
wulan tidak terima marni menamparnya wulanpun melakukan hal yang sama menampar pipi marni sangat keras
membuat sudut bibir marni berdarah
"wulan!!"teriak Wahyu
wahyu melangkah mendekati Wulan dan tangannya ingin menampar bulan
" Kenapa Bang Abang tidak terima wanita murahan Abang ini saya tampar kalau mau menampar saya silakan Tampar saja ini tampar saja bang biar wanita murahan ini merasa senang"teriak wulan dan menangis
"wulan berhenti kamu menyebut marni muraha dia iatriku"ucap wahyu
"itu memang gelar yang pantas untuknya merayu , mempertontonkan tubuhnya dan melayani laki-laki suami orang sampai hamil diluar nikah itu apa namanya coba kalau disebut pelakor telalu keren bang kalau wanita mura....."
plakkk
belum selesai ucapan wulan,wahyu sudah melayangkan tangannya dipipi adiknya yang selama ini sangat disayangi dan dijaganya
hiks hiks hiks
"wahyu,apa yang kamu lakukan pada adikmu "ucap pak Sardi
Bu Rahma bergegas memeluk wulan
"dia pantas mendapatkannya pak, mulutnya sangat tidak sopan pada istriku"ucap wahyu masih emosi
wulan menangis mendapat tamparan dari kakak kesayangannya hanya untuk membela wanita murahan seperti marni
bukan karena perih dipipinya tapi hatinya teramat sangat perih
Marni tersenyum menang karena suaminya membela dirinya
"kamu akan menyesal bang,dan jika hari itu datang jangan pernah kamu datang mencariku dan meminta maaf karena sampai kapanpun saya tidak akan memaafkan mu" ucap wulan dengan isak tangisnya
degg
"lihat wahyu baru beberapa bulan kamu menjadikannya istri dia sudah mampu memecah belah persaudaraan kalian,"ucap bu Rahma juga ikut menangis melihat putrinya menangis
"sudalah bu, sekarang lebih baik bapak berikan saja saya surat-surat tanah yang menjadi hakku saya akan menjualnya "ucap wahyu membentak pak Sardi
"kalau memang bapak tidak mau mengambilkannya baiklah saya akan mengambilnya sendiri "ucap wahyu dan melangkah cepat masuk kekamar pak Sardi diikuti marni dibelakangnya
sesampainya dikamar bu Rahma dan pak Sardi wahyu membuka lemari yang ada didalam kamar itu yang lupa ibu Rahma kunci dan Wahyu langsung mengobrak-abriknya mencari surat-surat tanah milik pak Sardi dibantu oleh marni
Marni mendapatkan sebuah gelang dan cincin dibawah lipatan baju milik bu Rahma langsung memasukkannya kedalam saku baju hamilnya
Bu Rahma dan pak Sardi disusul wulan masuk kedalam kamar
kamar bu Rahma sudah berantakan
"apa yang kamu lakukan wahyu marni"teriak bu Rahma
__ADS_1
dia merasa melihat masa lalunya saat ayah kandung wahyu datang bersama istri barunya yg juga tengah hamil besar mengobrak-abrik kamarnya mencari surat rumah peninggalan orang tuanya
waktu itu wahyu baru berusia satu bulan
bu Rahma hanya bisa menangis sambil menggendong Wahyu kecil
"Dasar kamu wahyu ternyata benar kata pepatah buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya " teriak ibu rahma tapi Wahyu tidak peduli
"kamu tidak pernah berhak atas semua harta itu wahyu karena kamu bukan anak kandung pak Sardi "teriakan bu Rahma lantang dan mampu membuat wahyu menghentikan kegiatannya
degg degg
jantung wahyu berdetak kencang mendengar ucapan ibunya
"bu apa yg ibu lakukan, istighfar bu istighfar "ucap pak Sardi menenangkan istrinya
"sekarang sudah saatnya dia tau siapa dirinya yang sebenarnya pak,dia sudah sangat kurang ajar " ucap bu Rahma masih dengan isak tangisnya
wulan menutup mulutnya karena terkejut mendengar ucapan ibunya
wahyu membalikkan badannya menatap wajah tua ibunya yang sembab
"apa maksud ibu"tanya Wahyu
"jawab bu,apa maksud perkataan ibu"bentak Wahyu
plakkk
"jaga sikapmu wahyu pada ibumu "ucap pak Sardi emosi mendengar istrinya dibentak
wahyu Memegang pipinya yang terasa perih karena tamparan keras dari tangan kekar pak Sardi walaupun sudah berumur akan tetapi tangan itu masih sangat kuat
Marni juga terkejut mendengar fakta baru ini
"jawab bu,apa yang ibu katakan itu tidak benar"ujar wahyu
"benar wahyu kamu bukan anak kandung pak Sardi,kita ditolong oleh pak Sardi saat ayahmu menceraikanku dan mengusir ibu dan kamu yang masih berusia tiga bulan dari rumah peninggalan orang tuaku "ucap bu Rahma yg sudah terduduk dilantai bersama pak Sardi yang terus menenangkannya
wahyu terdiam mendengarkan penuturan ibunya
"Pak Sardi menemukan kita di dipinggir jalan ibu menangis seperti orang gila karena badanmu demam karena sudah berhari-hari ibu bawa berkeliling tidur diemperan toko dan pada saat itu pak Sardi lewat dengan sepeda motornya tidak ada yang peduli ,tak ada keluarga yang rela menampung ibu walaupun ibu memiliki bayi kecil akhirnya ibu puruskan peegi dari perkampungan dengan berjalan kaki menggendong anak bayiku yang sangat lucu ibu merasa beruntung karena wajahmu sangat mirip dengan ibu bukan laki-laki bajingan itu ibu selalu berdoa semoga sifatmu tidak sepertiny tapi ternyata kamu memang anaknya
hiks hiks hiks hiks
dan saat-saat terpurukku Hanya pak Sardi yang singgah dan bertanya pada ibu
flash back
pov bu Rahma
"ibu kenapa menangis disini,ini anak siapa ?" tanya seorang pria yang singgah karena melihatku menangis dipinggir jalan
__ADS_1
"tolong saya pak ,tolong anak saya badannya panasdia tidak mau asi tolong saya pak
tolong hiks hiks hiks "ucapku meminta pertolongan
"iya saya pasti tolong bu tapi ibu sabar ya.ibu tenang dulu"ucap laki-laki itu dan menyentuh kening putraku
"ayo bu saya antar keklinik terdekat , karena jarak rumah sakit sangat jauh" ucap laki-laki itu lagi
"iya pak, terimakasih banyak karena sudah mau menolong Saya hiks hiks "ucapku
"iya bu sama-sama, sekarang ayo saya antar keklinik dekat sini" ycapnya lagi lalu menyalakan mesin motornya
saya langsung naik keboncengannya merasa sedikit lega karena anakku akan segara dapat pertolongan
motornya pun dijalankan dengan sangat pelan
Tidak berapa lama kami sampai kesebuah klinik
wahyu kecilkupun langsung ditangani akan tetapi saya kembali cemas karena anakku harus dibawa keeumah sakit besar agar mendapatkan penanganan lebih lengkap
wahyu kecilku kena penyakit bronkitis karena terlalu lama berada diluar rumah
dengan udara malam yang dingin dan terik matahari
"hiks hiks hiks.... bagaimana ini pak Sardi saya sama sekali tidak punya uang
hiks hiks hiks "Ucapku bingung harus bagaimana
hanya menangis yang bisa kulakukan
"sabar bu kiibawa saja kerumah sakit masalah biaya itu urusan Saya "ucap pak Sardi
"iya pak, sekali lagi terimakasih banyak atas semua bantuannya "ucapku menangkup kedua tanganku didepan dada saya sangat bersyukur kepada Allah karena mempertemukan dengan orang sebaik pak Sardi ini
"iya bu sama-sama "ucapnya
"itu ambulancenya sudah siap ibu naik ambulans biar nanti saya ikuti dar belakang "ucap pak Sardi dan saya hanya mengangguk pasrah yang terpenting untukku sekarang putra semata wayangku bisa sembuh
sesampainya di rumah sakit ternyata pak Sardi sudah ada disana mungkin karena dia naik motor
wahyu kecilku langsung ditangani pak Sardi sekalipun tidak meninggalkanku
dia hanya meninggalkanku saat ingin berangkat kerja atau pulang kerumahnya mengganti pakaiannya setelah itu dia datang lagi dengan membawa makanan dan pakaian bersih untukku juga pakaian untuk wahyu kecilku
itu membuat kami semaki dekat dan saling mengenal satu sama lain
pak Sardi seorang duda ditinggal mati isterinya saat melahirkan anak pertamanya bukan hanya istrinya yang meninggal namun seminggu kemudian anaknya pu meninggal dunia
sudah tiga Minggu lamanya wahyu kecilku dirawat dan akhirnya hari ini kami bisa pulang karena wahyu sudah sembuh
"tapi saya bingung harus kemana pak Sardi "ucapaku
__ADS_1
"ibu Rahma tidak usah bingung bibi tinggal saja bersama ibuku karena beliau hanya tinggal berdua dengan Art karena saya mulai minggu depan saya harus kembali kekota karena pekerjaanku disini sudah selesai "ucap pak Sardi