Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 74


__ADS_3

" mungkin saja sayang bunda juga seperti itu tapi kita doakan mami,papi dan Juga adik-adikmu disana baik-baik saja "jawab Nadia mencoba menguatkan hati anaknya dan juga hatinya yang sudah beberapa hari ini merasa yidak tidak tenang


" Aamiin ya Allah,semoga semua baik-baik saja seperti yang kita harapkan "jawab shila


"Mana adik-adikmu kak?"tanya nadia mencoba mengalihkan pembicaraan


"Arka masih tidur Bun, mungkin capek karena katanya tadi disekolah nya lagi ada pertandingan futsal " jawab shila dan diangguki oleh nadia


"kalau Shela dimana ?"tanya Nadia


"Shela lagi kerja tugas bund tugasnya belum rampung kalau saya sih sudah lama selesai "jawab shila


"kok gitu kak? apa Shela lebih banyak mainnya dari pada belajar ? ucap nadia tegas hingga membuat shila terkejut dan takut jika sang bunda sudah marah bumi akan bergetar


"bukan begitu bunda, Shela kan masuk kepengurusan OSIS jadi kegiatannya itu padat merayap jadi tugas-tugas sekolah dia balab biar nggak ketinggalan " Jawab shila cepat


" trus kamu nggak masuk pengurus OSIS juga ?" tanya nadia


"malas bund, saya punya kegiatan sendiri dan saya iti lebih senang dengan kegiatan belajar kelompok ketimbang mengurus masalah kegiatan sekolah karena disekolah kita sekarang banyak kegiatan ekstrakurikuler yang bisa di ikuti " jawab shila


"lagian juga saya senang bund,selama Shela masuk kepengurusan OSIS saya itu bisa cepat tau tentang lomba-lomba ataupun kegiatan lain apalagi Shela masuk pengurus Inti


info seputar sekolah saya cepet tau" ucap shila lagi sambil cengengesan


" oh syukurlah kalau begitu, semoga kalian bisa sukses nak Bunda bangga pada kalian"ucap Nadia merangkul pundak putri sulungnya dan mencium pelipis putrinya dengan sayang


"Aamiin bun, selalu doain kami ya Bun " ucap shila lalu membalas pelukan bundanya


" tentu saja sayang bunda selalu mendoakan kalian tanpa henti " Jawab Nadia


" yuk bantu bunda buat makan malam" ucap Nadia pada putrinya


"ayuk bunda" jawab shila cepat


shila memang sangat senang membantu Bundanya memasak maupun membuat kue


masakan dan kue-kue yang dibuat shila dan Shela juga sangat enak


shila dan Shela punya hoby yang sama yaitu memasak seperti sang bunda namun selera mereka berbeda


shila sering membuat kue kekinian yang ditontonnya di yutub


sedangkan Shela lebih sering membuat makanan makanan juga ditontonnya diyutub


Cita-cita Shela ingin jadi koki yang terkenal dan go internasional


sedangkan shila bercita-cita ingin menjadi seorang dokter anak


Nadia Hanya mendukung apa yang ingin dicapai Anak-anaknya

__ADS_1


Nadia tidak pernah membatasi ruang gerak Anak-anaknya selama itu hal-hal yang positif dan bermanfaat


sedangkan arka sangat senang menggambar


Arka sangat pandai menggambar dan melukis Nadia tidak menyangka ternyata bakat yang dimiliki ayahnya menurun kepada putra bungsunya


semua masakan telah selesai Nadia dan shilla pun kini kekamar masing-masing masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri


" dari mana kak?"ucap Shela saat melihat kakaknya masuk kedalam kamar


"Bantuin bunda masak !"jawab shila enteng


"kok nggak ngajak-ngajak sih kak! memangnya masak apa?"tanya Shela


"masak sayur kangkung tumis,udang pedas manis juga ada ayam krispi kesukaan sibungsu dan banyak lagi" ucap shila berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri


"wah makan malam enak nih"jawab shela menelan ludahnya karena makanan yang dimasak kakak dan bundanya semua makanan kesukaannya


"harus cepat-cepat selesaikan tugas ini kalau nggak pasti dapatnya sedikit hihihihi" ucap Shela lagi cekikikan


"dek tugas kamu masih banyak ?"ucap shila tiba-tiba sudah ada dibelakang Shela


Shela terkejut dan repleks memutar kursi belajarnya dan melempakan spidol warna yang dipegangnya


"auh"keluh Shila karena kena spidol warna yang dilemparkan adiknya


"maaf kak,maaf tadi repleks melempar soalnya kakak sih ngagetin aja" ucap Shela berdiri dari duduknya san dan mengusap jidat kakaknya yang terkena lemparannya


" kakak nggak tau kamu bakal nimpuk pakai spidol " ucap shila mengerucutkan bibirnya


"sekali lagi maaf Kak maaf ya kakakku yang cantik jelita tiada duanya " ucap Shela membujuk kakaknya yang lagi mode ngambek


" sudah....sudah selesaikan cepat tugas kamu lalu bersihkan diri dan siap-siap sholat magrib "ucap shila yang berlalu dari dekat shela


Shila duduk ditepi kasur dan mengambil sebuah salep didalam laci meja lalu mengucapkan kejidatnyaa yang sedikit bengkak dan memerah


"uhhk...sakit juga ini,apes bener dah kena timpuk adik sendiri " ucap shila mengelus jidatnya yg terasa sakit


shela masih bisa mendengar gerutuan kakakya hanya mampu menyembunyikan tawanya


takut nanti kakakya tambah marah kalau tau dia tertawa


tidak berapa lama saya azan magrib pun terdengar shela bergegas berdiri dari duduknya dan berlari kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri


"kan sudah kakak suruh dari tadi tapi nggak mau dengar "ucap shila melihat adiknya


Shila keluar dari kamarnya dan berjalan kekamar adik bungsunya untuk mengecek apakah sudah bangun dari tidurnya atau belum


tok tok tok

__ADS_1


"dek kamu sudah bangun ?" ujar shila berdiri didepan pintu kamar adiknya


sebenarnya pintu kamar Arka tidak pernah terkunci akan tetapi mereka diajarkan oleh Bundanya untuk mengetuk pintu setiap ingin masuk kekamar orang lain itulah yang selalu diterapkan oleh anak-anak Nadia


mengetuk pintu kamar terlebih dahulu sebelum masuk kedalam agar orang yang berada dalam kamar tidak kaget


"sudah kak"ucap arka membuka pintu kamarnya dan sudah berpakaian rapi pertanda sudah membersihkan diri


"sholat magrib dulu dek setelah itu kita makan bersama "ucap shila pada adiknya dan melangkah menuju musholla kecil yang berada dibelakang toko kuenya


didalam mushollah sudah terlihat Nadia dan yang lainnya


Tora yang sudah berdiri didepan bersiap menjadi imam sholat magrib hari Ini


Mereka sholat berjamaah dengan khusyuk


setelah sholat magrib Nadia mengajak mereka untuk makan malam bersama seperti biasanya


"Nad bagaimana kalau kita gelar tikar diteras aja trus kita makan malam diteras kayaknya seru makan dengan lesehan "ucap Tora memberi ide


"Bagus juga tuh om idenya, nggak apa-apa kan Bunda sekali-kali kita makan diluar


diluar rumah maksudnya hihihi " ucap Shela cekikikan dan yang lainnya ikut tertawa


"iya benar banget makan diluar kata orang-orang rasanya enak


masa orang-orang saja yang biasa makan diluar kita juga bisa makan Diluar "ujar Wandi menimpali ucapan ponakannya yang usil


" hahahahahaha,kalian ini ada-ada saja


ya sudah ayo bantu ngambil makanan simeja makan dan bawa keluar


Bang gelar tikar ya kan idenya dari abang "ucap Nadia pada Tora


"siap bos Chu tidak masalah "jawab tora dan berlalu masuk kedalam toko untuk mengambil tikar yang biasa mereka pakai saat mengemas kue


setelah semua makanan tersedia diatas karpet mereka semua duduk berhadap hadapan bersiap melakukan ritual makan malam


Nadia menganggap semua karyawannya adalah keluarganya begitupun semua karyawannya menganggap Nadia seperti keluarga mereka namum mereka tau batasan wajar terhadap Bosnya dan selalu bersikap sopan dan menghormati Nadia


menu makanan yang yang tersaji sungguh menggugah selera


"ayuk makan, dede'pimpin doa makannya ya "ucap Nadia


dan arka pun memimpin doa makan .


mereka semua makan dengan sangat lahap hingga tak ada makanan yang tersisa


Nadia merasa bahagia karena dia tidak pernah sendiri

__ADS_1


Nadia dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya


__ADS_2