
kini Fara telah dipindahkan ke ruang perawatan
setelah tiga hari Fara dirawat akhirnya Fara di izinkan untuk pulang namun Fara bingung harus pulang kemana
selama Fara dirawat dirumah sakit Damar dan Jack tidak pernah lagi datang untuk menjenguk Fara
Fara merasa kecewa kepada dua orang itu tapi Fara mencoba untuk berfikir positif thinking
"mungkin om Damar dan om Jack sibuk dengan pekerjaannya lagian siapa saya untuk mereka, yang penting saya sudah menemukan mereka untuk menyampaikan pesan terakhir mama untuk meminta maaf pada mereka, sekarang tugasku tinggal mencari ayah wahyu dan tante Nadia untuk meminta maaf atas nama mama
mama yang sabar ya fara akan terus berusaha mencari ayah wahyu dan tante Nadia" ucap Fara mendongakkan kepalanya menatap langit-langitnya
saat Fara sedang melamun dokter dan suster masuk kedalam kamar rawatnya untuk memeriksa keadaannya
"selamat pagi mbak Fara, bagaimana perasaannya hari ini" ucap shila yang memang mendapat tugas memeriksa pasien
"Alhamdulillah sudah sehat dok" ucap Fara dengan senyuman manisnya
"saya periksa dulu ya Mbak" ucap shila
"iya dok"jawab Fara
beberapa saat kemudian shila telah selesai memeriksa Fara
"Mbak Fara hari ini bisa pulang,mbak bisa menelpon keluarganya agar bisa menjemput mbak disini" ucap shila
seketika senyum Fara hilang mendengar ucapan Shila
"saya tidak punya keluarga disini dok dan saya juga tidak punya rumah " ucap Fara sendu dengan menundukkan kepalanya
"jadi mbak Fara dikota ini sendirian?" tanya shila lagi
"iya dok, kemarin saja Waktu fara kecelakaan saya ditolong oleh om Damar dan om Jack saya sangat bersyukur masih ada orang yang mau peduli pada saya " ucap fara lagi memaksakan tersenyum
"jadi rencana mbak Fara sekarang apa?" tanya shila lagi
" saya mau cari rumah kontrakan dulu dok trus cari kerja untuk bisa menyambung hidup dikota besar ini
" jawab Fara
"oh begitu ya ! tapi kalau mbak nggak keberatan mbak mau nggak kerja diretoran adk saya disana kebetulan menyediakan tempat tinggal untuk para karyawan yang memang perantauan " ucap Shila lagi tanpa ragu-ragu menawarkan Fara pekerjaan karena dalam hati Shila,fara adalah orang baik dan jujur tidak ada salahnya bila membantu mereka yang kesulitan
"Alhamdulillah,saya mau dok" jawab Fara tanpa berfikir lama dan menerima tawaran Shila karena Fara yakin shila orang baik
"kalau begitu tunggu ya saya telpon adik saya dulu" ucap shila lagi
"iya dok, terima kasih banyak " ucap fara senang
__ADS_1
"Halo Assalamualaikum,dek kakak mau tanya apa di restoran kamu masih butuh karyawan ? tanya shila pada orang diseberang sana
".............."
"ini dek,kakak punya pasien dia itu tinggal dikota sebatang kara dia juga belum punya tempat tinggal" ucap Shila
".............."
"kakak jamin itu dek, penilaian kakak tidak pernah salah" ucap shila lagi
fara hanya diam memperhatikan shila dan berdoa dalam hati semoga dia bisa diterima kerja ditempat adik dokter Shila
"................"
"okey,kakak akan menyuruh dia langsung kesana, tapi biar dulu dia beristirahat sampai dia pulih benar lalu kamu suruh untuk mulai bekerja ,makasih ya dek
Assalamualaikum" ucap shila lalu mengakhiri telponnya
"mbak Fara,bisa langsung ke resto adik saya, disana adik saya sudah menyiapkan kamar untuk mbak tempati nanti,saya yakin dan percaya kepada mbak adalah orang yang amanah " ucap shila panjang lebar
"iya dokter,insya Allah saya tidak akan mengecewakan dokter, terimakasih banyak Dokter sudah mau membantu saya" ucap Fara
"iya sama-sama mbak Fara, sekarang mbak bisa siap-siap dan saya akan pesankan taxi online untuk mengantarkan mbak Fara ketempat adik saya" ucap Shila lagi
"sekali lagi saya ucapkan banyak.... banyak terima kasih dokter " ucap Fara dengan mata berkaca-kaca karena merasa bersyukur banyak orang baik yang mengelilinginya dan membantunya
"oh iya mbak Fara,ini taxi onlinenya sudah menunggu dibawah " ucap Shila lagi
"kalau begitu saya pamit dokter" ucap Fara lalu turun dari tempat tidurnya dan membuka lemari tempatnya menyimpan tas punggungnya
sebelum fara meninggalkan ruang perawatannya,Fara lebih dulu menyalami shila
kini fara keluar dari ruang perawatannya menjinjing satu tas pakaian berukuran sedang dan tas punggung untuk menyimpan semua berkas-berkas pentingnya dan juga dompetnya
kini Fara sudah berada di Atas sebuah taxi online yang dipesan oleh Shila dan mengantarkannya ke tempat tujuannya
Hari ini wahyu juga sudah diizinkan untuk pulang wulan dan suaminya datang untuk menjemput wahyu untuk pulang ke rumah sang ibu
shila sempat mengantarkan ayahnya sampai ke mobil Wulan, Shila sangat bahagia karena ayahnya sudah sehat kembali
"kami pamit ya shil" ucap Wulan pada ponakannya itu
"iya aunty, kalian hati-hati ya.salam buat Kakek nenek juga rama Shinta " ucap shila lalu mencium punggung tangan mereka bergantian
"iya sayang " ucap Wulan
"Ayah pulang dulu ya nak,kamu baik-baik ya salam untuk semua adikmu juga bunda dan papimu" ucap wahyu mengelus kepala putrinya yang tertutup hijab berwarna hijau telur asin
__ADS_1
"iya Ayah,ayah jangan capek -capek dulu ya!" jawab shika dengan senyumannya
"assalamualaikum" ucap mereka bersamaan
"waalaikumsalam" jawab Shila
kini Reza suami Wulan menjalankan mobilnya Wulan melambaikan tangannya shila pun membalas lambaian tangan keluarganya itu
saat shila akan melangkah kembali masuk kedalam rumah sakit shila tiba-tiba dicegat oleh Adnan shila sangat terkejut karena Adnan tanpa segan-segan menarik tangan Shila
"lepaskan tangan saya dokter Adnan " ucap Shila meronta ingin melepaskan cengkraman tangan Adnan, Shila terus berusaha melepaskan diri namun tenaganya kalah kuat oleh tenaga Adnan
" kenapa Anda memaksa tuan kalau orang itu menolak " ucap seorang pria bersuara bariton mengingatkan Adnan
"ini bukan urusan anda,ini urusan saya dan calon istri saya" ucap Adnan percaya diri
Shila yang mendengar ucapan Adnan itu melototkan matanya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya
"tolong saya tuan dia berbohong saya bukan calon istrinya,saya bukan siapa-siapanya saya mohon tuan tolong saya " ucap shila menangis dan terus meronta-ronta
pria itu tidak tega melihat shila menangis memohon kepadanya untuk menolongnya
pria bertubuh tinggi tegap serta kekar itu segera menarik tangan Adnan dan memelintirnya hingga tangan yang memegang tangan Shila ikut terlepas karena rasa sakit ditangannya yang lain
"sialan kamu,siap kamu ikut campur urusan saya" ucap Adnan Marah
"saya tidak punya urusan dengan anda, saya hanya menolong gadis itu " ucap pria itu
Shila kini berdiri dibelakang pria itu ketakutan, pria itu bisa merasakan tubuh shila gemetar karena ketakutan
sedangkan Adnan yang merasakan sakit ditangannya memilih untuk pergi
"Awas kamu" ucapnya menatap Shila
shila yang terkejut diperlakukan seperti itu oleh adnan tiba-tiba saja jatuh tak sadarkan diri
pria yang telah menolongnya tadi tanpa ragu mengangkat tubuh mungil shila dan membawanya masuk kedalam rumah sakit
sedangkan keluarga sang pria yang sejak tadi melihat dari kejauhan terkejut melihat anak mereka yang biasanya sangat menjaga untuk tidak menyentuh wanita yang bukan mahramnya
mereka lalu mengikuti anak lelakinya yang sedang menggendong seorang wanita asing memasuki rumah sakit karena tidak sadarkan diri dan memanggil perawat untuk menolong wanita yang digendongnya
"suster tolong dia,sus tadi tiba-tiba jatuh pingsan saat diparkiran " ucap pria itu
"oh dokter shila" ucap salah satu perawat itu
"nak" ucap wanita paruh baya menepuk pundak anaknya saat berada dibelakang putranya
__ADS_1
pria itu segera menoleh dan mendapati wanita yang masih terlihat cantik diusianya