
kini keluarga Nadia dalam perjalanan menuju mall dimana Anak-anaknya inginkan
mereka banyak bercerita bercanda juga menjahili Della sampai Della merajuk
"anak-anak apakah kalian setuju bila kita pindah kerumah yang lebih besar ? disana kalian bisa memiliki kamar masing-masing " ucap Arman memulai percakapan serius
"memangnya kita mau pindah kemana pi?" Tanya shila mewakili adik-adiknya
"Nanti kalian pilih yang mana yang kalian inginkan,bun tolong lihatkan pada anak-anak foto-foto rumah yang semalam papi perlihatkan " ujar Arman dan menyerahkan ponselnya kepada Nadia
"iya pi"jawab Nadia lalu mengambil ponsel Arman
Arman tersenyum jahil kepada istrinya itu membuat pipi Nadia bersemu merah
Nadia mengontak Atik ponsel suaminya mencari foto-foto yang dimaksud suaminya
setelah mendapatkannya Nadia menyerahkan ponsel itu pada shela
"wah ini rumahnya bagus sekali pi" ucap shila saat melihat salah satu rumah yang ditunjukkan Nadia
"lihat kak saya jadi penasaran " ucap Shela mengambil ponsel papinya dari tangan kakaknya
"iya ini rumahnya bagus banget "ucap Shela juga memuji gambar rumah diponsel papinya
Arka dan Ardhit juga jadi penasaran mereka berdiri dibelakang kakaknya lalu melihat foto rumah yang dimaksud oleh kakaknya
"iya rumahnya bagus banget iya kan dek?"timpal Ardhit lalu bertanya pada Adiknya Arka yang juga berdiri disampingnya
Arka yang ditanya hanya mengangguk
"coba kalian lihat beberapa goto yang lain " ucap Arman
Shela pun mengscroll gambar-gambar yang dimaksud sang Papi
mereka takjub melihat rumah-rumah yang ada dalam foto beberapa kali mereka memberikan komentar
" bagaimana kalian suka rumah yang mana? "tanya Arman pada anak-anaknya
"kalau kakak sih bagus yang ini " ucap Shela dan diangguki kakak kembarnya
sambil memperlihatkan gambar rumah yang dimaksudnya
" kalau adek suka yang mana ?" Tanya Arman pada kedua putranya
"Atu cuta memuana"ucap Della cepat
mendengar ucapan Della semua tertawa
Della heran kenapa semua tertawa
"pa awaawa mamuana?" ucap Della kesal
"ya karena ada yang lucu dek,jadi kita semua tertawa "jawab Shela lalu mencium pipi chubby Della
"pa cu ata?" ucap Della penasaran
"tadi itu ada sapi ompong yang lewat dek Jadi kita tertawa hahahahhaha" jawab Ardhit asal
"angan bebolon ata ,banti beboca
__ADS_1
ata mami talo cika bolon ipu pica bacut
dedata woh" ucap Della dengan bibir yang manyun manyun
Ardhit yang mendengar maminya disebut mata Ardhit berkaca-kaca
Rasa rindu yang begitu dalam kepada sosok sang mami yang selalu ada untuknya sesibuk apapun pasti akan meluangkan waktunya untuk menemaninya segala hal
walaupun sekarang dia tidak kekurangan kasih sayang seorang ibu
dari bundanya yang melakukan hal yang sama seperti maminya sering lakukan tapi didalam hati Ardhit tetap sangat merindukan sosok maminya
"mami kakak rindu mi,kakak harap mami bahagia disana
ardi sayang mami tapi mami jangan khawatirkan Ardi ya mi bunda Nadia begitu sayang kepada kami
ardi dan Della tak kurang kasih sayang
mami selalu jaga ardi ya mi karena ardi tau mami selalu ada didekat ardi
I love you mami
ardi sangat merindukanmu " ucap Ardhit dalam hati air matanya tak dapat dibendungnya
Ardhit membayangkan wajah cantik sang mami yang tersenyum dikala membangunkannya
Arka yang melihat Kakaknya menangis dalam diam langsung memeluknya dari samping mencoba untuk memberinya ketenangan
lama menangis akhirnya Ardhit tertidur dalam pelukan adiknya
Arka pu ikut tertidur karena lelah menahan beban tubuh sang kakak namun Arka tak ingin tidur kakaknya terganggu
kini mereka telah sampai di depan sebuah mall besar
shila tersenyum melihat kedua adiknya yang sangat begitu akur
shila dan Shela tau jika Ardhit sedang menangis tapi mereka yakin Arka bisa menenangkannya
" bangun dek kita sudah sampai "ucap shila pada kedua adiknya
Ardhit dan Arka mengerjapkan Kedua matanya
Arka mengucek matanya dan tersenyum melihat kakaknya
"sudah sampai ya kak?" tanya Arka
"iya ayok semua sudah nunggu "ujar shila
"baik kak,ayo kak Ardhit " ajak arka kepada kakak laki-lakinya
"iya dek ayo" ucap Ardhit dengan suara paraunya
"apa kakak sudah baikan ?"tanya arka lagi
"iya dek makasih ya " ucap Ardhit tersenyum kepada adiknya
"cepat dek kita sudah ditunggu " ucap Shila
Arka dan Ardhit turun dari mobil dan berjalan menuju keluarganya yang sudah menunggu
__ADS_1
"mata kamu kenapa sembab begini sayang? kamu tidak enak badan?"tanya nadia khawatir pada Ardhit
" mungkin karena mereka tertidur tadi bun jadi matanya sembab "jawab shila cepat
"oh begitu, ya sudah ayo masuk"ucap nadia pada anak-anaknya
"kita mau kemana dulu ini? mau langsung ke kafece atau mau jalan dulu"tanya Arman
"kita jalan aja dulu pi,kita mau beli sesuatu dulu setelah itu baru ke kafece"ucap Shilla menatap adik-adiknya
"oke sayang " ucap Nadia dan Arman bersamaan
" cie-cie sudah mulai kompak nih"ucap Shela menggoda kedua orang tuanya
yang lain hanya tertawa mendengar ucapan Shela
"hus kalian ini ada-ada saja" ucap nadia tersenyum malu-malu meong
wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus
"Arman yang melihat itu semakin gemas dibuatnya
mereka kini berkeliling mencari apa yang mereka inginkan
kini mereka masuk ketoko yang menyediakan menu ayam krispi kesukaan semua
"dunda ela mo tatan yayam petci yan panat tebanat bima" ucap Della menunjukkan kesepuluh jarinya
kakak-kakaknya tertawa renyah melihat tingkah Della yang menggemaskan
Nadia Sangat bahagia melihat anak-anaknya yang sangat bahagia hanya karena hal yang sangat sederhana dan nadia juga merasa sangat bersyukur mempunyai suami yang sangat baik,pengertian dan bertanggung jawab
"kakak saya akan melanjutkan perjuanganmu untuk membahagiakan mereka semoga kamu bahagia diatas sana
terima kasih banyak kak sudah memberikan kepercayaan kepadaku untuk menjaga keluarga kecilmu"
"Ya Allah,semoga senyuman kami ini tidak pernah hilang dan hanya
kebahagiaan yang kami rasakan " ucap Nadia dalam hati
Della sangat bahagia mendapat kejutan dari semuanya
Della meniup lilin kue ulang tahunnya dengan sangat antusias sampai sampai air liurnya menyembur saat lilin beberapa kali ditiupnya tapi tidak bisa padam
kakak kakaknya tertawa terbahak bahak membuat della merajuk
walau dengan bibir yang manyun della tetap saja memakan ayam krispi kesukaannya dengan lahap semua menahan senyumnya takut Della akan menangis bila melihat mereka menertawakannya
Arman terus menatap Nadia yang dengan telaten mengurus anaknya
Arman merasa bersyukur karena Nadia lah yang menjadi Ibu sambung bagi anak-anaknya
jadi kedua anaknya tidak begitu merasakan kehilangan sang ibu tercinta walaupun Arman tau itu semua tidak mudah bagi Ardhit yang terbiasa dengan maminya
kemanapun dan apapun itu Nindi selalu ada untuknya
sekarang Nadia pun melakukan hal yang sama selalu ada untuk kelima anaknya saat dibutuhkan
Ardhit belum mulai sekolah dikota ini
__ADS_1
karena surat kepindahan sekolahnya belum selesai
Arman juga memutuskan untuk pindah domisili di kota ini mengikuti anak dan istrinya karena anak-anak tidak Nadia tidak ingin pindah dari sekolah mereka serta usaha Nadia semakin laris dan terkenal serta mempunyai banyak pelanggan setia