
kenal kak, siapa yang tidak kenal dia si playboy cap cicak kayak gitu, dia itu hoby nya adalah gonta ganti pasangan " ucap Della
"oh ternyata kadal buntung ?" ucap Arka
setelah berucap seperti itu Arka mengajak semua untuk pergi dari sana
"yuk pergi,tuh kita sudah dicari untuk Foto-foto " ucap Arka dan semua pun pergi meninggalkan Damar,Jack, Evan dan Felix
Fara pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun tapi tidak dengan Ubaidillah dan Rafardhan mereka sempat mengancam Damar sebelum mereka pergi
"ingat ya pak Damar jika terjadi sesuatu kepada Fara ataupun saudara kami yang lainnya dan itu pelakunya salah satu dari kalian maka saya tidak akan segan-segan membuat kalian jatuh miskin dan ingat juga jangan memakan hak orang lain apalagi hak anak yatim-piatu " ucap Ubaidillah dengan tatapan tajamnya
" pak Jack jangan pernah mau membela orang yang salah kasihan anak dan istrimu akan menerima akibatnya " ucap Rafardhan berbisik pada Jack dan pergi dari sana
Damar menyugar rambutnya prustasi karena semua yang direncanakannya telah gagal total ternyata fara tidak semudah yang dibayangkannya untuk membujuknya menikah dengan Evan
Damar sekarang mengganti rencananya,dia ingin menjual semua sahamnya termasuk saham milik aldo namun tanpa sepengetahuannya Ubaidillah sudah bergerak cepat,ubai sudah memerintahkan anak buahnya untuk mengalihkan kepemilikan saham atas nama Fara jadi Damar tidak akan mudah untuk menjual saham itu yang sudah dirubah atas namanya serta memerintahkan orangnya mencari tau Harta apa saja yang diwariskan oleh pak Aldo kepada putrinya
Damar meninggalkan pesta tanpa berpamitan
Pukul 3 sore pesta telah usai semua telah kembali kerumah masing-masing seperti saat ini Shila dan Shela diboyong oleh keluarga suaminya kerumah abi Mansyur sedangkan keluarga Nadia kembali kerumah mereka
sesampainya di rumah Abi Mansyur semua beristirahat setelah melaksanakan sholat Duhur dan makan siang bersama saat semua orang beristirahat karena seharian ini mereka kelelahan, Namun tidak dengan ubai, Rafa, Fariz dan Rifqi mereka membicarakan tentang Damar, Ubai juga sudah menunjukkan video percakapan Damar dan Fata di ponsel Rafa, Ubai juga sudah menceritakan bahwa dia sudah memerintahkan orang kepercayaannya mengalihkan semua saham hak milik Fara atas nama Fara sendiri bukan lagi Damar
Fariz menepuk pundak adiknya pelan karena bangga adiknya itu bisa berfikir dan bertindak cepat
saat mereka sedang Asyik membahas tentang Damar, ponsel Ubai berdering, Ubai melihat siapa ID yang sedang memanggil
"Assalamualaikum Bos" ucap Ari diseberang sana
"Waalaikumsalam Ri, bagaimana apa kamu sudah menyelesaikannya ?" ucap Ubai dan mengaktifkan loudspeaker ponselnya
__ADS_1
"Sudah beres Bos" ucap Ari
"hebat kamu Ri dalam waktu singkat bkamu bisa menyelesaikan semuanya " ucap ubai senang
"ini semua karena bantuan Tuan Jack dan beruntungnya semua berkas yang kita butuhkan semua tuan Jack memegangnya dan untuk harta yang lainnya saya juga sudah memindahkan atas nama nona Fara dan itu juga tidak lepas dari bantuan Tuan Jack dan pengacaranya sepertinya mereka punya dendam pribadi bos dengan Tuan Damar hingga mau menghianatinya"ucap Ari panjang lebar menjelaskan
"okey Ri, sebentar saya akan kirimkan gajimu, terimakasih atas kerja kerasmu " ucap ubai
"iya bos sama-sama," ucap Ari
mereka mengakhiri panggilannya setelah berucap salam
"Alhamdulillah semua sudah ditangani,oh iya bagaimana dengan masalah Adnan kak?" ucap Rafa pada Fariz
"saya sudah melaporkannya bkepada atasannya dan saat selesai diperiksa kesehatannya ternyata Adana menderita gangguan kejiwaan karena trauma berulang kali gagal menikah dengan gadis-gadis kembar seperti Shila dan Shela makanya dia terobsesi ingin memiliki keduanya dan sekarang adanan dirawat di RSJ, surat izin praktek dokternya semua telah dicabut " ucap Fariz
"Alhamdulillah, semua masalah bisa teratasi saya berharap ini permasalahan pertama dan terakhir kita "ucap Rifqi
"Aamiin " jawab semuanya
keluarga besar Nadia dan wahyu ikut bersama mereka kekampung untuk menghadiri resepsi pernikahan Ardhit dan Fara
keluarga Fariz dan Rifqi tidak bisa hadir karena mereka juga sedang sibuk mengurus acara lamaran salah satu anak saudara mereka
keluarga Bibuk sari dan Babah Ahmad sangat Antusias menyambut kedatangan mereka, karena keluarga besan mereka ini adalah malaikat penolong bagi mereka karena mobil yang diberikan Ardhit untuk Ferdinand kini mereka mereka memiliki beberapa mobil untuk direntalkan dan sudah merubah perekonomian keluarga mereka karena Ferdinand mempekerjakan sepupu- sepupunya yang pengangguran menjadi sopir sewaan
Pesta resepsi pernikahan Fara dan Ardhit digelar sangat meriah
keluarga Ardhit dikampung hanya seminggu karena mereka banyak pekerjaan
sedangkan Ardhit dan Fara tinggal dikampung selama dua minggu hitung-hitung sebagai bulan madu karena disana banyak tempat-tempat wisata dan karena itulah mobil sewa Ferdinand sangat cepat berkembang, Ardhit bangga pada iparnya itu karena mengembangkan amanah sangat baik karena mobil pemberian Ardhit tidak lagi digunakannya untuk dijadikan mobil rental namun dijadikan mobil khusus untuk keluarga, Ardhit pun membeli tiga lahan perkebunan dimana Babah dan kakak iparnya nya bekerja, kebetulan sang juragan sedang butuh dana cepat dan Ardhit tidak membuang kesempatan itu kini Babah Ahmad, Farhan dan Faisal masing-masing mengelola perkebunan dan mempekerjakan masyarakat sekitar dan itu semakin membuat orang-orang semakin bangga kepada Fara karena fara tidak melupakan keluarga angkatnya malah lebih mengangkat derajat keluarga angkatnya semua orang semakin sayang kepada Fara dan keluarganya
__ADS_1
Hari ini Fara dan Ardhit berpamitan untuk pulang karena Ardhit banyak pekerjaan,sari menangis sesenggukan karena akan berpisah jauh lagi dengan putri satu-satunya walaupun hanya seorang putri angkat
Ardhit senang istrinya banyak yang menyayanginya
"kalian sering-sering ya mengunjungi Bibuk dan Babah ya nak dan Bibuk doakan disini segera hadir cucu Bibuk"ucap sari mengelus perut rata Fara ditengah isak tangisnya
"Buk,bah,nenek,kakak kami pamit ya" ucap Fara yang sudah berderai air mata
"iya nak kamu hati-hati ya "ucap sari
" paman,bibik tolong jaga keluargaku di sini ya, do'akan kami bisa berkunjung kembali kemari" ucap Fara kepada semua keluarga yang mengantarkan mereka banyak yang datang membawakan oleh-oleh hasil kebun mereka maupun makanan khas daerah mereka dari hasil buatan tangan mereka sendiri
Fara mencium punggung tangan semua keluarganya
"Bro kelola dengan baik kebun kita itu untuk masa depan anak-anak kita " ucap Ardhit pada Farhan dan Faisal sambil memeluk mereka bergantian
"Dek kembangkan terus usahamu jika kalian ada masalah jangan segan-segan menghubungi kakak ya" ucap Ardhit pada saat memeluk Ferdinand semua tersenyum mendengar ucapan Ardhit pada Ferdinand dan farhan serta Faisal
"kami berangkat Assalamualaikum "ucap Ardhit fara hanya menganggukkan kepalanya karena tidak bisa berucap karena menangis
"waalaikumsalam, hati-hati mas Adhit"ucap semua orang yang mengantar kepulangan mereka, Ardhit hanya mengangguk dan tersenyum lalu melambaikan tangannya saat mobilnya yang dibawa kang saleh supir perusahaannya mulai berjalan
...****************...
Beberapa Bulan telah berlalu kini Shila, shela dan Fara tengah berbadan Dua,Fara sisa menunggu hari yang sangat mendebarkan baginya menanti kelahiran Putra pertamanya, ternyata benar ucapan adalah Do'a karena ucapan Fara hari itu kepada Damar yang hanya alasannya saja ternyata menjadi kenyataan semua keluarga besar sangat bahagia
Shila dan Shela sedang mengandung bayi kembar sepasang, Fariz dan Rifqi memilih membeli rumah bersebelahan agar memudahkan kedua istri mereka bertemu, Ardhit juga memilih membeli rumah yang dekat rumah kedua kakaknya agar jika keluarga mereka datang berkunjung bisa mengunjungi mereka sekaligus
Permasalahan Damar pun sudah selesai Fariz dan Rifqi menarik sahamnya dari perusahaan Damar begitu pun dengan yang lainnya sehingga perusahaan Damar mengalami kebangkrutan,Damar meminta maaf kepada Fara dan Damar membawa ibunya kembali ke kampung halamannya dan memulai usahanya yang baru Damar pun sudah menceraikan Friska istrinya dan Nyonya Carolina saat ini mengalami stroke dan tidak bisa berbuat apa-apa selain berbaring sedangkan Evan kini mendekam dipenjara karena membunuh kekasihnya yang sedang hamil dan dia tidak ingin bertanggung jawab.
warisan Aldo untuk Fara telah dimiliki fara namun salah satu tanah milik papanya itu Fara membangun panti Asuhan dan sekolah untuk anak-anak yang kurang mampu dengan kepemimpinan Della yang sejak dulu mempunyai cita-cita menjadi seorang pendidik,Fara juga meminta suaminya untuk membuatkannya sebuah butik untuk dikelolanya nanti bersama Adik Sepupunya Shinta yang sangat mahir dalam mendesain baju-baju, saat ini Shinta menyelesaikan pendidikan desainernya
__ADS_1
Nadia mendukung semua apa yang dilakukan oleh semua anak-anaknya
Sari dan Ahmad sudah datang dari kampung untuk menemani Fara saat melahirkan nanti, mereka sangat bersyukur karena keluarga Ardhit sangat baik dan menerima mereka layaknya orang tua kandung fara