
panggil pengantin wanitanya keluar" ucap pak penghulu
Nadia dan Wulan beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati kamar shila
"Nak ayo turun suamimu sudah menunggu" ucap Nadia saat masuk kedalam kamar putrinya dan membimbing Shila berjalan keluar dari kamarnya dan turun ke bawah menuju ruang tamu dimana akad nikah digelar
sesampainya diruang tamu semua berdecak kagum melihat Shila yang begiti anggun dan cantik memakai gaun pengantin
"Masya Allah cantiknya pengantin wanitanya "ucap orang-orang yang ada di sana
"silahkan nak duduk dekat suamimu " ucap pak penghulu
nadia membimbing putrinya di samping Fariz menanti barunya
kini Shila dan Fariz duduk berdampingan di depan pak penghulu, Fariz sekali melirik sang istri
"silahkan nak Fariz sematkan cincin dijari manis istrimu" ucap pak penghulu lagi kepada Fariz, Fariz Tanpa ragu-ragu lagi meraih tangan lentik shila lalu menyematkan cincin dijari manis shila lalu Fariz mencium pucuk kepala Shila dan membaca do'a
"Allaaahumma biamaaanatika akhattuhaa, wa bikalimaaatika istahlaltu farjahaaa, fain qadhayta lii minhaa waladan faj'alhu mubaarakan syawiyyaa, walaa taj'al lissyaithaani fiihi syariikan walâa nashibaa
Artinya:
"Ya Allah, dengan amanat-Mu kujadikan ia isteriku dan dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan bagiku kehormatannya.
Jika Kau tetapkan bagiku memiliki keturunan darinya, jadikan keturunanku keberkahan dan kemuliaan, dan jangan jadikan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya".
setelah Fariz mencium kening shila kini shila mencium punggung tangan Fariz
setelah ritual itu selesai pak penghulu menyodorkan surat-surat pernikahan yang harus mereka tanda tangani dan kini dibimbing ke pelaminan sederhana namun terlihat elegan
Arman sengaja mengundang seorang ustadz untuk datang memberikan nasihat-nasihat pernikahan
Shila dan Fariz sengaja menyewa seorang Fotografer untuk mengabadikan Foto-foto pernikahan mereka sekarang ini Shila dan Fariz diarahkan untuk berfoto dengan memperlihatkan buku nikah mereka,berfoto berdua dan juga berfoto dengan semua keluarga
shila dan Fariz kini duduk di pelaminan keluarga dan sahabat bergantian naik ke pelaminan untuk mengucapkan kata selamat atas pernikahan mereka berdua
Keluarga dan sahabat Fariz yang hadir kini menikmati hidangan yang disajikan mereka sangat menikmati makanannya
Shela dan Rifqi kini duduk disatu meja dan menikmati hidangannya
" dek kamu mau mahar apa dariku?" tanya Rifqi pada shela
"saya tidak menginginkan apa-apa mas" ucap shila karena dia tidak ingin meminta takut dikatakan matre oleh calon suami dan keluarganya
"kamu bisa meminta apa saja kepadaku dek, insya Allah saya akan kabulkan " ucap Rifqi lembut
" Baiklah mas kalau itu maumu,saya ingin kamu membaca surah Ar-Rahman saat kita menikah nanti " ucap Shela dan Rifqi tersenyum
__ADS_1
"kenapa kamu tidak meminta sesuatu seperti emas berlian ataupun uang,kenapa hanya Surah Ar-Rahman ?" tanya Rifqi penasaran
"Mas semua itu bisa saya minta setelah kita menikah nanti,saya meminta mas membacakan Surah Ar-Rahman karena saya ingin kita banyak dilimpahi banyak kasih sayang seperti yang terdapat dalam kandungan Surah Ar-Rahman yaitu
"segala nikmat Allah yang sangat banyak terhadap makhluknya. Sehingga mengingatkan kita untuk selalu memiliki sifat yang penuh kasih sayang pada Allah dan makhluknya." ucap Shela kepada Rifqi
" sebenarnya mbak shila juga ingin meminta mas Fariz untuk membacakan Surah Ar-Rahman tapi saya mengatakan saya ingin mahar
Rifqi samakin kagum kepada calon istrinya itu
Abah dan Ummi Rifqi beserta Abi Mansyur dan Umy Salamah yang duduk di bangku tepat dibelakang mereka ikut tersenyum mendengarkan penuturan Shela
"kamu memang yang terbaik dek" ujar Rifqi
"saya hanya manusia biasa mas, punya banyak kekurangan mas jangan terlalu memujaku karena saya takut saya tidak bisa menjadi seperti yang mas inginkan " ucap Shila merendah
"Mas juga banyak kekurangan dek,jika nanti kita telah menikah dan salah satu dari kita membuat kesalahan kita saling mengingatkan ya dan jangan ragu menegurku dengan cara yang baik" ucap Rifqi
"iya mas, Insya Allah.Mas jangan pernah larang saya untuk bertemu keluarga dan saudara-saudara ku terutama kak Shila karena saya tidak bisa berpisah jauh dan terlalu lama dengan kak shila" ucap Shela dengan mata berkaca-kaca
"iya dek, Insya Allah saya tidak akan melarang kamu" ucap Rifqi
"makasih ya mas" ucap Shela
"sama-sama dek"ucap Rifqi
Shela beranjak dari duduknya berlalu kedalam rumahnya
shela kini sibuk dengan beberapa keluarganya dan sesekali menoleh kearah Rifqi dan tersenyum
keluarga Fariz pun berpamitan kepada Nadia untuk pulang
"Kami pamit ya Nadia,Arman Wahyu soalnya ini sudah mau sore takut nanti sampai rumah semalaman "ucap Abi Mansyur berpamitan
"tidak sekalian nginap disini mas,ini kan sudah mau sore Mas pasti sangat lelah seharian repot membantu mengatur keluarga yang datang " ucap Arman dan diangguki oleh Wahyu
mereka memang sepakat tidak memakai embel-embel umy abi atau mas dan mbak untuk arman dan Nadia karena mereka sekarang adalah besan,Arman dan Nadia serta wahyu setuju bila mereka dipanggil dengan nama saja
Abi Mansyur sebenarnya ingin langsung memboyong menantunya akan tetapi Nadia dan Shela menolak, shela mengatakan dia masih ingin bersama kakaknya sebelum dia menikah juga
"Nanti aja ya Abi umy kak shila ikut sama umy setelah saya nikah juga" ucap Shela dengan mata berkaca-kaca
"iya Nak biar nanti saja kakakmu ikut bersama kami biar sekalian dengan kamu nak" ucap umy Salamah lembut
"makasih ya umy"ucap Shela lalu memeluk umy Salamah dari samping
Umy Salamah dan orang tua Rifqi hanya tersenyum melihat tingkah shela yang lagi manja,
__ADS_1
kini semua keluarga telah kembali kerumah masing-masing kecuali keluarga wahyu dan wulan, anak-anak wulan meminta izin selama seminggu untuk pulang menghadiri pernikahan kakak-kakaknya
Shila kini berada didalam kamarnya bersama suaminya Fariz, mereka mengganti baju dan membersihkan diri dan bersiap-siap untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah,ini pertama kalinya mereka sholat berjamaah berdua, setelah selesai sholat shila mencium punggung tangan suaminya untuk yang kedua kalinya begitu pun dengan Fariz mencium kening istrinya untuk yang kedua kalinya setelah mereka halal
mereka berdua saling pandang dan tersenyum, Fariz menyatukan keningnya
"terus seperti ini ya aiy " kata Fariz
"kok aiy sih mas?" ucap Shila menjauhkan keningnya dari kening suaminya
"iya kan saya panggil kamu sayang jadi mulai sekarang saya panggil kamu aiy dan kamu ganti panggilan kamu kesaya jangan mas lagi" ucap Fariz menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya
"trus saya harus panggil apa mas ?" ucap shila bingung
"terserah kamu sayang yang penting bukan mas atau Abang " ucap Fariz lagi lalu mencium kedua mata istrinya
shila terdiam memikirkan panggilan apa yang cocok untuk suaminya itu
"mmm kalau saya panggil bib gimana mas?" tanya shila pada suaminya
"bib? kalau Bib itu apa ?" tanya Fariz penasaran
"ya Habibi mas! jadi saya manggil mas dengan Abib" ucap shila malu-malu dan pipinya bersemu merah, itu membuat Fariz mencium pipi Shila dengan gemas
"ih...geli mas" ucap Shila protes namun Fariz semakin menciumnya
"ini hukuman karena kamu masih manggil saya mas kan sudah sepakat kalau kamu itu manggil saya Abib "ucap Fariz
"iya iya bib maaf,kan masih baru jadi masih sering lupa" ucap Shila membela diri
"makanya aiy harus sering-sering manggil dengan nama itu jadi lidahnya terbiasa " ucap Faris ingi mencium pipi Shila lagi namun gagal karena ketukan di pintu kamar mereka
tok tok tok tok
" kak disuruh turun sama bunda untuk makan malam" ucap Arka didepan pintu kamar Shila
shila berdiri dari duduknya yang masih memakai mukena lalu mendekati pintu untuk dibukanya
Shila membuka pintu kamarnya dan melihat Arka dan Rama Shinta berdiri disana
"kalian duluan ya kakak bereskan dulu ini mukenah kakak "ucap shila
"cepatan ya kak semua sudah menunggu dimeja makan" Ucap Arka dan mengajak kedua adik sepupu kembarnya itu
"ayo dek kita tunggu kak Shila dan mas Fariz di bawah aja" ujar Arka mengajak mereka berdua turun kelantai satu
tak berselang lama shila dan Fariz turun dari tangga dengan bergandengan tangan semua tersenyum melihat itu
__ADS_1