Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 92


__ADS_3

15 tahun kemudian


Anak-anak Nadia kini semua telah tumbuh remaja dan dewasa begitupun anak-anak wulan , Damar dan marni


Sikembar shila dan shela kini telah tumbuh menjadi gadis-gadis cantik,shila kini telah menjadi seorang dokter dan bekerja di rumah sakit umum dikotanya sedangkan shela setelah menempuh pendidikan dijurusan tata boga kini shela menjadi koki terkenal dan memiliki sebuah restoran dari hasil jerih payahnya sendiri Dengan mengumpulkan uang dengan banyak mengikuti lomba-lomba memasak hingga akhirnya Shela berhasil membangun restorannya sendiri tanpa campur tangan dana dari kedua orangtuanya hanya dukungan dan do'a serta nasihat-nasihat baik demi kelancaran usahanya


shela juga yang kini menangani toko-toko kue Nadia yang semakin berkembang pesat


Karyawan-karyawannya pun masih setia kepada Nadia bahkan anak-anak mereka pun yang telah dewasa ikut membantu perkembangan usaha kue nadia,memang anak-anak karyawan nadia tidak ikut bekerja ditoko Nadia Namun mereka menjadi tim promosi diluar baik di sekolah-sekolah ,kampus-kampus tempat mereka menempuh pendidikan atau ditempat kerja mereka,tanpa malu mereka akan mempromosikan kue-kue buatan toko Bos orang tua mereka tak jarang mereka pun sering membagikan brosur


sedangkan Ardhit dan Arka sibuk membantu papi mereka mengembangkan perusahaan papinya ditangan dingin mereka berdua perusahaan papinya Semakin berkembang


Della si gadis cerewet nan bawel kini menempuh pendidikan di universitas keguruan Della sejak kecil bercita-cita ingin menjadi seorang Guru


Nadia dan Arman tidak pernah menghalangi apa yang anak-anaknya inginkan


mereka memberikan kebebasan dalam menentukan Cita-cita mereka


Arman dan Nadia kini pensiun dan lebih banyak memantau anak-anaknya dari rumah


sedangkan anak bungsu mereka Adrian pun kini telah tumbuh menjadi remaja yang berwajah tampan namun wajah dan sifatnya Persis seperti Almarhumah Nindi lemah lembut dalam bertutur kata namun tegas,


Adrian adalah Nindi namun dalam Versi pria, Mereka semua berkata Nindi hidup kembali namun dalam Versi pria


Adrian kini duduk dibangku kelas satu SMA dan mengambil jurusan otomotif,


Adrian punya hoby dan cita-cita yang berbeda dari saudara-saudaranya,


Adrian senang dengan otomotif, Adrian pun diusianya yang terbilang masih muda sudah bisa membangun sebuah bengkel modifikasi Mobil dan Motor Hobby Arman menurun kepada putra bungsunya itu dulu arman sangat ingin memiliki bengkel Namun orang tuanya tidak ingin anaknya tidak memiliki masa depan yang cerah hanya mengandalkan bengkel


Akhirnya Arman mengalah dan mengubur dalam-dalam cita-citanya itu, namun Arman tidak pernah menyangka bahwa putranya akan melanjutkan cita-citanya yang dulu dipendamnya.Arman mendukung cita-cita sang putra dan terkadang Arman ikut bersama putranya itu untuk menyalurkan kembali hobinya


Nadia bersyukur kehidupan anak-anaknya kini sukses dan bahagia,Nadia selalu meminta kepada Allah SWT disepertiga malamnya agar kelak anak-anaknya mendapatkan jodoh yang soleh dan soleha,apa lagi sekarang putri kembarnya sudah diusia matang untuk berumah tangga Namun setiap Nadia maupun Arman menyinggung kearah sana mereka selalu mengatakan belum ada yang srek dihati atau mengatakan belum ada yang sifatnya seperti papi Adik-adiknya


Nadia dan Arman hanya menggeleng bila mendengar alasan kedua putrinya


🔷🔷🔷🔷🔷


Suatu hari saat Shila sedang shift pagi tiba-tiba ada dua orang bapak-bapak membopong tubuh seorang pria paruh baya yang sedang tak sadarkan diri


Shila yang memang sedang bertugas di ruangan UGD dengan sigap menangani pria paruh baya yang sedang ditidurkan diatas brankar.

__ADS_1


Shila mulai memeriksa denyut nadi dan jantungnya setelah itu shila melakukan serangkaian pemeriksaan namun saat shila menyuruh seorang suster yang mendampinginya untuk memanggil perawat pria untuk membersihkan wajah dan tubuh pria itu serta mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah sakit yang bersih


ketika perawat pria yang diminta shila membersihkan tubuh pria paruh baya itu shila memilih keluar menemui kedua orang yang telah mengantarkan pria itu


" Bagaimana dok dengan bapak tadi yang kami bawa?" tanya salah satu dari mereka yang terlihat khawatir


"Bapak itu tdk apa-apa pak , mungkin hanya sedang lapar dan kelelahan hingga kondisi tubuhnya melemah " ucap Shilla lembut


"oh mungkin saja dok karena bapak itu hidup sebatang kara dan dia tinggal dipondok dekat rumah kami yang warga hibakan untuk pak wahyu tinggali selama beberapa tahun ini,pak Wahyu juga orangnya baik sering membantu kami maka dari itu kami memberikan tumpangan dirumah gubuk bekas rumah nenek ijah yang sudah meninggal" Ucap bapak itu lagi


membuat jantung shila berdebar kencang entah apa sebabnya


" ada apa dengan jantungku kenapa tiba-tiba berdebar seperti ini? apakah karena bapak ini menyebut nama yang sama dengan nama ayah?" ucap shila memegang dadanya yang berdebar kencang dibalik hijabnya


"Ayah dimana kamu sekarang?! apakah kamu baik-baik saja ? bagaimana kami akan menikah sedangkan ayah sebagai wali nikah kami tak tau ada dimana!" ucap Shilla dalam hati


sejahat apapun wahyu dimasa lalu namun shila, Shela dan Arka sangat merindukannya apalagi ayah mereka telah bertahun-tahun lamanya menghilang


inilah alasan utama Shela dan shila belum Mau untuk menikah karena mereka belum menemukan sang Ayah


" oh begitu ya pak?! kalau begitu biarlah pak wahyu beristirahat dan dipakaikan infus agar tubuhnya kembali pulih " ucap shila kepada kedua pria didepannya itu


" mau tanya apa pak kalau saya bisa jawab akan saya jawab " Ucap shila


" begini bu dokter kira-kira kita membayar biaya perawatan pak wahyu" jawab bapak itu dan dhitersenyum manis, Shila maklum jika itu yang ingim mereka tau


"oh kita ke bagian administrasinya " ucap shila lalu melangkah menuju meja administrasi menanyakan berapa biaya perawatan pria paruh baya itu


"selamat pagi dok,ada yang bisa saya bantu ?" ucap suster yang bertugas di bagian Administrasi


"oh begini sus,saya mau nanya kira-kira berapa biaya perawatan pak wahyu " ucap shila


" saya cek dulu ya dok!" ucap suster itu


"iya sus!" jawab Shila


beberapa saat kemudian


" ini dok biaya perawatan pak wahyu " ucap suster itu menyerahkan kertas print rincian biaya perawatan pak wahyu


sheli mengambil kertas yang diberikan oleh suster Tadi

__ADS_1


"Makasih banyak ya sus" ucap sheli tersenyum pada suster jaga itu


"sama-sama dok" ucap suster itu menundukkan kepalanya dan membalas senyuman sheli


" ini pak rincian pembayaran perawatan pak wahyu" ucap Shila menyerahkan kertas dari suster jaga


Pak mamad dan Ridwan saling pandang setelah melihat harga yang tercantum pada kertas itu


"bagaimana ini mad saya tidak punya uang sebanyak itu " ucap pak Ridwan gusar


"sama wan saya juga nggak punya uang segitu " jawab pak mamad juga ikut gusar


Shila dapat melihat itu namun mau bagaimana lagi Shila hanya bisa membantu merawat saja sampai pak wahyu sembuh l


"bagini saja pak bagaimana kalau bapak telpon Orang-orang dikampung bapak siapa tau mereka bisa memberikan solusinya" ucap shila memberikan masukan


"oh iya benar itu ibu dokter saya akan telpon pak Rt semoga pak Rt bisa membantu" ucap pak Mamad tercerahkan


Pak mamad mengambil ponselnya didalam sakunya lalu menelpon pak Rt


saat telponnya diangat pak mamad mulai menceritakan apa yang menjadi dirumah sakit dan meminta pak Rt untuk mencarikan dana pembayaran perawatan pak wahyu,Pak Rt sama sekali tidak keberatan untuk membantu warganya yang kesulitan


setelah pak mamad menelpon pak Ridwan mendekatinya dan bertanya


"bagaimana mad, apa Orang-orang disana ingi membantu ?" tanya Ridwan


"iya wan ,pak Rt setuju membantu kita mencari dana untuk biaya pak wahyu " ucap pak mamad sedikit lega


Pak Ridwan yang mendengar itu semua juga ikut merasa lega


🌷🌷🌷🌷🥰🥰🥰


Beberapa Bab lagi kisahnya Tamat ya


Nantikan kisah dikaryaku yang lainnya 😉


Terima kasih atas semua kritik,saran dan dukungannya


Jangan bosan ya baca karyaku


😍😍🥰🥰😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2