Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 63


__ADS_3

wahyu yang baru sampai dirumah kost-kostannya merebahkan tubuhnya diranjang nya yang berukuran kecil hanya cocok untuk satu orang


wahyu kesal karena Nadia terus saja menolaknya


wahyu juga merasa menyesal karena telah membuat Anak-anaknya benci padanya


itu akan membuat wahyu akan lebih sulit lagi untuk bisa mendapatkan Nadia kembali


" akhhhhh sial, kenapa hidup ku seperti ini saya sangat berharap bisa kembali pada Nadia karena kalau saya bersama Nadia hidupku tidak akan berantakan seperti ini saya juga tidak usah repot-repot memikirkan bagaimana cara memenuhi semua kebutuhan rumah dan Anak-anak


karena Nadia sudah sukses" ucap wahyu pada dirinya sendiri


sifat egoisnya dan mau menang sendiri tidak akan pernah berubah


wahyu terlelap dan sudah lupa membersihkan diri


pagi hari menjelang wahyu terbangun dari tidurnya dan baru menyadari kalau dia tidak mengganti baju kerja yang dipakainya kemarin


wahyu berajak dari tidurnya tanpa membersihkan diri wahyu menuju dapur mininya untuk membuat sarapan karena perutnya sudah terasa sangat lapar


wahyu hanya membuat nasi goreng dan telur ceplok karena itu makanan yang tidak membutuhkan waktu lama


seharian ini wahyu hanya dikost-kostsannya saja wahyu malas keluar dihari Sabtu ini


Wahyu hanya terdiam memikirkan bagaimana cara untuk bisa kembali mendapatkan simpati Nadia dan anak-anaknya wahyu tidak ingin menyerah wahyu sangat yakin kalau Nadia masih sangat mencintainya namun Nadia gengsi untuk mengakuinya


Wahyu membayangkan betapa bahagianya dia bila bisa marajut rumah tangga bersama Nadia lagi memiliki tiga orang anak yang cerdas dan membanggakan serta istri yang mandiri mempunyai masa depan yang cerah


wahyu tidak ambil pusing dengan kebencian Anak-anaknya saat ini jika mereka hidup bersama lagi kebencian itu akan terkikis oleh waktu


itulah yang ada dibenak wahyu saat ini obsesinya terhadap Nadia dan hartanya akan membawanya kejurang penyesalan yang mendalam


sedangkan ditempat Nadia


sejak kejadian kemarin Arka masih saja sering menangis malas berinteraksi dengan orang lain yang ada disekitarnya orang yang dekat dengan arka juga ikut merasakan sedih karena arka yang biasanya ceria dan cerewet kini jadi pendiam


Nadia takut anaknya menjadi trauma


"bunda bagaimana kalau kita ajak adek kepantai kan mumpung hari ini kami izin tidak masuk sekolah


kita ajak adek rekreasi siapa tau adebisa lupa kejadian kemarin " usul shela


"iya Bun bagus juga Itu,kasihan adek kalau kayak gini terus


sedih juga lihat adek kayak gini " ucap shila


"ini semua gara-gara Ayah yang tidak Mau mengalah dan mengerti


saya jadi benci sama ayah" ucap Shela


"sayang jangan bicara seperti itu nak tidak baik, bunda tidak pernah mengajarkan kalian seperti itu


seburuk-buruknya ayah dia akan tetap menjadi ayah kalian karena darah lebih kental dari pada air


sebesar apapun rasa benci kalian pada ayah kalian harus tetap hormat padanya kalian harus bisa memaafkan nya Allah saja maha pemaaf sayang masa kita umatnya begitu sombong tidak ingin memaafkan kesalahan orang lain apalagi orang itu adalah ayah kalian yang harus kalian sayangi dan hormati


apalagi kalian adalah seorang perempuan, suatu hari nanti kalian menikah yang akan menikahkan kalian adalah ayah kandung kalian


mengertikan sayang ?!" ucap Nadia lembut menasehati Anak-anaknya


"iya bunda" ucap Sikembar bersamaan

__ADS_1


lain shila lain pula yang ada dihati Shela


shila mengiyakan perkataan bundanya dan menyimpannya dalam ingatan perkataan bundanya


namun berbeda dengan Shela


"tidak semudah itu ayah mendapatkan maafku apalagi karena kelakuan dan kegoisa nya membiat bunda menderita selalu menangis dan adik kesayanganku menjadi trauma dan menderita "ucap shela dalam hati


shela masih sangat kesal kepada Wahyu


setiap kali wahyu datang pasti selalu membuat ulah dan membuat mereka merasa malu pada tetangga


beruntungnya Shela dan shila sekolah yang jauh dari lingkungan rumahnya dan tidak ada satupun teman dari sekolah dasarnya bersekolah di sekolah mereka sekarang


Jadi Shela tidak perlu merasa khawatir akan ada temannya yang tau kelakuan memalukan ayahnya cukup teman sekelasnya tau ibu mereka wanita kuat, wanita hebat dan mandiri


Nadia tidak pernah mengajarkan anak-anaknya bersifat sombong tapi tidak ada salahnya kan kalau Anak-anaknya merasa bangga pada ibunya yang berjuang sendiri menafkahi mereka


iya sayang sekarang kamu cari om Tora dan aunty mita kita berangkat sore ini kewisata pantai kita akan nginap disana semalam


Shela dan shila pun keluar mencari paman dan auntynya


"aunty mita dipanggil sama bunda tuh"ucap Shela saat melihat mita keluar dari pintu samping toko kue Nadia yang ada dirumah


"memangnya ada apa sayang ?"tanya mita penasaran


"ada deh aunty sekarang temuin bunda penting" ucap shela dengan senyum jahilnya shila hanya tersenyum


"okey kalau begitu saya temui bunda dulu"Ucap mita


" okey,kami cari om Tora dulu ya!"ucap Shela


Shila Hanya mengikuti langkah adiknya yang terus mengamit lengannya


ibunda Tora sudah meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya


kini Tora sedang dekat dengan sarah sijanda cantik beranak satu dan mereka akan segera menikah dalam waktu dekat ini


sedangkan Gilang masih mengharapkan Nadia tau perasaannya dengan bentuk perhatiannya akan tetapi Nadia tidak pernah menanggapinya


Nadia hanya mengangap bahwa Gilang hanya seorang teman dan karyawan tidak lebih gila pun tidak pernah memaksakan kehendaknya dan menampakkannya terang-terangan Gilang mengagumi Nadia dalam diam


"Akhirnya om Tora datang juga" ucap Shela


"om dicariin sama bunda" ucap Shila


"okey sayang,bunda dimana kak?!"tanya Tora


"dirumah om sama aunty mita "jawab Shela cepat


"okey om kerumah dulu " ucap Tora


"okey om" ucap Sikembar bersamaan


saat Tora melangkah masuk kedalam rumah shela menggandeng kakaknya


berjalan menuju dimana Wandi sedng sibuk menurunkan boks-boks kue yang sudah kosong


"om masih sibuk tida?!"tanya Shela pada Wandi


Wandi yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh

__ADS_1


"kenapa kak ?!"tanya wandi


"mau minta tolong om" jawab shela


"mau minta tolong apa ?" tanya wandi lagi mengerutkan keningnya penasaran


"kalau kerjaan om selesai tolong antar ke minimarket depan ya om"ucay shela


"okhey kak"jawab Wandi mengangkat satu jempolnya..


"kak kita ambil uang dulu yuk setelah itu kita beli cemilan untuk kita bawa" ucap Shela


shila hanya mengikuti apa yang adiknya inginkan


tak berselang beberapa menit mereka pergi ke minimarket yang ada diujung jalan diantarkan oleh Wandi mereka membeli beberapa cemilan


sedangkan Mita,Sarah serta Nadia sibuk menyiapkan semua keperluan yang akan mereka bawa untuk berlibur dadakan


sedangkan Tora menyiapkan kendaraan yang akan mereka gunakan saat berangkat nanti


Sarah sudah menelpon ke toko kue Nadia bertanya siapa saja yang ingin ikut berlibur bersama secara dadakan


ada beberapa karyawan yang ikut karyawan yang memang memiliki waktu liburan esok hari itu yang ikut


sedangkan untuk toko kue yang dirumah Nadia diliburkan


setelah semua persiapan selesai akhirnya mereka berangkat dengan tiga mobil termasuk mobil pick up yang sering Tora bawa mobil itu khusus membawa semua makanan dan peralatan lainnya


Nadia telah menelpon pihak rumah yang menyewakan rumahnya buat semalam mereka tempati


woy liburanlah liburan


waahh... healing kita healing, working mulu... eaahhhhh


pengen liburan, tapi belom punya cuan


pengen liburan, tapi dapur belom aman


pengen liburan, masih banyak angsuran


pengen liburan, aduuh ajak gw apahh,


biarin dah naik dibelakang juga


emaaakkk


7 hari dalam seminggu


Kita kerja melulu


Sering ngabisin waktu


Sampe kadang halu


Dapet gaji sebulan


Cuma cukup makan


suara musik dari tape recorder mobil yang dinyalakan Shela menemani perjalanan mereka menuju ketempat wisata pantai


setelah menempuh perjalanan selama tiga jam mereka sampai juga ditempat tujuan mereka

__ADS_1


Nadia dan rombongan menuju rumah yang akan mereka tempati


yang terkenal dengan villa sederhana yang berdiri kokoh di tepi laut


__ADS_2