Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 125


__ADS_3

kini shila dipindahkan keruang perawatan mereka semua masuk menemui shila dan mengucapkan selamat


saat mereka sedang asyik bercengkerama Fara menelpon bahwa Echa tidak henti-hentinya menangis dan Gaffi sekarang sudah anteng dan tertidur lelap,


tiba-tiba saja shela merasakan sakit dijalan lahirnya dan merasa seperti ada sesuatu yang berdesakan ingin keluar


mereka semua panik lalu Rifqi menggendong istrinya berlari menuju ruang persalinan, Rifqi tidak merasakan berat tubuh istrinya sedangkan yang melihatnya bergidik ngeri karena melihat Perut besar Shela


"bu bidan tolong istri saya, sepertinya ia hendak melahirkan " ucap Rifqi setelah meletakkan Shela diranjang


bidan jelita mendekati Shela dan betapa terkejutnya karena beberapa menit yang lalu dia telah menolong ibu ini untuk melahirkan kedua bayi kembarnya


"saya kan sudah membantu ibu ini untuk melahirkan tadi,tapi kok ibu ini hamil lagi?" ujar bidan jelita bertanya pada dirinya sendiri


"bu bidan tolong istri saya kenapa hanya diam saja lihat istri saya sudah kesakitan " ucap Rifqi kesal karena bidan itu hanya diam saja


"eh iya pak maaf, tapi kan ibu ini saya sudah tolong untuk melahirkan bayi kembar sepasang nya kanapa hamil lagi? ucap bu bidan karena sudah tidak tahan dengan rasa terkejutnya


"mereka kembar identik bu bidan " jawab Rifqi cepat karena dia tidak ingin istrinya lama merasakan kesakitan


"mas, sakit Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah " ujar Shela Manahan rasa sakit yang luar biasa pada perutnya


" iya sayang sabar ya" ucap Rifqi mencium kening istrinya lama


mencoba untuk memberikan kekuatan


"maaf ya bu saya periksa dulu,maaf ya bu celananya saya buka" ucap bu bidan Shela hanya mengangguk pasrah


bu bidan jelita memeriksa pembukaan jalan lahir Shela namun belum sempurna


"sabar ya Bu pembukaan jalan lahirnya belum sempurna sedikit lagi,ibu tidur Miring ke kiri ya biar jalan lahirnya cepat terbuka


bapak bisa memijit-mijit pelan pinggul istrinya biar ibunya merasa nyaman " ucap bu bidan lalu meninggalkan shela dan Rifqi


Rifqi mengikuti saran bu bidan dengan memijat pelan pinggul istrinya


Rifqi terus melantunkan Do'a agar istrinya diberikan kemudahan dan keselamatan


tak berselang lama ibu bidan datang untuk memeriksa shela karena melihat pengalaman yang dialaminya tadi saat membatu Shila melahirkan dan benar saja kini pembukaan jalan lahirnya sudah sempurna,bu bidan hanya memberikan sedikit arahan apa yang harus shela lakukan,shela pun mengikuti arahan bu bidan dan lahirlah putri pertama shela tak berselang beberapa menit lahir putra shela


"Masya Allah dua saudara kembar melahirkan anak kembar begitu mudahnya mungkin mereka sering membantu orang-orang yang dalam kesulitan tanpa pamrih sehingga Allah memberikan kemudahan untuknya " ucap ibu bidan kepada kedua Suster yang membantunya


dan sedang membersihkan dua bayi kembar milik shela dan Rifqi


"iya bu bidan saya baru pertama kali ini membantu dua persalinan dengan mudah,kedua ibu itu pun begitu tenang seolah menikmati rasa sakit untuk melahirkan buah hatinya " ucap suster Mariah

__ADS_1


"iya benar hanya ucapan istighfar yang keluar dari mulut mereka itupun sangat pelan"ucap suster yang satunya lagi


"ayo cepat bersihkan bayinya dan panggil ayah bayi itu untuk mengazani nya " ucap bu bidan


"iya bu"jawab suster Mariah yang terlebih dahulu selesai membersihkan anak perempuan Shela


"maaf pak,bapak bisa mengazani anak-anak bapak " ucap suster Mariah


"iya sus, terimakasih" ucap Rifqi


"sayang,papi azani anak-anak kita dulu ya "ujar Rifqi pada istrinya


"iya mas" ucap Shela


Rifqi pun masuk kedalam ruangan bayi dan mulai mengazani anak-anaknya bergantian


"oh iya pak maaf, bayinya butuh kami pakaikan pakaian agar tidak masuk angin karena kami hanya membedong nya dengan selimut yang disediakan disini saja" ucap Bidan jelita


"oh maaf bu bidan saya lupa mengambilnya diatas mobil soalnya tadi tiba-tiba karena ini belum HPL nya yang diperkirakan Minggu depan, Tunggu sebentar ya bu bidan saya ambil persediaannya dulu dimobil" ucap Rifqi pada bu bidan


"iya pak, silahkan " ucap bu bidan


Rifqi segera keluar dari ruang bayi dan diluar keluarganya sudah berkumpul kecuali shila, Ardhit dan Fara yang tidak ada disana


"Alhamdulillah, mereka baik Ummi,saya permisi dulu ya ummi mau ambilkan pakaian sikembar dan shela yang ada dimobil " ucap Rifqi pada keluarganya


"Alhamdulillah,iya nak" ucap ummi Fatimah


Rifqi bergegas menuju parkiran rumah sakit dimana mobilnya terparkir, beruntungnya Rifqi selalu membawa perlengkapan bayinya dan Shela dimobilnya karena Rifqi berfikir jika terjadi hal yang tak terduga seperti saat ini niat shela hanya menyusul suaminya kerumah sakit dan juga khawatir dengan kakak kembarnya sehingga shela nekat datang kerumah sakit diantar oleh sopirnya dan mereka pun menyiapkan satu tas perlengkapan bayinya dirumah


Rifqi bergegas kembali ke dalam rumah sakit membawa tas perlengkapan bayinya dan juga pakaian ganti untuk shela


sesampainya di ruang persalinan Rifqi mengambilkan dua pasang pakaian untuk kedua bayinya dan juga baju ganti untuk shela


"pak Rifqi bu shela sudah bisa dibawa keruang perawatan dan bayinya akan kami bawa nanti "ucap bu bidan


"oh iya bu bidan tapi kalau bisa istri saya sekamar saja dengan kakak ipar saya biar kami tidak repot saat menjaganya" jawab Rifqi


"baiklah pak kami akan konfirmasi dulu dengan bagian perawatan apakah bisa menambahkan satu tempat tidur diruang perawatan bu Shila "ujar bu bidan


"baiklah bu bidan saya menunggu " ucap Rifqi lalu berjalan keranjang dimana istrinya berbaring


"mas,apa bayi kita tidur ?" tanya shela pada suaminya


"iya sayang anak-anak kita sedang tertidur,kamu juga istirahat ya pasti kamu lelah" ucap Rifqi mengusap kepala istrinya

__ADS_1


"sekali lagi terimakasih banyak ya sayang,sudah mau berjuang untuk melahirkan buah cinta kita "ucap Rifqi mencium kening istrinya


"iya mas Sama-sama " ucap shela tersenyum


"maaf pak mengganggu,kami akan membawa Bu Shela kekamar perawatan " ucap suster Susy


"baiklah sus,tapi apakah ruang perawatannya dikamar kakak ipar saya atau dikamar lain ?" taya Rifqi pada suster Susy


"dikamar perawatan bu shila pak,disana sudah ditambahkan satu tempat tidur dan dua boks bayi" jawab suster Susy


"oh begitu ya, terimakasih banyak ya sus" ujar Rifqi lagi


"iya pak,mari pak kami akan pindahkan ibu Shela " ucap suster susy dan Rifqi hanya mengangguk


brankar Shela didorong oleh dua orang perawat yaitu suster Susy dan Mariah


Rifqi dan keluarga yang masih menunggu diluar mengikuti kedua suster itu


setelah sampai di kamar perawatan Shila ternyata sudah ramai dengan kedatangan Wulan,wahyu,pak sardi dan Bu Rahma yang sedang menggendong anak-anak shila


"Assalamualaikum " ucap Rifqi,shela dan suster susy dan keluarga Rifqi sedangkan Suster Mariah non muslim jadi tidak mengucapkan salam


"waalaikumsalam " jawab semua orang yang ada di dalam kamar Shila


"hai sayang" ucap Nadia menyapa putri keduanya lalu memeluk dan mencium keningnya


"permisi dulu ya bu,kami bantu bu Shela pindah ketempat tidurnya " ucap suster susy


Nadia pun melepaskan pelukannya pada putrinya itu


setelah dipindahkan keranjangnya yang berdampingan dengan ranjang kakaknya hanya dipisahkan oleh sebuah meja dan lemari kecil tempat menyimpan pakaian mereka


"selamat ya sayang,kamu sudah menjadi seorang ibu yang sesungguhnya " ucap Arman pada putrinya lalu memeluk dan mencium kening putrinya itu


"makasih papi" ucap Shela


begitu juga dengan yang lain melakukan hal yang sama


"Arka tolong telpon kakakmu, apakah Echa masih nangis-nangis ?" ucap Nadia yang teringat akan cucunya Echa


"iya bunda " jawab Arka lalu menelpon Ardhit kakaknya


"assalamualaikum kak" sapa Arka saat telponnya terjawab


"waalaikumsalam dek! bagaimana keadaan kak shela?" ujar Ardhit menimpali sapaan adiknya

__ADS_1


__ADS_2