Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
;Bab 90


__ADS_3

Pesta resepsi pernikahan Damar dan Friska telah usai,Ny Carolina telah menyiapkan jebakan untuk Damar karena Ny Carolina tau Damar tidak akan pernah ingin menyentuh istrinya


Ny Carolina dan Friska telah bekerjasama untuk bisa membuat Damar menyentuh Friska dimalam pertamanya


kini Damar dan Friska masuk kedalam kamar pengantin yang Ny Carolina sediakan dihotel itu


didalam kamar Friska tidak melakukan apa-apa,Friska hanya berpura-pura tidur setelah mengganti gaun pengantinnya dan membersihkan diri


Friska memakai pakaian dinas pengantin barunya namun dilapisi nya dengan bathrobe agar Damar tidak curiga.


Ny Carolina sudah menyiapkan segelas susu hangat dimeja dan Ny Carolina telah mencampurkan sesuatu kedalam susu itu


Ny Carolina sangat tau kebiasaan putranya, Damar tidak akan bisa tidur tanpa meminum segelas susu hangat sebelum tidur dan Damar adalah tipe pria yang sedikit ceroboh,Damar tidak akan memikirkan apa-apa lagi saat dirinya kesal


sifat Damar inilah yang akan dimanfaatkan oleh Ny Carolina


Benar dugaan Ny Carolina,Damar tanpa berpikir panjang segera meminum susu hangat yang disediakan diatas meja hingga tandas


Friska tersenyum melihat itu


" perhitungan momy Carol memang hebat " ucap Friska memuji ibu mertuanya dalam hati


"ahk saya harus mendekati mas Damar , jangan sampai dia keluar dari kamar " monolog Friska dan beranjak bangun dari tidurnya


Friska pura-pura terkejut melihat Damar seperti orang yang kepanasan dan tersiksa


lalu diapun mendekati Damar dan mulai mengelus punggungnya seolah-olah dia mencoba memberikan ketenangan akan tetapi Friska sengaja melakukan itu agar Damar makin tersiksa


Damar yang merasa tubuhnya tiba-tiba terasa panas dan perasaannya menginginkan lebih, tersentak kaget saat Friska menyentuhnya


"mas kamu kenapa?"tanya Friska pura-pura Panik namun hatinya bersorak gembira


"tidak tau ka tubuhku rasanya mau terbakar "ucap Damar


"mas mau minum ?" tanya Friska lagi dan ingin beranjak meninggalkan Damar Namun Damar segera menarik nya dalam pelukannya


"bantu saya Friska,tolong bantu saya.


saya sudah tidak tahan lagi" ucap Damar penuh permohonan dan itu membuat Friska senang bukan main


"yes"ucap Friska pelan dengan mengepalkan tangannya dibelakang punggung Damar dan tersenyum manis karena apa yang diimpikannya akan terjadi malam ini


Malam pengantin karbitan Damar dan Friska pun terjadi, senyuman dibibir Friska tidak pernah hilang

__ADS_1


Pagi menjelang Namum Friska masih terlelap dalam tidurnya karena kelelahan melayani suaminya, sedangkan Damar mulai mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam kamarnya.Damar terkejut saat mendapati dirinya memeluk tubuh Friska yang tidak tertutup oleh sehelai benangpun,Damar mulai mengingat sedikit demi sedikit apa yang telah terjadi kepada mereka semalaman.


Damar melepaskan tangannya yang dijadikan bantal oleh Friska, setelah terlepas dari Friska Damar duduk di tepi ranjang lalu menyugar rambutnya prustasi dan mengusap wajahnya dengan kasar.


Damar bergegas bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya,Damar berdiri dibawah shower dan menyiram tubuhnya dan berharap dapat menyegarkan tubuh dan hatinya.


saat selesai membersihkan diri Damar kembali kedalam kamarnya untuk mengambil pakaian di koper yang disediakan oleh ibunya namun tanpa sengaja Damar melihat punggung Friska yang tidak tertutup selimut Damar dapat melihat banyaknya mahakaryanya terlukis dipunggung Friska


Damar segera mengambil pakaiannya dan memakainya


Damar keluar dari kamarnya dan menuju restoran yang ada dihotel itu,tanpa Damar sadari dia menjadi pusat perhatian karena lehernya terdapat banyak cap kepemilikan dari Friska.


"wah istri bapak ganas juga ya " ucap salah seorang remaja pria yang berdiri didekatnya didalam lift.


Damar bingung dengan apa yang dikatakan oleh remaja itu, Damar cuek saja dengan celotehan remaja-remaja itu yang tertawa pelan mungkin takut Damar marah.


saat sampai didalam restoran seorang pelayan wanita menghampirinya dan memberikan buku menu. pelayan wanita itu tersenyum geli menatap Damar


" kenapa mbak tersenyum-senyum menatap saya?! apa ada yang salah dengan wajah Saya ?!" tanya Damar penasaran karena sejak dari tadi orang-orang menatapnya seolah-olah wajah sangat lucu


"ma-maafkan saya pak,saya tidak bermaksud menertawakan bapak tapi tanda cinta dari wanita bapak sangat banyak, sampai-sampai leher bapak penuh dengan tanda cinta " ucap pelayan wanita itu,laludia berlalu untuk mengambil pesanan Damar


Damar yang penasaran mengambil ponselnya dan membuka aplikasi kameranya untuk digunakannya untuk bercermin,Damar terkejut setelah melihat apa yang telah dilakukan Friska.


Damar berusaha cuek pada orang-orang disekelilingnya, namun tetap saja Damar merasakan sangat malu


Setelah pesanannya datang Damar segera menghabiskannya dan segera pergi dari sana tanpa mempedulikan bahwa Friska masih ada didalam kamar hotelnya


sedangkan didalam kamar hotel Friska yang baru bangun merasakan tubuhnya terasa remuk namun Friska bahagia karena dia telah menjadi istri seutuhnya Damar


walaupun malam pengantinnya adalah malam pengantin karbitan namun menyimpan banyak kenangan indah didalam kamar hotel itu,Friska mencari keberadaan suaminya namun tak ditemukannya, Friska berfikir positif bahwa suaminya itu pasti sangat malu


Friska begegas membersihkan diri berniat keluar dari kamar hotelnya untuk mengisi perutnya yang sudah kerongcongan, saat hendak membuka pintu kamarnya tiba-tiba saja ada yang mengetuk dari luar.


friska menyangka itu adalah Damar.


Friska segera membuka pintu dengan senyuman manisnya namun setelah pintu terbuka senyum Friska luntur karena bukan Damar yang berdiri dibalik pintu namun pria asing yang baru dilihatnya


"maaf nyonya,saya jack asisten pribadi tuan Damar.saya diperintahkan tuan Damar untuk menjemput nyonya dan mengambil koper tuan Damar" ucap jack menundukkan kepalanya


"oh... memangnya mas Damar mana?" tanya Friska


" Tuan sedang rapat nyonya !" jawab Jack berbohong

__ADS_1


" oh ya sudah,tapi sebelum kamu mengantarkan Saya pulang kamu temani saya makan dulu" Friska


"baik nyonya " ucap jack membungkukkan badannya sedikit


Friska lalu berjalan keluar dari kamar hotelnya sedangkan jack masuk kedalam kamar hendak mengambil koper milik Tuannya dan istrinya namun Jack gagal fokus melihat ranjang tempat tidur pengantin Tuannya


"ckckck,Tuan dan istrinya benar-benar bertempur habis-habisan semalam hihihihi" ucap jack cekikikan


Jack melihat leher kedua pengantin baru itu penuh dengan hasil mahakarya masing-masin,apa lagi bagian dada sang nyonya yang memakai baju yang memiliki dada sangat rendah seolah-olah memamerkan keindahan mahakarya sang suami yang dibuatnya semalam


Jack segera mengejar istri tuannya yang sudah sangat jauh kedepan,jack sengaja menjaga jarak dari istri tuannya takut orang-orang salah paham dengan mereka apalagi melihat tanda merah di tubuh nyonya nya


orang-orang yang melihat cap kepemilikan ditubuh Friska mulai berbisik-bisik, Friska dapat mendengar itu semua namun dia cuek saja bahkan sangat bangga menunjukkan tanda cinta suaminya kepada orang-orang


sedangkan jack merasa sangat malu dengan kelakuan nyonya mudanya ini


setelah keluar dari lift Friska melangkah masuk kedalam restoran,Friska tetap cuek dengan tatapan mata orang-orang yang ada dalam restoran itu. Jack memilih duduk di meja yang berbeda dengan Friska


setelah selesai makan, mereka segera menuju parkiran hotel dimana jack memarkirkan mobilnya


Jack mengantarkan nyonya nya pulang kekediaman orang tua Damar


Setelah jack menurunkan koper Tuan dan Nyonya nya,jack pamit dan pulang ke apartemennya dimana sang Bos menunggunya


Friska berlari kedalam rumah mertuanya


" Mommy Friska pulang!" ucap Friska berteriak-teriak memanggil mertuanya


" hai sayangku kamu sudah pulang ?! dimana suamimu?" ucap Ny Carolina menjawab teriakan menantunya


"kata asistennya Mas Damar lagi Rapat mom" ucap Friska dan momy carol tidak peduli lagi apakah Damar berbohong atau tidak yang pastinya sekarang ini Friska sudah menjadi menantu kesayangannya


"Bagaimana semalam sayang"tanya momy Carol


"momy memang hebat,lihat nih mom mas Damar Ganas banget sampai saya nggak bisa bangun,badanku rasanya remuk semua.tapi saya bahagia mom" ucap Friska dengan mata berbinar bahagia menceritakan apa yang dilakukannya bersama suaminya tanpa malu-malu dan memperlihatkan banyaknya kissmark didadanya


"selamat ya sayang, semoga disini segera hadir sang pewaris nggak seperti Malika bisanya cuma melahirkan anak perempuan " ucap momy carol mengusap perut datar menantunya


"iya mom semoga "ucap Friska memeluk tubuh ibu mertuanya


"kamu kekamar Damar sayang,kamu istirahat saja pasti kamu masih capek " ucap momy carol lagi dan diangguki oleh Friska


Friska naik kelantai dua dimana kamar Damar berada dan kamar itu sekarang menjadi kamarnya juga

__ADS_1


Damar pun bangkit dari


__ADS_2