
Pov wahyu
semenjak terakhir saya datang kerumah Nadia dan mengetahui kebenaran hubunganku bersama Nadia bahwa kami ternyata sudah sah bercerai dan itu semua bisa terjadi karena campur tangan Marni yang menyembunyikan semua surat panggilan sidang perceraianku dengan Nadia
Sebenarnya saya tidak pernah mau berpisah dengan Nadia saya berencana ingin mendamaikan mereka berdua karena say juga tidak ingin kehilangan Marni cinta dimasa laluku egois dan serakah memang saya akui Itu karena ingin memiliki keduanya tanpa memikirkan bagaimana perasaan mereka
Nadia memilih mengalah dan saya merasa sakit hati dengan keputusan Nadia tapi apa boleh Buat nasi sudah menjadi bubur
saya harus bisa belajar ikhlas tapi semua itu tidak mudah untuk dilakukan
saya dan marni sering bertengkar hanya karena saya menyebut nama Nadia
apa salahnya coba sya menyebut nama Nadia
seandainya bisa kembali bersama dengannya saya tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama
Namun semua hanyalah angan-anganku semata Nadia sudah tidak bisa lagi untuk kucapai
masih terekam jelas saat ku ucapkan kata talak untuk istri pertama ku
"lebih baik mas Wahyu mengucapkan talak untuk mbak Nadia karena biar bagaimanapun kalian sudah resmi bercerai secara hukum dan sekarang mas wahyu mengikrarkan talak secara agama untuk mbak Nadia "ucap pak Rt waktu itu
ada rasa ragu didalam hatiku untuk mengucapkan kata keramat itu
hatiku terasa perih dan pilu apalagi mengingat wajah polos anak-anakku
"iya wahyu kamu harus segera mengikrarkan kata talak jangan mempersulit semua biar bagaimanapun kalian sudah tidak bisa bersama lagi karena kalian sudah resmi bercerai secara agama
kamu tidak merasa kasihan dengan penderitaannya yang kau ciptakan untuknya selama ini?! cukuplah sampai disini wahyu kamu menyakitinya biarkan adikku bahagia bersama anak-anak kalian
Nadia juga tidak memberikan batasan bila kamu ingin menemui anak-anakmu
jadi ucapkanlah sekarang juga Wahyu
bebaskan adikku dari derita dan hubungan yang tidak sehat ini"
ucap bang Tora kakak sepupu Nadia waktu itu
__ADS_1
tanpa kami sadari ketiga anakku keluar dari ruang tengah dan memohon kepadaku untuk menceraikan bundanya
untuk sesaat saya berfikir bahwa Nadia yang mengajarkan mereka untuk berkata seperti itu
namun melihat reaksi Nadia yang juga sangat terkejut mendengar anak sulung kami memohon untuk bisa melepaskan ibunya kedua anakku yang lain menangis sesenggukan
"ayah kakak mohon ceraikanlah bunda,lepaskan bunda,biarkan bunda bahagia bersama kami dan ayah bahagia bersama istri baru dan anak ayah nanti
jangan khawatirkan kami yakinlah bunda akan membahagiakan kami" ucap putri sulungku
yang memaksa dirinya dewasa sebelum waktunya karena ke egoisan kami orang tuanya dan juga karena kesalahan yang kulakukan sehingga anak-anakku menjadi korbannya
saya sangat tidak tega melihat air mata Anak-anakku akhirnya dengan berat hati saya mengucapkan ikrar keramat untuk Nadia ibu anak-anakku
"Nadia Putri Az-Zahra saya Wahyu putra Pramana menalak satu engkau dan kita bukan suami istri lagi"ucapaku kala itu dengan tetesan bening membasahi pipiku
Nadia dan anak-anakku saling berpelukan dan menangis
disela tangisan mereka terdengar ucapan kata Hamdalah
Nadia mengusap wajahnya yang penuh air mata seperti terlepas dari beban yang sangat besar
Pak Rt dan pak Rw berpamitan pulang karena malam memang sudah mulai larut
saya juga berpamitan untuk pulang kerumah kontrakanku dan marni karena disini saya sudah tidak berhak Lagi untuk tinggal kami sudah bercerai dan kami bukan mahram lagi
sebelum pulang kusempatkan diri meminta maaf kepada ketiga anak-anakku
karena saya tidak ingin anak-anak Ku membenciku ataupun menjauhiku saya sungguh tidak sanggup bila semua itu terjadi
"Nad abang pulang ya maafkan segala kesalahan abang , saya titipkan anak-anak ya
kamu baik-baik disini
bila suatu waktu kamu dan anak-anak kerumah ibu dan bapak atau ibu, bapak dan wulan datang kemari sampaikan maafku juga salam rindu buat mereka" ucapaku pada nadia dan air mataku kembali menetes
segera kuseka air mataku dengan punggung tangan
__ADS_1
kembali kuciumi pipi ketiga anak-anakku terutama Arka yang dulu begitu dekat denganku tapi karena ke egoisanku putraku menjauh
benar kata Wisnu siang tadi dikantor bahwa jika anak kita abaikan maka mereka akan menjauh
dan benar juga katanya bahwa emosi bukan membuat masalah selesai akan tetapi menimbulkan masalah baru
semua telah usai kisahku dengan Nadia telah berakhir dan kucoba menyongsong masa depan bersama Mirna
semoga saja kami bisa bahagia seperti yang selama ini kami bayangkan
saya pulang tak lupa membawa koper pakaian yang sudah siapkan Nadia serta membawa pulang semua rasa sesal didalam dada
.Saya sampai dirumah kontrakan sekitar jam 12 malam mungkin marni sudah tidur karena lampu ruang tamu audah dimatikan
inilah cueknya istri keduaku walaupun saya pulang terlambat dia tidak akan pernah Mau menghubungiku walau hanya sekedar menanyakan keberadaanku atau apakah saya baik-baik saja sangat jauh berada dengan Nadia terlambat beberapa menit saja telpon darinya tidak akan pernah berhenti sampai saya mangangkat teleponnya dan mengatakan aaya baik-baik saja
dulu saya sering memarahinya karena dia terus saja mengganggu waktuku berpacaran bersama Marni
namun jawab an yang diberikannya waktu itu membuatku muak
"suatu saat nanti abang ingin mendengar suaraku tapi saya sudah tidak bisa menelpon dan menayangkan kabar abang,dan maaf bang bila yang saya lakukan ini mengganggu abang tapi abang jangan pernah melarangku melakukannya karena itu bentuk sayang dan peduliku pada abang" ujar Nadia waktu itu dengan sangat lembut suaranya terdengar serak seperti menahan tangisnya namun yan dibibirnya hanya senyuman
sekarang waktu yang dikatakannya telah terbukti dia tidak lagi bisa menghubungiku menanyakan keberadaanku , menghawatirkanku yang dulu kuanggap hal yang terlalu posesif terlalu bucin (budak cinta )kata istilah anak zaman sekarang
saya ingin diperhatikan namun Marni tidak pernah melakukan itu
dengan teganya marni pernah mengatakan padaku aaat protes Kenapa dia tidak pernah mau menanyakan kabarku saat terlambat pulang
dia langsung menjawab
"abang ini bukan lagi anak kecil atau pun anak perawan yang harus dijaga kalau abang pulang
kalau abang pulang dengan keadaan baik-baik Alhamdulillah tapi kalau abang pulang dengan keadaan tdk baik.baik saja
kan ada asuransi dari perusahaan dengan entengnya diabberbicara
ya Allah kenapa semua terjadi seperti ini mungkin ini adalah karma untukku karena menyia-nyiakan Nadia dan anak-anak
__ADS_1
marni tdk pernah mau peduli apakah saya sudah makan atau belum yang dilakukannya hanya sibuk dengan ponselnya
🍀back to 🍀