Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 110


__ADS_3

"kamu kenapa Dhit?" tanya Arman kepada putranya karena tiba-tiba mengucapkan hamdalah


"hehehe... tidak apa-apa pi" jawab Ardhit salah tingkah, mukanya memerah


"muka kakak kom merah?" ucap Adrian menggoda sang kakak


" ish kamu Apaan sih dek" ucap Ardhit semakin salah tingkah, membuat yang lainnya mengernyit heran tak biasanya Ardhit bertingkah seperti itu


"Fara,kamu mau nggak jadi kakak iparku?" tanya Della pada Fara


"Maksud kamu Apa Del?" tanya Fara bingung


" maksud saya itu,saya mau kamu jadi kakak iparku, karena saya itu senang sama kamu sejak pertama kita ketemu diresto saya sudah merasa cocok sama kamu walaupun usiaku lebih tua setahun dari kamu tapi kamu itu seperti kak Shila lembut dan pengertian " ucap Della


Ardhit tersenyum mendengar ucapan adiknya namun bukan Della namanya kalau tidak jahil pada kakak-kakaknya


"Kak Arka maukan kalau saya jodohkan kakak dengan Fara?" ucap Della yang membuat senyum dibibir Ardhit menghilang seketika


"kak Della kok saya nggak ditanya juga ?" ucap Adrian


"lah bocah ngapa yak?" ucap della menggoda adiknya, Adrian hanya mengerucutkan bibirnya


Fara juga ternyata merasa kecewa karena bukan itu pilihan hatinya,Fara melirik Ardhit yang tertunduk diam


Della dapat melihat itu semua,Della juga melihat perubahan diwajah Fara yang sedari tadi sumbringah sekarang berubah masam


Della tersenyum lalu mendekati bunda dan papinya lalu membisikkan sesuatu, Arman yang mendapat bisikan dari putrinya Hanya tersenyum dan mulai memperlihatkan tingkah putranya Ardhit


Ardhit dan Fara melihat itu, Ardhit semakin was-was jangan sampai orang tuanya melamar Fara untuk adiknya Arka


"Bagaimana nak Fara mau nggak jadi menantu bunda?" tanya Nadia tiba-tiba membuat Fara salah tingkah dan tau harus menjawab apa


Ardhit semakin gelisah dan kini Arka pun ikut gelisah karena tadi Della sempat bertanya kepadanya sedangkan dia telah memiliki tambatan hatinya sendiri namun belum berani mengutarakan perasaannya kepada gadis itu


"mumpung keluarga semua ada disini nak,jadi kami bisa langsung melamarmu kepada Ayahmu!" ucap Nadia lagi serius karena dia merasa Ardhit sudah matang untuk berkeluarga


Fara hanya diam menunduk takut salah bicara


"jangan paksa Putriku Nad" ucap wahyu membela Fara yang terlihat tidak nyaman


"maaf bang" ucap Nadia


"kalau kak Arka dan kak Ardhit nggak mau biar Adrian aja,mauakan kak Fara?" ucap Adrian menaik turunkan Alisnya


"ish nih anak,sekolah aja dulu jangan macam-macam "ucap Ardhit kesal mendengar ucapan adiknya


"lah kan saya sudah mapan kak, Insya Allah bisa beri makan kak Fara" ucap Adrian menaik turunkan Alisnya

__ADS_1


"iya bun,jangan paksakan kehendak kepada anak-anak " ucap Arman kepada istrinya itu


"iya mas" ucap Nadia tersenyum kepada suaminya


"kalau begitu kita istirahat,ini sudah larut malam" ucap Pak Sardi


"iya kek" jawab semuanya


pak Sardi merasa bersyukur keluarganya semuanya berkumpul


"Aunty nanti Rama dan Shinta jadi pulang kan kalau pesta pernikahan kami nanti ? tanya shela kepada Wulan


"iya insya Allah, semoga mereka diberi izin keluar dari Asrama" jawab Wulan


Rama Dan Shinta anak kembar Wulan sekolah di boarding school


" semoga aja ya Aunty, kenapa sih mereka tidak sekolah disekolah umum? " tanya shela lagi


"nggak tau sayang itu pilihan mereka" jawab Wulan


"Bunda,papi, ayah, aunty, paman nenek kakek kami tidur duluan ya" ucap Della menarik tangan Fara


"kamu tidur dikamarku aja ya!? yuk " ajak della pada Fara


"Tapi del" ucap Fara namun della tidak peduli dan Terus menarik tangan fara naik kelantai dua dimana kamarnya berada


kamar Arka dan Ardhit pun ada dilantai dua,kamar Ardit berada diujung ruangan sebelah kiri bersebelahan dengan kamar shela sedangkan kamar Ardhit juga berada disudut sebelah kanan bersebelahan dengan ruang belajar,kamar della dan Ardhit dibatasi oleh ruang belajar mereka dan bersebelahan dengan kamar Adrian


setelah anak-anak mereka sudah kekamar masing-masing,Nadia mulai berbicara


"Pak,bu, Wulan,bang wahyu saya serius dengan ucapan saya tadi ingin melamar Fara untuk putra kami Ardhit" ucap Nadia


"Mbak Nadia Apa tidak takut bila sifat Asli Fara seperti ibunya ?" tanya Wulan ragu-ragu


"Insya Allah,mbak yakin Wulan Fara itu anak yang baik tidak selamanya sifat seorang anak itu menurun dari ibunya bisa saja menurun dari keluarganya yang lain yang punya sifat yang baik.


lagian tidak ada salahnya kita menerimanya apa lagi fara itu anak yatim piatu dan Ardhit juga menyukainya " ucap Nadia lagi


"iya benar kita tidak bisa menghukum seorang anak karena dosa dan kesalahan orang tuanya dimasa lalu, mereka terlahir ke dunia tidak tau menahu masalah orang tuanya"ucap Araman bijak


"iya, mungkin sifat Fara mengikuti sifat orang yang mengasuhnya sejak bayi, orangnya baik,ramah,sopan dan santun " ucap wahyu membenarkan ucapan Arman dan Nadia


"kalau begitu tidak ada salahnya kita menerimanya " ucap Wulan kini


"jadi gimana bang? abang setuju kan? tanya nadia lagi


"itu semua tergantung anak-anak keputusannya kita tidak bisa terlalu memaksakan kehendak Kita kasihan anak-anak kelak takut mereka tidak bahagia"ucap wahyu tak kalah bijak

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu kita bicarakan ini lagi besok sebelum kalian pulang " ucap Nadia dan diangguki oleh semuanya


kini mereka masuk kedalam kamar mereka masing-masing


sesampainya didalam kamar Nadia dan Arman tidak langsung tidur mereka berbincang sejenak


"mas yakin kan dengan semuanya " tanya Nadia pada suaminya


"Mas yakin sayang, insya Allah mereka akan bahagia kelak seperti kita " ucap Arman mencolek dagu istrinya


"ih mas apaan sih,makin tua makin ngenit" ucap nadia tersipu malu mukanya memerah, inilah yang Arman sukai walaupun mereka sudah lama berkeluarga namun Nadia masih sering malu-malu


"kamu cantik sayang kalau sedang malu-malu begitu " ucap Arman


"ih mas Apaan sih,yuk tidur sudah malam" ucap Nadia dan membalikkan badannya lalu menarik selimutnya


"tunggu dulu sayang,kita belum malakukan ritual malam olah raga dulu yuk sayang lagi pengen ini" ucap Arman dan tangannya sudah bergerilya mencari tempat favoritnya


Nadia hanya pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya


...****************...


Fara terbangun dari tidurnya, saat fara melihat jam di ponsel yang sudah menunjukkan puku 04.30 Fara bergegas turun dari ranjang empuk Milik Della dan Fara pun berjalan maenuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya, setelah itu Fara keluar dari kamar Della dan saat bersamaan Ardhit pun sedang lewat depan kamar Della hendak ke musholla samping rumahnya namun Fara yang terburu-buru keluar dari kamar seketika menabrak tubuh Ardhit dan mereka pun terjatuh bersama,Fara berada diatas Ardhit dan tanpa sengaja pula bibir mereka bertemu,Fara dan Ardhit terkejut saat merasakan benda kenyal mereka saling bersentuhan


Ardhit tersenyum dalam Hati merasa mendapatkan berkah diwaktu subuh,Fara bergegas turun dari tubuh Ardhit dan hendak berdiri namun Ardhit menarik tangan Fara hingga Fara terduduk diatas pangkuan Ardhit,Fara diam mematung menatap wajah Ardhit mata mereka saling mengunci hingga akhirnya suara Azan berkumandang


Ardhit tersenyum manis pada Fara lalu mengecup kening Fara, Fara yang diperlukan seperti itu hanya terdiam dan tersenyum


"bangun yuk dek, nanti kita telat shalatnya " ucap Ardhit lembut dan membelai pipi Fara


"i- iya mas" jawab Fara gugup lalu berdiri Dari pangkuan Ardhit


Ardhit tersenyum melihat wajah Fara merah merona


"sana dek Ambil Wudhu kita sholat jamaah di mushola " ucap Ardhit


"i- iya mas"jawab Fara lalu berjalan cepat menuruni tangga menuju kamar tamu


"pelan-pelan dek nanti kamu jatuh " ucap Ardhit lagi dan Fara menoleh padanya dengan senyuman


Ardhit mengelus dadanya lalu menyentuh bibirnya sendiri dan tersenyum


Ardhit bergegas menuruni anak tangga dan menuju kamar mandi lantai bawah untuk mengulang Wudhu nya yang batal


tanpa sepengetahuan mereka berdua ternyata Adrian merekam semua kejadian demi kejadian yang dilihatnya secara live subuh ini


saat Ardhit keluar dari kamarnya Adrian pun keluar dari kamarnya tanpa Ardhit sadari entah mengapa Adrian membawa ponselnya yang biasanya ponselnya itu disimpan dalam kamar saat akan ke musholla tapi kali ini Adrian lupa meletakkannya

__ADS_1


"alamat Ada yang nggak konsen nih sebentar " ucap Adrian pada dirinya sendiri dan tersenyum jahil


Adrian bergegas turun dan langsung menuju ke musholla untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah, sesampainya disana semua keluarganya sudah ada disana bersama beberapa warga dan bersiap untuk sholat


__ADS_2