Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 68


__ADS_3

" saya baik,kabar kamu dan fara bagaimana ?" jawab wahyu


"kami baik bang " ujar marni


"sekali lagi maafkan saya ya, karena membuatmu celaka lebih baik kita obati lukamu takut nanti infeksi "ucap wahyu


"iya bang kita obati didalam cafe tempat kerja ku saja soalnya sekarang belum jam kerja ku tapi apakah abang tidak akan terlambat kekantor? ucap nadia bertanya


"ah iya hari ini akan diadakan rapat, makanya saya buru-buru tadi sampai tak melihat kamu berbelok "ucap wahyu


"tapi saya antar kamu dulu kedalam cafe untuk mengobati lukamu setelah sudah diobati beru saya akan pergi" ucap wahyu membantu marni berdiri dan berjalan pelan masuk kedalam cafe


ya saat ini masih sangat pagi Marni selalu datang cepat karena sebagai seorang cleaning servis harus datang lebih dulu dari pada karyawan yang lain


saat marni sudah didalam cage Wahyu membantu marni duduk disalah satu kursi


" sekali lagi maaf ya marni tadi saya benar-benar tidak sengaja, saya juga tidak bisa lama-lama menemani kamu karena hari ini saya ada rapat penting tapi saya akan kembali lagi kesini mememui kamu" ujar wahyu


"iya bang "jawab marni meringis menahan rasa perih dilututnya


" tapi apa kamu baik2 saja saya tinggalkan sendiri ?"tanya Wahyu khawatir dan merasa bersalah


"iya bang tidak apa-apa sebentar lagi teman-teman kerja saya akan datang "jawab marni


"baiklah kalau begitu tapi bolehkah saya meminta nomor ponselmu?"tanya wahyu lagi


"iya bang "Jawab marni lalu merogoh tas kecilnya dan mengeluarkan ponselnya


"ini bang nomorku" ucap marni lagi setelah menyodorkan ponselnya pada wahyu


wahyu menerima ponsel marni dan memasukkannya keponselnya


"okey sudah saya save nomormu" ujar wahyu


Marni hanya mengangguk mengiyakan perkataan wahyu


"kalau begitu saya pamit ya nanti saya hubungi kamu dan masalah motormu biar saya hubungi bengkel langgananku dan menjemputnya kesini"ucap wahyu lagi


lagi-lagi marni mengangguk


Marni menahan rasa sakit dibagian pergelangan kakinya mungkin kakinya keseleo


namun marni tidak ingin mengatakan pada wahyu karena jika dia mengatakan pada wahyu bahwa kakinya keseleo kemungkinan wahyu akan membawanya mencari tukang urut sedangkan Wahyu berkata hari ini ada rapat penting di kantornya


Wahyu meninggalkan marni dicafe itu

__ADS_1


setelah menelpon bengkel langganannya untuk datang menjemput motor marni dan diperbaiki


"saya pergi ya kalau kaki kamu sangat sakit kamu izin saja dulu sama bosmu"ujar wahyu pada marni


"iya bang,ini tidak apa-apa kok"jawab marni


sepeninggal wahyu marni mencoba untuk berjalan sedikit demi sedikit


dengan langkah tertatih-tatih marni mulai mengerjakan pekerjaannya membersihkan cafe dan mengatur kursi-kursi dan meja-meja sesekali marni duduk mengelus kakinya yang sakit tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipinya


marni tersenyum getir mengingat nasib hidupnya masih punya orang tua tapi sudah tidak dianggap lagi sang ibu menghubunginya hanya karena ingin meminta uang tanpa peduli bagaimana nasib anak dan cucunya


sang ayah tak mau lagi peduli


bahkan kata sang ibu bila ayah marni telah menikah lagi dengan perempuan seusia marni


marni menyeka air matanya dan kembali melanjutkan pekerjaannya


Beberapa temannya sudah mulai datang dan juga beberapa karyawan cafe sudah berdatangan


marni sedang menyelesaikan tugasnya saat salah satu teman baiknya mendekatinya


"mar kamu kenapa ? kenapa jalan kamu terpincang-pincang seperti itu ?" tanya dalah satu teman marni


"ini kaki saya kayaknya keseleo tadi saya jatuh dari motor saat berbelok masuk halaman cafe "jawab marni


" ini tidak apa-apa ka" jawab marni


"tidak apa-apa bagaimana maksud kamu,ini lututkamu terluka dan masih berdarah ini lagi kaki kamu susah bengkak ayo kita kedalam Dulu kita bersihkan lukamu takut nanti infeksi " ujar alika lalu menyeret marni kedalam ruangan dimana mereka sering beristirahat


beberapa teman mereka menyapa saat melihat marni berjalan terpincang-pincang apalagi teman baik Alika dan marni


" kaki marni kenapa ika?" tanya Denisa mengikuti langkah Marni dan Alika masuk kedalam ruang istirahat


" tidak apa-apa sa tadi saya jatuh dari motor saat berbelok masuk ke halaman cafe "jawab Marni


"aduh say kenapa tidak hati-hati,ini pasti sangat sakit "ucap Denisa berjongkok depan lutut marni dan meniup-niupnya


marni melihat perhatian Alika dan Denisa merasa terharu air matanya menetes begitu saja tanpa permisi


" kenapa orang lain lebih peduli padaku daripada orang tuaku sendiri, mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing "ucap marni dalam hati dan tersenyum getir mengingat betapa susah payahnya menjalani hidup dengan putrinya


tapi marni sangat bersyukur masih ada yang peduli dan selalu ada untuknya disaat kesulitan


marni cepat menyeka air matanya

__ADS_1


"alah cuma sakit begitu lebay banget sich" ucap karina karyawan senior dicafe itu


banyak yang tidak suka padanya karena sok berkuasa, jutek dan sombong


Denisa yang memang sedikit bar-bar dan ceplas-ceplos ingin menyahutinya tapi cepat ditahan oleh marni


Marni tidak ingin teman-temannya mendapatkan masalah


sedangkan Alika Sibuk mengobati luka dilutut marni


alika menggunting celana marni secara melingkar disekitar area Kedua lutut marniagr mempermudah Alika memberikannya obat dan perban


Alika juga mengolesi pergelangan kaki Marni yang bengkak dengan minyak urut yang memang selalu ada di boks P3k


setelah selesai mengobati kaki marni berdiri dan tersenyum kepada marni


"lain kali hati-hati ya say, sebentar sepulang kerja kita ketukang urut biar kakimu tidak bertambah bengkak " ucap Alika dan angguki oleh marni dan Denisa


" makasih banyak ya ka sa ,kalian memang the best "ucap marni tersenyum kearah kedua temannya


marni merasa lebih baik lututnya sudah tidak terlalu merasa perih


. setelah menghadiri rapat dengan para pimpinan


wahyu melamun memikirkan pertemuannya dengan Marni setelah berbulan-bulan lamanya mereka tidak pernah berjumpa


"kenapa kebetulan sekali seperti ini" ucap wahyu


" tidak sabar rasanya ingin bertemu dengan Fara putri kecil marni" ucap wahyu lagi


wahyu menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat wahyu tidak sabar menunggu jam pulang wahyu ingin kecafe tempat kerja marni


wahyu ingin mengantar marni pulang dan segera bertemu dengan Fara Gadis kecil cantiknya


rasa rindu Wahyu menggebu-gebu


saking semangatnya wahyu sampai melupakan jam makan siang


"Bro ayo kekantin kita makan siang dulu tidak baik bagi kesehatan bila bekerja berlebihan "ucap Wisnu mengetkan wahyu


Wahyu mendongakkan kepalanya menatap Wisnu lalu tersenyum


"iya Bro kita makan siang Dulu "ucap wahyu berdiri dan langsung merangkul pundak Wisnu


Wisnu yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum

__ADS_1


merekapun melangkah bersama menuju kantin perusahaan


"


__ADS_2