Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 61


__ADS_3

sehari setelah pertemuan terakhir marni dan Aldo


Aldo mendapatkan tawaran kerjasama dari salah satu rekan bisnisnya dulu dan aldo menerima peluang itu dan akhirnya Aldo kembali berbisnis


beberapa bulan merintis usahanya kembali aldo akhirnya bisa sedikit demi sedikit bangkit sampai akhirnya bisnis aldo dibidang properti kembali berjaya


Aldo berjanji akan mencari marni dan anaknya yang belum sempat dilihatnya


namun nasib berkata lain Aldo meninggal dunia karena kecelakaan itu


Aldo sempat membuat warisan untuk wanita yang dicintainya bersama anaknya namun saudara tiri dari ayahnya yaitu ibu Chintya ingin menguasai harta aldo sehingga membuat kerja sama bersama sang pengacara


Marni yang mendengar cerita tentang


Aldo yang ternyata sudah melupakannya dan telah menikah dengan perempuan lain yang saat ini sedang hamil muda


marni hanya bisa menangis merasa kecewa dan sakit hati dengan apa yang telah dilakukan Aldo padanya namun marni tidak punya upaya untuk protes harapannya telah pupus


Marni menatap putri kecilnya merasa kasihan karena ternyata papanya tidak


pernah mengingatnya


Marni pulang Dengan sejuta rasa kecewanya


Marni berjanji tidak akan pernah mengingaht Aldo lagi marni audah bertekad dalam hati bila nanti anaknya bertanya kemana papanya marni akan mengatakan bahwa Papa anaknya sudah tiada sudah pergi untuk selama lamanya agar putri kecilnya tidak menaruh harapan besar untuk bisa bersama papanya


Chintya merasa senang karena marni percaya bahwa aldo telah mengkhianatinya


Chintya yakin bahwa marni akan merasa benci pada Aldo dan akan berusaha menjauhkan putrinya dan menyuruhnya melupakan Aldo


sekarang Chintya bebas menguasai harta Aldo tanpa harus menyingkirkan sang pewaris satu-satunya yaitu fara


sebelum marni pulang ibu Chintya sempat memberikan beberapa jumlah uang pada marni untuk biaya hidup bersama fara beberapa bulan kedepan


Marni sempat menolak namun Chintya memaksa agar mau menerimanya sebagai permintaan maaf dari keluarganya


namun berbeda dengan Chintya uang yang diberikan kepada marni adalah hak fara


Chintya tersenyum licik melihat kepolosan marni yang mudah dibohonginya


namun Chintya tidak sadar bahwa pengacara yang dipercayanya juga orang yang licik


Begitulah bila harta yang didapatkan dengan cara yang licik maka harta itu akan pergi juga suatu hari nanti dengan jalan yang sama

__ADS_1


Hukum alam akan selalu ada


seperti kata orang-orang tua terdahulu Apa yang telah kau tabur dan kau siram itulah yang akan kau panen maka nikmatilah


Kehidupan wahyu tak jauh berbeda dengan kehidupan marni hidup wahyu luntang lantung tak tentu arah


wahyu malu untuk pulang kerumah orang tuanya


namun wahyu terus saja mencoba untuk bisa mendapatkan Nadia namun Nadia dan anak2nya selalu menolak


Wahyu berfikir Nadia tidak menikah sampai saatbini karena Nadia belum bisa move on darinya


"Nadia abang tau kamu masih sangat mencintaiku sehingga sampai sekarangpun kamu tidak bisa menikah dengan lelaki lain maka dari itu kembalilah pada abang kita bina rumah tangga jita kembali " ucap wahyu begitu percaya diri saat datang kerumah Nadia


"sudahlah ayah, ayah jangan lagi mengganggu bunda karena bunda tidak ingin kembali bersama ayah lagi


kenapa sih nggak bosan-bosannya ganggu bunda"ucap shela kepada wahyu


shela kesal setiap waktu setiap saat wahyu datang mengganggu istirahat mereka


Shela dan shila memang kembar namun sifat dan sikap mereka jauh berbeda shila dengan kelembutannya namun tegas sifat ini yang diwarisinya dari sang Bunda sedangkan shela sedikit bar-bar namun tetap sopan sifatnya diwarisinya dari sang ayah namun lebih mirip dengan sifat wulan adik ayahnya


bila merasa tidak suka maka langsung disampaikannya


"abisnya kesal kak,ayah terus saja memaksa bunda


bunda kan sudah tidak ingin bersama ayah lagi


apa ayah itu amnesia menyakiti hati bunda berkali-kali menduakan bunda berpacaran, mesra mesraan dijalan dengan perempuan lain kita saja anaknya yang liat merasa sakit apa lagi bunda pasti hati bunda sangat sakit dan kecew


bunda itu sering menangis dikamarnya sendirian


bunda tidak ingin kita tau bunda takut kita akan kecewa pada ayah


begitu baiknya bunda menjaga perasaan ayah tapi ayah tidak pernah mau menjaga perasaan bunda


dulu bunda sering menangis karena uang belanja yang diberikan ayah tidak pernah cukup tapi vunda tidak pernah mau mengeluh karena bunda tau akan percuma


apa ayah fikir kami tidak tau apa-apa memang kami masih kecil tapi kami tau,kami mengerti kesulitan bunda kami sering menahan diri untuk membeli apa yg kami inginkan tapi bunda selalu berusaha membuat kami bahagia sedangkan ayah hanya tau senangnya saja


ayah mengatakan pada kami akan pergi bekerja diluar kota tapi nyatanya ayah menghilang tanpa kabar selama berbulan-bulan tanpa peduli apakah kami baik-baik saja,kami bisa makan atau tidak Ayah tidak peduli itu


bunda selalu memberikan pengertian pada Arka bahwa sibuk bekerja untuk kami mencari uang untuk kami tapi apa yang ayah bawa pulang sebagai oleh-oleh seorang ibu tiri

__ADS_1


bunda berjuang sendiri disini bangun sebelum matahari terbit dan tidur disaat tengah malam mengerjakan kue jualan untuk dititipkan pada warung-warung


bunda lakukan itu semua untuk bisa memenuhi kebutuhan kami anak-anaknya


kami juga tau ayah marah pada bunda karena kami bersikap acuh pada ayah


ayah marah karena berfikir bunda yang telah mengajarkan kami bersikap seperti itu ayah salah kami bersikap seperti itu karena kami kecewa padamu disaat bunda berjuang menafkahi kami dimana itu adalah tugasmu tapi apa!! ayah sedang asyik berboncengan mesra dengan perempuan lain dijalan


ayah tau ?! bukan hanya saya dan kak shila yang merasa patah hati tapi putra ayah yang selama ini manja pada ayah merasa kecewa teramat sangat " kata shela mengeluarkan semua unek-unek yang disimpannya selama ini shela menangis mengingat bagaimana bundanya menangis


apalagi saat terakhir Nadia menangis saat tau bahwa Wahyu mengkhianatinya


Shila yang mendengar semua keluh kesah adiknya hanya bisa menangis mengingat bagaimana bundanya berusaha membuat mereka merasa senang


sedangkan Wahyu yang mendengar semua ucapan putri keduanya hanya bisa terdiam menyesali semua yang pernah dilakukannya pada Nadia


"jadi saya mohon dengan teramat sangat jangan ganggu bunda lagi ayah jangan usik ketenangan bunda lagi


saya mohon ayah


hiks hiks hiks hiks


sudah cukup bunda menangis karenamu,sudah cukup bunda menderita karenamu biarkan bunda bahagia


biarkan kami yang menggantikan ayah untuk bahagiakan bunda


ayah carilah kebahagiaan ayah sendiri walaupun bukan bersama bunda


kami akan tetap menjadi anak-anak ayah kami tetap sayang pada ayah walaupun kami sering kecewa " ucap Shela penuh permohonan dan berderai air mata begitu pun dengan shila yang sedari tadi hanya diam dan menangis


Nadia yang hendak keluar menemui Wahyu berhenti di teras saat mendengar semua penuturan putrinya


Nadia terduduk dilantai teras menangis tanpa suara


Nadia tidak pernah menyangka begitu dalam rasa kecewa dan sakit hati anak-anaknya


Nadia mengira anak-anaknya diam hanya sekedar kecewa karena ayahnya sudah tidak seperti dulu tapi ternyata anak-anaknya tau semua


"maafkan bunda sayang karena tidak peka pada kalian hiks hiks hiks hiks "ucap nadia memukul pelan dadanya yang terasa sesak


Wahyu menangis mendengar kata-kata putrinya yang bagaikan ribuan belati menusuk jantungnya


Wahyu juga tidak menyangka bahwa rasa kecewa anak-anaknya begitu dalam

__ADS_1


__ADS_2