Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 83


__ADS_3

kini keluarga Nadia dalam perjalanan menuju mall dimana Anak-anaknya inginkan


mereka banyak bercerita bercanda juga menjahili Della sampai Della merajuk


"anak-anak apakah kalian setuju bila kita pindah kerumah yang lebih besar ? disana kalian bisa memiliki kamar masing-masing " ucap Arman memulai percakapan serius


"memangnya kita mau pindah kemana pi?" Tanya shila mewakili adik-adiknya


"Nanti kalian pilih yang mana yang kalian inginkan,bun tolong lihatkan pada anak-anak foto-foto rumah yang semalam papi perlihatkan " ujar Arman dan menyerahkan ponselnya kepada Nadia


"iya pi"jawab Nadia lalu mengambil ponsel Arman


Arman tersenyum jahil kepada istrinya itu membuat pipi Nadia bersemu merah


Nadia mengontak Atik ponsel suaminya mencari foto-foto yang dimaksud suaminya


setelah mendapatkannya Nadia menyerahkan ponsel itu pada shela


"wah ini rumahnya bagus sekali pi" ucap shila saat melihat salah satu rumah yang ditunjukkan Nadia


"lihat kak saya jadi penasaran " ucap Shela mengambil ponsel papinya dari tangan kakaknya


"iya ini rumahnya bagus banget "ucap Shela juga memuji gambar rumah diponsel papinya


Arka dan Ardhit juga jadi penasaran mereka berdiri dibelakang kakaknya lalu melihat foto rumah yang dimaksud oleh kakaknya


"iya rumahnya bagus banget iya kan dek?"timpal Ardhit lalu bertanya pada Adiknya Arka yang juga berdiri disampingnya


Arka yang ditanya hanya mengangguk


"coba kalian lihat beberapa goto yang lain " ucap Arman


Shela pun mengscroll gambar-gambar yang dimaksud sang Papi


mereka takjub melihat rumah-rumah yang ada dalam foto beberapa kali mereka memberikan komentar


" bagaimana kalian suka rumah yang mana? "tanya Arman pada anak-anaknya


"kalau kakak sih bagus yang ini " ucap Shela dan diangguki kakak kembarnya


sambil memperlihatkan gambar rumah yang dimaksudnya


" kalau adek suka yang mana ?" Tanya Arman pada kedua putranya


"Atu cuta memuana"ucap Della cepat


mendengar ucapan Della semua tertawa


Della heran kenapa semua tertawa


"pa awaawa mamuana?" ucap Della kesal


"ya karena ada yang lucu dek,jadi kita semua tertawa "jawab Shela lalu mencium pipi chubby Della


"pa cu ata?" ucap Della penasaran


"tadi itu ada sapi ompong yang lewat dek Jadi kita tertawa hahahahhaha" jawab Ardhit asal


"angan bebolon ata ,banti beboca

__ADS_1


ata mami talo cika bolon ipu pica bacut


dedata woh" ucap Della dengan bibir yang manyun manyun


Ardhit yang mendengar maminya disebut mata Ardhit berkaca-kaca


Rasa rindu yang begitu dalam kepada sosok sang mami yang selalu ada untuknya sesibuk apapun pasti akan meluangkan waktunya untuk menemaninya segala hal


walaupun sekarang dia tidak kekurangan kasih sayang seorang ibu


dari bundanya yang melakukan hal yang sama seperti maminya sering lakukan tapi didalam hati Ardhit tetap sangat merindukan sosok maminya


"mami kakak rindu mi,kakak harap mami bahagia disana


ardi sayang mami tapi mami jangan khawatirkan Ardi ya mi bunda Nadia begitu sayang kepada kami


ardi dan Della tak kurang kasih sayang


mami selalu jaga ardi ya mi karena ardi tau mami selalu ada didekat ardi


I love you mami


ardi sangat merindukanmu " ucap Ardhit dalam hati air matanya tak dapat dibendungnya


Ardhit membayangkan wajah cantik sang mami yang tersenyum dikala membangunkannya


Arka yang melihat Kakaknya menangis dalam diam langsung memeluknya dari samping mencoba untuk memberinya ketenangan


lama menangis akhirnya Ardhit tertidur dalam pelukan adiknya


Arka pu ikut tertidur karena lelah menahan beban tubuh sang kakak namun Arka tak ingin tidur kakaknya terganggu


kini mereka telah sampai di depan sebuah mall besar


shila tersenyum melihat kedua adiknya yang sangat begitu akur


shila dan Shela tau jika Ardhit sedang menangis tapi mereka yakin Arka bisa menenangkannya


" bangun dek kita sudah sampai "ucap shila pada kedua adiknya


Ardhit dan Arka mengerjapkan Kedua matanya


Arka mengucek matanya dan tersenyum melihat kakaknya


"sudah sampai ya kak?" tanya Arka


"iya ayok semua sudah nunggu "ujar shila


"baik kak,ayo kak Ardhit " ajak arka kepada kakak laki-lakinya


"iya dek ayo" ucap Ardhit dengan suara paraunya


"apa kakak sudah baikan ?"tanya arka lagi


"iya dek makasih ya " ucap Ardhit tersenyum kepada adiknya


"cepat dek kita sudah ditunggu " ucap Shila


Arka dan Ardhit turun dari mobil dan berjalan menuju keluarganya yang sudah menunggu

__ADS_1


"mata kamu kenapa sembab begini sayang? kamu tidak enak badan?"tanya nadia khawatir pada Ardhit


" mungkin karena mereka tertidur tadi bun jadi matanya sembab "jawab shila cepat


"oh begitu, ya sudah ayo masuk"ucap nadia pada anak-anaknya


"kita mau kemana dulu ini? mau langsung ke kafece atau mau jalan dulu"tanya Arman


"kita jalan aja dulu pi,kita mau beli sesuatu dulu setelah itu baru ke kafece"ucap Shilla menatap adik-adiknya


"oke sayang " ucap Nadia dan Arman bersamaan


" cie-cie sudah mulai kompak nih"ucap Shela menggoda kedua orang tuanya


yang lain hanya tertawa mendengar ucapan Shela


"hus kalian ini ada-ada saja" ucap nadia tersenyum malu-malu meong


wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus


"Arman yang melihat itu semakin gemas dibuatnya


mereka kini berkeliling mencari apa yang mereka inginkan


kini mereka masuk ketoko yang menyediakan menu ayam krispi kesukaan semua


"dunda ela mo tatan yayam petci yan panat tebanat bima" ucap Della menunjukkan kesepuluh jarinya


kakak-kakaknya tertawa renyah melihat tingkah Della yang menggemaskan


Nadia Sangat bahagia melihat anak-anaknya yang sangat bahagia hanya karena hal yang sangat sederhana dan nadia juga merasa sangat bersyukur mempunyai suami yang sangat baik,pengertian dan bertanggung jawab


"kakak saya akan melanjutkan perjuanganmu untuk membahagiakan mereka semoga kamu bahagia diatas sana


terima kasih banyak kak sudah memberikan kepercayaan kepadaku untuk menjaga keluarga kecilmu"


"Ya Allah,semoga senyuman kami ini tidak pernah hilang dan hanya


kebahagiaan yang kami rasakan " ucap Nadia dalam hati


Della sangat bahagia mendapat kejutan dari semuanya


Della meniup lilin kue ulang tahunnya dengan sangat antusias sampai sampai air liurnya menyembur saat lilin beberapa kali ditiupnya tapi tidak bisa padam


kakak kakaknya tertawa terbahak bahak membuat della merajuk


walau dengan bibir yang manyun della tetap saja memakan ayam krispi kesukaannya dengan lahap semua menahan senyumnya takut Della akan menangis bila melihat mereka menertawakannya


Arman terus menatap Nadia yang dengan telaten mengurus anaknya


Arman merasa bersyukur karena Nadia lah yang menjadi Ibu sambung bagi anak-anaknya


jadi kedua anaknya tidak begitu merasakan kehilangan sang ibu tercinta walaupun Arman tau itu semua tidak mudah bagi Ardhit yang terbiasa dengan maminya


kemanapun dan apapun itu Nindi selalu ada untuknya


sekarang Nadia pun melakukan hal yang sama selalu ada untuk kelima anaknya saat dibutuhkan


Ardhit belum mulai sekolah dikota ini

__ADS_1


karena surat kepindahan sekolahnya belum selesai


Arman juga memutuskan untuk pindah domisili di kota ini mengikuti anak dan istrinya karena anak-anak tidak Nadia tidak ingin pindah dari sekolah mereka serta usaha Nadia semakin laris dan terkenal serta mempunyai banyak pelanggan setia


__ADS_2