Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 40


__ADS_3

tanpa sepengetahuan Nadia kakaknya Nindi selama ini sudah membagi bagian mereka masing-masing dengan memakai rekening dengan nama mereka masing-masing


agar memudahkan nantinya bila tiba-tiba salah satu dari mereka memerlukan biaya atau semacamnya


"kak saya kekamar dulu ya, rasanya sangat lelah "ucap Nadia


"iya dek kamu istirahat saja"jawab nindi dan mengelus kepala adiknya dengan sayang matanya berkaca-kaca melihat wajah sayu adiknya


"kamu pasti bisa bahagia dek kakak yakin itu,kamu pasti bisa menghadapi semua ini karena kamu Wanita pilihan


yakin suatu hari nanti pelangi indah itu akan datang dalam hidupmu


kamu harus kuat dan tetap semangat demi malaikat-malaikat kecilmu


jangan pernah abaikan mereka karena rasa sakitmu rasa kecewamu jadikan itu cambuk Untuk membuat mu lebih kuat dan tangguh


sayangi mereka sepenuh hatimu agar mereka tau kemana langkah kaki mereka akan berjalan karena mereka sudah bisa menilai sendiri bagaimana dan siapa yang menyayangi nya denga sangat tulus dan yang mana mengabaikan mereka


jangan biarkan mereka yang menyakitimu merasa bahagia atas kemenangannya buat mereka menyesal karena tidak mampu menumbangkan benteng pertahananmu hidup memang medan perjuangan banyak persaingan


kamu pasti pernah dengar orang baik pasti punya banyak ujian jika mereka lulus dan tahan dengan semua badai yg menerpanya maka derajatnya akan diangkat dan dimuliakan


bukannya kakak mau menceramahimu dek kakak juga minim soal agama tapi setidaknya semua yang terjadi menjadi pelajaran untuk kita semua


jika kakak yang diberikan ujian seperti ini belum tentu kakak bisa menghadapinya jadi kamu jangan pernah patah semangat ya sayang karena kakak akan selalu ada untukmu walaupun jarak dan waktu memisahkan kita tapi doa kakak selalu bersamamu " ujar Nindi menasehati adiknya nindi


mengecup begitu lama pucuk kepala adik kesayangannya


Nadia tidak bisa lagi menahan bendungan bening dimatanya mengalir deras membawa semua luka yang menyesakkan dadanya


Nindi pun ikut menangis dan langsung memeluk erat adiknya menyalurkan kekuatan dan kehangatan serta ketenangan


"jika menangis bisa membuat semua bebanmu berkurang maka menangislah tapi jangan berlebihan karena itu tidak baik untuk kesehatan mu" ucapnya lagi mengusap air mata adiknya dan air matanya sendiri


Nadia mendongakkan kepalanya menatap wajah teduh sang kakak yang sangat mirip dengan wajah sang ayah


"terimakasih kak, selalu ada untukku "ucap nadia dengan suara seraknya lalu kembali memeluk tubuh Kakaknya mencari kenyamanan


tanpa sadar Nadia tertidur dalam pelukan hangat sang kakak


setelah Nindi memidahkan kepala Nadia diatas bantal yang semula tertidur dalam pelukannya


setelah menyelimuti tubuh adiknya nindi baranjak turun dari ranjang dan keluar dari kamar tidur Nadia dan segera masuk kedapur untuk membuat makanan untuk anak-anak


Hari ini Nadia merasa sangat lelah


lelah hati dan fikiran


bila ada yang bertanya apakah nadia merasa sakit hati dengan semu ini!

__ADS_1


bukan hanya rasa sakit tapi teramat sangat sakit atas penghianatan Wahyu


puluhan tahun mendampinginya dan berakhir dengan penghianatan


dunianya terasa runtuh namun nadia berusaha tetap kuat dan tegar karena ada anak-anaknya yang masih sangat kecil membutuhkan dirinya benar kata sang kakak dia harus bisa kuat dan tangguh untuk ketiga buah hatinya


tanpa mereka sadari ketiga anak Nadia mendengar semua apa yang ibu dan bibi mereka bicarakan bukan keinginan mereka untuk menguping pembicaraan orang dewasa tapi melihat ibunda mereka menangis mereka merasa penasaran apa yang telah terjadi


setelah mendengar semua mereka pun ikut menangis dalam diam Sikembar sudah sangat paham apa yang terjadi pada kedua orang tuanya


Sikembar memang masih polos tapi tidak terlalu polos


mereka tau kalau sang ayah yang mereka banggakan telah mengkhianati sang bunda dengan kehadiran orang ketiga dalam biduk rumah tangga orang tuanya


" kak jadi kita sekarang punya ibu tiri? apakah permpuan yang pernah ayah bonceng ?"ucap arka dengan mata sembabnya


arka ikut menangis karena melihat kedua kakak,ibu dan bibirnya menangis dan membuat arka bertanya kepada sang kakak


"iya dek,ayah sekarang punya istri baru dan ayah akan segera punya adik bayi"ucap shila


"tapi kamu tidak usah khawatir kita masih punya bunda,mami dan papi yg sayang sama kita walaupun kita tidak dapat kasih sayang Dari ayah lagi kita tidak akan kekurangan kasih sayang


jadi tugas kita sekarang kita harus tetap membuat bunda bahagia san dan jangan buat bunda sedih dan kecewa seperti yang dilakukan ayah pada bunda "ucap shila lagi


dan diangguki oleh kedua adiknya


"adek berjanji akan selalu menjaga bunda dan kakak,adek akan menjadi polisi agar dapat menghukum orang-orang yang berbuat jahat pada kalian semua" ucap arka penuh semangat


lalu memeluk dan mencium seluruh wajah dan perut adik kesayangannya hingga tergelak karena kegelian


,🍀🍀🍀


sedangkan di rumah Wahyu


Marni terus saja menangis dan itu membaut wahyu bertambah marah


"berhentilah menangis Marni saya sudah bosan mendengar suara tangisanmu itu


walaupun kamu menangis sampai 7 hari 7 malam air matamu tidak akan bisa membayar semua hutang-hutangmu"ucap Wahyumerasa jengah mendengar suara tangisan Marni


"Ini semua kerana Nadia hiks hiks hiks


dia sudah menghancurkan semua acaraku hiksss hiiks"ucap Marni terisak-isak oleh tangisnya


"kamu jangan selalu menyalahkan orang lain sedangkan itu semua kesalahanmu, yang harus kamu lakukan sekarang bagaimana caranya kita mendapatkan pinjaman uang untuk membayar semua hutang-hutangmu atau memang kamu ingin masuk ke penjara? jika memang iya


menangislah terus"ucap Wahyu kesal


"kamu mendoakan aku bang hiks hiks hiks....

__ADS_1


kamu tega bang saya ini sedang hamil anakmu hiks hiks hiks"ucap marni


"kamu ini tahunya hanya menangis saja tidak mau membantuku memikirkan bagaimana cara


mencari solusi


akhhhhh.......kamu ini benar-benar menjengkelkan" ucap wahyu geram


"saya harus bagaimana Bang hiks..... hiks......


tidak mungkin saya minta bantuan pada bapak dan ibu hiks...... hiks...... mereka tidak peduli sama saya Lagi


hiks ...hiks..... hiks... huaaaaaaa huaaaaaaa


kenapa nasibku jadi sial begini huuuuuuuhuuuuuuuu"marni makin menangis kencang


wahyu yang mersa kesal akhirnya meninggalkan marni dirumah sendirian.


wahyu melajukan motornya entah kemana dan akhirnya sampai ditaman


disana banyak orang yang datang dari yang muda sampai yang tua


ada yang hanya sekedar menghilangkan penat


sepulang sekolah


ada juga yg datang hanya ingin datang kesana mencari jajanan yang disukainya


ada juga yang datang hanya duduk memperhatikan apa yang orang lakukan seperti yang dilakukan oleh wahyu datang hanya duduk melihat orang berlalu lalang


apa lagi seperti saat ini sudah mulai masuk sore hari


banyak pedagang kaki lima yang berjualan disana


wahyu tidak tau harus kemana mencari pinjaman uang agar dapat terlepas dari masalah hutang kepada Catering dan dekorasi yang marni sewa


ingin rasanya Wahyu berteriak dan menangis sejadi jadinya agar beban berat dikepala dan dadanya yang membuat sesak terangkat


tapi semua percuma karena itu tidak bisa membantunya menyelesaikan masalahnya


saat Wahyu duduk termenung matanya mengkap pemandangan yang membuatnya menyesal


ada satu keluarga yang sedang bercanda disana tiga orang anak yang saling menjahili dan saling kejar kejaran dan sepasang suami istri duduk bersebelahan menatap dengan senyuman apa yang dilakukan anak-anaknya


wahyu jadi teringat akan Nadia dan ketiga anaknya


hal seperti itu dulu sering dilakukan wahyu dan Nadia membawa anak-anaknya jalan-jalan walaupun hanya sekali sebulan dan membelikan jajanan murah untuk anak-anak itu sudah membuat anak-anaknya bahagia


Nadia tidak akan pernah protes ditselalu tersenyum

__ADS_1


"Nadia maafkan abang "ucap wahyu dalam hati tanpa menyadari ada tetesan air bening menetes dipipinya


__ADS_2