Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 47


__ADS_3

om dan tante duduk dulu ya dedek panggilkan bunda dulu"ujar Arka


. Namun tiba-tiba Arka memanggil seseorang


"om Wandi " suara arka memanggil seseorang yang berdiri dekat sebuah bangunan mirip sebuah toko


"kenapa dek,ada yang bisa om bantu ?" tanya pria itu yang Arka panggil om wandi


"om dedek bisa minta tolong nggak ?"tanya arka sopan


anak itu selalu menyebut namanya dengan panggilan dedek mungkin karena dia anak bungsunya mbak Nadia


"minta tolong apa nak?"tanya wandi


"itu kan ada tamunya bunda ,dedek mau minta tolong sama aunty mita buat buatin minum juga bawa kue kesini untuk tamu-tamu nya bunda Dedek tidak bisa langsung ketempatnya aunty mita minta tolong karena dedek mau panggil bunda dulu kasian lama nunggu


tolong ya om Tanya aunty mita "ucap Arka hati-hati mungkin takut orang yang dimintai tolong merasa tersinggung lagi-lagi itu membuatku kagum dengan anak lelaki kecil ini


"okey sayang nanti om sampaikan pada aunty mita "ucap lelaki itu lagi


"makasih banyak ya om "ucap arka


"maaf ya om tante,lama nunggu dedek kedalam dulu sebentar untuk panggil bunda"ujar Arka membungkukkan badannya sedikit


dan kami mengangguk


setelah melihat kami mengangguk dan tersenyum Arka berlalu masuk kedalam rumah


"ohh....mas betapa menggemaskannya dia, ingin rasanya kubawa pulang"ucapaku gemas melihatnya seperti itu bertingkah dewasa dan anak-anak secara bersamaan


"hus itu anak orang kalau kamu mau kita buat aja sayang yang sama seperti itu"jawab mas Athar menaik turunkan alisnya


"iiihh....apaan sih mas genit amat"ucapaku pura-pura marah


"jangan marah dong sayang mas kan cuma becanda tapi kalau benaran juga nggak apa-apa kan sikakak sudah besar sudah pantas dikasi adik"ucap mas Athar lagi yang mulai kambuh somplaknyabtapibsaya Cinta


"udah ah mas jangan bahas yang aneh-aneh ini rumah orang "ucapku


"tapi kalau dirimah bolehkan sayang sekalian prakteknya" ucap mas Athar lagi


"mas"ucapku tegas


"iya iya sayang"jawab mas Athar dan diapun diam


Nadia akhirnya keluar juga dari rumah nya namun arka tidak keluar lagi


dari arah toko ada seorang gadis cantik membawa nampan entah apa isinya dan saya sangat yakin anak gadis ini orang yang arka panggil aunty mita


betapa perhatiannya anak lelaki kecil tampan itu tanpa disuruh pu sudah paham bila ada tamu yang datang bertandang harus dijamu


saya dan mas Athar makin merasa bangga padanya


saya salut dengan cara mbak Nadia mendidik anak-anaknya


suaminya benar-benar bodoh karena rela membuang berlian berharga demi batu kerikil kecil

__ADS_1


πŸ€ back to πŸ€


"mau ya Mbak nadia kita besanan"ucap kirana lagi


"hehehehe....mbak Kirana ini ada-ada saja "ucap nadia tertawa kecil


"saya serius loh mbak"ucap kirana lagi


"insyaallah mbak,kita tidak tau bagaimana anak-anak kita dimasa depan kita sebagai orang tua tidak bisa memaksakan kehendak tapi kita bisa berusaha mendekatkan mereka kalau nanti mereka cocok dna merasa nyaman Alhamdulillah kita lanjut tapi kalau mereka merasa tidak nyaman jangan dipaksakan karena itu akan membuat mereka merasa tertekan dan akhirnya tidak merasa bahagia


jodoh maut dan rezeki hanya tuhan yang tau kita hanya harus berusaha dengan iringan doa "ucap nadia bijak


"iya mbak Nadia benar"ucap Athar


kirana hanya mengangguk dan semakin kagum dengan sifat Nadia yang lemah lembut namun tegas dalam mengambil keputusan juga selalu menjaga perasaan orang lain dalam setiap tutur katanya pantas saja Arka juga seperti itu


"oh iya mbak Nadia kedatangan kami kemari untuk memberikan ini " ucap Athar dan menyodorkan amplop berwarna coklat dan bertuliskan Pengadilan Agama


Nadia menutup mulutnya tidak percaya kalau gugatannya sudah diterima dan sebentar lagi akan merubah statusnya sebagai singel parent


Nadia mengambil amplop itu dari tangan Athar dengan tangan gemeter tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya


dengan cepat Nadia menghapus lelehan air matanya


"pihak dari pengadilan juga sudah mengirimkan surat panggilan sidang"ucap Athar


"terimakasih banyak sudah repot-repot mengantarkannya "ucap Nadia


"iya mbak sama-sama "ucap Kinara


Nadia memberikan mereka kue dan pancake durian sebagai oleh-oleh


Kinara Sangat senang datang berkunjung ke rumah Nadia karena Nadia tidak segan-segan mengajarinya membuat pancake kesukaannya


"kami pamit ya mbak , terimakasih banyak untuk semua hari ini saya jadi tau bagaimana cara membuatnya "ucap Kinara semangat


"iya,mbak sama-sama "ucap Nadia


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Hari berganti hari Minggu berganti Minggu akhirnya hari yang ditunggu Nadia pun tiba sidang keputusan


semua berjalan lancar karena selama proses sidang Wahyu tidak pernah hadir


dihari penentuan ini pun wahyu tidak hadir


Nadia merasa bersyukur karena wahyu tidak mempersulit nya


Nadia sudah berada di kursi didepan hakim mendengarkan hakim membacakan semua keputusan akhir dari kisah rumah tangga yang diperjuangkannya sendiri


akhirnya hakim membacakan keputusannya hari ini dan Akhirnya Nadia dan wahyu sah bercerai


. Nadia meneteskan air matanya bukan karena mereka menyesal tapi Nadia merasa bersyukur dan lega telah terbebas dari hubungan yang sudah tidak sehat lagi


Nadia sebenarnya heran kemana wahyu?apa yang terjadi padanya ? apakah baik-baik saja?

__ADS_1


itu yang berputar-putar dalam fikiran Nadia


setelah semua selesai Nadia yang ditemani sarah dan Gilang kepengadilan akhirnya pulang kerumahnya dengan perasaan yang plong terasa semua beban berat dikepala dan tubuhnya terangkat dan terhempas


Sebenarnya sebelum Nadia mangajukan gugatanpercerajiannya dengan Wahyu


Nadia sempat menanyakan pada Anak-anaknya apakah mereka memberikan nadia izin untuk bercerai dengan ayahnya karena Nadia tidak ingin egois


diluar dugaan Nadia ketiga anaknya langsung setuju tanpa ada drama menangis atau yg lainya terutama Arka


yg sangat dekat dengan Wahyu dengan lantang berkata


"kalau memang bunda bisa merasakan kenyamanan bila berpisah dengan ayah maka berpisahlah bunda kami ingin melihat bunda bahagia kami juga sudah berjanji pada kak Ardhit kami tidak akan pernah membiarkan Bunda menangis bunda harus bahagia


karena kami selalu ada untuk Bunda walaupun tanpa ayah karena kami sudah terbiasa tanpa Ayah"ucap arka panjang lebar di angguki oleh kedua kakak kembarnya


"iya bunda bunda harus bahagia, jangan khawatir kami selalu ada untuk bunda "ucap Shila lalu beranjak berlari kedalam pelukan sang ibu


Shela dan Arka juga melakukan hal yang sama


memeluk dan mencium pipi Nadia


anak-anaknya disuruh dewasa sebelum waktunya oleh keadaan


Nadia bersyukur anak-anaknya sangat pengertian


Nadia merasa terharu mendengar perkataan anak-anaknya


tetesan bening yang sedari tadi ditahannya kini sudah meluncur tanpa permisi


anak: anaknya menangis dalam pelukannya


"ya Allah setelah ini jangan kau beri kami air kesedihan tapi berlah kami air mata kebahagiaan"


doa nadia dalam hati


"sudah sayang kalian bobo ya besok kalian harus kesekolah "ucap Nadia


"iya bunda besok itu hari yang sangat penting"ucap Shela sambil mengusap air matanya


"sangat penting ? memangnya kenapa ?"ucap Nadia mengernyitkan keningnya


"besok hari pengumuman kelulusan "ucap shila


"oh..... ternyata putri-putri bunda sudah besar sekarang kalian sudah menanggalkan seragam putih merah berganti putih biru "ucap Nadia men


angkup pipi dan mencium kedua pipi anak kembarnya secara bergantian


πŸ€πŸ₯€πŸ€


maaf kalau ceritanya sedikit berbelit-belit dan masalah sidang perceraian sengaja tidak terlalu rinciπŸ™πŸ™πŸ™


jangan bosan ya baca karya pertama saya Ini


😍😍πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2