
Sudah beberapa minggu ini komunikasi Nadia dan kakaknya terputus Nadia merasa teramat sangat cemas karena tak bisa menghubungi sang kakak berbagai macam fikiran Nadia menumpuk dalam otaknya
Seperti biasa Nadia sibuk membantu karyawannya membuat pesanan para pelanggannya walaupun Nadia adalah seorang pemilik toko tapi Nadia tidak pernah berpangku tangan dan hanya tau memerintahkan karyawannya Nadia akan terjun langsung dalam membantu para karyawannya yang sedang kekurangan tenaga
seperti hari ini mita kewalahan didepan oven pemanggangan Nadia yang membantunya disana
Namun kali ini Nadia banyak melamun memikirkan bagaimana keadaan kakaknya yang jauh disana tak ada kabar yang didapatkannya untuk bisa mengurangi rasa cemasnya
tanpa sengaja memegang talenan kue yang masih sangat panas karena baru saja diturunkan oleh Mita hingga membuat tangan Nadia memerah karena luka bakar
semua terkejut mendengar Nadia berteriak kesakitan
"Mbak, Kenapa?"tanya Mita sangat cemas
"tidak apa-apa mit mbak hanya tidak sengaja memegang talenan yang masih panas" jawab Nadia
" makanya dek jangan suka melamun kan kamu sekarang terluka" ucap Tora merasa cemas kepada adik sepupunya ini yang belakangan ini sering dilihatnya banyak melamun
"iya bang,ini tidak apa-apa kok" ucap nadia
"Tidak apa-apa bagaimana mbak ini sangat merah,ayo saya bantu kasi salep biar nggak melepuh "ucap mita dan menarik tangan Nadia untuk segara berdiri dari duduknya untuk menuju meja dibelakang kasir mita menyimpan kotak P3K didalam laci meja kasir
mita segera mengoleskan salep ketelapak tangan Nadia yang terkena luka bakar
sensasi dingin dirasakan Nadia pada saat mita mengoleskan salep Namun Ada yang aneh dengan perasaan Nadia
entah mengapa perasaannya teramat sangat cemas dan selalu memikirkan sang kakak dan keluarganya
"Ya Allah ada apa ini kenapa jantungku berdetak sangat kencang ada apa dengan kak nindi dan kak Arman "ucap Nadia tiba-tiba dan menekan dadanya yang terasa sakit air matanya jatuh tanpa permisi dan tanpa sebab
Nadia merasa sangat tidak nyaman
"kak Nindi ada apa denganmu kak,Ya Allah lindungilah kakakku dan keluarganya dimana pu mereka berada " ucap nadia lagi yang semakin terisak
mita yang melihat Nadia seperti itu juga ikut cemas dan khawatir
mita juga ikut meneteskan air matanya
"mbak yang sabar ya,saya yakin mbak Nindi dan keluarganya baik-baik saja "ucap mita mencoba menenangkan Nadia
"saya nggak tahu mit kenapa perasaanku seperti ini rasanya sangat tidak nyaman hiks hiks hiks" Jawab nadia disela isak tangisnya
shila yang baru saja pulang dari minimarket bersama adik-adiknya berlari mencari Nadia
"Bun bunda..."teriak shila
Shela dan Arka heran melihat kakaknya karena sejak akan berangkat ke minimarket shila terlihat gelisah
__ADS_1
" bunda lagi ditoko bersama aunty mita tangan bunda terluka kena talenan panas" jawab siska karyawan baru Nadia
mendengar perkataan Siska Anak-anak nadia menjadi cemas mereka berlari kearah depan toko karena kalau lewat pintu belakang akan banyak barang yang bisa saja tanpa sengaja mereka bisa injak
"Bunda...." teriak mereka saat melihat Nadia duduk dikursi dibelakang kasir bersama mita
"sayang kalian Kenapa ?"tanya Nadia terkejut
"tangan bunda katanya terbakar ?!apa bunda baik-baik saja? pantesan saja sejak tadi saya merasa sangat cemas "ucap Shila terlihat sangat cemas
"iya bunda tangan bunda tidak apa-apa kan?"ucap Shela memperhatikan telapak tangan bundanya terlihat memerah
Arka sudah berjongkok didepan Nadia dan meniup-niup tangan Nadia yang terluka
Nadia tersenyum tipis melihat anak-anaknya sangat mengkhawatirkannya
"tidak apa-apa sayang, Aunty Mita sudah memberinya salep "jawab nadia
dia tidak ingin Anak-anaknya semakin cemas
"tapi bun perasaan kakak sangat tidak nyaman,ada apa sebenarnya bun?! ada apa dengan mami dan papi kenapa kakak selalu kepikiran dengan mereka hiks hiks hiks " ucap shila menangis terisak-isak
"bunda juga nggak tau sayang, perasaan bunda juga sejak tadi sangat tidak nyaman "ucap nadia mengelus pipi putri sulungnya dengan tangan kirinya Yang tidak terluka
Nadia semakin yakin bahwa ada sesuatu yang telah terjadi kepada kakaknya karena Nadia sangat tau perasaan Shila sangat peka terhadap kakakya Nindi dan kakak iparnya Arman
mungkin karena shila sangat dekat dengan nindi dan Arman
saat Nadia akan beranjak dari duduknya dan ingin mengajak anak-anaknya masuk kedalam rumah tiba-tiba ponsel Nadia berdering
Nadia bergegas merongoh saku celana panjang kulotnya untuk mengambil ponselnya
Nadia berharap itu telepon dari salah satu kakaknya
Nadia sangat senang saat tau orang yang ditunggu-tunggu kabarnya kini menelponnya
"Assalamualaikum kak,kok baru nelpon kakak kemana saja hiks hiks hiks kakak tau saya dan anak-anak sangat cemas dengan kakak hiks hiks hiks "ucap Nadia dengan isak tangisnya
saat ini telpon nadia mengaktifkan loudspeaker handphonenya
"wa'alaikumsalam dek,maafkan kakak ya"ucap nindi lemah
"mami kenapa mami lagi sakit ?"ucap shila khawatir
"tidak Sayang,mami lagi rebahan jadi suaranya sedikit lemah"ucap Nindi mengelak
"tapi mami baik-baik saja kan?"ucap Shela yang sedari tadi hanya diam pipinya juga sudah sangat basah melihat kakak dan bundanya menangis
__ADS_1
"iya sayang mami baik-baik saja" ucap Nindi dengan suara sedikit tersedak seperti orang yang sedang sesak nafas
"sayang mami mau bicara sama bunda boleh kan?" ucap nindi lagi
"iya bunda"jawab mereka berbarengan
"makasih sayang kalian tidak usah khawatir ya mami baik-baik saja " ucap nindi lagi
"sama-sama mami"ucap mereka lagi
Nadia pun menonaktifkan loudspeaker ponselnya
"mau bicara apa kak?"tanya Nadia kembali cemas
" dek apa kamu bisa datang kesini bersama anak-anak ?saya sangat rindu pada kalian,ajak Tora untuk menemani kalian "ucap nindi dengan Nafas berat
" iya kak saya akan kesana bersama anak-anak dan Bang Tora"jawab Nadia cepat karena nadia cemas dan ingin segera bertemu dengan kakaknya
" yasudah kakak tunggu ya kedatangan kamu dan anak-anak,kakak sudah teramat sangat rindu pada kalian ucap nindi dengan air mata berderai
"Mit, tolong panggilkan bang Tora ya suruh kerumah"ucap Nadia dan langsung diangguki oleh Mita
mita pun Langsung berdiri dari duduknya dan berjalan kearah dapur toko untuk mencari keberadaan Tora
"Bang Tora,mbak Nadia manggil disuruh kerumah " ucap mita saat melihat Tora sedang duduk menunggu kue yang akan dikemas
"Nadia kenapa dek?"tanya Tora pada calon adik iparnya
"ada yang mau diomongin sama abang , penting "jawab mita
dan Torapun bergegas beranjak dari duduknya dan berjalan keluar pintu belakang dan langsung masuk kerumah Nadia
Nadia duduk disofa ruang tamu sengaja menunggu Tora disana sedangkan Anak-anaknya sudah disuruhnya untuk berkemas karena besok pagi mereka akan berangkat kekota J dimana Nindi dan keluarganya berada
Nadia sudah memesan tiket pesawat secara online dan sengaja mengambil penerbangan siang supaya Nadia bisa meminta izin kesekolah- sekolah anak2nya juga pada karyawan kepercayaannya ahar bisa menangani toko saat dia tidak ada ditempat
"kenapa dek?"tanya Tora saat sudah masuk kedalam rumah dan melihat Nadia sedang duduk
"duduk dulu bang "jawab nadia
Tora pun menuruti perkataan adik sepupunya itu
"bang kak Nindi ingin kita kesana bersama anak-anak firasatku mengatakan kalau kak Nindi sedang tidak baik-baik saja dan saya sudah membeli tiket pesawat secara online
saya sengaja mengambil jadwal penerbangan besok siang agar mempermudah memintakan Anak-anak izin disekolahnya " ucap Nadia
" iya dek,abang mengikut saja,abang sebenarnya beberapa hari ini merasa sangat cemas abang juga pernah bermimpi Nindi datang pada abang untuk meminta abang dan wandi selalu menjaga kalian
__ADS_1
abang tidak pernah cerita kekamu karena abang takut kamu semakin khawatir "ucap Tora
Nadia kembali menangis entah mengapa perasaannya selalu ingin menangis diperlukan hangat sang kakak