
wahyu yang baru sampai dirumah kost-kostannya merebahkan tubuhnya diranjang nya yang berukuran kecil hanya cocok untuk satu orang
wahyu kesal karena Nadia terus saja menolaknya
wahyu juga merasa menyesal karena telah membuat Anak-anaknya benci padanya
itu akan membuat wahyu akan lebih sulit lagi untuk bisa mendapatkan Nadia kembali
" akhhhhh sial, kenapa hidup ku seperti ini saya sangat berharap bisa kembali pada Nadia karena kalau saya bersama Nadia hidupku tidak akan berantakan seperti ini saya juga tidak usah repot-repot memikirkan bagaimana cara memenuhi semua kebutuhan rumah dan Anak-anak
karena Nadia sudah sukses" ucap wahyu pada dirinya sendiri
sifat egoisnya dan mau menang sendiri tidak akan pernah berubah
wahyu terlelap dan sudah lupa membersihkan diri
pagi hari menjelang wahyu terbangun dari tidurnya dan baru menyadari kalau dia tidak mengganti baju kerja yang dipakainya kemarin
wahyu berajak dari tidurnya tanpa membersihkan diri wahyu menuju dapur mininya untuk membuat sarapan karena perutnya sudah terasa sangat lapar
wahyu hanya membuat nasi goreng dan telur ceplok karena itu makanan yang tidak membutuhkan waktu lama
seharian ini wahyu hanya dikost-kostsannya saja wahyu malas keluar dihari Sabtu ini
Wahyu hanya terdiam memikirkan bagaimana cara untuk bisa kembali mendapatkan simpati Nadia dan anak-anaknya wahyu tidak ingin menyerah wahyu sangat yakin kalau Nadia masih sangat mencintainya namun Nadia gengsi untuk mengakuinya
Wahyu membayangkan betapa bahagianya dia bila bisa marajut rumah tangga bersama Nadia lagi memiliki tiga orang anak yang cerdas dan membanggakan serta istri yang mandiri mempunyai masa depan yang cerah
wahyu tidak ambil pusing dengan kebencian Anak-anaknya saat ini jika mereka hidup bersama lagi kebencian itu akan terkikis oleh waktu
itulah yang ada dibenak wahyu saat ini obsesinya terhadap Nadia dan hartanya akan membawanya kejurang penyesalan yang mendalam
sedangkan ditempat Nadia
sejak kejadian kemarin Arka masih saja sering menangis malas berinteraksi dengan orang lain yang ada disekitarnya orang yang dekat dengan arka juga ikut merasakan sedih karena arka yang biasanya ceria dan cerewet kini jadi pendiam
Nadia takut anaknya menjadi trauma
"bunda bagaimana kalau kita ajak adek kepantai kan mumpung hari ini kami izin tidak masuk sekolah
kita ajak adek rekreasi siapa tau adebisa lupa kejadian kemarin " usul shela
"iya Bun bagus juga Itu,kasihan adek kalau kayak gini terus
sedih juga lihat adek kayak gini " ucap shila
"ini semua gara-gara Ayah yang tidak Mau mengalah dan mengerti
saya jadi benci sama ayah" ucap Shela
"sayang jangan bicara seperti itu nak tidak baik, bunda tidak pernah mengajarkan kalian seperti itu
seburuk-buruknya ayah dia akan tetap menjadi ayah kalian karena darah lebih kental dari pada air
sebesar apapun rasa benci kalian pada ayah kalian harus tetap hormat padanya kalian harus bisa memaafkan nya Allah saja maha pemaaf sayang masa kita umatnya begitu sombong tidak ingin memaafkan kesalahan orang lain apalagi orang itu adalah ayah kalian yang harus kalian sayangi dan hormati
apalagi kalian adalah seorang perempuan, suatu hari nanti kalian menikah yang akan menikahkan kalian adalah ayah kandung kalian
mengertikan sayang ?!" ucap Nadia lembut menasehati Anak-anaknya
"iya bunda" ucap Sikembar bersamaan
__ADS_1
lain shila lain pula yang ada dihati Shela
shila mengiyakan perkataan bundanya dan menyimpannya dalam ingatan perkataan bundanya
namun berbeda dengan Shela
"tidak semudah itu ayah mendapatkan maafku apalagi karena kelakuan dan kegoisa nya membiat bunda menderita selalu menangis dan adik kesayanganku menjadi trauma dan menderita "ucap shela dalam hati
shela masih sangat kesal kepada Wahyu
setiap kali wahyu datang pasti selalu membuat ulah dan membuat mereka merasa malu pada tetangga
beruntungnya Shela dan shila sekolah yang jauh dari lingkungan rumahnya dan tidak ada satupun teman dari sekolah dasarnya bersekolah di sekolah mereka sekarang
Jadi Shela tidak perlu merasa khawatir akan ada temannya yang tau kelakuan memalukan ayahnya cukup teman sekelasnya tau ibu mereka wanita kuat, wanita hebat dan mandiri
Nadia tidak pernah mengajarkan anak-anaknya bersifat sombong tapi tidak ada salahnya kan kalau Anak-anaknya merasa bangga pada ibunya yang berjuang sendiri menafkahi mereka
iya sayang sekarang kamu cari om Tora dan aunty mita kita berangkat sore ini kewisata pantai kita akan nginap disana semalam
Shela dan shila pun keluar mencari paman dan auntynya
"aunty mita dipanggil sama bunda tuh"ucap Shela saat melihat mita keluar dari pintu samping toko kue Nadia yang ada dirumah
"memangnya ada apa sayang ?"tanya mita penasaran
"ada deh aunty sekarang temuin bunda penting" ucap shela dengan senyum jahilnya shila hanya tersenyum
"okey kalau begitu saya temui bunda dulu"Ucap mita
" okey,kami cari om Tora dulu ya!"ucap Shela
Shila Hanya mengikuti langkah adiknya yang terus mengamit lengannya
ibunda Tora sudah meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya
kini Tora sedang dekat dengan sarah sijanda cantik beranak satu dan mereka akan segera menikah dalam waktu dekat ini
sedangkan Gilang masih mengharapkan Nadia tau perasaannya dengan bentuk perhatiannya akan tetapi Nadia tidak pernah menanggapinya
Nadia hanya mengangap bahwa Gilang hanya seorang teman dan karyawan tidak lebih gila pun tidak pernah memaksakan kehendaknya dan menampakkannya terang-terangan Gilang mengagumi Nadia dalam diam
"Akhirnya om Tora datang juga" ucap Shela
"om dicariin sama bunda" ucap Shila
"okey sayang,bunda dimana kak?!"tanya Tora
"dirumah om sama aunty mita "jawab Shela cepat
"okey om kerumah dulu " ucap Tora
"okey om" ucap Sikembar bersamaan
saat Tora melangkah masuk kedalam rumah shela menggandeng kakaknya
berjalan menuju dimana Wandi sedng sibuk menurunkan boks-boks kue yang sudah kosong
"om masih sibuk tida?!"tanya Shela pada Wandi
Wandi yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh
__ADS_1
"kenapa kak ?!"tanya wandi
"mau minta tolong om" jawab shela
"mau minta tolong apa ?" tanya wandi lagi mengerutkan keningnya penasaran
"kalau kerjaan om selesai tolong antar ke minimarket depan ya om"ucay shela
"okhey kak"jawab Wandi mengangkat satu jempolnya..
"kak kita ambil uang dulu yuk setelah itu kita beli cemilan untuk kita bawa" ucap Shela
shila hanya mengikuti apa yang adiknya inginkan
tak berselang beberapa menit mereka pergi ke minimarket yang ada diujung jalan diantarkan oleh Wandi mereka membeli beberapa cemilan
sedangkan Mita,Sarah serta Nadia sibuk menyiapkan semua keperluan yang akan mereka bawa untuk berlibur dadakan
sedangkan Tora menyiapkan kendaraan yang akan mereka gunakan saat berangkat nanti
Sarah sudah menelpon ke toko kue Nadia bertanya siapa saja yang ingin ikut berlibur bersama secara dadakan
ada beberapa karyawan yang ikut karyawan yang memang memiliki waktu liburan esok hari itu yang ikut
sedangkan untuk toko kue yang dirumah Nadia diliburkan
setelah semua persiapan selesai akhirnya mereka berangkat dengan tiga mobil termasuk mobil pick up yang sering Tora bawa mobil itu khusus membawa semua makanan dan peralatan lainnya
Nadia telah menelpon pihak rumah yang menyewakan rumahnya buat semalam mereka tempati
woy liburanlah liburan
waahh... healing kita healing, working mulu... eaahhhhh
pengen liburan, tapi belom punya cuan
pengen liburan, tapi dapur belom aman
pengen liburan, masih banyak angsuran
pengen liburan, aduuh ajak gw apahh,
biarin dah naik dibelakang juga
emaaakkk
7 hari dalam seminggu
Kita kerja melulu
Sering ngabisin waktu
Sampe kadang halu
Dapet gaji sebulan
Cuma cukup makan
suara musik dari tape recorder mobil yang dinyalakan Shela menemani perjalanan mereka menuju ketempat wisata pantai
setelah menempuh perjalanan selama tiga jam mereka sampai juga ditempat tujuan mereka
__ADS_1
Nadia dan rombongan menuju rumah yang akan mereka tempati
yang terkenal dengan villa sederhana yang berdiri kokoh di tepi laut