
iya bang terima kasih banyak atas bantuan kalian semua "ucap wahyu tulus
"iya mas wahyu sama-sama "
jawab mereka kompak
satu jam berlalu tak ada tanda-tanda marni akan melahirkan wahyu mulai khawatir
ibu-ibu yang datang menemani wahyu mulai gelisah karena hari mulai gelap anak-anak dan suami mereka menunggu akhirnya mereka pamit untuk pulang dulu kerumah mereka
mau tidak mau bang ipul dan mbak Ningsih juga ikut pulang karena bang ipul yang mengemudikan mobilnya sedangkan mbak Ningsih tidak enak tinggal berdua saja dengan wahyu dirumah sakit mereka bukan keluarga hanya sebatas tetangga yang juga tidak begitu akrab
setelah kepulangan semua tentangga wahyu
kini tinggallah wahyu seorang diri yg menunggui
marni
beberapa jam berlalu namun marni belum juga melahirkan
beruntungnya tadi salah seorang tetangga Wahyu memberikan bekal jadi wahyu tidak usah repot lagi mencari makanan untuk makan malamnya
keadaan marni masih saja sama terus menerus merasakan sakit namun belum ada tanda-tanda akan segera melahirkan
wahyu bingung harus bagaimana dia sendirian tak ada teman, keluarga yang menemaninya
wahyu benar-benar merasa sendiri
wahyu menangis meratapi nasibnya tak ada tempat untuk berbagi beban
saat menjelang subuh Nadia merasakan sakit yang teramat sangat sakit setelah bidan memberikan onat induksi persalinan untuk yang kedua kalinya akhirnya marni merasakan kontraksi yang sangat hebat dan sudah dengan bukaan sempurna akhirnya marni melahirkan anaknya dengan sisa tenaganya
marni sempat tak sadarkan diri setelah melahirkan karena kelelahan
"dok istri sya baik-baik saja kan?"ucap wahyu khawatir melihat marni tak sadarkan diri
"tidak apa-apa pak ibu marni hanya kelelahan karena mengalami kontraksi panjang jadi semua tenaganya terkuras saat melahirkan tadi"ucap dokter
"terimakasih banyak dok,ibu bidan atas bantuannya "ucap wahyu lagi
"ita pak sama-sama ini memang sudah tugas kami,mari pak kami permisi biar nanti ibu marni dan bayinya dipidahkan kekamar perawatan "ucap dokter itu
"iya dok sekali lagi terimakasih banyak "ucap wahyu
dokter dan bidan yang membantu marni melahirkan hanya menganggukkan kepalanya dan keluar dari ruangan bersalin
sedangkan marni yang tak sadarkan diri dibersihkan oleh dua orang perawat
Marni melahirkan seorang putri yang menggemaskan
Wahyu segera mengazaninya
__ADS_1
setelah wahyu mengazani bayi marni wahyu menatap bayi cantik itu mencari kesamaan wajahnya ataupun wajah Marni karena Wahyu mengingat saat putri kembarnya lahir wajah mereka lebih mirip dengannya hanya mata dan bibirnya saja yang mirip Nadia
wahyu pun mencari kesamaan Itu pada bayi nya marni namun beberapa kali wahyu memperhatikan dengan seksama wahyu tidak menemukan kesamaan wajahnya maupun wajah marni
degg degg degg
wahyu kembali teringat kata-kata adiknya saat terakhir mereka datang kerumah Ibunya
🥀🥀
yakin bang itu anak abang? "celetuk wulan wulan dengan nada sinis
🌷🌷
kamu akan menyesal bang,dan jika hari itu datang jangan pernah kamu datang mencariku dan meminta maaf karena sampai kapanpun saya tidak akan memaafkan mu" ucap wulan kala Itu
"apa maksud wulan ?"ucap wahyu dalam hati
"apa maksud kata-kata wulan waktu itu ?!" ucap wahyu mulai mersa ragu
wahyu meminta tolong pada perawat agar bisa dipinjamkan gunting
setelah mendapatkan gunting wahyu menggunting rambut bayi Marni sedikit wahyu pun menggunting sedikit rambutnya
setelah mendapatkan itu wahyu mengembalikan gunting yang dipinjamnya dari perawat
rambut Wahyu dan bayi marni
wahyu masukkan kedalam plastik bekas obat yg ada didalam laci nakas disamping tempat tidur marni
untuk meyakinkan dirinya bahwa ini adalah bayi miliknya atau bukan
marni belum juga bangun setelah melahirkan kini marni telah dipindahkan keruang perawatan
saat bayinya marni dijemput oleh suster untuk diminumkan susu wahyu juga bergegas menuju ruang laboratorium untuk melakukan tes DNA
setelah semua berkas untuk tes Dna wahyu selesaikan beserta membayar administrasinya wahyu kembali kekamar perawatan marni disana didalam box bayi bayinya marni sudah
kembali ditidurkan
sedangkan marni masih betah memejamkan matanya
Wahyu tidak peduli
wahyu meminta tolong kepada suster jaga untuk menjaga marni dan bayinya
wahyu ingin mencari sarapan pagi dan berangkat bekerja
wahyu memang sudah meminta izin agar datang agak terlambat karena istrinya subuh tadi melahirkan
wahyu sudah tidak bisa meminta izin tidak masuk bekerja lagi karena wahyu sudah sering izin
__ADS_1
jadi wahyu hanya diberi izin datang terlambat
setelah sarapan dikantin rumah sakit wahyu memesan ojek online untuk mengantarkannya pulang membersihkan diri dan berangkat bekerja
karena semalam wahyu kerumah sakit memakai mobil pickup bang ipul
saat sampai di rumah kontrakannya ternyata disana ibu-ibu sedang berkumpul untuk membeli sayur
"eh mas wahyu sudah pulang, bagaimana mbak marni mas Wahyu apa sudah lahiran ?"tanya salah seorang ibu tetangga Wahyu
"Alhamdulillah, sudah bu subuh tadi "jawab wahyu
"Alhamdulillah "jawab ibu-ibu itu kompak
"oh iya mas wahyu anaknya cewek atau cowok ?"tanya salah satu ibu lagi
"cewek bu"Ucap wahyu singkat
"permisi ibu-ibu saya kerumah dulu mau siap-siap berangkat kerja soalnya "ucap wahyu berpamitan
"iya mas wahyu silahkan, insyaallah Kita jengukin adik bayinya bareng-bareng ya bu ibu!"ujar mamanya dodit
"iya"jawab ibu-ibu yang ada disana kompak
saat wahyu sudah hampir berbelok masuk kedalam pagar rumahnya salah satu dari ibu-ibu tadi memanggilnya
"oh iya pak Wahyu,mbak marni dirawat dikamar berapa ?"tanyanya
"oh.....dikamar mawar bu nomor 108" ucap wahyu dan berlalu kedalam rumahnya kalau meladeni pertanyaan ibu-ibu rempong ini tidak akan ada habisnya
🍀🍀🍀🍀
sekitar pukul 16.30 wahyu sudah berada di rumah sakit dari tempat kerja wahyu tidak lagi pulang kerumahnya akan tetapi langsung menuju rumah sakit
benarbkata Ibu-ibu tetangganya akan datang menjenguk marni dan bayinya
disudut ruangan dekat lemari kecil terdapat banyak kado juga diatas meja banyak buah dan makanan
ibu-ibu itu memang pengertian ada ibu-ibu yang membawakan rantang nasi mungkin untuk wahyu jadikan makan malam
wahyu merasa sangat bersyukur masih ada yang peduli kepada mereka walaupun marni sering membuat ulah dan sering ditegur oleh para tetangga bila marni menangis dan berteriak-teriak
tatapi tetangganya tetap peduli
Marni sudah bagun dari tidurnya, marni juga sudah terlihat segar mungkin tadi marni sudah membersihkan diri
bayi kecilnya pun kini tertidur nyenyak mungkin perutnya sudah kenyang disusui oleh ibunya
Marni melihat wahyu tersenyum manis kepada suaminya itu wahyupun membalas senyuman marni akan tetapi hatinya berkata lain
"bila hasil tes DNA nya sudah keluar dan anak Ini bukan milikku saya akan segera menceraikan marni dan akan membujuk Nadia untuk rujuk lagi denganku pasti Nadia ingin kembali padaku
__ADS_1
karena anak-anak masih sangat membutuhkanku" ucap wahyu dalam hatinya
dan tersenyum tipis membayangkan kembali bersama Nadia membiba rumah tangga bahagia