Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 57


__ADS_3

"maafkan ayah ya nak walaupun kamu bukan darah dagingku tapi ayah menyayangimu


ayah juga tidak bisa bersama ibumu


maafkan ayah nak" ucap wahyu dan kembali menciumi seluruh wajah bayi cantik yang tidak berdosa itu


Marni semakin menangis sesenggukan mendengar kata-kata Wahyu


apa yang ditakutkan nya kini benar-benar terjadi


Wahyu memberinya Kata talak tiga


"bang jangan pergi bang, jangan tinggalkan kami bang kalau abang pergi kami dengan siapa ?" ucap marni memohon-mohon kepada Wahyu dengan deraian air mata


wahyu tidak peduli dengan tangisan marni


"sudahlah marni,ini uang untukmu dan fara kamu harus berhemat dan kamu juga bisa tinggal disini saya sudah membayar sewanya selama setahun jadi selama itu kamu bisa mencari pekerjaan yang bisa kamu kerjakan dirumah agar tidak meninggalkan fara


saya akan mengirimimu uang pembeli susu untuk fara setiap bukannya tapi untuk bersamamu saya sudah tidak bisa lagi


maafkan saya marni mungkin inilah yang dirasakan oleh Nadia merasa kecewa telah dibohongi dan dikhianati hingga akhirnya nadia menyerah


kamu jaga baik-baik fara ya jangan sakiti dia


dia tidak berdosa "ucap wahyu setelah menyerahkan amplop pada marni wahyu berjalan keluar rumah menyeret dua koper yang pernah dibawanya dari rumah Nadia


Wahyu melajukan motornya menuju sebuah rumah kost yang tidak begitu jauh dari tempat kerjanya


Wahyu berharap disana masih ada kamar yang kosong


"apakah ini karma untukku tapi karma itu tidak pernah ada kan?!"ucap wahyu dalam hati


wahyu lehih memilih pergi dari rumah kontrakannya dibandingkan dia mengusir marni yang memiliki bayi


wahyu masih memberikan marni bekal tapi bukan untuk marni akan tetapi untuk fara


wahyu sangat menyayangi fara tapi wahyu tidak bisa menerima kenyataan bahwa marni sudah berbohong dan mengkhianatinya


sedangkan marni setelah wahyu meninggalkan rumah kontrakannya


"marni masuk kedalam kamarnya dia naik keatas ranjang dimana putri kecilnya tertidur pulas


marni memeluk tubuh mungil putrinya


marni kembali menangis sesenggukan namun suara tangisan marni tidak terdengar deraian air mata yang terus saja mengalir bak anak sungai membasahi pipinya

__ADS_1


" maafkan mama Sayang karena kesalahan Mama kamu jadi korban papanu juga tidak tau dimana sekarang semoga dia baik-baik saja dan datang menjemput kita" ucap marni berbicara pada bayinya yang sedang tertidur


lama Marni merenungi nasibnya dan anaknya akhirnya marbi tertidur dengan mata sembabnya


sedangkan Wahyu kini telah sampai di tempat kost yg ditujunya


suatu keberuntungan bagi Wahyu disana masih tersisa satu kamar lagi


walaupun kamarnya sempit akan tetapi wahyu bisa mendapatkan tempat untuk tinggal dan harganya terjangkau


dikamar kost yg ditempati wahyu ada kamar mandi yang bersebelahan dengan Westfale dan tempat menyimpan kompor gas


wahyu merasa lega walaupun kamarnya tidak memiliki sekat memisahkan tempat tidur dan kamar serta dapur menurut Wahyu itu sudah lumayan karena hanya tinggal sendiri


wahyu merenungi nasibnya membohongi Nadia demi bisa


bersama marni akan tetapi malah marni yang sudah membohonginya dengan menyembunyikan rahasia besar


wahyu semakin berharap bisa kembali bersama Nadia


setelah lelah memikirkan semua wahyu terlelap dalam mimpi bertemu dengan Nadia dan anak2nya


"Nad, bisakah kita rujuk kembali ?ucap Wahyu yang berlutut dihadapan nadia yang sedang duduk di kursi sebuah taman bunga


sedangkan ketiga anaknya asyik mengjar kupu-kupu bersama dua orang anak laki-laki dan perempuan


"nad tolong beri abang kesempatan,abang berjanji tidak akan mengulanginya lagi " ucap wahyu memohon


"maaf bang saya harus pergi "ucap Nadia berdiri dari duduknya dan berjalan menyusuri jalan setapak ditaman bunga itu


ketiga anaknya pun ikut berlari kecil bersama dua anak laki-laki dan perempuan itu namun saat anak2nya melewatinya mereka berhenti sejenak mencium punggung tangan wahyu dan memeluknya


"ayah maafkan kami tidak bisa tinggal bersama ayah tapi ayah tidak perlu khawatir kami akan selalu mengingat ayah walaupun ayah pernah mengabaikan dan mengecewakan kami tapi kami tetap sayang pada ayah"ucap sisulung


wahyu meneteskan air mata dalam pelukan ketiga anaknya


"maafkan ayah nak,bantu ayah agar bisabersama bunda lagi


ayah ingin menebus kasalahan ayah


ayah janji akan selalu membahagiakan kalian " ucap wahyu lagi


"maaf ayah, bunda sudah bahagia tanpa ayah dan kamipun sudah terbiasa tanpa kehadiranmu " ucap sisulung lagi menyeka air mata wahyu


tangannya yang lembut dan hangat membuat wahyu semakin merasa bersalah

__ADS_1


"maafkan ayah nak, maafkan ayah" ucap wahyu terisak


"kami sudah lama memaafkan ayah tapi kami tidak bisa bersama ayah karena kami sudah bersumpah tidak akan meninggalkan bunda seperti ayah meninggalkan bunda" ucap sibungsu lalu mencium kedua pipi ayahnya yang basah oleh air mata


"kami pergi ayah bunda sudah menunggu kami,kami yakin suatu hari Ayah pasti bahagia dan kami tetaplah anak-anak ayah kami sayang ayah seperti sayang kami pada bunda tapi kami tidak bisa meninggalkan bunda karena bunda adalah nafas hidup kami


jaga diri Ayah baik-baik "ucap Shela kembali memeluk ayahnya


"sampai jumpa ayah, ayah harus bahagia "ucap mereka lalu berjalan kearah dimana tadi Nadia berjalan bersama kedua anak laki-laki dan perempuan tadi


"jangan tinggalkan ayah nak Ayah sekarang sendiri, tolong nak jangan tinggalkan ayah "teriak wahyu memohon mohon kepada anak-anaknya


namun ketiga anaknya terus saja berjalan kedepan walau sesekali mereka menoleh kebelakang dan tersenyum disertai lambaian tangan


"jangan tinggalkan ayah,ayah mohon"teriak wahyu dengan deraian air mata


"ayah jangan takut ya fara akan selalu menemani Ayah,fara akan merawat ayah jangan sedih lagi ya ayah nanti kita berkunjung kerumah bunda dan kakak" ucap Seorang anak perempuan cantik dengan bola mata bening


wahyu menatap lekat wajah anak perempuan yang ada didepannya


"fara"ucap wahyu setelah mengenali wajah anak perempuan yang ada didepannya


"iya ayah ini fara jadi ayah jangan sedih lagi ya ,fara akan selalu menemani ayah tapi sekarang fara pergi dulu ya


ayah harus janji tidak akan sedih-sedih lagi fara sayang ayah" ucap anak perempuan itu lalu mencium pipi wahyu lalu membalikkan badannya dan pergi meninggalkan wahyu


"dadah ayah sampai jumpa nanti "ucap fara lalu berlari menapak jalan dibelakang wahyu dan menghilang


Wahyu tidak dapat melihatnya lagi


"Fara jangan tinggalkan ayah sendiri "Wahyu terbangun dari tidurnya lalu mengusap wajahnya yang basah oleh air matanya


"ya Allah apa makna mimpiku tadi" ucap wahyu mengusap wajahnya


wahyu melihat jam di ponselnya ternyata sudah hampir subuh


Wahyu bergegas beranjak dari tidurnya dan segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya


tak berapa lama setelah Wahyu selesai mandi suara azan subuh mulai terdengar wahyu sudah lama tidak menjalankan kewajibannya semenjak berpisah dengan Nadia


wahyu segera menggelar sajadahnya dan melaksanakan shalat subuh


"ya Allah maafkan hamba sudah lama melupakanmu " ucap wahyu menangkup wajahnya dengan kedua tangannya wahyu kembali menangis meratapi nasib rumah tangganya sudah dua kali dia gagal membina rumah tangga yang bahagia


setelah selesai sholat subuh wahyu membuka kopernya yang belum sempat dipindahkanya kedalam lemari pakaian yang memang sudah ada dikamar kostnya

__ADS_1


wahyu sudah rapi dengan pakaian kerjanya


wahyu keluar dari kamar kost-an untuk segera mencari penjual sarapan


__ADS_2