Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 91


__ADS_3

Sedangkan di apartemen Jack Damar terus saja menyesali kecerobohannya


Namun semua sudah terjadi


"Jack apakah ada kabar tentang Marni dan Fara?!" tanya Damar mencoba mengalihkan fikirannya


" belum Mar orang-orang suruhan kita sudah mencari mereka dirumah orang tuanya namun marni tidak ada disana" jawab jack memanggil nama Damar sebagai sahabatnya bukan lagi Bosnya


"kemana kamu fara bersama mamamu nak papa mamar kangen " ucap Damar sendu mengingat panggilan Fara padanya


Damar merebahkan tubuhnya disofa panjang diruang tamu jack dan menatap langit-langit apartemen milik asisten pribadi juga sahabatnya itu


" iya antel bak juga rindu,kenapa sih anak itu sangat menggemaskan " jawab jack juga terdengar sendu


" iya jack saya menyesal meninggalkan mereka berdua divilla dan tidak pernah lagi menemui mereka " ucap Damar lagi


"tapi kamu kan punya alasan Kenapa kamu meninggalkan mereka disana" jawab jack


" iya tapi harunya saya menyempatkan diri menemui mereka untuk meminta maaf tapi apa jack saya terlalu fokus pada siska" ucap Damar dan kini matanya berkaca-kaca


jack tidak bisa berkata apapun dia pun sama merasa bersalah karena tidak pernah datang mencari tau tentang keadaan mereka


"Jack saya sudah gagal menjalankan amanah dari aldo untuk menjaga marni dan putrinya,dan sekarang saya akan semakin sulit untuk bisa menjaga marni dan Fara karena sekarang ada Friska,jika saya menyakiti Friska demi marni dan Fara momy tidak akan tinggal diam pasti dia akan menghalalkan segala cara untuk bisa menyakiti keduanya seperti yang dilakukannya kepada siska dan putraku yang sekarang entah dimana" Ucap Damar prustasi


Jack hanya bisa menghela nafas panjang karena tau bagaimana ibu dari Bos sekaligus sahabatnya ini


Malam menjelang Damar memilih pulang kerumahnya dan harus menerima kenyataan bahwa kini dirinya telah menikahi Friska


🔷🔷🔷🔷


Hari-hari terus berganti Damar menjalani hidupnya dengan segala tingkah Friska dan momy nya yang selalu membuat Damar tidak betah tinggal dirumah


Apalagi sekarang Friska tengah hamil itu membuatnya semakin manja Namun Damar muak dengan semua tingkah laku yang dilakukan oleh Friska


Mereka sering berdebat bahkan Hanya masalah sepele Friska akan mengadu dan itu akan jadi panjang urusannya


Bahkan Damar sering tidur dikantornya hanya demi menghindari perdebatan dan pertengkaran


🔷🔷🔷🔷

__ADS_1


sedangkan marni yang kini menetap dikampung sari


memiliki usaha laundry dirumah yang ditempatinya,Marni memakai uang yang diberikan oleh ibunya Damar waktu Itu Marni juga membeli rumah kakak sari yang ditempatinya dengan harga murah


usaha laundry marni berjalan lancar karena orang-orang disana merasa terbantu karena mereka tidak perlu lagi repot-repot mencuci pakaian mereka yang menumpuk karena mereka sibuk bekerja diperkebunan dan waktu libur mereka hanya dihari Jum'at saja


tapi semenjak marni mempunyai usaha laundry mereka bisa menikmati hari liburnya untuk beristirahat tidak perlu lagi capek-capek untuk memikirkan cucian yang menumpuk


Marni betah berada di kampung sari karena warga kampung menerimanya dengan baik begitu pun dengan Fara yang sangat disayangi oleh keluarga sari


Marni tidak tau bagaimana Nasibnya bersama putrinya jika Sari dan suaminya tidak mengajaknya bersamanya untuk tinggal dikampung mungkin marni akan terus diteror oleh ibunya Damar dan juga marni akan bingung akan menitipkan dimana Putrinya saat bekerja tidak mungkin ada orang lain yang akan menyayangi anaknya seperti sari menyayangi putrinya dengan tulus.


Fara tidak pernah lagi menanyakan tentang Damar maupun Wahyu,Fara mungkin sudah lupa dengan mereka apalagi dikampung ini banyak yang menyayanginya


Apalagi anak-anak Safitri sangat memanjakan Fara


" ata pahang motemana cih, tot pala nda ajat-ajat" ucap Fara saat melihat Farhan anak sulung Safitri saat menyalakan mesin motornya


"kakak mau kepasar mau beli tepung buat uma bikin kue dek" Jawab farhan


"oh mo tepacal?! memangna muma bana cih tot ata yam diculuh-culuh" ucapnya lagi seakan tidak terima kakak kesayangannya disuruh-suruh


ucap farhan heran


"tan nanas ata,banti tulit ata bitam" ucap fara lagi dan itu membuat semua yang mendengarnya tertawa


"emangnya kenapa kalau kulit kakak jadi Hitam dek" tanya Farhan penasaran


"banti nda aba yan bau ata,ata bica-bica bomlo teyus talo nda aba yan bau" ucap Fara dengan mimik muka serius tapi itu membuat yang melihatnya semakin gemas


Firman yang ada dibelakang Fara langsung mengadongnya lalu membawanya berlari,itu membuat Fara terpekik kegirangan


sari merasa kram pada perut buncitnya karena banyak tertawa mendengar perkataan fara


Firman ngos-ngosan menggendong tubuh gembul fara sambil berlari


Friman menurunkan Fara dari gendongan nya dan merebahkan tubuhnya di balai-balai yang memang untuk mereka tempati setiap hari saat bersantai


Fara duduk disamping kaki Firman dan mulai memijat-mijatnya

__ADS_1


" ata papek?"tanyanya pada firman


"iya dek kakak capek sekali hiks hiks hiks " ucap Firman berpura-pura menangis


"oh atattu cayan nanang nyayis ya,banti pita lilli pemen pi lalungna pok lela" ucap Fara membujuk Firman yang sedang menangis


sari tertawa-tawa melihat anak kesayangannya itu


" bibu ,penapa bibu tawatawa,apatah bibu tenang talo ata imang nyanyis? " ucapnya kesal pada sari karena fara merasa sari tidak kasihan pada Firman


sedangkan firman membalikkan badannya untuk tidur tengkurap dan menutupi wajahnya dan tertawa cekikikan,fara yang mengira Firman merasa sedih karena ditertawakan semakin merasa kasihan


kini Fara duduk didekat kepala Firman dan mulai mengelusnya


"babar ya ata,bibu pidaklah tenaja buntut petawa-tawa bunting dedet payina delititin peyut bibu"ucapnya lagi menenangkan kakaknya


firman bukannya tenang malah semakin cekikikan badannya semakin bergetar karena cekikikan tanpa suara,


melihat itu Fara menjadi panik


"muma,polongla nanatmu imi Penang tanla attattu imi yan cedan cedih talena bibu" ucap Fara dengan mata berkaca-kaca


Safitri segera mendekati fara dan memeluknya, mendapatkan pelukan dari salah satu ibu kesayangannya tangisnya pun pecah


Safitri menatap adiknya yang sedah tertawa juga menepuk pundak putra keduanya itu


"kalian ini " ucap Safitri kesal


sari dan firman berusaha menghentikan tawanya


sedangkan Ferdi anak bungsu Safitri sibuk merekam dengan ponselnya aksi adik kesayangannya itu diapun ikut cekikikan mendengar semua yang dikatakan oleh Fara


tanpa mereka sadari Fara yang berada dalam gendongan Safitri kini telah terlelap mungkin karena kelelahan,


sari yang menyadari bahwa kini gadis gembulnya tertidur dibahu sang kakak pun memberi tahukan kakaknya


"kak,anak gadismu sudah tertidur,ayo letakkan diayunannya biar tidurnya semakin lelap "ucap sari pada kakaknya


Safitri pun mengikuti ucapan adiknya dan meletakkan fara diatas ayunan kain yang sengaja Ahmad buat dibawah pohon mangga yang rindang depan Rumah

__ADS_1


suasana sejuk membuat Fara tertidur pulas disamping ayunan Fara, Ahmad fjuga membuat sebuah balai-balai yang bisa ditempati tidur-tiduran saat menjaga fara yang sedang terlelap


__ADS_2