
jadi sekarang ini mas Wahyu sudah sah bercerai dengan mbak Nadia" ujar pak RT menjelaskan pada wahyu dan diangguki oleh Pak Rw dan Tora
"tapi pak Rt saya tidak merasa pernah menandatangani surat panggilan ataupun sejenisnya
"coba mas wahyu ingat-ingat pernahkahas wahyu menandatangani sebuah surat tanpa mas wahyu sempat memeriksa dan membacanya "ucap pak Rt
wahyu terdiam mengingat -ngingat apa pernah menandatangani sebuah surat yang tidak disadarinya seperti yang dikatakan oleh pak Rt
lama berfikir akhirnya wahyu ingat pernah sekali waktu marni menyodorkan sebuah beberapa lembar surat yang harus wahyu tanda tangani tanpa sempat membacanya karena rasa kantuknya dan lelah setelah seharian bekerja dan tanpa di sangkanya bahwa surat yang ditandatanganinya adalah surat persetujuan cerai
wahyu mengepalkan tangannya hingga tangannya berwarna putih
"saya sekarang ingat pak Rt ini ulah istri kedua saya "ucap wahyu sendu
"Nad maafkan abang nad,kita bisa bersama Lagi saya janji tidak akan mengulangi lagi perbuatanku ini saya sangat menyesal "ucap wahyu yang tiba-tiba bersimpuh di kaki Nadia
"sudahlah bang semua sudah berakhir, dan saya juga masih belum bisa melupakan semua ini
saya sudah lama memaafkan abang tapi untuk kembali bersama abang itu sudah sangat sulit "
ucap Nadia tegas dan menarik tangannya dari genggaman tangan wahyu
"kasihan Anak-anak kita nad, mereka masih membutuhkan kasih sayang kita kedua orang tuanya "ucap wahyu mencoba meyakinkan Nadia dan kembali ingin meraih tangan Nadia tapi Nadia cepat menepisnya
"mereka bertiga sudah terbiasa tanpamu bang,dan saat kamu menikah diam-diam apakah terlintas dipikiranmu tentang perasaan anak-anak ?tidak kan bang !
apakah saat abang memulai lagi hubungan abang dengan mantan kekasih abang apakah abang mengingat Anak-anak ? tidakkan bang!
apakah saat abang membagi uang gaji abang dengan wanita lain dan lebih mementingkan kepentingan orang lain daripada kami anak dan istri mu abang memikirkan perasaan kami? tidak kan bang!
abang tau setiap hari selama 11 tahun harus memutar otak bagaimana bisa saya mengakali
agar semua kebutuhan terpenuhi sedangkan gaji yang abang berikan hanya satu juta lima ratus ribu rupiah perbulan!
__ADS_1
dan saat terakhir abang memberikan kami nafkah beberapa bulan yang lalu memotongnya lagi dan menyuruh ku untuk lebih berhemat
saat saya bertanya kenapa uang jatah bulananku berkurang abang ingat apa yang abang katakan?
abang dengan entengnya berkata uangnya dipinjam oleh tante mirna ibu dari istri kedua abang
dan abang tau? hari itu anakmu si arka menginginkan ayam krispi sedangkan jatah bulanan untuk kami kamu sudah berikan pada calon ibu mertuamu
saya menangis sendiri bang bagaimana caranya untuk membujuk putraku dan beruntungnya saya memiliki anak-anak yang sangat mengerti dengan keadaan ibunya
hiks hiks hiks hiks
tiga bulan kamu pergi bekerja dikota M tanpa sepeserpun uang nafkah engkau kirimkan untuk kami jangankan uang nafkah menanyakan kabar kami saja tidak pernah
anak-anakku bertanya kenapa ayahnya tdk pernah menanyakan kabar mereka sekali lagi kutenangkan mereka bahwa kamu sibuk bekerja
seandainya waktu itu sahabatku tdk datang menawarkan padaku kerja sama dan memberikan pinjaman modal mungkin kini kami menjadi gembel dijalanan untuk menyambung hidup
hiks hiks hiks hiks
mereka kecewa padamu bang saat mereka membutuhkanmu kamu tidak ada untuk mereka dan saat itu mereka melihatmu berboncengan dengan mesra
kamu pernah bertanya kan bang kenapa sikap anak-anakmu berbah? karena mereka kecewa kepada mu bang
jadi tidak ada alasanku lagi untuk kembali bersamamu karena yang abang fikirkan hanyalah diri abang sendiri
saya tidak pernah sekalipun melarang Abang untuk menemui anak-anak karena biar bagaimanapun mereka darah dagingmu"
Nadia mengeluarkan semua unek-unek dalam hatinya yang selama ini mangganjal dan setelah mengatakan itu semua terasa beban yang teramat sangat berat menimpanya kini telah terangkat
Dadanya terasa plong
Nadia mengusap wajahnya yang banjir air mata
__ADS_1
namun berbeda dengan Wahyu yang Semakin merasakan penyesalan yang teramat sangat dalam setelah mendengar semua ucapan Nadia
dan tanpa mereka semua sadari ketiga anaknya mendengar semua penuturan ibunya mereka menangis tanpa suara
bukan mereka sengaja ingin menguping tapi Shela dan shila ingin menyuguhkan minuman untuk tamu-tamu ibunya namun belum sampai mereka diluar Nadia sudah menceritakan semua yang mengganjal di hatinya
mereka bertiga terduduk dilantai ruang tengah sambil saling berpelukan menangis tanpa suara
"kak dedek berjanji tidak akan membuat bunda menangis seperti ayah, kalau dedek melanggar janji kakak harus jewer kuping dedek biar ingat lagi"ujar Arka tulus mengucapkan janjinya
"iya sayang kita tidak boleh membuat bunda menangis kita harus lebih giat lagi belajar agar nanti kita buat bunda bangga jadi bunda tidak akan pernah bisa menangis sedih lagi yang ada hanya senyuman "ucap Shila dan memeluk adik bungsunya
Shela pun ikut memeluk kedua saudaranya
"Shela berjanji dalam hati tidak akan pernah membiarkan bunda,kakak dan adiknya menderita lagi cukup saat ini saja kedepannya yang ada hanya senyuman kebahagiaan "
setelah pak Rt dan Pak Rw merasa semua permasalahan selasai dengan damai akhirnya mereka berpamitan untuk pulang karena malam sudah mulai larut begitu pun wahyu berpamitan untuk pulang ke rumah marni setelah meminta maaf kepada ketiga anaknya
Wahyu tidak lagi mempermasalahkan semua keputusan wanita yang pernah mengisi hari-harinya selama belasan tahun dan memberikannya Tiga orang malaikat kecil
karena didikan Nadia kepada anak-anaknya bahwa sangatlah berdosa seorang anak yang membenci orang tuanya bagaimanapun besarnya kesalahan yang telah dilakukannya kite harus berlapang dada untuk memaafkan karena seorang pemaaf sangatlah mulia dimata Allah dan itulah yang diterapkan ketiga anaknya tapi mereka tetap tidak ingin tinggal bersama ayah dan ibu tirinya
wahyu menghargai keputusan ketiga buah hatinya karena ini semua kesalahannya wahyu menganggap ini adalah sebuah hukuman untuk untuknya
wahyu sempat memaksa salah satu dari anaknya ikut dengannya tapi tak satupun yang ingin ikut dengannya
Wahyu pun sempat mengancam tapi diancam balik oleh Nadia akan melaporkan Wahyu kepihak yang berwajib jika wahyu berbuat nekad dan berni macam-macam Nadia punya bukti tentang perbuatan pelecehan dan penganiayaan serta menikah diam-diam tanpa persetujuannya
wahyu yang merasa kalah telak akhirnya mengalah
Nadia sekarang merasa sangat senang karena semuanya sudah selesai dengan damai
tak ada lagi beban berat yg dirasakannya
__ADS_1
fokus Nadia Sekarang Hanya ingin membesarkan anak-anaknya membahagiakan mereka tanpa merasakan kekurangan sedikit pun
baik materi maupun kasih sayangnya walaupun sekarang ini dia menjadi singel Mom