Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 45


__ADS_3

tapi saya bingung harus kemana pak Sardi "ucapaku


"ibu Rahma tidak usah bingung ibu tinggal saja bersama ibuku karena beliau hanya tinggal berdua dengan Art karena saya mulai minggu depan saya harus kembali kekota karena pekerjaanku disini sudah selesai ibu sangat senang saat saya beritahu ditelpon"ucap pak Sardi


"sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih "ucapaku


"iya bu sama-sama "ucap pak Sardi


"permisi pak bu saya periksa dedek wahyu dulu ya "ucap dokter jaga dan seorang suster yang memerisa wahyu


"iya dok silahkan "ucapku..


dokterpun selesai memeriksa Wahyu


"dedek wahyu sudah bisa dibawa pulang ya pak bu, silahkan diurus adminnya,kami permisi ya pak bu"ucap dokter jaga itu ramah


"iya dokter, terimakasih banyak"ucap pak Sardi


"iya sama-sama,mari pak bu"ucap dokter itu dan keluar dari ruang rawat wahyu


"ibu rahma tunggu sebentar ya saya selesaikan dulu administrasinya setelah semua selesai kita pulang ke rumah ibu"ucap pak Sardi dan keluar dari ruang rawat wahyu


tak berapa lama Pak sardi sudah kembali ke ruang rawat wahyu


"ayo bu Rahma Kita pulang,saya sudah memesan taxi online mungkin sekarang sudah menunggu dibawah"ucap pak Sardi


"iya pak ayo"ucapku


"biar saya saja yang bawa tasnya "ucap pak Sardi dan mengangkat tas berisi pakaianku dan Wahyu


kamipun berjalan keluar dari rumah sakit benar yang dikatakan oleh pak Sardi kalau mobil online yang dipesannya sudah datang


jarak kota P kedesa Makmur memakan waktu dua setengah jam perjalanan


sesampainya didepan sebuah rumah sederhana bertingkat dua namun sangat asri dan menyejukkan mata dan hati


"ayo bu Rahma ,itu rumah ibu


"iya pak Sardi "ucapku


setelah turun dari mobil yg kami tumpangi pak Sardi berjalan lebih dulu masuk ke pekarangan luas rumah milik ibu pak Sardi saya mengikutinya dari belakang


"assalamualaikum"ucap pak Sardi dan seorang wanita paruh baya keluar dari rumah itu pak Sardi langsung menyalaminya dan mencium punggung tangannya saya pun melakukan hal yang sama sebagai penghormatan kepada yang lebih tua


"masuk nak masuk,oalah ini toh yang namanya Rahma orangnya cantik "ucap bu sriani ibu pak Sardi


saya hanya tersipu malu dan merasakan panas pada kulit wajah ku mungkin wajah ku sudah memerah pak Sardi hanya tersenyum mendengar perkataan ibunya


"ayo bu Rahma silahkan masuk "ucap pak Sardi kami memang tidak mengganti nama panggilan kami yang formal karena kami lebih nyaman dengan memanggil seperti itu


"iya pak terima kasih "ucapku dan melangkah masuk kedalam rumah

__ADS_1


"assalamualaikum "ucapku


"wa'alaikumsalam "jawab ibu sriani dan pak Sardi


"ayo nak masuk,anak kamu tidur kan didalam kamar kamu ya semua sudah disiapkan sama mbok Tuminah


"iya bu, saya kekamar dulu "ucapku berpamitan


"iya nak kamu istirahat saja pasti lelah sekali "ucap ibu sriani


sedangkan pak Sardi juga naik kelantai atas mungkin kamarnya ada diatas


ke esokan harinya pak Sardi berpamitan untuk kembali kekota S karena harus kembali bekerja


saat pak Sardi akan pergi tidak tau kenapa dengan hatiku rasanya sakit dan tidak nyaman


"mas pergi dulu ya jaga wahyu dan ibu baik-baik saya titipkan mereka kalau saya ada livur saya akan menjenguk kalian "ucap mas Sardi yang mengganti panggilannya sendiri jadi saya mengikutinya saja


"iya mas,mas hati-hati dijalan juga jaga kesehatan"ucapku dengan wajah memerah


"dek ini uang belanja untuk membeli keperluanmu dan wahyu"ucap mas sardi memberikan amplop putih


"iya mas"ucapku


mas sardi pun berpamitan dan taklupa dia mencium semua wajah gembil dan enak untuk di cium -cium


"Bapak pergi dulu ya nak,jadi anak yang baik jangan nakal ya nak kasihan ibumu"ucap mas sardi pada wahyu sambil mengelus lembut kepala putra kecilku


sedangkan saya dan wahyu tinggal didesa bersama ibunya


mas sardi akan datang Hanya sekali sebulan membawa uang belanja bulanan untuk kami dan


sekalian menjenguk kami


kini wahyu berusia tiga tahun mas sardi waktu itu pun pulang kerumah karena ini sudah pertengahan bulan


"Assalamualaikum " ucapan salam seseorang yang selalu dinanti kedatangannya


"walatumtalam, hoyeee.....papak chuda puyang"teriakkan wahyu kecil mendengar suara salam diluar rumah segera berlari menyongsong laki2 yang menjadi panutannya


"Wa'alaikumsalam" jawabku dan ibu bersamaan


mas sardi sudah berdiri didekat kami yg sedang sibuk menyiapkan makan malam


"sudah sampai mas"ucapku dengan tersenyum


"iya dek"jawabnya lembut


"sayang turun nak,bapak pasti capek baru pulang " ujarku pada wahyu yang bergelayut dileher mas sardi seakan takut ditinggal


"tidak apa-apa dek ,biar saja saya juga senang kalau wahyu manja begini "ucapnya mengusap punggung putraku dengan sayang

__ADS_1


"ya sudah mas istirahat dulu"ucapku dan beranjak mengamabilka air minum untuk laki-laki penolongku itu


dia pun berjalan menuju ruang tengah dan duduk dikursi depan tv


"ini mas airnya " ucapku menyerahkan air putih yg kubawa dari dapur


ibu yang melihat interaksi kami tersenyum manis


"terimakasih"ucapnya mengambil air minum yang kuberikan lalu meneguknya hingga tandas


"papak janan peldi peldi ladhi ya,wayu nda dada yan temani bemain "ucap wahyu kecil dengan bahasa cadelnya


"iya sayang bapak tidak mau jauh dari wahyu tapi ibu tidak mau ikut sama bapak"ucap mas sardi menatapku dsngan tatapan yang tidak bisa kuartikan


"bibu Tita nyanti itut cama papak ya,cupaya wayu nda' dauh-dauh ladi cama papak"ucap putraku


"bagaimana kalau kalian menikah saja nak,ibu ingin melihat kalian bahagia apalagi wahyu sangat membutuhkan sardi"ucap ibu yg tiba-tiba sudah ada dibelakangku


saya dan mas sardi hanya diam


"Di kamu mandi dulu nak sekalian ajak anak manja itu karena kalau sore begini susah sekali disuruh mandi "ucap ibu lagi mencairkan suasana


iya bu,ayo sayang kita mandi sore "ucap mas sardi pada wahyu


"holeeeeee....bandi cama papak"ucap wahyu girang tidak seperti kalau saya yang mengajaknya pasti ada drama kejar-kejaran dulu


Mas sardi berjak dari duduknya dan berjalan menuju kelatai atas dimana kamarnya berada


wahyu dalam gendongannya


"lihatlah nak,putramu sangat membutuhkan sosok seorang ayah apakah kamu tidak punya rasa pada putra ibu?"tanya ibu padaku saat mas sardi sudah masuk kedalam kamarnya bersama wahyu


"emmmm, tapi bu apakah saya pantas bersanding dengan mas sardi saya tidak mau hanya membuat mas sardi malu bu seperti yg matan suamiku katakan bahwa saya ini hanya membuatnya malu"ucapku dan mulai terisak karena mengingat kata-kata yang diucapkan mantan suamiku


"tidak sayang,sardi sangat menyayangi kalian sardi juga sudah mengutarakan niat baiknya pada ibu"ucap ibu sriani meyakinkanku


lama say terdiam memikirkan semua, sebenarnya saya juga sudah punya rasa pada mas sardi karena melihatnya tulus menyayangi putraku


"baiklah bu saya mau menjadi istri mas sardi "ucapku akhirnya


"Alhamdulillah "ucap ibu dan mas sardi bersamaan yang entah sejak kapan ada disana mendengarkan pembicaraan kami


wajah mas sardi terlihat sangat bahagia mendengar ucapanku


saya hanya bisa tertunduk malu saat mas Sardi menatap ku


ku usap dadaku yang berdebar kencang


seminggu berikutnya adalah hari yang sangat mendebarkan walaupun ini bukan pernikahan kami untuk pertama kalinya


tapi jantung serasa mau copot dari tempatnya apa lagi saat terdengar kata sah dari orang -orang yang datang menghadiri pernikahan sederhana kami

__ADS_1


"Alhamdulillah "ucapku dalam hati ada rasa bahagia berkecamuk dalam dada


__ADS_2