
sehari setelah pertemuan terakhir marni dan Aldo
Aldo mendapatkan tawaran kerjasama dari salah satu rekan bisnisnya dulu dan aldo menerima peluang itu dan akhirnya Aldo kembali berbisnis
beberapa bulan merintis usahanya kembali aldo akhirnya bisa sedikit demi sedikit bangkit sampai akhirnya bisnis aldo dibidang properti kembali berjaya
Aldo berjanji akan mencari marni dan anaknya yang belum sempat dilihatnya
namun nasib berkata lain Aldo meninggal dunia karena kecelakaan itu
Aldo sempat membuat warisan untuk wanita yang dicintainya bersama anaknya namun saudara tiri dari ayahnya yaitu ibu Chintya ingin menguasai harta aldo sehingga membuat kerja sama bersama sang pengacara
Marni yang mendengar cerita tentang
Aldo yang ternyata sudah melupakannya dan telah menikah dengan perempuan lain yang saat ini sedang hamil muda
marni hanya bisa menangis merasa kecewa dan sakit hati dengan apa yang telah dilakukan Aldo padanya namun marni tidak punya upaya untuk protes harapannya telah pupus
Marni menatap putri kecilnya merasa kasihan karena ternyata papanya tidak
pernah mengingatnya
Marni pulang Dengan sejuta rasa kecewanya
Marni berjanji tidak akan pernah mengingaht Aldo lagi marni audah bertekad dalam hati bila nanti anaknya bertanya kemana papanya marni akan mengatakan bahwa Papa anaknya sudah tiada sudah pergi untuk selama lamanya agar putri kecilnya tidak menaruh harapan besar untuk bisa bersama papanya
Chintya merasa senang karena marni percaya bahwa aldo telah mengkhianatinya
Chintya yakin bahwa marni akan merasa benci pada Aldo dan akan berusaha menjauhkan putrinya dan menyuruhnya melupakan Aldo
sekarang Chintya bebas menguasai harta Aldo tanpa harus menyingkirkan sang pewaris satu-satunya yaitu fara
sebelum marni pulang ibu Chintya sempat memberikan beberapa jumlah uang pada marni untuk biaya hidup bersama fara beberapa bulan kedepan
Marni sempat menolak namun Chintya memaksa agar mau menerimanya sebagai permintaan maaf dari keluarganya
namun berbeda dengan Chintya uang yang diberikan kepada marni adalah hak fara
Chintya tersenyum licik melihat kepolosan marni yang mudah dibohonginya
namun Chintya tidak sadar bahwa pengacara yang dipercayanya juga orang yang licik
Begitulah bila harta yang didapatkan dengan cara yang licik maka harta itu akan pergi juga suatu hari nanti dengan jalan yang sama
__ADS_1
Hukum alam akan selalu ada
seperti kata orang-orang tua terdahulu Apa yang telah kau tabur dan kau siram itulah yang akan kau panen maka nikmatilah
Kehidupan wahyu tak jauh berbeda dengan kehidupan marni hidup wahyu luntang lantung tak tentu arah
wahyu malu untuk pulang kerumah orang tuanya
namun wahyu terus saja mencoba untuk bisa mendapatkan Nadia namun Nadia dan anak2nya selalu menolak
Wahyu berfikir Nadia tidak menikah sampai saatbini karena Nadia belum bisa move on darinya
"Nadia abang tau kamu masih sangat mencintaiku sehingga sampai sekarangpun kamu tidak bisa menikah dengan lelaki lain maka dari itu kembalilah pada abang kita bina rumah tangga jita kembali " ucap wahyu begitu percaya diri saat datang kerumah Nadia
"sudahlah ayah, ayah jangan lagi mengganggu bunda karena bunda tidak ingin kembali bersama ayah lagi
kenapa sih nggak bosan-bosannya ganggu bunda"ucap shela kepada wahyu
shela kesal setiap waktu setiap saat wahyu datang mengganggu istirahat mereka
Shela dan shila memang kembar namun sifat dan sikap mereka jauh berbeda shila dengan kelembutannya namun tegas sifat ini yang diwarisinya dari sang Bunda sedangkan shela sedikit bar-bar namun tetap sopan sifatnya diwarisinya dari sang ayah namun lebih mirip dengan sifat wulan adik ayahnya
bila merasa tidak suka maka langsung disampaikannya
"abisnya kesal kak,ayah terus saja memaksa bunda
bunda kan sudah tidak ingin bersama ayah lagi
apa ayah itu amnesia menyakiti hati bunda berkali-kali menduakan bunda berpacaran, mesra mesraan dijalan dengan perempuan lain kita saja anaknya yang liat merasa sakit apa lagi bunda pasti hati bunda sangat sakit dan kecew
bunda itu sering menangis dikamarnya sendirian
bunda tidak ingin kita tau bunda takut kita akan kecewa pada ayah
begitu baiknya bunda menjaga perasaan ayah tapi ayah tidak pernah mau menjaga perasaan bunda
dulu bunda sering menangis karena uang belanja yang diberikan ayah tidak pernah cukup tapi vunda tidak pernah mau mengeluh karena bunda tau akan percuma
apa ayah fikir kami tidak tau apa-apa memang kami masih kecil tapi kami tau,kami mengerti kesulitan bunda kami sering menahan diri untuk membeli apa yg kami inginkan tapi bunda selalu berusaha membuat kami bahagia sedangkan ayah hanya tau senangnya saja
ayah mengatakan pada kami akan pergi bekerja diluar kota tapi nyatanya ayah menghilang tanpa kabar selama berbulan-bulan tanpa peduli apakah kami baik-baik saja,kami bisa makan atau tidak Ayah tidak peduli itu
bunda selalu memberikan pengertian pada Arka bahwa sibuk bekerja untuk kami mencari uang untuk kami tapi apa yang ayah bawa pulang sebagai oleh-oleh seorang ibu tiri
__ADS_1
bunda berjuang sendiri disini bangun sebelum matahari terbit dan tidur disaat tengah malam mengerjakan kue jualan untuk dititipkan pada warung-warung
bunda lakukan itu semua untuk bisa memenuhi kebutuhan kami anak-anaknya
kami juga tau ayah marah pada bunda karena kami bersikap acuh pada ayah
ayah marah karena berfikir bunda yang telah mengajarkan kami bersikap seperti itu ayah salah kami bersikap seperti itu karena kami kecewa padamu disaat bunda berjuang menafkahi kami dimana itu adalah tugasmu tapi apa!! ayah sedang asyik berboncengan mesra dengan perempuan lain dijalan
ayah tau ?! bukan hanya saya dan kak shila yang merasa patah hati tapi putra ayah yang selama ini manja pada ayah merasa kecewa teramat sangat " kata shela mengeluarkan semua unek-unek yang disimpannya selama ini shela menangis mengingat bagaimana bundanya menangis
apalagi saat terakhir Nadia menangis saat tau bahwa Wahyu mengkhianatinya
Shila yang mendengar semua keluh kesah adiknya hanya bisa menangis mengingat bagaimana bundanya berusaha membuat mereka merasa senang
sedangkan Wahyu yang mendengar semua ucapan putri keduanya hanya bisa terdiam menyesali semua yang pernah dilakukannya pada Nadia
"jadi saya mohon dengan teramat sangat jangan ganggu bunda lagi ayah jangan usik ketenangan bunda lagi
saya mohon ayah
hiks hiks hiks hiks
sudah cukup bunda menangis karenamu,sudah cukup bunda menderita karenamu biarkan bunda bahagia
biarkan kami yang menggantikan ayah untuk bahagiakan bunda
ayah carilah kebahagiaan ayah sendiri walaupun bukan bersama bunda
kami akan tetap menjadi anak-anak ayah kami tetap sayang pada ayah walaupun kami sering kecewa " ucap Shela penuh permohonan dan berderai air mata begitu pun dengan shila yang sedari tadi hanya diam dan menangis
Nadia yang hendak keluar menemui Wahyu berhenti di teras saat mendengar semua penuturan putrinya
Nadia terduduk dilantai teras menangis tanpa suara
Nadia tidak pernah menyangka begitu dalam rasa kecewa dan sakit hati anak-anaknya
Nadia mengira anak-anaknya diam hanya sekedar kecewa karena ayahnya sudah tidak seperti dulu tapi ternyata anak-anaknya tau semua
"maafkan bunda sayang karena tidak peka pada kalian hiks hiks hiks hiks "ucap nadia memukul pelan dadanya yang terasa sesak
Wahyu menangis mendengar kata-kata putrinya yang bagaikan ribuan belati menusuk jantungnya
Wahyu juga tidak menyangka bahwa rasa kecewa anak-anaknya begitu dalam
__ADS_1