Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 36


__ADS_3

masih banyak lagi suara-suara sumbang yang terus terdengar kini wahyu sudah tidak punya muka Lagi berada dilingkungan itu


Nadia,nindi,sarah dan Gilang meninggalkan Wahyu dan marni yang menampakkan wajah emosinya tapi Nadia tidak peduli lagi


sekali lagi wahyu melakukan kekerasan maka Nadia tidak akan segan melaporkannya


Nadia sudah memasang beberapa kamera cctv dibeberapa bagian rumahnya


Nadia juga sudah tau mengapa anak-anaknya bersikap dingin kepada ayahnya ternyata Shila, shela dan Arka pernah melihat ayahnya sedang berbocengan motor dengan marni dan marni melingkarkan tangannya di pinggang wahyu sedangkan wahyu memegang tangan marni sedang satu tangan yang lainnya memegang setir motornya


Nadia pun sudah memberitahu anak-anaknya akan niatnya ingin bercerai dengan suaminya


respon anak-anaknya diluar dugaan Nadia yg selama ini pikirkan bahwa anaknya akan syok mendengar ucapannya namun ketiga anaknya bertingkah biasa-biasa saja


Nadia tau semua anaknya menyimpan duka dihati mereka


saat mobil yg dikemudikan oleh Gilang berjalan menuju rumah Nadia


nadia yg berada si bagian belakang bersama Nindi


tiba-tiba saja Nadia menangis sejadi-jadinya tangisnya yang ditahan sejak tadi kini sudah meladak dan tak tertahankan lagi


"sabar nad, istighfar kakak tau apa yang kamu rasakan saat ini tapi kamu hebat dek tidakk memperlihatkan kalau kamu sakit hati dengan mereka"ucap Nindi merangkul pundak adiknya dan terus memberikan ketenangan


"terimakasih kak selalu ada untuk Nadia, kalian juga selalu mendampingi dan menemaniku " ucap nadia menatap sarah dan Gilang


Gilang semakin kagum pada Bosnya ini, seorang pekerja keras dan wanita yang kuat


"suami mbak nadia bodoh membuang berlian yang bersinar dan memungut batu kerikil yg tak berguna" ucap Gilang dalam hati


"mbak yang sabar setelah ada hujan pasti ada pelangi yang indah" ucap gilang melirik Nadia melalui kaca spion mobil


"Tapi Gilang juga kerjanya gercep loh nad" ucap sarah tersenyum jahil kearah Gilang


"gercep gimana kak sarah"tanya nindi penasaran


"itu boks2 kue yang awalnya mau nadia berikan sama si kuntilanak comberan diambil kembali


itu sudah tersusun rapi dibagasi" ucap sarah terkikik geli


"ya saya ambil kembali mbak,masa kita sudah capek-capek malah nggak mau dibayar dari pada dimakan sama si nenek lampir mending kue-kue itu dibagikan sama pemulung atau tukang ojek kan lebih bermanfaat"ucap Gilang dan diangguki oleh ketiga wanita cantik yang dibawanya


"benar itu lang, bagaimana nad tidak apa-apa kan kita bagikan saja kue-kuenya "Tanya nindi dan hanya diangguki oleh Nadia


"lang putar balik"ucap nindi


"memangnya mau kemana mbak?" tanya gilang bingung namun tidak membantah lalu memutar balik mobil nya

__ADS_1


" kamu gimana sih lang,tadi katanya kue-kue itu lebih baik disumbangkan daripada dimakan si kuntilanak comberan"ucap sarah


"kita kepanti asuhan hati nurani bunda,kita bagikan kue-kuenya pada anak-anak malang disana"ucap nadia tiba-tiba


"iya mbak"jawab gilang


"mbak nadia memang baik hati "ucap Gilang dalam hati memuji nadia


gilang tak henti merasa kagum kepada nadia sejak awal masuk bekerja ditoko nadia dan melihat nadia Gilang merasa kagum kepada Nadia akan kebaikan dan kebesaran hatinya


hari ini gilang melihat bagaimana Nadia menghadapi masalahnya dengan tenang


setelah samapi di panti asuhan hati nurani bunda


Gilang menurunkan semua boks- boks kue yg dibawa dari tempat Mirna


setelah semua selesai mereka kini diantar pulang oleh Gilang kerumah Nadia


"lang kamu nggak singgah makan siang dulu?" tanya Nindi


"nggak usah mbak biar makan siang ditoko aja kasihan bi Mumun sudah capek-capek masak tapi saya nggak makan jatah makan siang ditoko buatannya,hihihi " ucap Gilang bercanda Nindi dan sarah tertawa mendengar ucapan gilang namun nadia hanya tersenyum


" saya pamit dulu ya mbak-mbak semuanya,jangan kangen ya , Assalamualaikum" ucap gilang masih dengan candaannya


🥀🥀🥀


"awas kamu Nadia kamu akan membayar mahal untuk ini semua" ucap batin wahyu menahan amarahnya


"ayo lebih baik kita pergi dari sini kita hanya datang untuk buang-buang waktu " ucap atasan wahyu


"pak Wahyu kami pulang dulu,lebih baik pak wahyu menyelesaikan semua masalah pak Wahyu dengan baik jangan sampai pekerjaan pak wahyu terbengkalai ini peringatan terakhir yang saya berikan setelah beberapa kesalahan pak wahyu yang sudah merugikan perusahaan " ucap atasan wahyu menepuk-nepuk pundak wahyu setelah itu dia pun berpamitan tak lupa menyerahkan kado yang dibawanya diukuti dengan yang lain


"terimakasih sudah mau datang dan maaf atas semua ketidak nyamanan ini" ucap wahyu sendu


"iya pak wahyu, sebaiknya permasalahan rumah tangga pak wahyu segera selesaikan dan berbicara dengan kepala dingin jangan sampai pak Wahyu menyesal karena mengambil keputusan terburu2" ucap salah satu teman wahyu


" iya pak, terimakasih banyak atas sarannya "ucap wahyu menundukkan kepalanya


"awas kamu Nadia,kamu dan kakakmu sudah mempermalukanku kamu akan menyesal telah melakukan ini" ucap wahyu dengan muka memerah


"sial*n Nadia Membuat kita malu,awas saja dia saya akan membuat dia menyesal"ucap marni juga dengan muka memerah


Marni melangkah masuk kedalam kamarnya


marni merasa kesal karena semua persiapan acara tujuh bulanannya hancur gara-gara istri pertama suaminya


Marni merasa dirugikan karena harus membayar semua dekorasi dan catering yang disewanya tanpa sempat mendapatkan amplop dari tamu undangnya hanya sebagian yang sempat memberikan amplop dan kado sedangkan makanan sudah hampir habis tapi beruntungnya dia tidak perlu membayar kue-kue nadia

__ADS_1


saat nadia teringat kue-kue yang dibawa nadia tadi marni bergegas keluar menuju teras rumah dan ternyata disana tidak ada boks kue seperti yang dibayangkannya


"bang kue boks kue yg dibawa Nadia tadi mana?" tanya Mirna dengan suara berteriak


wahyu yang merebahkan tubuhnya dikarpet depan Tv memijit pangkal hidungnya kaget mendengar suara teriakan Marni


wahyu bergegas bangun dari tidurnya dan segera menghampiri Marni


"kamu kenapa sih teriak-teriak?" ucap Wahyu setelah berada didekat Marni


"boks kue yg dibawa Nadia tadi mana?" ujar marni kesal


" ya nggak tau,saya tdk tahu mereka menyimpannya di mana mungkin ada yang bawa masuk kedalam rumah coba kamu cari didalam"ucap wahyu


marni segera berjalan kedalam mencari boks kue yg dibawa Nadia ternyata didalam rumah pun boks2 kue itu juga tidak ada


wahyu juga ikut mencari tapi tidak menemukannya


tanpa sepengetahuan mereka gilang mengangkat kembali boks2 kue yang dibawanya


" apa mereka membawa kembali kue-kue itu?"tanya marni ketus


"ya mungkin aja atau di bagikan tadi sama ibu-ibu yang bantu-bantu kamu tadi disini?" ucap wahyu juga menerka-nerka


"ya sudah biarkan saja lagian juga saya tidak usah repot-repot untuk membayarnya "kata marni llau bernajak kedalam kamarnya


tibuhnya terasa pegal perutnya juga sesekali terasa sakit myngkin karena terlalu banyak memeras tenaga dan pikirannya


"dasar Nadia sial*n"ucap marni prustasi


acara yang diimpikannya akan membawa keberuntungan baginya tapi ternyata mendapat buntung


saat marni ingin terlelap wahyu masuk kekamar dan membangunkannya


"mar... Marni bangun itu diluar ada yang nyari"ucap wahyu


"siapa bang"jawab marni malas


"ya mana saya tau,cepat sana kmau liat"ucap wahyu


"marni capek bang,badanku rasanya mau remuk" ucap marni tak nau branjak dari tidurnya


" cepat kamu bangun,itu orangnya sudah menunggu" ucap wahyu tak mau kalah


mau tidak mau marni bangun dan keluar menemui tamu yang dikatakan wahyu


sesampainya diruang tamu marmi jadi gugup karena orang yang datang adalah orang yang menagih catering yang disewanya pagi tafi untuk menjamu tamu-tamunya a

__ADS_1


"eh ternyata mbak linda dan mas gito"ucap marni lembut dan tersenyum mengapa tamunya


__ADS_2