Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 78


__ADS_3

"mas ma - maukan men-jaga a-dik-ku dan Anak-anak ?!" ucap Nindi tersedat-sedat


Arman tak sanggup bersuara dia hanya menganggukkan kepalanya


Nindi tersenyum lagi melihat itu kini dia beralih memandang adiknya


"dek ka- mu mau-kan men-jaga mas Ar- man dan Anak-anak un-tukku?" tanya nindi pada adik semata wayangnya


"iya kak " jawab nadia yang sudah berurai air mata


Nindi kembali tersenyum


"kali-an ber-sedia un-tuk meni-kah kan?" tanya nindi dan diangguki oleh Arman dan Nadia


" dek to-long pang-gil Anak-anak " ucap Nindi lagi


Nadia pun memanggil semua kelima Anak-anaknya


mereka berlima pun mendekat kearah Nindi Della dalam gendongan Shela


"sa-yangnya mami"Ucap nindi mengulurkan tangannya kearah Anak-anaknya


Shila segera meraih tangan nindi lalu menciumnya


"sa-yang to-long ja- ga adik-adikmu ya " ucap nindi pada shila


Shila hanya mengangguk-anggukkan kepalanya


"mas pang-gil abi arsyad "ucap nindi


Abi Arsyad yang duduk disofa bersama yang lain segera berdiri saat mendengar namanya disebut diikuti oleh sang istri


"iya nak ini abi" ucap abi arsyad paman dari Arman


"pa-man to-long Nik-kahkan Adikku dan mas ar-man" ucapnya lagi yang sesekali memejamkan matanya untuk menahan rasa sesak nafasnya


"baiklah nak, apakah ada wali dari perempuan ?" tanya abi arsyad


nindi mengangguk dan menunjuk Tora


"dia adik se-pu-pu-ku dari ayah " ucap Nindi


Abi Arsyad pun mengangguk


"Nak kamu telpon Adnan untuk datang kemari sekarang juga sebagai perwakilan dari kantor urusan agama serta sekalian Suruh bawa blangko bukti pernikahan agar tidak menjadi masalah nanti"ucap Abi Arsyad dan kebetulan salah satu anak asuh Abi Arsyad bekerja dikantor KUA dijota J


" baik Abi" Arman pun segera menelpon Orang yang dimaksud oleh Abi Arsyad dan orang itupun bersedia datang juga bersedia menjadi saksi


sedangkan Nadia dibantu oleh umi Fatimah istri Abi Arsyad untuk mempersiapkan diri Nadia mengganti pakaiannya dengan Gamis yang dibawanya sendiri didalam kopernya


Nadia tidak menyangka hari kedatangannya kekota J adalah hari pernikahannya untuk yang kedua kalinya itupun dengan kakak iparnya sendiri


takdir hidup memang tidak ada yang tau

__ADS_1


tak berselang beberapa menit orang yang ditunggu telah datang


nindi menandatangani beberapa berkas persetujuan juga surat pernyataan bahwa dirinya mengizinkan suaminya sendiri menikah dengan adik kandungnya atas keinginannya sendiri dan tanpa paksaan dari pihak manapun


dan akhirnya pernikahan Arman dan Nadia berlangsung dengan khidmat dan penuh air mata


Nindi yang menyaksikan pernikahan suami dan adiknya tersenyum bahagia


dan tanpa mereka sadari Nindi menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyuman bahagia


shila yang pertama kali menyadari bahwa sang mami telah pergi untuk selamanya


"mami.....hiks hiks hiks ....mami"teriak shila yang sudah memeluk tubuh dingin tak bernyawa itu


semua pun segera menghampiri shila dan Nindi yang sudah tenang


"Innalilahi wainnailaihi Raji'un " ucap semua orang yang ada diruangan itu


"masya Allah, dia pergi dengan bahagia lihatlah senyumnya begitu indah "ucap umi Fatimah yang sudah berderai air mata


"sayang kamu sudah tidak merasakan sakit lagi, saya berjanji akan menjaga Adik dan Anak-anak dan saya akan membahagiakan mereka seperti yang kamu inginkan.... hiks hiks hiks......


kamu tenang disana ya sayang


saya akan selalu mencintaimu" ucap Arman dengan isak tangisnya


sedangkan Nadia sudah tidak sadarkan diri


Nadia dibaringkan disofa dalam ruangan itu


" Nak kamu urus istrimu dulu biar kami yang mengurus segala sesuatunya kasihan dia beri istrimu kekuatan karena sekarang kamu satu-satunya tempatnya berkeluh kesah


jalankan tanggung jawabmu nak" ucap Abi Arsyad


"iya Abi" ucap arman lalu berjalan menuju sofa dimana Nadia direbahkan


kerabat Arman yang sedari tadi menemani Nadia berdiri dan memberikan arman ruang untuk menyadarkan istrinya yang baru beberapa menit lalu dinikahinya


" dek bangun"ucap Arman lembut dan menepuk pelan pipi sang istri


Arman pun mengoleskan minyak angin dihidung Nadia


Nadia beberapa kali mengerjapkan matanya saat menyadari apa yang telah terjadi Nadia kembali menangis


Arman terus menenangkannya


"Dek jangan seperti ini kasihan kakakmu dia sudah bahagia disana lihatlah wajahnya yang tersenyum


ikhlaskan ya kita jangan lagi menyiksanya cukup saat dia hidup tersiksa oleh penyakitnya kasihan juga Anak-anak kalau kamu seperti ini" ucap Arman memeluk tubuh istrinya walaupun masih ada rasa canggung namu Arman mencoba menepisnya demi ketenangan sang istri


Nadia yang mendapatkan perlakuan seperti itu sudah mulai tenang dan menerima kenyataan bahwa kakak tercintanya sudah pergi untuk selamanya


" iya mas,tapi anak-anak mana?"tanya nadia saat Arman mengurai pelukannya

__ADS_1


"itu lihat mereka saling menguatkan " ucap Arman menunjuk kearah


anak -anaknya berada


Nadia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dimana Anak-anaknya berada Arman menuntunnya takut Nadia terjatuh atau pingsan lagi


"sayang "ucap Nadia saat sampai disamping mereka


"bunda papi hiks hiks hiks,mami sudah pergi meninggalkan kita semua hiks hiks hiks " ucap Ardhit sesegukan


"kalian yang tabah ya kita doakan mami agar tenang dan bahagia disana ya sayang"ucap Nadia memeluk Ardhit


semua anaknya pun memeluk tubuh Nadia mencari ketenangan disana sedangkan Della kini sudah dalam pelukan Arman


semua telah selesai diurus kini jenazah Nindi dibawa pulang kekediamannya bersama Arman selama ini


"dek kamu dan Anak-anak istirahat dulu ya! sejak pagi kalian belu istirahat besok pagi kita berangkat kekota B"ucap Arman


"iya mas,mas juga istirahat ya"jawab Nadia dan diangguki oleh Arman


Arman pun menyuruh Anak-anaknya untuk istirahat begitupun dengan Tora


pagi harinya


setelah mayit dimandikan dan dikafani kini mereka akan membawa jenazah Nindi untuk dimakamkan dikota kelahirannya Tora telah menyampaikan semua kabar duka dan kabar bahagia sekaligus kepada semua karyawan Nadia


Tora meminta adiknya Wandi untuk mengurus tempat peristirahatan terakhir kakak sepupu mereka disamping makam orang tuanya


Arman telah mengurus semua walau arman harus mengeluarkan banyak biaya namun Arman dan Nadia tidak peduli yang terpenting bagi mereka memenuhi permintaan terakhir orang yang mereka sayangi


Kini jenazah Nindi telah sampai dikota kelahirannya dan segera dimakamkan


semua proses pemakaman selesai saat azan duhur berkumandang karena jenazah Nindi diterbangkan dari kota J kekota kelahirannya sekitar pukul 09.00 pagi dan tiba di kediaman Nadia pukul 10.30 pagi setelah jenazah Nindi disholati mereka pun mengantarkan ke TPU


"kami pulang dulu ya mami,mami tenang disana shila janji akan menjaga adik-adik"ucap Shila menaburkan bunga diatas pusara Nindi


"kakak sekarang pasti sudah bertemu bapak dan ibu, kamu yang tenang ya kak saya akan menjaga amanahmu sebaik mungkin "ucap Nadia juga menaburkan bunga


Arman dan yang lainnya pun melakukan hal yang sama


kini mereka semua meninggalkan makam Nindi


kini Nadia dan Arman Akan melanjutkan kehidupan baru mereka


🌷🌷🌷🌷


Dalam Islam pernikahan dengan saudara dikatakan haram apa bila


orang yang dinikahi masih memiliki hubungan saudara dengan istri yang ingin menikahi, misalnya


kakak atau adik si istri, maka hal ini diharamkan dalam Al-Quran demi menjaga hubungan kekeluargaan, apalagi hubungan antar-dua saudara. Namun jika istri meninggal dunia, hal ini diperbolehkan karena tidak terjadi perhimpunan yang dilarang itu.


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


maaf ya kalau author banyak salah dalam membuat cerita tapi author juga mengambil dari beberapa pengalaman 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2