


Arman Sadar Dosa besar baginya bila selalu mengabaikan istrinya apa beda dirinya dengan Wahyu bila melakukan hal seperti itu


"saya selalu siap mas,saya tidak mau dilaknat oleh malaikat karena mengabaikan suami "ucap Nadia


Arman tersenyum mendengar perkataan Nadia


Arman semakin kagum dan semakin jatuh cinta kepada mantan adik iparnya dan sekarang menjadi istrinya

__ADS_1


Arman berjanji dan selalu memohon kepada Allah SWT disepertiga malamnya untuk diberikan kesetiaan kepada Nadia Istrinya juga sebaliknya


serta diberikan kesehatan dan kebahagiaan untuk keluarganya


Arman pun mulai berdoa dan meniup ubun ubun sang istri dan malsanakan kewajibannya sebagai seorang suami memberi istrinya nafkah batin


terpancar kebahagiaan diwajah keduanya


pagi harinya setelah sarapan anak-anak mengajak kedua orang tuanya jalan-jalan ke mall


mereka ingin membeli kado untuk adik mereka yang paling imut siapa lagi kalau bukan Della hari ini ulang tahun Della


mereka ingin merayakannya di sana


"pi,kita kemall ya mumpung papi libur"ucap Shela pada Arman yang sedang duduk dikursi teras depan meminum kopi nya


"dalam rangka apa Ini, Mau jalan kemall nggak biasa-biasanya ngajak jalan


biasanya papi ngajak jalan-jalan nggak ada yang mau " ucap Arman kembali menyesap kopinya


"beneran papi nggak ingat ini hari apa?" tanya Shela dengan wajah seriusnya


"ya hari Minggu dong kak ! memangnya Hari apa?"ucap Arman cuek


"ish papi masa iya lupa ulang tahun Della ?" ucap Shela mulai kesal dan mengerucutkan bibirnya


Arman tertawa kecil melihat tingkah anak gadisnya


"papi ingat sayang ,ayo suruh adik-adikmu dan kakak bersiap kita Kemall"ucap Arman pada Shela


wajah Shela kembali ceria saat mendengar perkataan Papi Nya


"kami sudah siap papi" Ucap anak2nya serempak


Arman melonjak kaget mendengar anak-anaknya menyahuti perkataannya dari dalam rumah


mereka semua keluar dari persembunyiannya mereka tersenyum lebar


"wah sudah pada siap ternyata,trus bunda mana?" tanya Arman


"disini mas"sahut Nadia dengan senyuman manisnya


"wah berarti tinggal papi dong yang belum bersiap-siap " ucap Arman lalu melangkah masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya


"ayuk papi usah siap ini" ujar Arman


"wah papi keren banget "ucap shela memuji papinya karena memakai baju kaos berwarna senada dengan baju gamis yang dikenakan nadia yang berwarna biru langit dan hijab abu-abu arman memakai celana jeans biru dan sepatu kets berwarna putih


"ya sudah ayo" ucap Arman dan di ikuti oleh istri dan anak-anaknya

__ADS_1


__ADS_2