Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 11


__ADS_3

Pov wahyu


Sesampainya di kotaku saya membawa Marni kerumah kontrakan yg sudah kusiapkan


jarak rumah yg kukontrakkan untuk Marni dan rumah Nadia tidak menempuh waktu lama untuk sampai ke sana ini semua untuk memudahkanku bolak balik dan membagi waktu


" kamu istirahat dulu sayang" ucapku pada Marni saat tiba didalam kamar rumah kontrakan karena terlihat kelelahan


" iya bang,aku istirahat dulu soalnya punggung rasanya mau patah" ucapnya sembariq merebahkan tubuhnya


" ya sudah,abang mau bersih2 badan dulu" ucapaku lagi sambil mengambil pakaian ganti dari dalam koper


lalu masuk kedalam kamar mandi yg berada di dekat dapur


Setelah mandi dan merasa segar aku kembali kedalam kamar untuk membangunkan Marni untuk makan siang


sebelum mandi tadi saya sudah memesan online makanan


" sayang bangun dulu,ayok kita makan ini abang udah pesan makanan" ucapku mengelus lembut pipinya yang tembem


Marni menggeliat karena merasa tidurnya terganggu Marni lalu membuka matanya dan mengerjap-erjapkan matanya


"ayok sayang bangun dulu,dedek bayinya sudah lapar ini sudah jam berapa,,kamu belum makan"


ucapku lagi dan membantu Marni bangun dari tidurnya


" aku mandi dulu ya bang soalnya badanku terasa gerah " jawabnya dan berjalan keluar kamar menuju kamar mandi


tak berapa lama suara marni terdengar memanggilku dari dalam kamar mandi


" Bang ambilin handuk tadi aku lupa bawa" katanya lagi


iya sayang,tunggu" lalu aku segera masuk kedalam kamar dan mengambil handuk Marni yg masih didalam kopernya


setelah mendapatkannya saya bergegas ke kamar mandi kasian marni sudah kedinginan


"ini sayang handuknya" saya membuka pintu kamar mandi yang tidak dikunci marni telihat menggigil memeluk badannya sendiri


"kenapa lama sekali bang,saya sudah kedinginan "ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya


"maaf sayang kam handuknya masih dalam koper belum dikeluarin makanya Abang lama nyarinya " ucapku seraya merangkul pundaknya dan membawanya keluar dari kamar mandi dan masuk kedalam kamar


setelah Marni selesai berpakaian kami makan siang yg sudah sangat terlambat


" Abang kapan pulang ke rumahnya Nadia?" tanya marni saat kami duduk disofa ruang tamu


"Nanti saja sayang, mungkin minggu depan baru saya pulang kerumah Nadia " ucapku mengelus lembut rambutnya yang bersandar didadaku

__ADS_1


"kalau abang pulang kerumah Nadia jangan lama2 ya bang ,aku takut ditinggal sendiri apalagi anakmu ini tidak mau jauh dari kamu" ucap Marni manja sambil mengelus perutnya


"iya sayang,abang tidak akan lama dirumah Nadia apalagi aku tidak bisa berlama-lama untuk tidak menyentuhmu ucapaku dengan suara serak Marni pun mendongakkan kepalanya menatapku dan matanya mengerling nakal


Entah mengapa Marni mudah sekali menggodaku dan membangkitkan gairahku tanpa menunggu lama aku sudah menggendong Marni kedalam kamar dan meletakkannya diatas kasur dan kami melakukan olahraga sore yg sangat menyenangkan dan sudah menjadi canduku


🥀🥀🥀


keesokan harinya aku mengajak Marni untuk berbelanja keperluan dan kebutuhan rumah dipasar tradisional yang tidak jauh dari tempat tinggal kami


Tapi tanpa sengaja aku melihat Nadia ditoko sembako Abah sam walaupun Nadia membelakangiku tapi saya sudah sangat mengenalnya ada rasa aneh yg berdenyut didadaku entah rasa takut ketahuan atau rasa bersalah saya tidak tau


tiba-tiba rasa rindu juga datang untuk perempuan yang sudah sabar membersamaiku selama belasan tahun ini


"ahkkkk, rasa apa ini kenapa rasanya tidak enak sekali " batinku


gegas saya mengajak Marni berlalu dari sana sebelum Nadia melihat kami


"Abang kenapa sih,tarik-tarik saya kayak gini" tanya marni heran karena saya menariknya tiba-tiba


"Itu sayang,td saya melihat Nadia juga sedang belanja , takut nanti dia melihat kita ayo belanja ditempat lain aja " ucapku


" ya sudah ayo bang" Jawabnya menurut


setelah berbelanja semua keperluan dan kebutuhan rumah kami pulang menggunakan taxi online


sesampainya dirumah saya merapikan semua belanjaan sedangkan Marni saya suruh untuk istirahat karena dia terlihat lelah setelah seharian berkeliling pasar


karena ini sudah lewat tiga bulan selama saya pamit berangkat bekerja di luar kota


KKM


"Sayang,sore nanti saya harus kembali kerumah Nadia kamu tidak apa-apa kan saya tinggal"ucapku pada Marni setelah selesai sarapan


"iya bang tidak apa-apa " jawab marni


"saya juga sudah rindu sm anak2" ucapku lagi


"rindu sm anak2 atau pada ibunya " ucap Marni dengan nada ketus


saya hanya tersenyum menanggapi kata2nya saya tau Marni pasti sedang cemburu


"tentu sayang Nadia kan juga istriku " ucapku menggodanya


marni mengerucutkan bibirnya karena merasa kesal


"tapi saya lebih rindu sama kamu kalau lama tidak bertemu sayang" ucapku lagi sambil mencubit dagunya

__ADS_1


"kamu jangan marah dong sayang, kalau kamu marah saya tidak akan kembali lagi sesini" ucapaku


"abang...,kamu tega bang sama saya?!" tanya marni dengan mata berkaca-kaca saya jadi kasian melihatnya


"sudah sayang,saya cuma bercanda tapi kalau kamu marah-marah abang akan benar-benar melakukan kanya" ucapku memeluknya


"iya bang saya janji tidak akan marah-marah lagi tapi kan saya tidak rela kalau abang sampai berlama2 dirumah Nadia" ucap Marni


manja


"iya sayang saya tdk akan lama disana" ucapku


🥀🥀🥀


Sore hari waktu saya bersiap akan kerumah Nadia Marni menangis tdk mau ditinggal tp saya memakluminya mungkin karena pengaruh kehamilannya


" sudah dong sayang,jangan nangis lagi kasian dedek bayinya" ucapku mengecup Pucuk kepala,pipi dan bibirnya lalu menghapus air mata dipipinya


"a-abang ja-janji ti-dak a-kan la-ma kan disana?" tanyanya masih dengan sesegukan


" iya sayang abang tidak akan lama,abang janji" ucapku dan mulai menarik koperku keluar rumah kontrakannku dan Marni


Marni mengantar ku sampai didepan pintu rumah dan masih dengan sisa tangisnya


" saya pergi dulu ya sayang,kamu baik2 dirumah, Kalau ada apa2 langsung telpon ya" ucapku dan sekali lagi mengecup pucuk kepala dan bibirnya


" iya bang " jawabnya


"Assalamualaikum" ucapku memberi salam saat melihat taxi online sudah ada di depan rumah


"wa'alaikumsalam " jawabnya


saya pun menarik koperku menuju taxi online yang sudah menunggu


setelah duduk dan menutup pintu mobil saya menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangan kearah Marni dan dibalas juga dengan lambaian tanganku masih kulihat sesekali dia terisak melihat mobil yang ditumpangi menjauh


saat perjalan menuju rumah Nadia jantungku berdebar kencang entah karena apa takut atau hanya rasa bersalahku pada istri dan anak2ku terutama istriku Nadia karena telah mengkhianatinya akan tetapi sudut hatiku yang lain merasa marah karena selama tiga bulan nadia tidak pernah sekalipun menanyakan kabarku


jarak semakin dekat dengan rumah Nadia jantungku semakin berdebar


"arghhhh"teriakku dalam hati dan menyugar kasar rambutku serta beberapa kali mengusap wajahku mencari ketenangan


"kalau sudah menyangkut hati memang sering membuat gusar pak, sebaiknya secepatnya bapak jujur supaya segera mendapatkan ketenangan" ucap sopir taxi online ini tiba-tiba


mungkin karena melihat kegelisahanku yg duduk tidak tenang dikursi penumpang


degg

__ADS_1


saat mobil yg kutumpangi berhenti tepat depan rumah Nadia detak jantung ku makin tidak karuan aku memegang dadaku saat melihat Nadia duduk didepan teras rumah rasa gugup kembali melanda tapi rasa marah juga datang secara bersamaan karena Nadia seakan tidak mempedulikanku lagi ditambah lagi saya melihat Nadia duduk dengan seorang pria walaupun disana mereka tidak berdua ada kak sarah juga Desi yang ikut duduk bersama mereka namun melihat nadia dan pria itu tertawa bahagia kemarahan dan rasa kesal dalam hatiku makin bertambah


end


__ADS_2