
sedangkan ditempat Nadia
Toko kue Nadia semakin ramai
Nadia banyak menerima pesanan baik dari lingkungan sekitar rumahnya maupun dari perusahaan-perusahaan yang sedang mengadakan acara
begitu pun pesanan dan masyarakat umum banyak yang memesan kue ditempat Nadia dengan berbagai acara
anak-anaknya semakin memiliki banyak kegiatan terutama sikembar yang selalu mengikuti berbagai macam lomba, sikembar memiliki berbagai prestasi mereka berdua selalu menjadi duta untuk mewakili sekolahnya
seperti hari ini saat sikembar mendapatkan surat panggilan untuk mewakili sekolahnya mengikuti lomba dan Kali ini sikembar akan mewakili provinsinya
sikembar pulang kerumah dengan wajah berseri-seri karena akan menjadi duta lomba cerdas cermat se-provinsi dan lomba akan dilaksanakan di kota J dimana bibi,paman,dan adik-adik sepupunya tinggal
"Assalamualaikum,bunda kakak pulang "teriak Sikembar
wa'alaikumsalam,kenapa teriak-teriak sayang ada apa?"tanya Nadia penasaran
"Bunda bulan depan saya dan adek akan mewakili provinsi mengikuti lomba cerdas cermat dikota J
jadi nanti kita bisa mengunjungi mami, papi , Ardhit dan Della"ujar shila antusias
"Alhamdulillah,kalian hebat sayang selamat ya nak"ucap Nadia lalu memeluk dan mencium kedua putrinya bergantian
" nanti kita kita kasih surprise pada mami juga papi"ucap nadia lagi
"iya bunda,sudah tidak sabar ingin bertemu Della siimut"ucap Shela mengerutukkan giginya gemas membayangkan tubuh bulat adik sepupunya itu
"iya dek kakak pengen rasanya gigit pipinya yang bulat kayak bakpao "
timpal Shila tersenyum membayangkan adik sepupunya akan ngomel-ngomel karena pipinya yang bulat digigiti kakaknya
"iya kak pasti mukanya lucu kalau lagi marah-marah hehehehe" timpal shela
mereka akhirnya tertawa bersama
"bunda Dede' pulang "ucap arka tiba-tiba
"Wa'alaikumsalam dek"ucap shila
"hehehehe.... maaf lupa"ucap arka dan membalikkan badannya kembali keluar rumah dan mengucapkan salam
"Assalamualaikum bunda kakak dede' pulang "ucap arka
Wa'alaikumsalam "jawab semua berbarengan
mereka menahan tawanya melihat tingkah adik bungsu mereka
"Bunda lihat ini dede' dapat hadiah lagi dari pak Yusuf tadi dede' menang lomba jawab cepat " ucap Arka begitu bahagia
"wah adeknya kakak hebat banget,kakak bangga sama kamu sayang tapi biarpun begitu dede'nggak boleh sombong ya sayang nanti dede'nggak ada temannya "ujar shila menasihati adiknya
"iya kak dede' selalu membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran " ucap Arka bangga
"bagus itu sayang tapi ingat jangan dibiasakan temannya untuk nyontek cukup Dede' menjelaskan cara kerjanya biar mereka juga bisa pintar seperti dede'"ujar Shela mengelus kepala adiknya lembut
__ADS_1
"tampannya bunda memang hebat "ucap Nadia memuji putranya yg sudah tersenyum-senyum simpul
"makasih bunda,makasih kakak
dede' sayang bunda dan kakak" ucap arka memeluk mereka semua secara bergantian
Nadia bangga pada anak-anaknya bisa tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan penuh kasih sayang
"dede' kakak juga punya kabar gembira "ucap Shela
"kabar apa kak?!"tanya Arka penasaran
"kasi tau nggak ya"ujar Shela menggoda adiknya
"ish....kakak bikin penasaran saja "ujar Arka kesal
"sudah-sudah kalian ganti baju dulu lalu makan siang" ucap Nadia melerai perdebatan anak-anaknya
"tapi bunda kakak belum kasitau kabar gembiranya apa?!"ucap Arka mengkerutkan bibinya
"Nanti dek setelah makan siang kakak kasih tau " ucap shila membujuk adiknya yang sedang merajuk
"benar ya kak!"ucap Arka tersenyum lebar
"iya dek sana ganti baju trus makan siang ya"ucap shila
"siap kak "ucap Arka senang
"kamu ini ya shel suka sekali menggoda si bungsu " ucap shila menahan senyumnya
"iya sih mukanya lucu kalau lagi manyun hihihi "ucap shila terkikik
"sudah akh kak ayo gari baju dulu sudah bau asem ini"ucap Shela
"iya juga sih bau asem tapi nggak sampai bikin pingsan hahahhahahaha " ujar shila tertawa
Shela pun ikut tertawa
Nadia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol kedua putrinya
Shila dan Shela masuk kekamar mereka membersihkan diri dan berganti pakaian
Arka yang terlebih dahulu selesai berganti baju segera berlari ke meja makan saat melihat menu yang tersaji dimeja makan Arka besorak senang
"horeeee.....ayam krispi "ucap arka girang
"makasih bunda,tau aja Kalau dede' lagi pengen makan ayam krispi " ucap Arka saat melihat Nadia menghampirinya
"iya sayang sama-sama,tau dong apa sih yang bunda tidak tau"ucap Nadia bangga
"ish ...iya de iyadeh",ujar Arka
nadia terkikik geli melihat arka mengibas-ngibaskan tangannya
"eh kakak mana dek?"tanya Nadia
__ADS_1
"eh iya bunda, dede'panggil dulu ya "ujar Arka dan turun dari kursinya dan berlari kekamar kakak kembarnya
"kakak.....kak shela kak shila,ayo makan bunda buatkan ayam krispi " ucap Arka
Shila dan Shela yang mendengar suara adiknya segera keluar kamar
"masa sih dek?! pasti enak deh yuk kita makan dulu perut kakak sudah lapar ini "ucap shila
"ayo kak bunda sudah nunggu di meja makan " ujar Arka lagi lalu melangkah menuju ke meja makan si ikuti oleh kedua kakaknya
"ayo sayang kita makan dulu pasti kalian sudah lapar "ucap Nadia saat melihat anak-anaknya
Nadia memang sengaja menunggu anak2nya pulang sekolah untuk makan siang bersama
"ayo bunda pasti enak banget "ucap shila
Nadia bahagia melihat anak-anaknya hanya hal sederhana saja mereka sangat bahagia benar kata orang-orang bahagia itu sederhana
kita akan merasakan kebahagiaan berkali lipat bila orang yg kita sayangi bahagia
sedangkan ditempat marni
mirna bingung harus bagaimana wahyu sudah menceraikannya sedangkan Aldo tidak tau kemana
marni ingin pulang kerumah orang tuanya takut ayahnya akan mengusirnya bersama anaknya
Marni tidak ingin anaknya mendapat hinaan dari kakeknya sendiri
hari berganti hari bulan berganti bulan
kini usia fara sudah masuk usia satu tahun
"fara lagi ngapain sayang ?!" ujar marni saat melihat anaknya bermain sendiri diruang tamu
"pala ladi dambal mama"jawab fara dengan suara cadelnya
"oh... memangnya fara gambar apa sayang ?!" tanya marni lagi
"imi mama pala dambal mama,tata, yaya ,juda papa"marni mengernyitkan keningnya mencoba mencerna ucapan anaknya
"ini siapa sayang ?!"tanya marni menunjuk gambar fara yang seperti orang lidi
"imi yaya mama,mama yaya ana cih?!"ujar fara marni kembali mengernyitkan keningnya karena masih tidak mengerti ucapan anaknya
"maksudnya yaya itu siapa sayang?!" tanya marni lagi karena marni berfikir ada tetangga baru bernama Yaya
"imi pu yayana pala tayat ata lehan mama, tata kehan puna bibu juda yaya beditu mama " ucap fara dan marni baru mengerti bahwa yang dimaksud oleh anaknya ini adalah wahyu
marni memeluk fara dan menciumnya dengan air mata
"temapa nyanyis mama pala tan ndat tatal "ucap fara dengan mata berkaca-kaca
"tidak sayang fara tidak nakal fara anak pintar,anak yang baik" ucap marni mengusap air matanya
"pala dandi ndat atan tatal mama dadi mama ndat poleh nyanyis ya"ucap farah mencium pipi marni
__ADS_1
"iya sayang mama tidak akan nangis lagi" ucap marni dan kembali memeluk fara