
"ayo dek kita tunggu kak Shila dan mas Fariz di bawah aja" ujar Arka mengajak mereka berdua turun kelantai satu
tak berselang lama shila dan Fariz turun dari tangga dengan bergandengan tangan semua tersenyum melihat itu
kini mereka telah berada disamping meja makan tanpa mereka sadari tangan mereka masih bertautan satu sama lain
"lepas dulu kak gandengannya emangnya bmau nyebrang ?" ucap Ardhit menggoda kedua pengantin baru itu sambil tertawa,yang lain pun ikut tertawa mendengar ucapan Ardhit
shila dan Fariz baru tersadar dan langsung melepaskan tautan tangan mereka, wajah keduanya bersemu merah karena malu, Fariz menarik salah satu bangku untuk diduduki oleh Shila
" makasih bib" ucap Shila pelan karena masih malu bila ada yang dengar dia memanggil suaminya seperti itu
"sama-sama aiy" jawab Faris juga pelan
Fara mencubit pelan pinggang suaminya karena tertawa terus
"yhank sudah kasian kak Shila Nya " ucap Fara pada suaminya
" iya yhank cuma becanda kok" jawab Ardhit
"sudah sudah,ayo makan papi sudah lapar ini" ucap Arman menengahi semuanya
Fara mengambilkan makan untuk Ardhit,shila pun melakukan hal yang sama mengambil makanan untuk suaminya
setelah mereka makan malam mereka duduk dulu sebentar di ruang keluarga sekedar untuk bercengkrama dengan anggota baru keluarga mereka
"Shila Ajak suamimu istirahat nak, kalian seharian pasti sangat lelah " ucap Nadia pada putri sulungnya
"iya bunda " jawab shila
"kalian semua istirahatlah nak seharian kalian sangat sibuk pasti sangat lelah, Ardhit ajak istrimu istirahat nak" ucap Nadia lagi kepada semua anaknya
"Baik bunda,ayo sayang " ucap Ardhit lalu mengajak istrinya Fara untuk beristirahat begitu juga shila dan Fariz
"Bunda,papi, ayah, kakek nenek paman aunty kami istirahat duluan" ucap Fariz berpamitan pada semua orang tua yang ada disana sebelum berdiri dari duduknya dan mengajak istrinya Shila
"ayo Aiy kita istirahat " ucap Fariz pada shila dan Shila hanya mengangguk dan mengikuti suaminya berdiri dari duduknya
__ADS_1
begitu pun dengan yang lainnya berpamitan dan masuk kedalam kamar mereka masing-masing
Della merangkul Shinta dan masuk kekamar Della, Adrian juga sudah berjalan berdua dengan Rama dan saling berangkulan sedangkan shela dan Arka juga mengikuti saudara-saudaranya yang berpamitan Shela sudah bergelayut dilengan kekar adiknya itu dan berjalan menaiki tangga dimana kamar mereka berada
"kak setelah kakak menikah apakah kakak akan pindah dari rumah ini? "ucap Arka pada Shela saat mereka berjalan bersama
"kakak tidak tau dek,kakak pasti akan ikut sama suami kakak" ucap shela kepada adiknya itu
"pasti rumah ini akan terasa sunyi tanpa kak Shela dan shila.kalian pasti nakan Sangat jarang lagi untuk bisa membuatkan kami sarapan dan bekal kekantor,kue kue buatan kak shila untuk cemilan sore pasti juga tidak akan ada" ucap Arka sendu
"jangan ngomong seperti itu dek,kamu jangan sedih kakak janji kakak akan datang kemari untuk membuatkan kalian sarapan dan bekal jika kalian menginginkannya, kakak akan mengajak suami kakak untuk sarapan di sini bersama kalian dan kakak rasa kak shila juga akan melakukan hal yang sama jadi kamu jangan merasa sedih bahagialah selalu dek, cepatlah cari pasangan agar kamu tidak merasa kesepian lagi lihatlah kakakmu Ardhit sudah menemukan tambatan hatinya tanpa bingung cari dimana" ucap shela pada adiknya, setelah mereka sampai dilantai dua mereka tidak langsung masuk kedalam kamar mereka masing-masing mereka memilih untuk duduk-duduk dulu disofa yang ada di ruang belajar mereka
Shela duduk dikursi panjang dan arka merebahkan kepalanya dipangkuan sang kakak, Shela sangat hafal apa yang di inginkan adiknya itu
Shela memijat pelan Kepala adiknya,arka sangat suka bila salah satu kakaknya memijat kepalanya
"nanti juga Arka tidak akan merasakan pijitan tangan kak Shela dan Shila lagi setelah Lelah dan penat setelah seharian bekerja " ucap Arka seakan tidak Rela kakaknya pergi dari rumah itu dan tinggal bersama suaminya kelak
"makanya kakak ingin kamu juga segera memiliki pasangan halal agar kamu tidak kesepian lagi dan ada yang memijit-mijit kepalamu setelah pulang kerja dan ada yang memanjakanmu " ucap shela lagi
"sebenarnya saya lagi menyukai seseorang kak tapi saya masih ragu apakah dia juga suka padaku, anaknya baik Soleha dia juga sangat cekatan dalam bekerja dan dia itu anak yatim-piatu kak" ucap Arka
"tapi kak,arka malu kak" ucap arka menutup matanya
"Malulah terus dek, setelah ada yang mendahuluimu barulah kamu menyesal dan menangis karena patah hati,udah ah kakak ngantuk" ucap shela dan memindahkan kepala adiknya dari pahanya
Sedangkan arka memikirkan apa yang dikatakan kakaknya barusan
setelah shila berlalu masuk kedalam kamarnya,arka pun masuk kedalam kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah
Dua hari berlalu setelah pernikahan Shila dan Fariz
Hari ini pernikahan Shela dan Rifqi sekaligus resepsi pernikahan mereka berempat, shela telah selesai di rias oleh MUA didalam kamarnya
begitu juga dengan shila yang kembali dirias oleh MUA untuk resepsi pernikahan mereka
setelah selesai dirias shela dan shila diantarkan ke musholla dimana akan dilaksanakan ijab Kabul pernikahan Shela dan Shila
__ADS_1
shela kini diantarkan masuk kedalam sebuah kamar dalam musholla yang sengaja di buat untuk ditempati oleh shela sebelum akad nikah berlangsung
sedangkan shila kini duduk disudut ruangan dalam musholla itu karena dia juga ingin melihat proses ijab kabul adik kembarnya sedangkan Fariz ikut bergabung dengan keluarganya dan juga ingin menjadi saksi pernikahan adik sepupu sekaligus sahabatnya itu
shila terlihat cantik dengan gaun pengantinnya yang berwarna Biru yang melambangkan ketenangan seperti sifat shila dan Fariz yang selalu tenang dalam menghadapi segala permasalahan, serta melambangkan kesetiaan dan rasa aman
sedangkan shela memakai gaun pengantin berwarna merah maroon yang melambangkan bahwa Merah dianggap warna keberuntungan, membuka banyak peluang dan menunjukkan kalau pengantin yang memilih warna ini suka dengan tantangan, penuh percaya diri dan tak takut akan rintangan yang akan dihadapi setelah menjadi suami-istri nantinya.
tepat pukul 09.30 keluarga Rifqi telah sampai,kini keluarga besar Rifqi dan Shela telah duduk bersama,pak penghulu pun sudah Hadir,kini Rifqi duduk dihadapan pak penghulu disana juga ada wahyu dan Arman
setelah acara serah terima pengantin pria oleh keluarga pengantin perempuan pak penghulu pun menyiapkan pengantin pria untuk melakukan ijab kabul
"bagaimana nak Rifqi sudah siap?" tanya pak penghulu kepada Rifqi
"Insya Allah saya siap pak" ucap Rifqi mantap
"Tolong antar pengantin wanitanya kemari" ucap pak penghulu lagi
Nadia segera beranjak dari duduknya didampingi oleh Wulan
mereka berdua lalu menuju ke kamar yang ditempati oleh Shela dalam musholla samping rumah Nadia itu
Tok tok tok
Nadia mengetuk pintu kamar putrinya itu dengan perasaan terharu karena ini untuk yang ketiga kalinya dia akan menikahkan anak-anaknya
"masuk Bunda" ucap Fara membuka pintu yang sedari tadi memang berada didalam kamar Shela untuk menemaninya bersama Della dan Shinta
"ayo sayang kamu sudah ditunggu diluar " ucap Nadia dengan mata berkaca-kaca dia tidak pernah menyangka bahwa anak-anaknya akan secepat ini menemukan jodohnya
Shela berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar yang ditempatinya dituntun oleh Nadia dan Wulan, fara Berjalan disamping Nadia sedangkan Della dan Shinta berjalan dibelakang Shela untuk mengangkat ekor baju pengantin Shela agar Shela mudah melangkah
saat Shela sudah terlihat semua mata tertuju kepadanya semua berdecak kagum melihat kecantikan dan keanggunan pengantin wanita yang kini berjalan menuju tempat akad dengan senyuman selalu terukir di bibirnya
Shela dituntun oleh Nadia untuk duduk disamping Rifqi
Rifqi menatap shela tanpa berkedip
__ADS_1
"Nanti saja mas Rifqi setelah halal amas Rifqi bisa menatapnya sampai puas"ucap pak penghulu dan membuat Rifqi malu dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena salah tingkah,shela menahan senyumnya melihat tingkah calon suaminya itu