
Malam menjelang
setelah melaksanakan sholat magrib Nadia dan Nindi sibuk menyiapkan makan malam
Kini mereka semua telah duduk bersama di meja makan tidak ada suara seperti biasanya nadia dan Nindi memang menekankan pada anak-anaknya tidak ada percakapan disaat sedang makan ajaran ini dari ayah mereka berdua yang katanya kita harus menghargai makanan yang kita makan karena itu untuk tubuh kita sendiri apa bila kita rusuh saat makan maka makanan yang kita makan tidak akan kita nikmati rasanya
kecuali Della yang memang belum tau apa apa sesekali ia akan berceloteh sendiri namun Nindi sudah mengajarkan kepada Della sedikit demi sedikit adab dimeja makan kadang Della sama sekali tidak bersuara saat makan kadang juga sering heboh sendiri semua memakluminya karena Della masih terlalu kecil belum mengerti apa-apa
setelah selesai makan malam Nindi mendapatkan telpon dari suaminya bahwa sekarang dia ada dihotel di kota tadi sore mengadakan rapat dihotel tersebut dan meminta Nindi kesana bersama anak-anaknya
"Nad kakak harus kehotel tempat bang arman nginap ,katanya sekalian mau ajak anak-anak mumpung besok bang Arman pulang sore jadi mau Ajak anak-anak jalan-jalan dulu baru pulang"ucap Nindi
"tapi kan kak anak-anak masih sekolah!"ucap nindi beralasan dia sebenarnya malas tinggal berdua dengan Wahyu dirumah
"kamu izinkan aja sama ibu gurunya,bilang ada keperluan mendesak, mumpung papi mereka ada disini kan kemarin belum sempat jalan-jalan "ucap Nindi memohon dan akhirnya Nadia memberikan izin
"kamu benar nggak mau ikut dek sekalian kita refreshing "ujsr Nindi mengajak Nadia ikut dengan mereka
"nggak kak besok banyak pesanan yang harus dilesaikan kasihan anak-anak nanti kewalahan "
ucap Nadia karena memang pesanan kue2 nya makin banyak begitu pun di kedua toko miliknya
ya minggu kemarin saat Arman belum pulang nadia memutuskan membeli ruko yang ada didekat rumah sakit kota dan tetap memakai nama Nindi sebagai pemilik ruko
Disana jeni dan jaka yg menjadi penanggung jawab mereka tinggal diruko bersama beberapa karyawan
Nadia menyediakan tempat tinggal untuk beberapa karyawan dan meminta mereka tinggal disana agar memudahkan mereka agar tidak memakan waktu dan tenaga bolak-balik kerumah mereka
Nadia membeli satu buah ruko lagi disamping toko kue yg juga dijadika kafe menyediakan minuman-minuman kekinian seperti toko kue pertamanya
Nadia menjadikan ruko yg satunya sebagai tempat untuk tinggal karyawannya termasuk jeni dan jaka juga dijadikan gudang stok persediaan bahan-bahan kuenya
saat Nindi dan anak-anaknya telah berangkat kehotel tempat arman nginap
Nadia pun beranjak dari duduknya ingin masuk kedalam kamarnya sudah beberapa hari terakhir ini dia tempati nya
saat Nadia hendak membuka pintu kamarnya wahyu menghentikannya yang entah sejak kapan dia berada dibelakang Nadia
__ADS_1
" kenapa kamu tidur di kamar tamu Nadia?!"ucap wahyu mengagetkan Nadia
Nadia mengelus dadanya karena kaget dan menetralkan nafasnya
" kita sudah tidak bisa sekamar lagi bang,apa kamu lupa sudah berapa lama kamu tidak pernah memberi kami Nafkah? atau kamu pura-pura lupa?"ucap Nadia
"oh jadi kamu mau dinafkahi?" ucap wahyu emosi lalu menarik Nadia masuk kekamarnya dan memaksakan kehendaknya untuk dilayani dengan dalih memberikan nafkah batin
Nadia meronta-ronta ingin melepaskan diri akan tetapi kekuatan Wahyu lebih besar darinya
Nadia hanya bisa menangis akan nasibnya ini diperk*sa oleh suaminya sendiri bukan nafkah yang diberikan Wahyu padanya akan tetapi luka yang sangat dalam yang ditorehkan ditubuh dan hati Nadia
wahyu tak peduli tangisan dan teriakan Nadia memohon pada Wahyu untuk melepaskannya namun Wahyu seakan dirasuki setan terus saja memaksa Nadia melayaninya akhirnya Nadia pasrah meronta pun sudah tak berguna lagi semua sudah terjadi hanya isak tangis nadia yg terdengar
setelah Wahyu melampiaskan nafs* bej*tnya dia tertidur dengan lelapnya sedangkan Nadia memilih untuk kembali kekamar yang ditempatinya sesampainya dikamar nadia masuk kekamar mandi dan mengguyur tubuhnya hingga menggigil kedinginan dan terasa perih dibeberapa bagian tubuhnya yang terluka
Nadia menyabuni seluruh tubuhnya berharap setiap jengkal tubuhnya yang disentuh oleh Wahyu akan hilang
Mungkin bau tubuh dan semua bekas wahyu ditubuhnya akan hilang akan tetapi luka yg diberikan Wahyu dihati dan ingatannya takkan pernah hilang
Nadia terus menangis sampai akhirnya Nadia sudah tidak tahan dengan rasa dingin ditubuhnya Nadia menyelesaikan mandinya dan keluar dari kamar mandi
Nadia akhirnya tertidur karena kelelahan
🍀🍀🍀
Pagi harinya Nadia bergegas pergi dari rumah
Nadia tidak ingin melihat wahyu
sedangkan Wahyu masih terlelap dalam tidurnya
Nadia mengirimkan pesan ke pada Mita untuk membuat pesanan para pelanggannya dan mengirimkan kepada mereka
📩 mit mbak minta tolong ya sama kamu dan Teman-teman untuk membuat kue pesanan soalnya mbak ada keperluan mendesak "pesan nadia dan langsung dibaca oleh Mita
📧 iya mbak,tapi memangnya mbak kemana?
__ADS_1
apa pergi bersama anak-anak? " tanya Mita membalas pesan Nadia
📩 mbak mau kapasar mau beli sesuatu ,oh iya mit mbak minta tolong juga ya buatkan bang wahyu nasi goreng telur ceplok sama kopi ya kamu simpan dimeja makan aja mbak tadi buru-buru pergi jadi nggak sempat buat
makasih ya sebelumnya" pesan Nadia lagi tentunya berbohong agar nanti saat wahyu mencari dan menanyakannya mita juga menjawab seperti itu
📧 siap mbak, sama-sama
mbak hati-hati ya dijalan bawa motor jangan ngebut- ngebut ya" balas Mita
,📩 Siap adindaku sayang 🥰🥰" balas Nadia dengan emoji love membuat mita tersenyum senyum lucu melihat pesan Nadia
📧 😍😍😍 😁😁😁😁" Mita membalas pesan Nadia juga memakai emoji
Nadia menuju rumah sakit umum untuk melakukan visum,Nadia berharap semua berjalan lancar
saat Nadia sampai parkiran rumah sakit dan memarkirkan motornya tiba-tiba saja ada yang menepuk pundaknya
Nadia terjangkit kaget dan langsung menoleh kebelakang ternyata dibelakangnya sudah berdiri seorang wanita cantik yang tersenyum kepadanya
"Kamu Nadia kan? anaknya tante saras?"tanya perempuan cantik itu
Nadia mengkerutkan keningnya mencoba mengingat siapa wanita cantik didepannya Ini
"iya saya Nadia anak mama saras!" jawab Nadia sedikit ragu
"kamu sudah nggak ingat aku Nad?" ucap wanita itu Lagi
"maaf saya benar-benar nggak ingat"ucap Nadia meminta maaf dan mengkupkan kedua tangannya didepan dadanya
"saya amanda Nad ,yang suka kamu beri bekal saat sekolah dulu"ucap wanita cantik itu
"apa??? Amanda?" ucap Nadia sedikit syok
"iya Nad,Saya Amanda Larasati sahabat kamu anaknya baba lion
yang dulu kamu sering bawakan bekal untuk kita makan bersama ditaman belakang sekolah" ucap amanda
__ADS_1
"Manda kamu sekarang cantik banget,kamu sama baba apa kabar?" ucap Nadia lalu memeluk amanda dan pelukannya pun dibalas oleh Amanda
" Kabarku baik dan baba baik baik saja Nad,tapi kamu kenapa? muka kamu kenapa sampai begini?siapa yang menganiaya kamu? " tanya amanda