Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 25


__ADS_3

setelah semua makanan sudah disimpan dan mencuci tangan Nadia segera mengambil dompet dan kunci motornya yang diletakkannya tadi diatas meja


Nadia segera berangkat ke sekolah arka tak lupa Nadia berpamitan pada Mita Dan yg lainnya


🍀🍀🍀


saat Nadia memasuki halaman rumahnya pulang dari menjemput Arka Nadia dikejutkan dengan kedatangan orang-orang yang sangat dirindukannya


mata Nadia berlari menyongsong seorang perempuan cantik yang sudah lama Nadia rindukan mata Nadia sudah berkaca-kaca perempuan yang tak lain kakak satu satunya yg Nadia punya Nadia berhambur kedalam pelukan sang kakak pelukan penuh kerinduan keduanya menangis bahagia karena lama tak saling berjumpa hanya melalui telepon mereka berkomunikasi


" jadi tadi kakak menelpon hiks hiks hiks sudah perjalanan kesini?! kenapa hiksss.....kakak tidak memberitahu hiks hiks hiks.." ucap Nadia terbata bata


" kalau kakak beri tau bukan kejutan dong namanya "jawab nindi mengacak rambut adik kesayangannya


"kita nggak disuruh masuk nih?!" ujar Arman suami Nindi mencairkan suasana haru pertemuan dua saudara itu


"Maaf kak,ayo masuk" jawab Nadia melangkah masuk kerumahnya sambil menggandeng tangan sang kakak


"Bunda tot dila di tuekin tih,dila tan juda lindu tama Bunda "ucap Ardilla dengan suara cadelnya bocah berusia dua tahun itu mengerucutkan bibirnya sehingga membuat Nadia gemas


"Iya nih bunda sedari tadi ngak liat ada kita juga?"ujar Ardhitama putra pertama Nindi dan arman juga ikut-ikutan mengerucutkan bibirnya


merajuk karena diacuhkan oleh adik ibunya ini yang mereka panggil bunda


" maafkan bunda sayang,tadi bunda sangat kaget melihat kalian datang tiba-tiba" ucap Nadia yang sudah berjongkok didepan putra kakaknya lalu mencimnya begitupun dengan putri sang kakak yang sangat menggemaskan


"duduk dulu kak,saya buatkan minum" ucap Nadia beranjak menuju dapur membuat minuman untuk kakak dan keluarganya


tak berapa lama Nadia keluar keruang tamu membawa baki ditangannya yang berisi minuman dan pancake yang dibuatnya semalam


"ini kak minum dan makan dulu,kalian pasti lelah setelah perjalanan jauh"ucap nadia


"ayo sayang pancake baru bunda buat rasanya dijamin enak deh" ujar Nadia menyerahkan piring kecil berisi pancake kepala ponakan nya


Arka telah selesai mengganti baju sekolahnya ikut bergabung dengan tante dan sepupu- sepupunya


sedangkan Nadia sibuk menyiapkan makan siang untuk keluarganya


Nindi menawarkan bantuan tapi Nadia menolak nya akhirnya Nindi kembali bergabung bersama suami dan anak-anaknya juga Arka


"Kak makan dulu yuk,pasti kalian sudah lapar"ucap Nadia


"wah cepat sekali dek kamu masakannya"jawab Nindi mengerutkan keningnya heran makanan yang dimasak nadia cepat tersaji


"Tadi pagi itu saya sudah masak kak jadi tinggal dipanaskan sebentar,tadi tinggal masak kesukaannya anak-anak jadi cepat selesai "jawab Nadia tersenyum

__ADS_1


nindi hanya manggut-manggut,nindi akui kepandaian memasak Almarhumah ibunya menurun pada adik semata wayangnya


setelah selesai makan siang mereka semua duduk diteras depan rumah sambil bercerita


sesekali mereka tertawa melihat tingkah si imut Della sedangkan ardhit asyik bermain bersama arka


" Dek suami kamu masih saja pelit kayak dulu?" tanya Nindi dan mendapatkan colekan manja dari sng suami yg duduk disampingnya


"ish....mami kok nanya gitu!" ucap arman


"iya kan pi, kenyataannya gitu"ucap Nindi membela diri


"ya gimana amau berubah kak,sudah mendarah daging pada orang tua dan adiknya saja sering perhitungan"jawab Nadia tertunduk


"emangnya mertua kamu itu salah satunya ada yang pelit juga?"tanya Nindi penasaran


"nggak kak mertua sam adik iparku itu nggak ada yang pelit mereka itu kalau habis panen atau dapat rezeki walaupun sedikit pasti mereka ngasih tapi pemberian mereka tidak pernah saya gunakan saya simpan untuk anak-anak kak"jawab Nadia


"trus sifat pelit suami kamu itu nurun dari mana? " ujar nindi mengerutkan keningnya


"sudah ah kak nggak usah bahas itu" Ucap nadia mengakhiri pembahasan mereka tentang Wahyu


mereka mulai bercerita ngalor ngelidur


saat mereka sedang asyik berbincang Shila dan Shela pulang


"walaikumsalam" jawab mereka


"akhhh....mami Nindi,kakak kangen" ucap sikembar histeris saat tau bibi kesayangan dan keluarganya ada disana


"mami juga rindu sayang" ucap Nindi membalas pelukan kedua ponakannya itu


"oh jadi cuma mami aja nih Yang dipeluk papi tidak?!" ucap Arman yang pura-pura merajuk pada ponakan istrinya itu


ya sikembar memang manja pada Paman dan bibi nya karena dulu saat Arman belum dipindah tugaskan dikota lain Sikembar sangat dekat dengan mereka apalagi saat itu merka belum dikaruniai seorang anak jadi mereka senang dan sayang pada Sikembar saaat usia sikembar memasuki usia 4 tahun akhirnya Nindi hamil anak pertamanya Ardhit walaupun begitu mereka tetap sangat menyayangi sikembar karena Sikembar adalah pengisi kesepian mereka


"ih papi kakak juga kangen sama papi" ucap Shila dan berhambur kepelukan pamannya


Arman mengecup pucuk kepala kedua ponakannya dengan sayang


"mami cium bau asem nggak?"Arman pura-pura menjepit hidungnya dengan jari tangannya


"nyium sih pi tapi sedikit"ucap Nindi menahan tawanya


tiba-tiba saja Della datang mendekat dan mengendus-enduskan hidungnya ditubuh Shela dan shila

__ADS_1


"ih tata nanata yan au cacem "ucap dela dengan suara cadelnya dan mengikuti gaya ayahnya yang menjepit hidungnya dengan jari serta mengibas-ibaskan tangannya diudara


Sikembar yang melihat itu bukannya marah tapi mereka gemas dengan adik sepupunya itu


"ini hukuman untuk baby Dell udah bilangin kakak bau asem"ucap Shila mengangkat tubuh cuby della dan menyembur perutnya Della tertawa diperlakukan seperti itu


Nadia tersenyum bahagia melihat keluarganya berkumpul bersama matanya berkaca-kaca mengingat masalah rumah tangganya


semua itu tak luput dari perhatian kedua kakaknya


Nindi tau adiknya sedang tidak baik-baik saja tapi dia tidak mau memaksanya untuk bercerita karena Nindi yakin adiknya ini akan membagikan dukanya suatu hari nanti


🍀🍀🍀


Malam menjelang setelah menunaikan shalat Maghrib Nadia dan Nindi menyiapkan makan malam


"Dek, suami kamu pulang jam berapa?"ucap Nindi disela-sela menyiapkan makan malam


"Eh....itu ...em...bang wahyu tugas diluar kota berapa hari ini kak"ucap Nadia terbata bata


"loh tadi katanya kerja kok tiba-tiba keluar kota?apa sering seperti ini?"tanya Nindi mengerutkan dahinya


"i-iya kak bang wahyu sering keluar kota tiba-tiba "jawab Nadia Lagi


Nindi jadi curiga Wahyu bukannya keluar kota tapi Wahyu punya tempat lain untuk pulang


"dek,kamu sedang tidak bohong kan sama kakak?"tanya Nindi dan dijawab gelengan patah-patah oleh sang adik


Nindi tak lagi banyak bertanya karena dia yakin pasti ada sesuatu dengan rumah tangga adiknya


sedangkan Nadia tau kalau kakaknya ini pasti menaruh curiga


semua makanan telah tersaji di meja makan


Nadia keluar dari dapur dan menuju ke ruang tengah untuk memanggil semuanya untuk makan malam


"kak Arman, anak-anak ayo kita makan dulu"ucap Nadia dan mengangkat Della dalalam gendongannya


Nadia menciumi pipi gembil ponakannya sampai Della tertawa karena kegelian


Arman berjalan menuju meja makan diikuti pasukannya


mereka makan malam dengan hikmat tanpa ada suara hanya dentingan sendok bertemu piring yang terdengar dan juga suara Della berceloteh saat makanan dalam mulutnya habis dan Nadia pura-pura tidak tau


semua mengulum senyum melihat tingkah Della yang digoda Nadia

__ADS_1


"ya Allah selalu berilah kami kebahagiaan"Ucap Nadia dalam hati melihat keluarga yang disayanginya


__ADS_2