Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 18


__ADS_3

Dobel POV


Pov wahyu


Mempunyai dua istri dan berbuat adil sangat tidak mudah


sejak pertengkaranku dengan Nadia siang tadi Nadia masih saja mendiamiku walaupun masih mau menyiapkan Makan malam untukku tapi sepertinya bukan untukku tapi lebih tepatnya untuk anak²ku


saya merasa ada yang hilang dia seperti bukan Nadia istriku yang selalu perhatian walaupun hal sekecil apapun itu dia akan terus bertanya apa yang kubutuhkan apa yang kiunginkan sedangkan malam ini jangankan bertanya menyapaku saja tidak


saya akui memang ini salahku sudah beberapa bulan ini saya tidak pernah memberikannya nafkah tapi kan sekarang dia mempunyai penghasilan sendiri dari hasil berjualan kue


apalagi selama Marni yang mengatur semua gajiku,kadang saya merasa gaji yg kuberikan pada marni itu sangat besar dibanding dengan yang kuberikan pada Nadia tapi semua kebutuhanku dan anak² terpenuhi namun berbeda dengan marni uang yg kuberikan padanya tak pernah cukup dan tak pernah bisa sampai sebulan semua sudah habis ditangan Marni inilah yg membuatku sering malas dan marah padanya tapi Marni selalu bisa Menaklukkanku


Marni tau bagaimana cara memanjakanku apalagi dengan urusan ranjang dia paling bisa membuatku puas dan senang berbeda dengan Nadia saya yang akan memulai semua


saya yang mendominasi semua permainan


Beberapa hari berlalu Nadia terus saja mendiamiku


saya berinisiatif untuk memulai berbicara dengannya walaupun dijawab seadanya


dan beberapa hari itu juga saya tidak pernah tidur dirumah kontrakan Marni saya datang kesana saat makan siang saja ini saya lakukan demi mendapatkan maaf dari ibu anak2ku


Biar bagaimanapun rasa cinta untuk Nadia masih ada saya takut kehilangannya makanya pernikahanku dengan Marni tetap kusembunyikan begitu pun dengan orang tuaku a


saya belum berani untuk berterus terang kepada Abah dan amak


mereka pasti akan sangat marah setelah tau semua tapi saya tidak bisa memilih diantara keduanya mereka memiliki tempat tersendiri di hatiku


" Bun,anak2 kemana? kok sepi?" tanyaku padanya tiba di rumah sepulang bekerja


"ketempat mengaji" jawab nadia singkat


"oh...ya sudah Bund ayah mandi dulu" ucapku mencoba mencairkan suasana


"mmmm"jawab Nadia


saya pun melangkah masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri


serasa ada yang kurang biasanya kalau selesai mandi pakaian sudah disiapkan Nadia diranjang tapi semenjak pertengkaran kemarin Nadia sudah tidak melakukannya lagi


saya melakukannya sendiri


"kenapa hatiku terasa sakit ya "gumamku


setelah selesai saya keluar kamar dan menuju teras depan duduk Santai menunggu waktu maghrib tapi lagi2 ada yg hilang biasanya saat saya duduk diteras seperti sekarang disana sudah ada secangkir kopi hangat dan kue bolu pandan kesukaanku tp sekarang sudah tidak Nadia siapkan


kuakui memang saat berada dirumah marni semua serba disuruh dulu setelah itu Marni baru menyiapkan walaupun sudah terbiasa dirumah Marni tapi saat nadia melakukan hal seperti ini rasanya ada yang hilang

__ADS_1


🥀🥀🥀


Pov Nadia


sore hari saat saya lagi asyik memasak untuk makan malam anak2 bang wahyu tiba2 datang dan bertanya tentang keberadaan anak2


Bun,anak2 kemana? kok sepi?" tanyanya padaku tiba-tiba saya kaget tapi sebisa mungkin menetralkan keterkejutanku


"ketempat mengaji" jawabku singkat


"oh...ya sudah Bund ayah mandi dulu" ucapnya lagi mencoba mencairkan suasana


"mmmm"jawabku


Malas rasanya berbasa basi dengannya apa lagi sekarang saya sudah tau semua tentang perselingkuhannya bahkan bang wahyu sudah menikah secara diam-diam saat dikota M


Duniaku terasa hancur berkeping keping saat tau kebenarannya


kemarin sore saat saya menjemput boks kue diwarung mbak jujum tanpa sengaja saya melihat Bang Wahyu masuk kedalam halaman rumah yang ditempati marni saya berfikir mungkin saya salah lihat dan tetap berfikir positif


Namun pagi tadi saat mengantar kue buat disimpan diwarung mbak jujum seperti biasa ibu2 disana sedang asyik gibah dan ternyata yang menjadi korban gibah mereka Marni dan bang wahyu ini kujadikan kesempatan untuk mendapatkan info tentang mereka


"Maaf ibu2 kalau boleh tau mereka orang mana?trus mereka itu sudah menikah resmi?" tanyaku


"kata si Marni dia dan suaminya orang sini juga" ucap bu ani


"iya mbak Nadia, katanya mereka orang sini dan juga si Marni itu istri kedua mereka menikah siri dikota M " Ucap bu mina


degg


"tega kamu bang, kamu bilang keorang2 kalau saya ini lumpuh " gumamku dalam hati


hatiku bertambah sakit mengetahui semua ini


Apa salahku bang sampai kamu setega ini


selama ini saya sudah menjadi istri dan ibu yang baik tapi kamu tetap saja mengkhianatiku


"iya mereka memang tega, bukannya merawat istrinya biar cepat sembuh tapi malah dikasi madu malah sekarang madunya sudah hamil masuk bulan ke tujuh"


ucap salah seorang ibu yg belum saya kenal


degg....


lagi-lagi jantungku berdetak kencang saat mendengar ini semua


berarti mereka sudah memiliki hubungan sebelum bang Wahyu ke kota M


"kamu benar-benar tega bang" ucapku dalam hati dengan perasaan yang aahhhh entahlah

__ADS_1


sakit sangat sakit mungkin ini yang dikatakan terluka tapi tak berdarah dan mampu membunuhku seketika


" ya Allah berilah hamba kekuatan dan kesabaran demi ketiga buah hatiku" ucapku menangis pilu dalam hati


"lah kalau dikasi madukan manis tuh rasanya " timpal ibu mina


" iya manis kalau madunya dari lebah malah bikin sehat,lah ini madunya bukan bikin sembuh malah bikin cepat koit" Jawab bu ani tergelak diikuti oleh ibu2 yang lain


"dengar2 si Marni itu diusir dari rumahnya karena orang tua nggak setuju jadinya ya mereka nikah siri "ucap Itu Lagi


"mudah2an suami dan anak2 kita tidak ada yang setega itu " ucap mbak jujum


"iya ya mbak,yg dikatakan Mbak jum benar


semoga kita tidak mengalami hal yg sama dikhianati suami saat kita tak berdaya" ucap bu Amina sendu


"iya kasihan anak dan istrinya,semoga istri sah pak wahyu lekas sembuh " ucap bu ani


dan di amini oleh semua ibu-ibu yang ada disana


"semoga pak wahyu dan si marni tidak kena karma" ucapnya lagi


"Didunia ini tak ada karma bu tapi ada tabur tuai apa yg kita tabur itu pula yang akan kita tuai" ucapku berusaha biasa saja


"benar mbak Nadia, mereka yg menabur pasti mereka juga yang akan memanen dosanya" ucap bu jujum membenarkan ucapanku


mereka melanjutkan acara gibahnya juga sibuk memilih belanjaan diwarung mbak jujum


saya tidak bisa lagi mendengar apa yang mereka katakan saya sudah tidak bisa menahan sesak didalam dada


saya pun berpamitan


" ibu2 saya pamit dulu ya,soalnya masih banyak yg mau diantarkan " Ucapaku berpamitan


" Mari bu ibu mbak jujum, assalamualaikum " ucapaku lagi dan mulai menjalankan motor ku tujuanku saat ini langsung pulang kerumah karena untuk mengantar pesanan lagi saya sudah tidak sanggup lagi


biar nanti mita yang akan mengantarkan


"ya Allah,kenapa sakit begini setelah tahu semua kebenarannya" ucapaku dan air mataku menetes tak tertahankan lagi


"Astagfirullah,ya Allah kuatkanlah hamba" air mataku tak mau berhenti mengalir


" tega kamu bang tega,apa kekuranganku selama pernikahan kita


saya sudah memberikan kamu tiga orang anak yang penurut,


saya sudah menjadi istri yang baik mengurus semua kebutuhanmu, bersabar saat nafkah yang kamu berikan tidak pernah cukup


saya tidak pernah sekalipun protes tapi kenapa kamu tega bang" air mataku tak mau berhenti mengalir

__ADS_1


end


__ADS_2