
"maafkan ayah ya nak walaupun kamu bukan darah dagingku tapi ayah menyayangimu
ayah juga tidak bisa bersama ibumu
maafkan ayah nak" ucap wahyu dan kembali menciumi seluruh wajah bayi cantik yang tidak berdosa itu
Marni semakin menangis sesenggukan mendengar kata-kata Wahyu
apa yang ditakutkan nya kini benar-benar terjadi
Wahyu memberinya Kata talak tiga
"bang jangan pergi bang, jangan tinggalkan kami bang kalau abang pergi kami dengan siapa ?" ucap marni memohon-mohon kepada Wahyu dengan deraian air mata
wahyu tidak peduli dengan tangisan marni
"sudahlah marni,ini uang untukmu dan fara kamu harus berhemat dan kamu juga bisa tinggal disini saya sudah membayar sewanya selama setahun jadi selama itu kamu bisa mencari pekerjaan yang bisa kamu kerjakan dirumah agar tidak meninggalkan fara
saya akan mengirimimu uang pembeli susu untuk fara setiap bukannya tapi untuk bersamamu saya sudah tidak bisa lagi
maafkan saya marni mungkin inilah yang dirasakan oleh Nadia merasa kecewa telah dibohongi dan dikhianati hingga akhirnya nadia menyerah
kamu jaga baik-baik fara ya jangan sakiti dia
dia tidak berdosa "ucap wahyu setelah menyerahkan amplop pada marni wahyu berjalan keluar rumah menyeret dua koper yang pernah dibawanya dari rumah Nadia
Wahyu melajukan motornya menuju sebuah rumah kost yang tidak begitu jauh dari tempat kerjanya
Wahyu berharap disana masih ada kamar yang kosong
"apakah ini karma untukku tapi karma itu tidak pernah ada kan?!"ucap wahyu dalam hati
wahyu lehih memilih pergi dari rumah kontrakannya dibandingkan dia mengusir marni yang memiliki bayi
wahyu masih memberikan marni bekal tapi bukan untuk marni akan tetapi untuk fara
wahyu sangat menyayangi fara tapi wahyu tidak bisa menerima kenyataan bahwa marni sudah berbohong dan mengkhianatinya
sedangkan marni setelah wahyu meninggalkan rumah kontrakannya
"marni masuk kedalam kamarnya dia naik keatas ranjang dimana putri kecilnya tertidur pulas
marni memeluk tubuh mungil putrinya
marni kembali menangis sesenggukan namun suara tangisan marni tidak terdengar deraian air mata yang terus saja mengalir bak anak sungai membasahi pipinya
__ADS_1
" maafkan mama Sayang karena kesalahan Mama kamu jadi korban papanu juga tidak tau dimana sekarang semoga dia baik-baik saja dan datang menjemput kita" ucap marni berbicara pada bayinya yang sedang tertidur
lama Marni merenungi nasibnya dan anaknya akhirnya marbi tertidur dengan mata sembabnya
sedangkan Wahyu kini telah sampai di tempat kost yg ditujunya
suatu keberuntungan bagi Wahyu disana masih tersisa satu kamar lagi
walaupun kamarnya sempit akan tetapi wahyu bisa mendapatkan tempat untuk tinggal dan harganya terjangkau
dikamar kost yg ditempati wahyu ada kamar mandi yang bersebelahan dengan Westfale dan tempat menyimpan kompor gas
wahyu merasa lega walaupun kamarnya tidak memiliki sekat memisahkan tempat tidur dan kamar serta dapur menurut Wahyu itu sudah lumayan karena hanya tinggal sendiri
wahyu merenungi nasibnya membohongi Nadia demi bisa
bersama marni akan tetapi malah marni yang sudah membohonginya dengan menyembunyikan rahasia besar
wahyu semakin berharap bisa kembali bersama Nadia
setelah lelah memikirkan semua wahyu terlelap dalam mimpi bertemu dengan Nadia dan anak2nya
"Nad, bisakah kita rujuk kembali ?ucap Wahyu yang berlutut dihadapan nadia yang sedang duduk di kursi sebuah taman bunga
sedangkan ketiga anaknya asyik mengjar kupu-kupu bersama dua orang anak laki-laki dan perempuan
"nad tolong beri abang kesempatan,abang berjanji tidak akan mengulanginya lagi " ucap wahyu memohon
"maaf bang saya harus pergi "ucap Nadia berdiri dari duduknya dan berjalan menyusuri jalan setapak ditaman bunga itu
ketiga anaknya pun ikut berlari kecil bersama dua anak laki-laki dan perempuan itu namun saat anak2nya melewatinya mereka berhenti sejenak mencium punggung tangan wahyu dan memeluknya
"ayah maafkan kami tidak bisa tinggal bersama ayah tapi ayah tidak perlu khawatir kami akan selalu mengingat ayah walaupun ayah pernah mengabaikan dan mengecewakan kami tapi kami tetap sayang pada ayah"ucap sisulung
wahyu meneteskan air mata dalam pelukan ketiga anaknya
"maafkan ayah nak,bantu ayah agar bisabersama bunda lagi
ayah ingin menebus kasalahan ayah
ayah janji akan selalu membahagiakan kalian " ucap wahyu lagi
"maaf ayah, bunda sudah bahagia tanpa ayah dan kamipun sudah terbiasa tanpa kehadiranmu " ucap sisulung lagi menyeka air mata wahyu
tangannya yang lembut dan hangat membuat wahyu semakin merasa bersalah
__ADS_1
"maafkan ayah nak, maafkan ayah" ucap wahyu terisak
"kami sudah lama memaafkan ayah tapi kami tidak bisa bersama ayah karena kami sudah bersumpah tidak akan meninggalkan bunda seperti ayah meninggalkan bunda" ucap sibungsu lalu mencium kedua pipi ayahnya yang basah oleh air mata
"kami pergi ayah bunda sudah menunggu kami,kami yakin suatu hari Ayah pasti bahagia dan kami tetaplah anak-anak ayah kami sayang ayah seperti sayang kami pada bunda tapi kami tidak bisa meninggalkan bunda karena bunda adalah nafas hidup kami
jaga diri Ayah baik-baik "ucap Shela kembali memeluk ayahnya
"sampai jumpa ayah, ayah harus bahagia "ucap mereka lalu berjalan kearah dimana tadi Nadia berjalan bersama kedua anak laki-laki dan perempuan tadi
"jangan tinggalkan ayah nak Ayah sekarang sendiri, tolong nak jangan tinggalkan ayah "teriak wahyu memohon mohon kepada anak-anaknya
namun ketiga anaknya terus saja berjalan kedepan walau sesekali mereka menoleh kebelakang dan tersenyum disertai lambaian tangan
"jangan tinggalkan ayah,ayah mohon"teriak wahyu dengan deraian air mata
"ayah jangan takut ya fara akan selalu menemani Ayah,fara akan merawat ayah jangan sedih lagi ya ayah nanti kita berkunjung kerumah bunda dan kakak" ucap Seorang anak perempuan cantik dengan bola mata bening
wahyu menatap lekat wajah anak perempuan yang ada didepannya
"fara"ucap wahyu setelah mengenali wajah anak perempuan yang ada didepannya
"iya ayah ini fara jadi ayah jangan sedih lagi ya ,fara akan selalu menemani ayah tapi sekarang fara pergi dulu ya
ayah harus janji tidak akan sedih-sedih lagi fara sayang ayah" ucap anak perempuan itu lalu mencium pipi wahyu lalu membalikkan badannya dan pergi meninggalkan wahyu
"dadah ayah sampai jumpa nanti "ucap fara lalu berlari menapak jalan dibelakang wahyu dan menghilang
Wahyu tidak dapat melihatnya lagi
"Fara jangan tinggalkan ayah sendiri "Wahyu terbangun dari tidurnya lalu mengusap wajahnya yang basah oleh air matanya
"ya Allah apa makna mimpiku tadi" ucap wahyu mengusap wajahnya
wahyu melihat jam di ponselnya ternyata sudah hampir subuh
Wahyu bergegas beranjak dari tidurnya dan segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya
tak berapa lama setelah Wahyu selesai mandi suara azan subuh mulai terdengar wahyu sudah lama tidak menjalankan kewajibannya semenjak berpisah dengan Nadia
wahyu segera menggelar sajadahnya dan melaksanakan shalat subuh
"ya Allah maafkan hamba sudah lama melupakanmu " ucap wahyu menangkup wajahnya dengan kedua tangannya wahyu kembali menangis meratapi nasib rumah tangganya sudah dua kali dia gagal membina rumah tangga yang bahagia
setelah selesai sholat subuh wahyu membuka kopernya yang belum sempat dipindahkanya kedalam lemari pakaian yang memang sudah ada dikamar kostnya
__ADS_1
wahyu sudah rapi dengan pakaian kerjanya
wahyu keluar dari kamar kost-an untuk segera mencari penjual sarapan