
beberapa hari berlalu
saat ini wahyu sedang bersantai di teras depan rumah sepulang dari kantornya wahyu sedang memperhatikan beberapa anak-anak sedang bermain dihalaman rumah kontrakan yang tidak begitu luas disana juga ada beberapa ibu-ibu yg duduk bergosip
wahyu sebenarnya merasa sangat marah pada
marni tapi wahyu berfikir semua tidak ada gunanya semua sudah terjadi bukan ketenangan yang akan di dapat kannya akan tetapi pertengkaran dan pertengkaran yang akan terus terjadi diantara mereka
para tetangga juga sudah pada jengah mendengar pertekaran mereka yang terjadi setiap hari
tidak mengenal waktu wahyu dan marni sudah berulang kali di beri peringatan akan tetapi marni setiap hari terus memancing emosi Wahyu
walau hanya masalah kecil marni pasti akan dibesar-besarkannya
wahyu sudah bosan dengan keadaan ini ingin rasanya Wahyu meninggalkan marni akan tetapi Wahyu mengingat saat ini Marni sedang hamil besar sebentar lagi buah hati mereka akan lahir kedunia ini wahyu tidak ingin mengulang kesalahannya untuk kedua kalinya mengabaikan anaknya
wahyu mencoba berdamai dengan keadaan
menerima marni dengan segala kekurangannya karena itu adalah pilihannya dia dulu sangat mencintai Marni rela membohongi dan mengkhianati Nadia demi bisa bersama Marni
sekarang Nadia sudah melepaskannya
namun entah mengapa perasaan Wahyu tidak semenggebu-gebu dulu
dulu Wahyu sering membohongi Nadia mengatakan pada Nadia dia sedang bekerja lembur atau sedang ditugaskan keluar kota namun kenyataannya Wahyu hanya menghabiskan waktu bersama marni di sebuah kost kostan tempat marni tinggal selama ini karena marni bekerja sebagai wanita sewaan tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya dan juga tanpa sepengetahuan wahyu bahwa wanita yang dicintainya itu berprofesi sebagai ayam kampus
karena marni tidak akan menerima ajakan kencan dari pria lain jika wahyu akan datang kekostnya
Wahyu pernah bertanya pada marni apa sebenarnya pekerjaan marni sehingga marni harus kost-kostan dan tinggal terpisah dengan orang tuanya
marni menjawab dengan gaya yg dibuat buat agar wahyu ter"ngs"ng bahwa dia ingin bebas melakukan apa saja bersama Wahyu bila sia tinggal bersama kedua orang tuanya maka mereka tidak akan bebas memadu kasih
wahyu juga pernah bertanya siapa lelaki yang pertama kali mengambil keperawanannya dengan entengnya marni menjawab wahyu sendiri yang merenggutnya
Wahyu yang mendengar itu merasa heran karena dulu sewaktu mereka pacaran mereka tidak pernah melakukan hal yang diluar batas
marni mengatakan selaput dara nya pecah saat mereka mengalami kecelakaan motor dulu dan wahyu percaya begitu saja karena dulu memang mereka pernah kecelakaan dan marni sempat dirawat dirumah sakit
semua Yang marni atakan pada Wahyu hanyalah kebohongannya saja Aldo lah pria pertama yang merenggut kesucian marni
Marni merelakannya karena marni berfikir Aldo anak orang kaya tidak mungkin dirinya disia siakan
dan demi Aldo Marni rela meninggalkan Wahyu
sekarang mereka bersama namun bukan kebahagiaan yang dirasakannya namun banyaknya masalah datang silih berganti
__ADS_1
kebersamaan mereka membuat keluarga mereka menjauh
marni diusir dari rumah karena hamil anak Aldo namun marni meminta tanggungjawaban pada wahyu
sedangkan Wahyu diusir oleh ibunya karena rasa kecewa yang mereka rasakan
"ya Allah kenapa hidup ku semakin tidak karuan seperti ini " gumam Wahyu melamun
"bang tongin saya bang"teriak marni dari dalam kamar
wahyu yang khawatir terjadi sesuatu pada marni bergegas menemui marni didalam kamar
"marni kamu kenapa ?"tanya wahyu khawatir
"bang sakit bang " ucap marni menangis
"perut kamu sakit ?"tanya Wahyu
"iya bang sakit sekali bang saya tidak tahan bang sakit sekali "ucap marni bercucuran keringat dan wajahnya terlihat pucat
"kamu tunggu sebentar ya,saya mau cari bantuan dan kita kerumah sakit "ucap wahyu panik
"iya bang jangan lama-lama ya saya takut"kata marni meringis menahan sakit dibagian bawah perutnya
"bang ipul , assalamualaikum bang"Ucap wahyu mengetuk pintu tetangga yang berada beberapa rumah dari rumahnya
"walaikumsalam,kenapa yu kok panik amat?!"ucap bang ipul mengernyitkan dahinya melihat wajah pucat wahyu
"tolong bang istri saya mau lahiran "ucap wahyu
"loh kenapa nyari saya yu kalau istri kanu mau lahiran kan saya bukan dukun beranak "ucap bang ipul masih bingung karena Wahyu mencarinya saat istrinya ingin melahirkan
"bukan gitu bang saya mau sewa mobil pickup Abang untuk bawa istri saya kerumah sakit" jawab wahyu mengusap kasar wajahnya
"lah kenapa nggak ngomong dari tadi, tunggu kalau gitu saya ambil kunci mobil dulu"ucap bang ipul
setelah itu bang ipul keluar bersama istrinya dan bergegas berjalan kerumah wahyu
wahyu langsung masuk kedalam kamar dimana marni berada di ikuti oleh bang ipul dan mbak Ningsih istri bang ipul
diatas kasur terlihat marni menangis dan meringis menahan sakitbpada perutnya
wahyu dan bang ipul membantu marni berjalan sedikit demi sedikit keluar rumah menuju mobil pickup bang ipul
sedangkan mbak Ningsih menyiapkan semua keperluan Nadia dan bayinya nanti setelah semua siap mbak ningsih berlari menuju mobil pickup suaminya untuk menggelar tikar yang dibawanya dari rumah wahyu mbak Ningsih juga membungkus bantal memakai sarung
__ADS_1
setelah mbak Ningsih menggelar tikar di bak mobil pickup suaminya Marni dinaikkan keatas mobil dibantu beberapa tetangga yang turut ikut melihat ada juga beberapa ibu-ibu yang ikut mengantarkan marni kerumah sakit ada juga yang dengan baik hati menyampaikan makanan yang dimasukkan kedalam rantang stainless untuk bekal wahyu nanti menunggui marni melahirkan wahyu hanya mampu mengucapkan banyak terimakasih kepada semua tetangganya yang peduli kepada mereka
tak terasa tetesan bening jatuh dari matanya wahyu segera menyekanya
mereka hanya berdua saja semua keluarga mereka tdk ada yang peduli kepada mereka namun wahyu bersyukur dalam keadaan genting seperti ini tetangganya dengan suka rela membantu
tak terasa mereka telah sampai dirumah sakit dengan cepat Wahyu memanggil perawat untuk membawa bankar untuk Marni
setelah perawat memindahkan marni kebangkar lalu mendorongnya keruang tindakan persalinan
wahyu dan yang lainnya ikut berjalan cepat mengikuti para perawat yang membawa Marni
setelah sampai di ruang persalinan marni segera di periksa dan ternyata belum mengalami pembukaan sempurna
bidan yang menangani marni segera keluar dan memberitahukan kepada keluarga pasien
"suaminya bu marni ?"tanya bu bidan
"saya bu suaminya Marni"ucap wahyu cepat
"masih bukaan 7 pak,kira tunggu sampai bukaan sempurna kalau bapak ingin menemani istri bapak didalam silahkan tapi keluarga yang lain busa tunggu diluar saja"ucap ibu bidan
"iya bu bidan "jawab mereka serempak
"kamu yang sabar ya yu kalau anak pertama memang seperti itu biasanya lama biasa juga cepat "ucap bang ipul
"iya mas wahyu ,dulu waktu anak saya yang pertama juga seperti ini lama nunggu lahirnya "timpal bu wina menanggapi ucapan bang ipul
wahyu hanya manggut-manggut seolah-olah ini adalah pengalaman pertamanya namun tanpa mereka tau ini adalah pengalaman ketiga wahyu menemani sang istri melahirkan walaupun beda orang
seingat wahyu dulu Nadia saat melahirkan Sikembar Nadia terlihat begitu tenang dan santai walau sesekali meringis menahan rasa sakit tapi Nadia tidak sampai menangis dan berteriak teriak seperti yang dilakukan marni
begitu pun saat melahirkan Arka Nadia hanya mengalami kontraksi sebentar tak berselang beberapa lama Arka putra tampan wahyu yg memiliki wajah sama persis dengannya
namu wahyu tidak ingin putranya seperti dirinya melakukan banyak kesalahan dan sekarang berada di situasi seperti ini
"yu kenapa melamun?!kamu yang banyak berdoa semoga istri dan anakmu baik-baik saja" ucap bang ipul menepuk pelan pundak wahyu dan membuyarkan lamunan wahyu tentang masa lalunya
"iya bang terima kasih banyak atas bantuan kalian semua "ucap wahyu tulus
"iya mas wahyu sama-sama "
jawab mereka kompak
satu jam berlalu tak ada tanda-tanda marni akan melahirkan wahyu mulai khawatir
__ADS_1