
semenjak pembicaraannya dengan wahyu disaksikan pak RT dan Pak Rw serta bang Tora dirumahnya
Nadia tidak pernah lagi mendengar kabar tentang Wahyu maupun marni kini hidup Nadia terasa ringan tanpa beban
usaha kuenya kini semakin maju
dan sikembar kini telah duduk disekolah lanjutan tingkat pertama dan mendapatkan beasiswa
dan si bungsu Arka kini sudah duduk dikelas 3 Sd Arka pun sama seperti kedua kakaknya mendapatkan beasiswa anak berprestasi
Nadia sangat bangga pada ketiga buah hatinya
mereka adalah penyemangat dan hidup nadia
Nadia tidak peduli omongan orang tentang statusnya karena dia adalah janda berkelas bukan janda lebay Ataupun janda genit
setelah masa Iddah nya selesai banyak yang datang untuk meminangnya tapi Nadia selalu menolak dengan halus
Nadia hanya fokus untuk membesarkan anak-anaknya serta membahagiakan mereka sampai mereka benar-benar bisa membahagiakan diri mereka sendiri
Nadia juga masih trauma untuk kembali berumah tangga Nadia tidak ingin kajadian yang menimpanya dulu terulang kembali
Nadia tau tidak semua laki-laki sama seperti Wahyu tapi nadia berfikir dia tidak sendirian tapi berempat dengan anak-anaknya
mungkin sang lelaki bisa menerima anak-anaknya dengan tulus akan tetapi keluarga lelaki itu belum tentu bisa menerima anak-anaknya
pernah sekali Nadia dekat dengan seorang pria mapan namun usia pria itu tiga tahun lebih muda dari nadia bukan Nadia yang menggodanya akan tetapi pria itu sering datang ke toko ataupun kerumah Nadia dengan alasan ingin memesan kue
mau tidak mau Nadia meladeninya karena Nadia tidak ingin pelanggannya kecewa
walaupun sebenarnya Nadia merasa tidak nyaman karena pria itu terang-terangan menyatakan perasaannya pada Nadia tapi Nadia tidak menanggapinya
para Nitizen julid dan kepo pun semakin melebarkan sayapnya namun sering kali dipatahkan oleh Nadia
dan akhirnya apa yang ditakutkan Nadia terjadi ibu dan seorang wanita yang mengaku tunangan pria itu mendatangi Nadia ditoko kueny Nadia juga bersyukur karena mereka tidak datang ketoko yang ada dirumah
ibu pria itu dan calon tunangannya mencerca serta menghina Nadia
namun Nadia bisa mengatasinya dengan menghadirkan pria itu
dan pria itu mengakui bahwa dia hanya penasaran kepada Nadia karena selalu menolaknya tidak seperti perempuan yang lain rela melakukan apa saja asalkan bisa bersamanya termasuk calon tunangannya Itu
__ADS_1
sejak saat itu Nadia selalu menjaga jarak dengan pria manapun bahkan pada Gilang sekali pun
Nadia berinteraksi dengan gilang seperlunya saja
gilang tidak memaksakan kehendaknya untuk mendapatkan Nadia gilang tau batasannya
🍀🍀🍀
ditempat wahyu berada
wahyu dan marni sudah tidak tinggal di dirumah kontrakannya yang lama pemilik rumah kontrakan telah mengusir mereka dan mengembalikan uang kontrakan nya yang sisa dua bulan karena wahyu hanya membayar kontrakan setengah tahun
alasan pemilik rumah mengatakan anaknya telah kembali dan ingi menempati rumah tersebut awalnya wahyu dan marni tidak setuju akan tetapi sang pemilik mengatakan bahwa dia tidak ingin rumahnya ditempati oleh pelakor dan penghianat seperti mereka Wahyu sebenarnya merasa heran mengapa baru sekarang ini mereka diusir
wahyu meminta waktu satu minggu lagi untuk mencari rumah kontrakan yang lain sebelum mereka keluar dari rumah itu karena Kasihan dengan keadaan marni yang sedang hamil besar
sang pemilik rumah kontrakan pun menyetujuinya
kini wahyu dan marni berada di sebuah rumah kontrakan yang lebih kecil Dan harga kontrakannya lebih ringan dari sebelumnya
awalnya Marni menolak karena tidak terbiasa tinggal dirumah yg sempit tapi wahyu mengancam akan meninggalkan Marni bila banyak tingkah
"bang Bulan depan, sudah masuk HPLku (hari perkiraan lahir ) sedangkan kita belum membeli persiapan untuk bayi kita "ucap marni manja
*iya Deh bang, tapi janji ya bang"ucap marni mengerucutkan bibirnya
"emmmm *jawab Wahyu
"bang nanti kalau anak kita lahir kita nikah resmi ya bang, sekarang abang kan sudah cerai dari Nadia "ucap marni penuh harap
marni sangat bahagia karena sekarang dia sudah menjadi satu-satunya
"bang uang belanja untuk besok udah habis " ucap marni teringat kalau hari ini uang belanja dari Wahyu habis
"sudah habis lagi marni?" kan sudah abang kasi 300ribu itu untuk satu minggu marni belajarlah berhemat supaya gaji abang itu sampai minggu depan karena sudah tidak punya uang lagi " ucap Wahyu
"itu mana cukup bang kamu kan tau saya ini lagi hamil lagi butuh nutrisi agar saya dan bayi kita sehat,dan juga saya biasa masih ngidam bang
apa kamu mau anak kamu ileran nanti?! "ucap marni kesal banyak bibirnya sudah maju beberapa centi hingga bisa digantungi hanger baju saking panjangnya
wahyu menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya kasar
__ADS_1
dulu waktu bersama Nadia berapa yang diberikan itu yang diterima walaupun sudah kehabisan dan meminta lagi tapi sudah diceramahi panjang lebar nadia akan diam dan tidak protes lagi
"Nadia abang rindu kamu dan anak-anak "ucap wahyu dlam hati
"Bapak ibu wulan maafkan abang " ucap wahyu lagi dalam hati
Marni yang melihat perubahan wajah suaminya yang melamun
marni yakin suaminya ini pasti memikirkan Mantan istrinya
Marni merasa cemburu pada Nadia walaupun mereka sudah bercerai tapi wahyu tetap saja mengingat dan merindukannya
Marni tau semua karena wahyu sering mengigau dalam tidurnya memanggil nama Nadia dan anak-anaknya bahkan wahyu sering menangis entah apa mimpinya
wahyu juga sering mengatakan bahwa masih sangat mencintai Nadia
jika sudah seperti itu merka pasti akan bertengkar
Marni akan membangunkan wahyu dari tidur dan mimpinya dengan cara memukul-mukul dadanya,lengan ataupun pipi Wahyu setelah wahyu bangu mereka akan bertengkar tak melihat waktu
merka sering jadi gunjingan tetangga dekat rumah kontrakannya apa lagi rumah kontrakan mereka berdempet-dempetan
jadi bila malam hari dengan suasana sepi suara mereka bertengkar akan terdengar jelas apalagi marni sampai berteriak-teriak
wahyu merasa sudah tidak punya muka lagi tinggal disekitar situ tapa apa bleh buat wahyu harus bisa bertahan karena hanya disana mereka bisa mendapatkan kontrakan yang murah
"abang memikirkan Mantan istri sialanmu itu? istri yang tidak bergunamu itu!?"ucap marni kesal karena suaminya sangat susah untuk move on dari mantannya
"jaga ucapanmu marni" kata wahyu mulai emosi karena tidak terima maeni menghina Nadia
"Kenapa bang,kenapa abang marah itu kan yang abang sering ucapkan dulu saat Nadia masih menjadi istrimu kenapa sekarang kanu marah saya mengatakan hal itu ?ucap marni emosi jare tidak terima wahyu masih membela mantan istrinya
"itu dulu marni dan kamu tidak berhak menghina Nadia seperti itu "jawab wahyu juga sudah tersulut emosinya
"kenapa? apa karena sudah menjadi mantanmu dan sekarang saya yang istrimu satu-satunya juga tidak berguna ?"ucap marni mulai menangis
selalu seperti ini setelah capek berteriak-teriak pasti akan menangis
"iya kamu memang tidak berguna marni, tidak seperti nadia yg selalu mengurus semua kebutuhanku dan anak-anak tanpa mengeluh sedangkan kamu jangankan mengurus kebutuhanku memasak saja kamu jarang"ucap Wahyu
Marni bukannya berhenti menangis tapi malah bertambah menangis wahyu prustasi melihatnya
__ADS_1
Marni memang gampang sekali marah dan menangis mungkin karena hormon kehamilannya tapi Wahyu tidak pernah mau peduli