Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 41


__ADS_3

Nadia maafkan abang "ucap wahyu dalam hati tanpa menyadari ada tetesan air bening menetes dipipinya


wahyu segera menghapus lelehan bening dipipinya


Hari semakin sore Wahyu beranjak dari duduknya


dan ingin pulang tapi rasa malas untuk mendengar suara tangisan dan celotehan Marni yang tidak jelas


ingin kerumah Nadia tapi Wahyu masih takut dan malu ingin menemui Nadia setelah kejadian hari ini


"apakah saya harus kerumah Nadia untuk meminta maaf?atau saya kembali ke rumah ibu dan meminta bagian warisan yang pernah dikatakan oleh Wulan tempo hari?! mungkin itu bisa membantuku dan Marni untuk membayar semua hutang-hutang Marni


semoga saja bapak dan ibu tidak marah apa yang sudah saya lakukan pada Nadia


pasti Nadia sudah menceritakan semua pada bapak dan ibu"ucap wahyu dalam hati


ada rasa ragu untuk pulang kerumah orang tuanya karena wahyu tau Nadia menantu kesayangan mereka


"atau saya bawaarni saja siapa tau dengan melihat marni yang sedang hamil besar bapak, ibu dan wulan hatinya akan luluh "ucap wahyu tersenyum sendiri


Wahyu bergegas pergi dari taman Itu dan pulang kerumahnya Marni untuk menjemputnya dan membawa Marni kerumah orang tuanya


dan tanpa Wahyu ketahui marni pergi menemui Aldo setelah beberapa saat wahyu pergi meninggalkan rumah Marni pun pergi dengan ojek online


🍀🍀🍀


dirumah kost-kostan Aldo


marni dan aldo saling berpelukan hanya selimut yang menutupi seluruh tubuh mereka saat selesai melakukan perbuatan dosa yang mereka senangi


"Al kamu bisa kan carikan saya uang! saya takut kalau mereka benar-benar akan memenjarakanku kasihan anak kita ini


masa harus merasakan dinginnya lantai sel penjara walaupun dia masih dalam perut tapi pasti juga akan merasakan apa yang mamanya rasakan"ucap marni dengan sangat manja pada Aldo dan jarinya membuat gambar abstrak didada kurus aldo


Aldo yang diperlakukan seperti itu oleh marni hasr*tnya kembali bangkit Aldo segera menangkap tangan marni agar berhenti melakukan itu karena Aldo juga takut terjadi sesuatu pada calon bayinya


"iya sayang saya pasti akan mencarikan kamu uang tapi dengan satu syarat kamu harus sering-sering menemuiku"ucap Aldo


"iya saya akan sering menemui kamu,tapi kamu Carikan saya uang ya karena waktu yang diberikan oleh mereka hanya tiga hari "ucap marni manja


"iya sayang "ucap Aldo mencolek hidung marni


"ya sudah saya pulang dulu ya " ucap marni dan ingin bangkit dari tempat tidur ingin membersihkan diri tapi Aldo menahannya


"sekali Lagi ya sayang, saya mohon kamu sudah membangunkan kembali si Otong"ucap Aldo yang sudah diliputi hasratnya


Marni pun mengangguk pasrah


"tapi pelan-pelan ya Al kasihan anak kita "ucap marni yang kini juga sudah kembali berhasrat karena perlakuan Aldo


akhirnya mereka kembali melakukan hubungan terlarang


setelah Marni selesai membersihkan diri dan berpakaian marni pulang kerumahnya diantarkan oleh Aldo

__ADS_1


seperti biasa Marni akan turunkan oleh Aldo diujung jalan dan berjalan kaki untuk pulang kerumahnya


Marni terkejut mendapati wahyu sudah duduk dikursi teras rumah kontrakannya


"dari mana saja kamu Marni "tanya wahyu


"dari rumah teman cari pinjaman "ucap marni enteng


"tapi kenapa rambut kamu basah seperti orang baru selesai keramas! "tanya wahyu heran melihat rambut marni yang basah


degg degg


jantung marni berdetak kencang mendengar pertanyaan wahyu


Marni terdiam tetapi bola matanya bergerak-gerak seperti orang yang sedang mencari alasan yang tepat


"i-itu tadi waktu dirumah teman badanku terasa gerah mungkin karena sedari tadi saya berkeliling rumah teman-temanku meminta pinjaman tapi tidak dapat jadi akhirnya dirumah teman yang terakhir saya izin mandi soalnya sudah tidak tahan kegerahan "jawab marni sedikit gugup tapi sebisa mungkin berbicara normal agar Wahyu tidak mencurigai nya


"ya sudah kalau begitu,kamu siap-siap kita akan kerumah orang tuaku


semoga saja mereka bisa membantu kita "ucap wahyu


Marni merasa sangat senang berkali-kali lipat karena Wahyu mau mengajaknya menemui orang tuanya


"iya bang saya siap-siap dulu ya "ucap marni dengan mata berbinar


"iya kamu siapkan baju ganti juga siapa tau kita nginap disana"ucap wahyu lagi


"satu aja dulu mar"ucap wahyu


"iya bang" jawab marni lagi


"iya sana cepatan supaya kita tidak terlalu malam sampai dirumah ibu"ucap wahyu


dan diangguki oleh Marni


tak berapa lama Marni keluar menemui Wahyu yang masih duduk diteras menunggu marni selesai


"bang ayo berangkat "ucap marni dengan tas ransel dipunggungnya


"sudah siap? "tanya wahyu


"iya bang ayo" jawab Marni


wahyu bangkit dari duduknya dan merongoh saku celananya untuk mengambil kunci motornya


Mereka akhirnya sampai didepan rumah orang tua Wahyu setelah menempuh perjalanan selama dua setengah jam karena Wahyu sering singgah beristirahat karena marni terus mengeluh pinggangnya sakit wahyu tidak mempermasalahkan karena kondisi marni sekarang sedang hamil besar


Wahyu sangat berharap agar orang tuanya bisa membantunya


tok tok tok


wahyu mengetuk2 pintu rumah dimana dia dan adinya dibesarkan

__ADS_1


"Assalamualaikum,ucap wahyu berucap salam


tak berapa lama terdengar suara langkah kaki dari dalam rumah


dan suara kunci pintu diputar dan tak berapa Lama pintu dibuka


Wahyu sudah yakin kalau Wulan yang


pintu


"Assalamualaikum dek"Ucap Wahyu


"wa'alaikumsalam , masuk bang"jawab Wulan


"loh kok marni,sama abang?"ucap wulan pura-pura nggak tau apa-apa


"oh ini,kami masuk dulu ya dek kasihan marni sudah lelah dan juga sedang hamil besar diluar dingin "ucap wahyu gugup dan marni hanya terdiam menatap wulan


Wulan hanya tersenyum miring melihat marni menatapnya


"ya sudah ayo masuk"ucap Wulan mempersilahkan masuk ke dalam rumah


wahyu dan marni pun masuk dan Duduk disofa ruang tamu


"ibu sama bapak mana dek?"tanya wahyu


"sudah tidur bang, mereka lelah kami baru pulang dari kampung sore tadi "jawab Wulan sekenanya


"dek abang dan Marni mau nginap disini?"ucap wahyu


"bisa saja bang tapi kamarku dan kamar lama abang lagi direnovasi,jadi gimana dong?! kamar tamu sementara waktu saya yang tempati "ucap wulan


"trus Marni mau tidur dimana? tidak mungkin kan kalian tidur bersama didepan TV nanti apa kata suaminya "ucap wulan masih berpura-pura


"engmmmm...... sebenarnya kami sudah menikah siri dek beberapa bulan yang lalu "ucap wahyu berterus terang


"apa???? Astagfirullah Alazim jadi mbak Nadia gimana bang tega kamu bang khianati mbak Nadia demi perempuan seperti ini"ucap Wulan mulai bersandiwara


"apa mbak Nadia sudah tau semua ini bang?"ucapnya lagi


"iya tadi pagi Nadia tau saat mengantar pesanan kue untuk acara tujuh bulanan marni "jawab wahyu


"kasihan mbak Nadia dan anak-anaknya pasti hatinya sakit sekali mendapatkan hal seperti ini "ucap wulan dengan air mata bawangnya


"terserah kalian mau tidur dimana,abang ambil sendiri bantal , kasur lipat dan selimut yang dikamar lama abang yang nantinya akan menjadi kamar Arka"ucap wulan ketus


"iya dek ,kami tidur disini saja yang penting kami bisa istirahat "jawab Wahyu


Marni hanya mengerutkan bibirnya karena tidak menyangka dirumah mertuanya ia harus tidur didepan TV


sedangkan Wulan tidak mau tau dan berlalu masuk kekamar tamu yang ditempatinya beberapa hari ini selama kamarnya direnovasi karena rencana Wulan akan mengakhiri masa lajangnya tahun ini maka dari itu kamar miliknya yg sempit diperluas dan mengambil sebagian gudang penyimpanan yang berada disamping kamarnya


tapi Wulan masih menyembunyikan semua karena ingin memberikan surprise untuk keluarganya

__ADS_1


__ADS_2