
"apakah kamu merasa akan segera melahirkan ?"tanya Nadia pada putri sulungnya
"iya bunda ini sudah mendekati HPL kata bu bidan biasanya tidak tepat waktunya kadang cepat kadang juga lambat " jawab shila yang kembali meringis menahan rasa sakit diperutnya
Rifqi terus menghubungi kakaknya dan Ubaidillah setelah beberapa kali panggilan akhirnya diangkat juga oleh ubai
"Halo Assalamualaikum,ada apa kak?" tanya Ubai
"waalaikumsalam Bai,mas Fariz mana Bai ?" tanya Rifqi
"lagi Rapat kak! emangnya ada apa?" tanya Ubai lagi
"kak Shila, perutnya sakit terus kayak mau melahirkan " ujar Rifqi
"ki,kita bawa kakakmu kerumah sakit ketubannya sudah pecah " teriak Nadia memanggil menantunya yang sedang menelpon dan suaranya itu bisa didengar baik oleh Ubaidillah, saat sambungan telepon dimatikan oleh Rifqi secara sepihak Ubai semakin panik karena rifqi akan melakukan hal seperti itu bila sedang panik atau dalam masalah
Ubaidillah segera mendekati kakaknya yang sedang serius mendengarkan presentasi karyawannya
"mas,mbak shila mau melahirkan " ucap Ubaidillah berbisik
"kamu tidak becanda kan Bai ?" ujar Fariz terkejut
"tidak kak,tadi kak Rifqi menelpon dan saya mendengar suara Bunda Nadia berteriak kalau kak shila sudah pecah ketuban" ujar ubai dengan suara pelan
"Bai,bantu mas berdiri kaki mas lemas Bai,dan tutup dulu Rapat ini Bai dan antarkan saya pulang" ucap Fariz
"Baiklah semua Rapat hari ini cukup sampai disini dulu pembahasan berikutnya akan kita bahas dipertemuan berikutnya " ujar ubai mengakhiri rapat
"memangnya ada apa pak Ubaidillah?" tanya salah satu menejer
"istri pak Fariz akan melahirkan dan kehadiran pak Fariz saat ini sangat dibutuhkan dan saya minta doanya agar kakak ipar saya itu melahirkan dengan lancar " ujar Ubaidillah menjawab pertanyaan dari karyawan kakaknya itu
"oh kalau begitu kami doakan semoga istri dari pak Fariz diberi kemudahan dan keselamatan untuk bayi dan ibunya "ujar menejer tadi dan diaminkan oleh semua orang yang ada disana
"terimakasih banyak semuanya atas Doanya,kalau begitu kami pamit dulu"ucap Fariz lalu beranjak dari duduknya dan dipapah oleh Ubaidillah karena kakinya terasa lemas
setelah sampai diparkiran Ubaidillah segera membuka pintu mobil milik kakaknya lalu Fariz duduk dikursi penumpang samping kemudi Ubaidillah memutari mobilnya dan masuk kedalam mobil dan duduk dikursi kemudi
"Bai tolong kamu hubungi Rifqi shila dibawa kerumah sakit mana" ujar Fariz saat Ubaidillah mulai menyalakan mesin mobilnya
"iya mas" Jawab Ubai dan segera merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya dan langsung menghubungi kontak Rifqi
"halo Assalamualaikum " ucap Rifqi diseberang sana saat mengangkat telponnya
__ADS_1
"waalaikumsalam kak,kak shila diantar kerumah sakit mana ? biar kami langsung menyusul kesana " tanya Ubai
"dirumah sakit ibu dan anak selalu bahagia " jawab Rifqi
"iya kak" ucap Ubai lalu mematikan sambungan telponnya, dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit dimana Shila berada
tidak butuh waktu lama mereka kini sampai didepan parkiran rumah sakit Fariz segera turun dan berlari cepat kedalam rumah sakit dan meninggalkan ubai di parkiran
Fariz sudah tidak sabar ingin tau kabar sang istri
sesampainya di tempat dimana Shila berada dan melihat mertua beserta adik ipar sekaligus sepupunya itu
"bagaimana keadaan Shila Ki?" tanya Fariz saat sudah berdiri disamping adiknya
"mas,kamu harus masuk menemani kak shila mudah-mudahan saat kamu bersamanya dia lebih bersemangat " ucap Rifqi pada kakaknya
"tapi Ki mas nggak kuat liat shila kesakitan " ucap Fariz menitikkan air matanya
"masuklah nak, hadapilah segala kesulitan bersama saling dukung saling jaga itulah janji suci kalian nak" ucap nadia lembu dan mengusap lengan menantunya
"iya bunda, maafkan saya" ucap Fariz menitikkan air mata
Rifqi tidak pernah melihat kakak panutannya seperti ini,dia yang dikenal dingin dikalangan pebisnis lainnya tapi hari ini Rifqi melihat kakaknya bisa seperti hari ini
Fariz melangkah masuk keruangan persalinan menguatkan hati dan mentalnya untuk menyaksikan istrinya berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan buah hatinya
Fariz mendekati istrinya dan mencium keningnya
"mas" ucap Shila
"iya sayang, kamu yang kuat ya " ucap Fariz
Fariz mengusap pelan perut istrinya dan melafalkan doa untuk kelancaran istrinya melahirkan buah hatinya,
"La ilaha illallahul ‘adszimul halim. La ilaha illallahu Rabbul ‘arsyil ‘adzim. La ilaha illallahu Rabbus samawati wal ardu wa Robbul ‘arsyil ‘adzim.”
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Bijaksana. Tiada Tuhan selain Allah pemilik ‘Arsy yang Agung. Tiada Tuhan selain Allah pemilik langit dan bumi dan ‘Arsy yang Agung. (sumber: google)
setelah melafalkan doa tiba-tiba Shila merasakan kontraksi yang sangat hebat dan itu membantu shila membuka jalan lahirnya
bidan kembali memeriksa keadaan Shila dan bidan itu sedikit terkejut karena dalam sekejap shila sudah bukaan sempurna
bidan belum sempat memberikan arahan cara melahirkan yang benar pada shila namun shila lebih dulu mengejan dan bayinya yang pertama keluar bersamaan dengan air ketubannya lalu disusul oleh bayi keduanya
__ADS_1
bidan hanya melongo melihat itu,bidan jelita baru pertama kali ini menghadapi persalinan seorang ibu yang begitu mudahnya dengan dua bayi kembarnya
"Masya Allah,ya Allah begitu mudahnya ibu ini melahirkan tanpa ada kesulitan sedikitpun" ucap Bidan jelita merasa takjub
Shila dan Fariz mengis karena bahagia kedua bayinya terlahir dengan selamat, sehat dan sempurna tanpa cacat ditubuhnya
"Alhamdulillahirabbil alaamiin, terimakasih ya Allah karena engkau memberikan kemudahan untuk istri ku melahirkan buah cinta kami" ucap Fariz Sujud syukur dan bangun dari sujudnya lalu mencium kening dan seluruh wajah istrinya
"terimakasih sayang kamu sudah berjuang hidup dan mati demi untuk melahirkan buah cinta kita " ucap Fariz dan sekali lagi mengecup kening istrinya
"maaf pak kami akan membersihkan ibu shila dulu dan bapak bisa mengazani kedua anak bapak " ucap suster yang merawat Shila
"iya sus terimakasih banyak " ucap Fariz pafa suster itu
"sayang saya azani anak kita dulu ya" ujar Fariz berpamitan pada istrinya
"iya mas" jawab shila
Fariz pun berlalu dari ruang bersalin dan menuju ruangan dimana bayinya berada
setelah mengazani anak-anaknya Fariz keluar menemui keluarganya
"bagaimana keadaan istri dan anakmu nak?"tanya Umy Salamah yang ternyata sudah datang bersama Abi Mansyur dan Ubai
"Alhamdulillah umy, cucu-cucu umy lahir dengan selamat dan shila baik-baik saja " ucap Fariz dengan mata yang berbinar bahagia
"Alhamdulillah " ucap semuanya
"bisakah kami melihatnya nak?" ucap Nadia yang sudah sangat ingin melihat putri sulungnya
"sebentar lagi akan dipindahkan keruang perawatan" jawab Fariz
tapi kalau umy, bunda dan yang lainnya ingin melihat bayi kami basa dilihat dikaca itu" ujar Fariz lalu menunjuk jendela kaca dimana bayinya berada dalam ruangan itu,semua berjalan kearah jendela kaca yang ditunjukkan oleh Fariz tadi
"apakah itu bayimu Fariz ?" tanya umy Salamah antusias
"iya umy itu anak-anakku, lihatlah mereka begitu lucu" ucap Fariz dan yang lainnya hanya mengangguk dan tersenyum
Shela yang juga hadir disana terus mengelus perutnya yang tak mau diam,Shela sesekali menggigit bibir bawahnya karena menahan rasa ngilu diperutnya
"sayang itu kakak,kamu sabar ya sebentar lagi kamu akan bertemu dengan kakakmu jadi kamu yang tenang ya nak" ucap shila mengajak bayinya bicara agar bayinya bisa tenang, seolah bayinya mengerti apa yang dikatakan ibunya mereka pun diam
semuanya memperhatikan Shela dan mereka semua tersenyum, tiba-tiba saja Nadia mengingat kejadian pagi tadi saat Anak-anak Fara menangis terus sampai shela datang dan Ayesha berhenti menangis begitu pun dengan Gaffi berhenti menangis namun setelah bertemu dengan shila diapun terdiam bahkan tertidur
__ADS_1
semua tertawa dan heran mendengar cerita Nadia