Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 43


__ADS_3

wulan jaga ucapanmu,biar bagaimanapun marni ini istri abang"ucap wahyu menahan emosinya


"cihhh....mau maunya dibodohi sama ayam kampus "gumam wulan pelan dan masih bisa didengar oleh marni karena wulan duduk tidak terlalu jauh dari tempat duduk Marni


degg degg


marni terkejut mendengar ucapan wulan ternyata wulan tau siapa dia dan bagaimana dia diluar sana


ya marni Sulastri adalah si ayam kampus yang dikenal dengan nama" Lastri si seksi"


Marni adalah piala bergilir anak-anak orang kaya maupun anak-anak orang kelas menengah


wulan sangat tau bagaimana marni dikampusnya karena teman2 kelasnya maupun kelas lain atau fakultas lain sering membicarakannya


awalnya Wulan tidak tau siapa itu marni tapi teman sekelasnya memperlihatkan foto-foto seksi Marni dengan berbagai fose


wulan waktu itu sempat terkejut karena marni yang dimaksud oleh teman-temannya adalah marni mantan kekasih kakaknya Wahyu yang tega meninggalkannya demi orang kaya yang bernama Rifaldo


wulan menatap jijik pada marni,marni dapat melihat itu tapi dia mencoba tidak peduli


" kenapa adik bang wahyu tau siapa aku?"Ucap Marni dalam hati


"kenapa kamu membawanya kemari ? dimana otakmu kamu simpan ha....


tega kamu wahyu menghianati Nadia apa salah nadia "tanya Bu Rahma


"apakah nadia sudah tau semua ini ?"tanya pak Sardi


"sudah pak,kemarin Nadia tanpa sengaja mengantarkan kue pesanan marni dan dari itulah dia tahu semuanya hingga acara tujuh bulanan marni kacau karena semua tamu pulang"ucap wahyu


"ternyata Nadia belum cerita sama mereka apa karena mereka sedang pulang kampung jadi Nadia menunda memberi tahu mereka "ucap wahyu dalam hati merasa lega karena keluarganya tau langsung darinya bukan dari Nadia


namun tanpa sepengetahuannya itu semua hanyalah akal-akalan mereka semua


"Begini bu sebenarnya kami datang kemari ingin meminta tolong pada ibu dan bapak saya dan marni ingin meminjam uang kami terlilit hutang


saat.marni mengadakan acara tujuh bulanan kemarin "ucap wahyu


"atau mungkin warisan yang dikatakan oleh Wulan kemarin itu apa sudah bisa dibagikan pak?"ucap wahyu terus terang


"kwahahahahhaha, ternyata abang termakan juga dengan omongan ku,benar kan bu apa yang saya bilang kalau abang ingin disuruh pulang ya tinggal bilang aja mau bagi warisan pasti abang akan terbang kemari bu"ucap wulan tertawa besar

__ADS_1


"maksud kamu apa wulan?"ucap wahyu mulai emosi karena merasa dipermainkan


"tidak bermaksud apa-apa bang,ibu itu sudah berapa kali menelpon Abang tapi tidak pernah diangkat kalau saya tidak bilang bakal dapat warisan oasti abang tidak akan kesini "ucap wulan


"lagian juga uang bulanan untuk wulan abang berhentikankan?"ucapnya lagi


"diberhentikan bagaimana ?saya rutin suruh kirim sama marni "ucap wahyu dan menatap Marni


Marni yang ditatap hanya mampu menunduk dan menelan Salivanya


"Marni kamu selalu kirimkan jatah bulanan untuk wulan dan Nadia ? tanya wahyu


"i-itu a-anu bang saya biasa kirim ke ibuku karena ibuku butuh buang arisan bapak sudah tidak mau membari ibu uang arisan lagi jadi ibu minta sama saya"ucap marni gugup


"apa? jadi selama berbulan-bulan kamu mengirim uang jatah bulanan Nadia dan wulan kepada ibumu tanpa sepengetahuanku?ucap wahyu dengan wajah memerah


"nikmati saja bang ini wanita pilihanmu wanita yang mampu membuatmu melupakan keluarga mu dan suatu saat nanti kamu pasti akan menyesal telah menyakiti mbak nadia dan anak-anak,dan abang juga harus tau kalau selama ini anak-anak tau tentang perselingkuhanmu tapi mereka diam tidak mau menyakiti hati bundanya yang selalu setia menemani kamu disaat terpuruk mu


siapa yang mendukungmu selama belasan tahun ini bang, siapa yang mengurusmu selama belasan tahun bang sampai kamu berada diposisi pekerjaanmu sekarang bang kalau bukan mbak nadia


wanita murahan ini datang setelah kamu sukses dulu dia rela meninggalkanmu demi seorang Rifaldo sianak orang kaya


kamu sampai depresi dan hampir mengakhiri hidupmu sendiri "ujar wulan panjang lebar penuh emosi


baru beberapa bulan kalian menikah dia sudah berani membohongimu sudah merebut yang seharusnya menjadi hak anak-anakmu"ujar wulan lagi


"memangnya kenapa kalau saya memakai uang yang bang wahyu berikan diakan suami saya lagian nadia tidak pernah melayani bang Wahyu nlagi jadi apa salahnya kalau saya tidak memberikan uang gaji bang wahyu pada dia"ucap Marni sombong


wahyu menyugar rambutnya prustasi


wahyu tidak menyangka kalau selama ini Marni sudah membohonginya


"Dasar perempuan murahan tidak tau diri,kamu akan mendapatkan balasan dengan apa yang sudah kamu lakukan pada mbak nadia"ucap wulan lagi.


"memang apa yang akan saya dapatkan saya tidak takut "ucap marni lagi membuat wulan makin emosi


"kamu akan mendapatkan karma Marni, Tuhan tidak pernah tidur kamu tunggu saja nanti "ucap wulan aemakin tersulut emosinya


"saya tidak percaya dengan karma,didunia tidak ada yang namanya karma"ucap marni dengan wajah sangat sombong


"sudah.....sudah.....,wahyu sekarang kamu bawa wanita murahan ini dari rumahku"ucap bu Rahma

__ADS_1


"kami kesini ingin meminta hak suami saya bu,dan perlu ibu tau biar bagaimanapun saya juga menantu ibu dan bapak jadi saya juga punya hak dirumah ini karena rumah ini juga rumah suamiku "ucap marni


"hahahhahahaha......wah...wah....lihat bang hanya sebentar saja warna istri barumu sudah terlihat, suatu hari nanti kamu akan sangat menyesal setelah tahu semua fakta dan kebenaran yang disembunyikan istri barumu ini"ucap wulan tertawa dan bertepuk tangan


"apa maksud kamu wulan, kebenaran apa?"tanya wahyu penasaran


"tanyakan langsung pada istri tercintamu bang"ucap wahyu tersenyum miring


Marni hanya mampu melototkan matanya memandang Wulan penuh kebencian


"awas kamu wulan saya akan membalas semua hinaan ini"ucap marni dalam hati menahan amarahnya


"pak bu,bisakan saya mengambil warisan bagianku"ucap wahyu


"warisan apa yu,ibu tidak punya apa-apa yang bisa ibu berikan sama kamu"ucap Bu Rahma kesal pada putranya itu


"tanah yang dikampung bapak itukan akan menjadi bagianku"ucap wahyu lagi


"tanah yang dikampung dan rumah ini milik wulan yu, kalau bagianmu kamu sudah jual dulu kan buat kamu investasikan bersama temanmu tapi hasilnya kamu tertipu yu bapak juga simpan bagianmu untuk anak-anakmu dari nadia merka bwrhak mendapatkan itu dan kamu tdk bisa mengubah keputusan bapak"ucap pak Sardi


brakk


"itu tidak sebanding dengan yang bapak berikan pada wulan pak,bapak pilih kasih "ucap wahyu emosi


"lagian juga anak saya ini punya hak juga dong pak karena anak ini juga cucu Bapak anak bang wahyu juga bukan hanya anak nadia harunya bapak ini adil bukan memihak sebalah" ucap marni juga emosi dan tanpa malu


"cihhh dasar perempuan tak tau malu baru sehari menjadi menantu sudah minta warisan cuih..."ucap wulan menghina marni


prakkk


Marni menampar pipi wulan


"cukup wulan kamu menghina saya biar bagaimanapun saya ini kakak ipar kamu"


ucap marni


semua terkejut melihat itu semua


"Marni!!" teriak mereka bersamaan


wulan tidak terima marni menamparnya wulanpun melakukan hal yang sama menampar pipi marni sangat keras

__ADS_1


membuat sudut bibir marni berdarah


"wulan!!"teriak Wahyu


__ADS_2