Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 52


__ADS_3

Pov wahyu


semenjak terakhir saya datang kerumah Nadia dan mengetahui kebenaran hubunganku bersama Nadia bahwa kami ternyata sudah sah bercerai dan itu semua bisa terjadi karena campur tangan Marni yang menyembunyikan semua surat panggilan sidang perceraianku dengan Nadia


Sebenarnya saya tidak pernah mau berpisah dengan Nadia saya berencana ingin mendamaikan mereka berdua karena say juga tidak ingin kehilangan Marni cinta dimasa laluku egois dan serakah memang saya akui Itu karena ingin memiliki keduanya tanpa memikirkan bagaimana perasaan mereka


Nadia memilih mengalah dan saya merasa sakit hati dengan keputusan Nadia tapi apa boleh Buat nasi sudah menjadi bubur


saya harus bisa belajar ikhlas tapi semua itu tidak mudah untuk dilakukan


saya dan marni sering bertengkar hanya karena saya menyebut nama Nadia


apa salahnya coba sya menyebut nama Nadia


seandainya bisa kembali bersama dengannya saya tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama


Namun semua hanyalah angan-anganku semata Nadia sudah tidak bisa lagi untuk kucapai


masih terekam jelas saat ku ucapkan kata talak untuk istri pertama ku


"lebih baik mas Wahyu mengucapkan talak untuk mbak Nadia karena biar bagaimanapun kalian sudah resmi bercerai secara hukum dan sekarang mas wahyu mengikrarkan talak secara agama untuk mbak Nadia "ucap pak Rt waktu itu


ada rasa ragu didalam hatiku untuk mengucapkan kata keramat itu


hatiku terasa perih dan pilu apalagi mengingat wajah polos anak-anakku


"iya wahyu kamu harus segera mengikrarkan kata talak jangan mempersulit semua biar bagaimanapun kalian sudah tidak bisa bersama lagi karena kalian sudah resmi bercerai secara agama


kamu tidak merasa kasihan dengan penderitaannya yang kau ciptakan untuknya selama ini?! cukuplah sampai disini wahyu kamu menyakitinya biarkan adikku bahagia bersama anak-anak kalian


Nadia juga tidak memberikan batasan bila kamu ingin menemui anak-anakmu


jadi ucapkanlah sekarang juga Wahyu


bebaskan adikku dari derita dan hubungan yang tidak sehat ini"


ucap bang Tora kakak sepupu Nadia waktu itu

__ADS_1


tanpa kami sadari ketiga anakku keluar dari ruang tengah dan memohon kepadaku untuk menceraikan bundanya


untuk sesaat saya berfikir bahwa Nadia yang mengajarkan mereka untuk berkata seperti itu


namun melihat reaksi Nadia yang juga sangat terkejut mendengar anak sulung kami memohon untuk bisa melepaskan ibunya kedua anakku yang lain menangis sesenggukan


"ayah kakak mohon ceraikanlah bunda,lepaskan bunda,biarkan bunda bahagia bersama kami dan ayah bahagia bersama istri baru dan anak ayah nanti


jangan khawatirkan kami yakinlah bunda akan membahagiakan kami" ucap putri sulungku


yang memaksa dirinya dewasa sebelum waktunya karena ke egoisan kami orang tuanya dan juga karena kesalahan yang kulakukan sehingga anak-anakku menjadi korbannya


saya sangat tidak tega melihat air mata Anak-anakku akhirnya dengan berat hati saya mengucapkan ikrar keramat untuk Nadia ibu anak-anakku


"Nadia Putri Az-Zahra saya Wahyu putra Pramana menalak satu engkau dan kita bukan suami istri lagi"ucapaku kala itu dengan tetesan bening membasahi pipiku


Nadia dan anak-anakku saling berpelukan dan menangis


disela tangisan mereka terdengar ucapan kata Hamdalah


Nadia mengusap wajahnya yang penuh air mata seperti terlepas dari beban yang sangat besar


Pak Rt dan pak Rw berpamitan pulang karena malam memang sudah mulai larut


saya juga berpamitan untuk pulang kerumah kontrakanku dan marni karena disini saya sudah tidak berhak Lagi untuk tinggal kami sudah bercerai dan kami bukan mahram lagi


sebelum pulang kusempatkan diri meminta maaf kepada ketiga anak-anakku


karena saya tidak ingin anak-anak Ku membenciku ataupun menjauhiku saya sungguh tidak sanggup bila semua itu terjadi


"Nad abang pulang ya maafkan segala kesalahan abang , saya titipkan anak-anak ya


kamu baik-baik disini


bila suatu waktu kamu dan anak-anak kerumah ibu dan bapak atau ibu, bapak dan wulan datang kemari sampaikan maafku juga salam rindu buat mereka" ucapaku pada nadia dan air mataku kembali menetes


segera kuseka air mataku dengan punggung tangan

__ADS_1


kembali kuciumi pipi ketiga anak-anakku terutama Arka yang dulu begitu dekat denganku tapi karena ke egoisanku putraku menjauh


benar kata Wisnu siang tadi dikantor bahwa jika anak kita abaikan maka mereka akan menjauh


dan benar juga katanya bahwa emosi bukan membuat masalah selesai akan tetapi menimbulkan masalah baru


semua telah usai kisahku dengan Nadia telah berakhir dan kucoba menyongsong masa depan bersama Mirna


semoga saja kami bisa bahagia seperti yang selama ini kami bayangkan


saya pulang tak lupa membawa koper pakaian yang sudah siapkan Nadia serta membawa pulang semua rasa sesal didalam dada


.Saya sampai dirumah kontrakan sekitar jam 12 malam mungkin marni sudah tidur karena lampu ruang tamu audah dimatikan


inilah cueknya istri keduaku walaupun saya pulang terlambat dia tidak akan pernah Mau menghubungiku walau hanya sekedar menanyakan keberadaanku atau apakah saya baik-baik saja sangat jauh berada dengan Nadia terlambat beberapa menit saja telpon darinya tidak akan pernah berhenti sampai saya mangangkat teleponnya dan mengatakan aaya baik-baik saja


dulu saya sering memarahinya karena dia terus saja mengganggu waktuku berpacaran bersama Marni


namun jawab an yang diberikannya waktu itu membuatku muak


"suatu saat nanti abang ingin mendengar suaraku tapi saya sudah tidak bisa menelpon dan menayangkan kabar abang,dan maaf bang bila yang saya lakukan ini mengganggu abang tapi abang jangan pernah melarangku melakukannya karena itu bentuk sayang dan peduliku pada abang" ujar Nadia waktu itu dengan sangat lembut suaranya terdengar serak seperti menahan tangisnya namun yan dibibirnya hanya senyuman


sekarang waktu yang dikatakannya telah terbukti dia tidak lagi bisa menghubungiku menanyakan keberadaanku , menghawatirkanku yang dulu kuanggap hal yang terlalu posesif terlalu bucin (budak cinta )kata istilah anak zaman sekarang


saya ingin diperhatikan namun Marni tidak pernah melakukan itu


dengan teganya marni pernah mengatakan padaku aaat protes Kenapa dia tidak pernah mau menanyakan kabarku saat terlambat pulang


dia langsung menjawab


"abang ini bukan lagi anak kecil atau pun anak perawan yang harus dijaga kalau abang pulang


kalau abang pulang dengan keadaan baik-baik Alhamdulillah tapi kalau abang pulang dengan keadaan tdk baik.baik saja


kan ada asuransi dari perusahaan dengan entengnya diabberbicara


ya Allah kenapa semua terjadi seperti ini mungkin ini adalah karma untukku karena menyia-nyiakan Nadia dan anak-anak

__ADS_1


marni tdk pernah mau peduli apakah saya sudah makan atau belum yang dilakukannya hanya sibuk dengan ponselnya


🍀back to 🍀


__ADS_2