Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 6


__ADS_3

Sesampainya diwarung milik mbak lila Nadia turun dari motornya dan memarkirkannya


"Assalamu'alaikum,mbak lila" salam Nadia saat berdiri depan warung mbak lila


"Walaikumsalam,eh neng Nadia mau beli apa neng" jawab mbak lila saat melihat Nadia


"ini Mbak sy mau titip kue disini" kata nadia mengangkat box kue yg dibawanya


" Kue apa neng?" kata mbak lila pada Nadia


"ini Mbak kue bolu" jawab nadia menyodorkan box kuenya pada mbak lila"Mbak bisa coba kok" kata nadia lagi


mbak Lila membuka box kue Nadia dan mengambil satu kue dan mencobanya


"wah ini kue bolunya enak neng" kata wanita paruh baya itu setelah mencoba kuenya


"titip aja neng mudahan laris" katanya lagi


"iya mbak"kata nadia " kl begitu saya pamit dulu ya mbak, makasih banyak"kata nadia lagi diangguki oleh mbak lila


"iya neng sama2 " jawab mbak lila lagi


Nadia pun membalikkan badannya berjalan kearah motornya terparkir setelah mengucapkan salam


🍀🍀


Setibanya di rumah nadia memarkirkan motornya dan berjalan masuk kedalam rumah


"Assalamualaikum" salam nadia dan dijawab oleh arka dari dalam rumah


"walaikumsalam bunda" jawab arka berlari kecil kearah nadia


"wah sayangnya bunda pintar amat ya ditinggal2" kata nadia mengusap lembut kepala putranya


"iya dong bunda adekkan sudah besar"kata arka bangga


🥀


Saat siang menjelang sikembar sudah kembali dari rumah gurunya


"Assalamualaikum bunda"Salam sikembar berbarengan


"walaikumsalam " jawab Nadia dari dalam rumah


"sudah pulang sayang, bagaimana dengan ibu gurunya?" tanya nadia setelah menerima tangan kedua putrinya bersalaman


"Alhamdulillah,sehat bunda dedek bayinya juga lucu gemesin"kata Shela menggerakkan giginya karena gemas sambil tertawa kecil


"iya bunda dedek bayinya lucu banget pengen deh kakak bawa pulang" celetuk shila lalu mereka tertawa bersama


"memangnya dedek banyinya bisa dibawa pulang kak?" tanya arka dengam dengan polosnya


mereka yang mendengar pertanyaan sibungsu hanya tertawa


Arka mengerutkan keningnya heran kenapa mereka tertawa


"dek kl dedek bayinya dibawa pulang bisa2 kakak dikira penculik kayak yg viral itu! hahahhaah" kata shila tertawa lebar diikuti nadia dan shela

__ADS_1


"kan kakak sendiri yg bilang tadi" kata arka mengerutkan bibirnya


"kan kakak td bilang seandainya dek"jawab shila tak mau kalah dan masih dengan tawanya


Nadia hanya menggeleng melihat


kelakuan anak-anaknya


"sudah sayang jangan ganggu adeknya lagi,kalian ganti baju trus makan siang" kata nadia melerai


"siap bunda" kata sikembar dan berlalu masuk kedalam kamarnya


sore hari Nadia kembali kewarung mbak lila untuk mengambil kue yg dititipkan ya


"Assalamualaikum mbak" salam nadia


"wa'alaikumsalam,jawab Mbak lila


"Bagaimana kuenya mbak?" tanya Nadia


"kuenya habis neng,itu" tunjuk mbak lila pada boks kue Nadia yg sudah kosong


"Tadi bawa berapa neng?" tanya mbak lila lagi


" Alhamdulillah,Tadi bawa 50 biji aja mbak " jawab Nadia


"oh..tunggu ya neng mbak ambil uangnya dulu" kata mbak Lila sambil membuka laci uang dimejanya


"ini neng,pas ya mbak udah ambil potongannya"katanya lagi sambil menyodorkan uang pada Nadia


"makasih banyak mbak" jawab nadia sembringah


"besok bawa lagi ya neng,kl bisa tambah atau ada kue yg lainnya"kata mbak lila lagi


"iya mbak Insyaallah,kl begitu saya pamit ya mbak" kata Nadia berpamitan dan memberi salam dan dijawab oleh Mbak lila


🍀🍀


setelah makan malam seperti biasanya mereka akan duduk depan Tv sebelum masuk kedalam kamar masing-masing


"oh iya Bunda,td ibu kepala sekolah pesan kue bolu katanya kue buatan bunda enak"kata shila mengingat pesanan kepala sekolahnya td


"Alhamdulillah, memangnya mau berapa kak?"tanya nadia trus kapan mau diambil?" tanya Nadia lagi


"katanya sih sekitar 100 biji bunda, pesanannya minta diantarkan kesekolah hari rabu nanti soalnya akan ada rapat kepala sekolah" kata shila semangat


"okey bunda akan buatkan,tp kuenya cuma satu macam aja kan?" tanya Nadia pada shila


"nggak tau bund,tp nanti besok aku tanya kembali sm ibu kepsek" kata Shila lg


" iya sayang" jawab nadia


Nadia merasa senang banyak yg suka dengan kue buatannya


tak berselang lama nadia mendengar orang berucap salam dari luar pagar rumah


nadia bergegas bangkit dari duduknya dan berjalan keluar ingin melihat siapa tamu yg datang malam-malam kayak begini

__ADS_1


Sampai diruang tamu Nadia mengintip keluar melalui jendela saat tau siapa tamunya nadia gegas membuka pintu rumah dan berjalan keluar untuk membuka pintu pagarnya


"Assalamualaikum Nad,maaf baru bisa datang"kata desi saat pintu pagar rumah Nadia sudah terbuka


"wa'alaikumsalam,masuk des"kata Nadia mempersilahkan desi masuk


"nggak apa2 des,santai aja"kata nadia lagi


"Duduk dulu des,aku buatkan minum dulu ya"kata nadia mempersilahkan desi duduk


"Nggak usah repot-repot Nad" kata Desi yg sudah duduk disofa


"Nggak repot kok des,santai aja" kata nadia melangkah kedalam dapur beberapa saat Nadia kembali keruang tamu Dengan nampan ditangannya berisi teh hangat dan kue bolu buatan Nadia


"Minum dulu Des tehnya mumpung masih hangat" kata Nadia setelah meletakkan teh dan kue kemeja dihadapan Desi


"iya Nad makasih" kata desi dan memulai meminum tehnya serta memakan kue yg disuguhkan Nadia


"mmmm..kue bolunya enak Nad" kata Desi


"makasih des pujiannya"kata nadia dengan wajah memerah


"oh iya Nad ini sisa uang kamu kemarin maaf baru bisa antar kesini" kata Desi sambil menyodorkan amplop berisi uang kearah Nadia


"makasih banyak ya Des" kata Nadia menerima amplop yg diberikan Desi Dengan wajah bahagia


"iya sama2,semua memuji kue buatanmu kata mereka rasanya enak"? kata desi yg masih memakan kue bolunya


"eh hampir lupa Nad, kamu bisa tidak buatkan kue lagi sebanyak 100 biji tapi boksnya pisah2 ya perboksnya berisi 20 biji kue kl macam kuenya terserah kamu deh


kue bolu ini juga boleh dimasukkan


ini rasanya enak" kata Desi lagi


" Insyaallah bisa des,untung kemarin aku beli bahan agak banyak" kata nadia dengan tersenyum bahagia


"ya sudah aku pamit ya Nad,makasih banyak loh jamuannya"kata desi setelah tehnya habis desi berpamitan pada nadia


"tunggu sebentar des" kata nadia dan bergegas masuk kedalam dapur tak berapa lama nadia keluar dengan kantong ditangannya berisi boks kue dan menyerahkannya pada desi


"ini Des ini ada sedikit kue buat Mas bram juga Anak2" kata nadia


"wah kok repot-repot sih nad, makasih banyak loh"kata desi merasa senang


"aku pamit ya, Assalamualaikum " pamit desi melangkah keluar rumah menuju mobilnya yg terparkir diluar


"walaikumsalam,iya Des kamu hati2 ya" jawab nadia


saat mobil desi sudah tidak terlihat lagi Nadia kembali kedalam rumah tak lupa dia mengunci pintu pagarnya


"Alhamdulillah, terimakasih banyak ya Allah atas rezeki mu untuk keluargaku " kata nadia dengan wajah bahagianya


saat masuk keruang tengah Nadia sudah tak melihat anak2nya lagi didepan Tv


"ah mungkin anak2 sudah pada tidur" gumam nadia lalu melangkah menuju dapur untuk meletakkan gelas kotornya


"lebih baik aku siapkan semua bahan untuk besok" kata nadia pada dirinya sendiri

__ADS_1


lalu beranjak kedalam gudang penyimpanan bahan2 kuenya dan menyimpan bahan kue yg akan digunakannya esok hari pada wadah2 yg sudah disediakannya


setelah semua beres nadia masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat tp sebelum itu Nadia melaksanakan shalat Isya


__ADS_2