
Tak berselang berapa lama Rudi datang bersama Fara kerumah Nadia
tok tok tok
"Assalamualaikum " ucap Rudi dan Fara
"Waalaikumsalam, cari siapa mas?" Jawab Bik Narti dari dalam rumah
"maaf bik,mbak Shela nya ada?" tanya Rudi saat bik Nanti keluar menemui mereka
"kami karyawannya dari cafe" ucap Rudi
"oh karyawan mbak shela?" ujar bik Narti
"iya bik" jawab Rudi lagi
"mas sama masnya duduk dulu, nanti saya panggilkan mbak shelanya" ucap bik Nanti
"iya bik" ucap Rudi
"Duduk didalam aja mas,mbak" ujar Bik Narti membuka lebar pintu
"kami menunggu diteras saja bik" ucap Rudi sungkan untuk masuk kedalam rumah
sedangkan Fara hanya diam saja masih berfikir kenapa bosnya itu memanggilnya datang kerumahnya apakah dia telah berbuat kesalahan?
"oh baiklah mas,saya kedalam dulu untuk panggil mbak Shelanya " ucap Bik Narti dan berlalu kedalam rumah
bik Narti kembali keluar menemui mereka dengan membawa nampan ditangannya berisi teh dan cemilan
"silahkan mbak,mas diminum dulu tehnya,mbak Shelanya lagi membersihkan diri dulu soalnya tadi lagi tidur " ucap Bik Narti
"Tidak apa-apa bik, makasih udah repot-repot buatkan teh" ucap Rudi
"iya mas sama-sama "
setelah beberapa saat menunggu akhirnya shela datang
" maaf ya rud,Fara nunggu lama soalnya mbak tadi ketiduran " ucap shela
"nggak apa-apa mbak,ini saya antarkan Fara datang kesini " ujar Rudi dan menunjuk Fara dengan ibu jarinya,Fara hanya diam keringat dingin membasahi tubuhnya, wajahnya sudah pucat pasi fara takut jika nanti dirinya akan dipecat dimana dia akan tinggal dan bekerja jika itu sampai terjadi
"iya Rud, terima kasih banyak,kamu bisa kembali kecafe biar fara disini dulu " ucap shela
__ADS_1
"iya mbak, kalau begitu saya pamit dulu mbak Shela,fara kamu disini dulu ya bantu-bantu mbak shela" ucap Rudi berpamitan dan meminta Fara untuk tinggal
"iya Rud kamu hati-hati ya ,titip kafe dan teman-teman ya " ucap shela
"iya mbak, assalamualaikum " ucap Rudi
"waalaikumsalam "jawab shela dan fara
setelah Rudi pulang Shela mengajak Fara masuk kedalam rumah
"yuk masuk, untuk sementara waktu kamu disini dulu ya bantu-bantu mbak ngurus semua persiapan pernikahanku dan kak Shila " ucap Shela merangkul pundak Fara dan berjalan kedalam rumah
"bik Nanti tolong fara dibawa ke kamar tamu ya untuk istirahat " ucap shela kepada Art ibunya itu
"kamu istirahat dulu ya, sebentar malam baru kamu bantuin mbak " ucap shela kepada Fara sebelum fara masu kekamar tamu samping kamar yang ditempati oleh wahyu
"iya mbak "jawab Fara mengangguk
"ya sudah kamu masuk kekamar kamu dulu ya, mbak juga mau kembali keatas " ucap Shela
Fara hanya mengangguk saja
sore menjelang Fara kini sibuk didapur bersama shela, shila dan bik Narti mereka membuat menu makan malam untuk keluarga mereka
wahyu dan yang lainnya belum bertemu dengan Fara, Shela sengaja akan memperkenalkan Fara nanti saat makan malam selesai saat mereka duduk bersama
Fara merasa canggung duduk bersama keluarga mereka saat makan malam bersama,
"Fara sini duduk disini dekatku" ucap Della memanggil Fara,Fara menatap shela dan shila bergantian karena takut jika Shela ataupun shila tidak mengizinkannya shela yang ditatap hanya tersenyum dan mengangguk shila pun tersenyum.Fara yang melihat itu langsung berjalan kearah Della dan duduk disamping Della yang sedang duduk di karpet didepan TV,wahyu tak lepas menatap Fara dia merasa sangat dekat dengan gadis ini namun wahyu tidak ingin keluarganya salah paham jadi wahyu diam saja memperhatikan
"kenapa saya merasa dekat dengan gadis ini sedangkan ini pertemuan pertama kami, tapi kenapa ya Allah? apa karena namanya sama dengan nama Anaknya Marni ?" ucap wahyu dalam hati
"yah, dia cantik kan?"tanya shela
Fara yang merasa ditunjuk mendongakkan kepalanya merasa heran kenapa shela mengatakan itu kepada ayahnya
"kenapa mbak shela bertanya seperti itu kepada ayahnya apa dia ingin menjodohkanku dengan ayahnya yang sudah tua? tega sekali mbak Shela " ucap Fara dalam hatinya dengan mata berkaca-kaca dia tidak menyangka bila Shela yang dikenalnya selama beberapa bulan ini sangat baik tapi sekarang ingin membuatnya menderita
yang lain pun heran mendengar Shela bertanya seperti itu kepada wahyu
"emangnya kenapa kak? kok kakak tanya begitu sama ayah wahyu? apa kakak ingin menjodohkan Fara dengan Ayah wahyu?" tanya Della tidak suka dengan pertanyaan kakaknya
degg degg
__ADS_1
"Ayah wahyu? kenapa nama ayahnya mirip dengan nama yayahku? tanya Fara dalam hati
"ehh....jangan salah paham dulu! saya cuma bertanya pada ayah Fara cantik tidak ? kalau cantik ya memang fara cantik tapi kakak nggak berniat tuh menjodohkan mereka " ucap shela santai dan shila hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya karena kelakuan jahil adiknya ini tidak bisa hilang
"trus apa coba maksud nya kak?" tanya Della lagi kesal
Fara merasa senang karena ada yang membelanya
"iya shela kamu ini ada-ada saja,Fara itu sama seperti kalian dia seperti putri ayah juga" ucap wahu agar Fara tidak merasa tersinggung dengan ucapan anaknya
"kan Fara memang putri Ayah " ucap shela santai namun mampu membuat keluarganya melotot mendengar ucapannya kecuali shila
"maksud kmau?" ucap Wulan penasaran
Shela berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati ayahnya,shela berlutut dihadapan ayahnya dan memegang kedua tangannya,Fara yang melihat itu semakin merasa gelisah takut jika Shela akan benar-benar memaksa Ayahnya untuk menjodohkan mereka
" Ayah namanya adalah Fara Farizkha Pramana, apakah ayah masih ingat nama itu? nama seorang bayi cantik yang ayah tinggalkan bersama ibunya Beberapa tahun lalu!"ucap Shela
Fara mendongakkan wajahnya menatap shela seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan
"Maksud kamu apa Shela ?" ucap wahyu
Shila kini berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Fara lalu memegang pergelangan tangan Fara dan mengajaknya berdiri lalu berjalan kearah Wahyu dan shela
"Ayah ini adalah putrimu yang yang kamu cari selama ini " ucap shila,Fara yang mendengar itu sudah tidak dapat membendung air matanya namun dia hanya diam dia takut sang ayah menolaknya
"Benarkah dia Fara putri ayah ? "tanya wahyu seakan tidak percaya
"iya Ayah dia adalah putrimu,anak almarhumah Tante Marni " ucap Shela tersenyum
"Benarkah kamu adalah Fara? pantas saja perasaanku merasa sangat dekat dengannya " ucap wahyu dengan mata berkaca-kaca
"benar Ayah,Fara kamu merindukan ayah kan?"tanya Shela pada Fara,Fara hanya mengangguk anggukan kepalanya dia tak mampu berkata-kata,kini air matanya semakin deras
"Maksud kamu apa Shela,kenapa kamu memanggil ibu Fara Almarhumah ?" tanya wahyu penasaran
"Iya Ayah...hiks hiks hiks mama sudah meninggal dunia hiks hiks hiks mama meninggal beberapa bulan yang lalu karena sakit hiks hiks hiks " ucap Fara disela sela tangisannya
"innalilahi wa innailaihi rojiun "ucap semua saat mendengar ucapan Fara
Shela dan Shila yang berbeda disamping Fara mengelus punggungnya memberikan ketenangan
"maafkan Ayah Nak" ucap wahyu lalu memeluk tubuh Fara
__ADS_1
"Maafkan mama juga yah,mama berpesan padaku sesaat sebelum meninggal,mama menyuruhku untuk mencari yayah dan tante Nadia untuk meminta maaf atas segala salah dan dosa mama semasa hidupnya " ucap Fara yang masih menangis
betapa dirinya merindukan san ibu yang rela berjuang sendirian untuk menghidupinya