
sari sangat senang melihat marni menggendong princessnya
sari menggelar tikar lalu mengambil fara dari tangan marni dan merebahkan tubuh fara diatas karpet
Marni berpamitan untuk ketempat kerjanya menyerahkan surat pengunduran dirinya
"mbak, mas saya kecafe dulu untuk menyerahkan surat pengunduran diri" ucap marni
"iya mbak marni" jawab sari
"oh iya mbak marni barang -barang udah dikemas?"tanya Ahmad
"sudah mas Ahmad "jawab marni
"oh ya sudah" ucap Ahmad
"saya berangkat dulu, Assalamualaikum" ucap lalu berjalan keluar menuju motornya
"wa'alaikumsalam "jawab sari dan suaminya bersama
setelah menempuh beberapa menit perjalanan marni sampai di tempat kerjanya
"tumben mar jam segini baru datang,trus kok kamu nggak pakai baju kerja ?" tanya salah satu teman marni
"sengaja sa,oh iya bu bos Udah datang Belum ?" ucap marni balik bertanya
"udah, baru aja masuk keruangannya" jawab sania
"oh ya sudah saya temui bos dulu ya sa" Jawab marni
"kamu mau minta izin lagi mar?"tanay sania lagi penasaran
"ya begitulah "ucap marni sekenanya
dan mengedikkan bahu karen sania.adalah biang gosip
Marni melangkah ke ruangan bu Devita
tok tok tok
"assalamualaikum " ucap marni mengetuk pintu ruangan Bosnya
"wa'alaikumsalam,masuk" jawab seorang wanita dari dalam
"permisi bu" ucap Marni saat masuk ke dalam ruangan Ibu Devita
" eh kamu marni ada apa? ayo silahkan duduk" tanya Bu Devita
"iya bu terimakasih " ucap marni lalu duduk dikursi depan ibu Devita
"ada yang bisa saya bantu ?" tanya Bu Devita lagi
"oh ini bu!" jawab marni lalu menyerahkan amplop yang dibawanya
"Surat Apa ini marni ? " tanya Bu Devita dan meraih amplop yang diberikan oleh marni dan mulai membacanya
__ADS_1
"kenapa kamu mau mengundurkan diri ?Apakah kamu tidak nyaman bekerja di sini ?" ucap Bu Devita setelah membaca surat pengunduran diri marni
"iya bu saya akan kembali kekampung orang Tua Saya, saya sangat senang bekerja disini bu tapi orang tuaku ingin saya pulang bu" ucap Marni memberikan alasan
"oh begitu ya ?! Baiklah marni kalau itu keputusanmu dan jangan sungkan-sungkan bila kamu kembali kokota ini dan butuh pekerjaan lagi datanglah menemuiku " ucap Bu Devita
"iya bu l, terimakasih banyak atas semua kebaikan ibu" ujar Marni dengan mata berkaca-kaca
" iya sama-sama marni,oh tunggu dulu" ucap Bu Devita lalu membuka laci meja kerjanya.
Bu Devita mengeluarkan sebuah amplop dan mengambil beberapa lembar uang merah dari dalam tasnya lalu memasukkan kedalam amplop dan menyerahkannya kepada Marni
"Ini Marni gaji kamu selama sebulan ini bekarja disini " ucap Bu Devita menyodorkan amplop dihadapan marni
"tapi belum cukup sebulan bu" ycap Marni
"nggak apa-apa Marni, karena tinggal beberapa hari lagi sudah sebulan " ucap Bu Devita tersenyum
"terima kasih banyak bu,ibu sudah begitu baik kepada saya selama ini dan saya memohon maaf bila saya selama bekerja pada ibu saya sering membuat kesalahan " ucap marni air matanya sudah mengalir di pipinya
" iya sama-sama, salam buat orang tua kamu " ujar Bu Devita
"iya bu saya akan sampaikan salam ibu,kalau begitu saya pamit bu. sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih " ucap marni menjabat tangan Bu Devita
"iya marni sama-sama,kamu hati-hati dijalan ya !" ucap Bu Devita membalas jabat tangan Marni
Marni pun meninggalkan ruang kerja Bosnya, marni melangkah menuju dapur menemui teman-temannya
"eh Marni kenapa kamu masih memakai baju biasa?! cepat sana ganti baju di depan lantai Sangat kotor " ucap Ratna jutek
beberapa orang temannya ada disana karena cafe belum terlalu ramai
"kenapa kamu ngomong kayak gitu marni memangnya kamu mau kemana ?" ucap dodit teman satu profesinya
"memangnya kamu sudah mau nikah sama mas ganteng itu?!" ucap mentari teman baik marni
"enggaklah Tari, lagian siapa yang mau sama janda beranak satu kayak saya?!"ucap marni tersenyum kecut
"ada kok yang mau sama kamu, saya mau kok sama kamu walaupun janda beranak satu " ucap Dodit keceplosan
"huuuuuuu.... baru berani nembak sekarang "ucap guntur
dodit hanya tersenyum malu karena keceplosan
"bagaimana marni tuh dodit siap jadi bapak anak kamu" ucap guntur lagi
marni tersenyum menanggapi ucapan temannya itu
"makasih banyak ya untuk kalian semua karena sudah baik sama saya , selalu membantu saya.
sekali lagi terimakasih banyak untuk Kalian semua" ucap marni lalu menjabat tangan teman-temannya satu persatu saat marni menjabat tangan Dodit, Dodit menggenggamnya erat
"Marni saya serius dengan ucapanku tadi saya ingin menjadikanmu pendamping " ucap Dodit pernyatakan perasaannya pada marni dan itu membuat teman-temannya heboh
"terima......terima......terima...."ucap teman-temannya menyoraki mereka berdua
__ADS_1
Marni mengenggam balik tangan dodit dan hal itu membuat dodit merasa panas dingin keningnya berkeringat karena gugup
"maaf Dodit bukannya saya tidak menyukai kamu tapi saya juga tidak bisa menerimamu, banyak gadis diluaran sana yang jauh lebih baik dari saya.
apalagi kamu orangnya baik dan satu hal lagi dit ada seorang gadis cantik yang mengharapkanmu" ucap marni pada Dodit dan matanya melirik kepada teman baiknya mentari yang sejak tadi terdiam mendengar dodit menyatakan perasaannya
Marni melepaskan genggaman tangannya dari tangan dodit lalu melangkah kearah mentari dan menarik tangan mentari dan berjalan kearah dimana dodit berdiri mematung
"Dit tolong jagain temanku ini ya,dia yang selama ini menyukaimu dan mencintaimu jadi mulai sekarang cintailah dia dan sayangilah dia.
kalian berdua sangatlah cocok sama-sama orang baik" ucap marni menyatukan tangan dodit dan mentari yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus sedangkan dodit tiba-tiba merasakan sengatan listrik saat marni menyatukan tangan mereka
teman-teman yang ada disana makin bersorak kegirangan kecuali Ratna yang juga menaruh hati kepada Dodit
" iya mar,saya akan menjaganya dengan segenap jiwa ragaku" ucap Dodit tak melepaskan genggaman tangannya dari tangan mentari
"Horeeee saya sudah tidak jomblo lagi" ucap Dodit tiba-tiba dan membuat teman-temannya tertawa terbahak-bahak
"hahahahahah ada-ada saja kamu dit" ucap marni tergelak
"makasih ya marni !" ucap mentari dan diangguki oleh marni yang terus saja tersenyum
"kalau begitu saya pamit ya teman-teman, jangan rindukan saya ya karena rindu itu berat" ucap marni bercanda
"iya marni, tapi tunggu dulu kamu sebenarnya mau kemana? trus apa kamu dipercat atau mengundurkan diri ?" tanya salah satu temannya
"saya mau pulang kampung,dan saya mengundurkan diri " ucap marni
teman-temannya hanya mengangguk
"kamu hati-hati ya " ucap mentari memeluk marni
"iya,kamu juga baik-baik ya disini,dit titip temanku ini ya jangan pernah sakiti dia " ucap marni saat mengurai pelukannya dari mentari
Dodit hanya mengangguk mendengar ucapan marni
"saya pamit ya teman-teman, sampai jumpa lagi nanti " ucap marni dan melangkah keluar dari dapur cafe tempatnya bekerja
marni melajukan motornya pulang kerumah kostnya
sesampainya dirumah kostnya disana suda ada Ahmad dan Sari serta fara
disana juga ada beberapa orang laki-laki yang marni tidak kenal
marni berfikir mungkin tetangga yang dipanggil oleh Ahmad
marni memarkirkan motornya
lalu menyapa sari dan Ahmad
"assalamualaikum " ucap marni
"wa'alaikumsalam " ucap mereka
"mama tatanya bibu pita atan peldi telumah nenet?"ucap fara
__ADS_1
"iya sayang kita akan kerumah nenek" ucap marni