Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 95


__ADS_3

Pagi hari menjelang Nadia sibuk membamtu Art nya menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya yang akan beraktifitas diluar rumah


"sayang ayo sarapan dulu" ucap Nadia pada anak-anaknya yang beriringan turun dari tangga lantai dua rumah nya


dengan pakaian kerja dan sekolah mereka


"siap bunda"jawab mereka berenam kompak


"papi mana bund kok tumben belum keliatan " tanya Shila yang memang sangat dekat dengan papinya itu


"papi lagi ikut musyawarah di mesjid tadi selepas shalat subuh berjamaah " ucap Nadia menjawab pertanyaan putri sulungnya


"oh.... kirain papi sedang nggak sehat " ucap Shila dengan wajah khawatir


"papi nggak apa-apa sayang,lihat papi sehat dan bugar kan?! dan yang pastinya papi masih tetap tampan "m ucap Arman tiba-tiba datang menanggapi ucapan putrinya itu


Arman memang masih terlihat tampan diusianya yang tak lagi muda


"Narsis banget sih pi" ucap Adrian dengan wajahnya yang pura-pura dibuat lucu


"iya dong,kan kenyataannya memang papi masih sangat ganteng ngalahin kalian bertiga " ucap Arman lagi mengangkat dagunya sombong


"ih sudah sudah kalian cepat sarapan ini sudah jam berapa nanti kalian telat " ucap Nadia menengahi


"iya bunda "jawab mereka dan segera menyelesaikan sarapannya


"Mas nggak sarapan ?" tanya Nadia pada suaminya


"sudah Bund,tadi pak Rt menjamu kita pakai Nasi uduk " jawab Arman dan Nadia hanya mengangguk saja


"Del,kamu sibuk nggak dek hari ini ?" tanya Shela pada adiknya setelah sarapannya selesai


"mmmm.... kayaknya nggak terlalu sih kak karena setelah jam 10 kuliah Della selasai kak, memangnya kenapa kak?" tanya balik della pada kakaknya


" kakak bis minta tolong nggak ?" tanya Shela lagi


"mau ditolong apa kak?" ucap della penasaran


" Gini Hari ini kakak ada janji ketemu dengan pemilik perusahaan properti kalau nggak salah namanya Pak Damar, katanya mereka mau pesan kue ditoko kue kita dalam jumlah besar.Apa kamu bisa handle dek?! soalnya kakak hari ini juga mau meating" ucap Shela


"mmmm bisa sih kak,tapi pertemuannya jam berapa ?" ucap Della


"sekitar jam makan siang dek mereka akan datang ketoko jadi kamu sepulang kuliah langsung ketoko aja yg dekat rumah sakit" ucap Shela


" ciap kakak" jawab Della mengangkat tangannya dipelipis


"makasih banyak ya dek" ucap Shela


"sama-sama kak" jawab Della


"nanti kakak akan ketoko saat istirahat bantuin kamu, mudahan-mudahan nggak banyak pasien yang gawat " ucap Shila


" makasih kak" ucap Della memeluk lengan kakaknya dari samping yang memang duduk disampingnya untuk sarapan

__ADS_1


"sama-sama sayang " ucap shila mengusap lembut tangan adiknya


Arman dan Nadia hanya saling melempar senyum mereka senang dan bangga pada anak-anaknya yang bisa saling membantu dan mendukung dalam menjalankan usaha mereka sehingga mereka bisa menikmati hari tua yang menyenangkan


"ya sudah ayo kita berangkat, nanti kita telat " ucap Shela menyudahi percakapannya dengan adik dan kakaknya


mereka pun berdiri dari duduknya dan meninggalkan meja makan


Nadia dan Arman mengantarkan putra putrinya sampai depan rumah


"Bunda, papi kami pamit ya " ucap Shila lalu menyalami tangan kedua orangtuanya dan mencium punggung tangan mereka, adik-adiknya pun melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan shila


"iya sayang kalian hati-hati ya,jangan ngebut-ngebut dijalan" ucap Nadia mengingatkan anak-anaknya


"siap bunda"ucap mereka kompak lalu tertawa bersama


"Assalamualaikum,bunda papi " ucap mereka


"wa'alaikumsalam " jawab Arman dan Nadia


setelah mendengar jawaban salam dari orang tuanya


mereka melangkah menuju kendaraan mereka masing-masing,hanya Della,Arka dan Ardhit yang berangkat bersama karena kampus Della Searah dengan kantor Ardhit dan Arka


"kak Arka bagi duit ya" ucap Della saat mereka dalam perjalanan menuju kampus Della


"Buat apa dek?" tanya Arka


" Della mau bantu sahabat Della kak,si cika. Kakak kenalkan cika?" tanya Della pada kakaknya dan kedua kakaknya itu mengangguk karena memang mereka tau sahabat adiknya itu


Della pun mulai menceritakan kenapa dia ingin membantu sahabatnya itu


Ardhit dan Arka hanya manggut-manggut mendengar cerita adiknya


"kasihan juga ya bapak itu dek!" ucap Arka


"iya kak makanya Della dan teman-teman ingin ngumpulin dana buat bantu biaya perawatan bapak itu" ucap Della sendu


Arka pun merongoh saku celananya dan mengeluarkan dompetnya lalu mengambil beberapa lembar uang merah lalu diserahkan kepada adiknya


"Dek tolong ambil juga uang di dompet kakak tambahin uang yang kamu kasi ke Della"a ucap Ardhit pada Arka


"iya kak "jawab Arka lalu mengambil dompet sang kakak dari dalam Dasbor mobil yang sedang dikendarai oleh Ardhit


"ini dek tambahannya dari kak Ardhit " ucap Arka pada Della


"Alhamdulillah,makasih banyak ya kak.


Emang dua kakakku ini is the best " ucap Della lalu mencium pipi Kakaknya satu persatu


Della yang duduk dibangku belakang dengan mudah melakukan hal itu


Arka Dan Ardhit tertawa diperlukan seperti itu oleh adik kesayangannya

__ADS_1


"sama-sama sayang, semoga itu bermanfaat bagi bapak itu" ucap Ardhit


"iya kak, Aamiin " jawab Della


tak terasa mereka telah sampai di depan gerbang Universitas tempat Della menuntut ilmu


" Della,masuk kekampus dulu ya kak!" ucap Della mencium punggung tangan kedua kakaknya itu


"Assalamualaikum " ucapnya lagi lalu turun dari mobil


"Wa'alaikumsalam , hati-hati ya " ucap Ardhit dan Arka bersamaan


" iya kak" ucap Della


lalu Della menutup pintu mobil dan berjalan masuk kedalam kampusnya


Saat adiknya sudah tidak terlihat Ardhit pun menjalankan mobilnya


"mami lihatlah, putri kecilmu kini sudah besar kakak berharap mami bahagia disana ya bersama kakek dan nenek jangan khawatikan kami, Bunda Nadia dan papi merawat kami dengan baik melimpahkan kami kasih sayang sehingga kami tak merasa kekurangan dan terima kasih karena telah mempercayakan Bunda untuk merawat kami bertiga" ucap Ardhit mengenang sang mami


Ardhit segera menyeka air matanya yang hendak keluar dia tidak ingin Arka Adiknya melihatnya menangis


Arka yang sangat peka dengan Kakaknya itu segera membuang muka keluar jendela karena dia tidak ingin kakaknya tau jika dia mengetahui kakaknya sedang menangis


memang semakin besar wajah Della semakin mirip dengan sang mami Nindi Namun sifatnya seperti sang Bunda Nadia lemah lembut dan gampang mengalah


"kak hari ini katanya kita akan tanda tangan kontrak kerja sama dengan tuan Raka Aditya witama "ucap Arka mengalihkan perhatian sang kakak


"oh iya kah"jawab Ardhit menetralkan perasaannya


"iya kak" jawab Arka


"jam berapa dek?" tanya Ardhit


"Jam 10 kak" ucap Arka


"oh kita masih banyak waktu untuk menyiapkan semuanya " jawab Ardhit melirik jam tangan dipergelangan tangannya dan ucapannya diangguki oleh Arka


Kini mereka telah sampai di parkiran kantornya Arka dan Ardhit turun bersamaan dari dalam mobil sport mereka


Ardhit menjabat sebagai CEO diperusahaan ayahnya itu sedangkan Arka bekerja sebagai Manajer keuangan


Arka tidak pernah iri dengan posisi yang diduduki oleh sang kakak karena Arka merasa Ardhit memang mampu memegang jabatan itu karena sikapnya yang disiplin tinggi dan tegas


saat mereka berada dikantor mereka berdua terkenal dengan wajah dinginnya berbeda jika mereka bersama keluarganya


hangat dan humoris


Mereka berdua berjalan bersisian memasuki kantor milik Mereka semua karyawan menundukkan kepalanya saat mereka berdua melewatinya


Namun itu tak mengurangi banyaknya wanita yang kagum pada mereka


ketampanan mereka berdua yang diatas ratarata membuat siapa saja terpesona

__ADS_1


walaupun senyum dibibir mereka sangat langka


bagi yang pernah melihat senyuman mereka adalah sebuah bonus


__ADS_2