Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 107


__ADS_3

setelah keluarga Abi Mansyur pulang Shila dan Shela masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri namun setelah Shela selesai mengganti baju dan membersihkan diri dan melaksanakan sholat duhur,shela ke kamar kakaknya


hari ini shila tidak sholat karena sedang mendapatkan siklusnya


"kakak sibuk nggak ?" tanya shela saat duduk ditepi ranjang sang kakak


"emangnya kenapa dek?"tanya Shila


"kakak masih ingat nggak anak yang kakak suruh datang keresto untuk bekerja ?" tanya Shela


"iya Kakak masih ingat dia itu yatim piatu dan tidak punya tempat tinggal,saat dia mengalami kecelakaan tempo hari pak Damar dan pak Jack yang telah menolongnya " jawab Shila yang kini duduk disamping adiknya


shela merubah posisi duduknya menghadap sang kakak dan membalikkan tubuh kakaknya agar mereka duduk berhadapan


" apa kakak taua nama lengkapnya? ucap Shela


" tidak dek kakak sudah lupa nama lengkapnya " jawab Shila


"namanya itu Farah Farizkha Pramana " ucap Shela menyebutkan nama lengkap Fara


"apakah dia anak ayah dengan istri keduanya kak? kalau memang benar dia adalah adik kita juga " ucap Shela lagi


"bisa jadi dek tapi waktu itu ayah pernah bilang kalau anak yang dikandung istri keduanya bukanlah anak kandungnya makanya ayah memilih untuk meninggalkan mereka " ucap Shila mengingat ucapan Wahyu


"tapi biar bagaimanapun dia sejak dalam kandungan bersama ayah dan dia pernah cerita sama saya kak katanya dia datang kekota ini untuk mencari ayahnya namun saat saya ingin menanyakan siapa nama ayahnya tamu restoran sudah datang itu yang membuatku penasaran kak,saya ingi tanyakan lagi tapi saya tidak pernah ada waktu " ucap Shela dengan nada kecewa


"trus bila memang dia anak ayah bersama istri keduanya kita harus apa dek?"ntanya Shila


"ya kita menerimanya saja biar bagaimanapun dia kan adik kita juga lagian ibunya sudah meninggal dan dia pun kini sebatang kara tidak ada salahnya kak kita rangkul dia " ucap shela bijak


"kamu memang adikku yang bpaling the best " ucap shila mencium kening adiknya


"iya dong kan saya belajar dari kakak" ucap shela memeluk kakaknya


"tapi kan ibunya pernah jahat sama kita dan bunda " ucap Shila sebenarnya shila tidak lagi mempermasalahkan itu namun Shila ingi tau bagaimana pendapat adiknya


" kan yang jahat itu ibunya kak bukan anaknya,tidak selamanya seseorang yang berbuat jahat dimasa lalunya akan membuat keturunannya juga mempunyai sifat jahat seperti orang tuanya, walaupun Kita belum begitu kenal dengannya namun menurutku dia anak yang baik kak,rajin juga cerdas"


ucap Shela memuji Fara


"lebih baik kita tanyakan ini kepada ayah, mumpung ayah masih ada disini " ucap Shila dan diangguki oleh Shela


"ayo kak kita kebawah dan langsung tanyakan ini kepada ayah" ucap Shela turun dari atas ranjang dan menarik tangan kakaknya

__ADS_1


"tunggu dek kakak pakai hijab dulu" ucap Shila lalu merai hijab instan diatas meja riasnya


Shela mengedarkan pandangannya melihat dimana ada hijab instan milik kakaknya tergantung dan matanya melihat apa yang dicarinya


setelah memasang hijab instan dikepalanya Shela menarik tangan kakakny dan turun kelantai bawah untuk menemui ayahnya


sesampainya dibawah dilantai bsatu Mereka melihat wahyu dan keluarga yang lainnya sedang duduk menikmati kopi hangat dan cemilan


"ayah kita bisa nanya sesuatu nggak ?" ucap Shela


"tentu saja nak mau tanya apa, kalau Ayah tau, Ayah pasti akan menjawabnya " ucap wahyu


"tapi ayah harus janji jangan marah ya!?" ucap Shela penuh harap


"memangnya mau tanya apasih kak, serius amat sampai-sampai ayah nggak bisa marah" jawab wahyu


"pokoknya ayah tidak boleh marah apa pun itu yang kakak akan sampaikan " ucap shela


"iya ayah janji tidak akan marah " ucap wahyu


"Yah,emmmm.anak ayah sama istri kedua ayah itu laki-laki atau perempuan ?" tanya shela


wahyu terdiam mendengar pertanyaan anaknya baru kali ini shela menanyakannya


"namanya siapa yah ?" tanya Shila penasaran


wahyu terdiam sejenak untuk mengingat nama anak Marni


"Fara Farizkha" ucap Wahyu namun nama belakangnya tidak di ikutkannya


"Fara Farizkha Pramana, benar kan yah?" ucap shela mengulang menyebutkan nama fara


"iya,itu nama yang diberikan oleh istri kedua ayah pada anaknya " jawab wahyu


"yah,apakah ayah tidak rindu pada anak itu?" tanya Shila kini


"sebenarnya dia itu bukan anak kandung ayah tapi ayah sangat menyayanginya namun sudah bertahun-tahun lamanya ayah tidak pernah bertemu dengannya karena saat usianya masih dua tahun ibunya membawanya pergi entah kemana"jawab wahyu dengan wajah sendu dan matanya kini berkaca-kaca mengingat bagaimana Fara menyambutnya saat datang berkunjung ke rumah kontrakan marni


"yayah,nanan peldi- peldi ladi ya,pala cayang yayah"ucap Fara kecil waktu itu diamana hari itu adalah hari terakhir wahyu bertemu dengan Fara


"apakah ayah merindukan dan ingin bertemu dengannya ?" tanya shila lagi


"iya ayah sangat ingin bertemu dengannya,ayah rindu padanya " ucap wahyu

__ADS_1


"yah apa dulu ayah sering mengunjunginya ?"tanya shela dengan mata berkaca-kaca


"tidak karena ayah sering bekerja diluar kota dan saat terakhir ayah bertemu dengannya ayah dapat pekerjaan diluar kota selama berbulan-bulan ketika ayah pulang dia sudah dibawa pergi oleh ibunya " ucap wahyu lagi


"mungkin sekarang dia sudah besar seperti Della usia mereka mungkin terpaut hanya setahun lebih " ucap Wahyu mendongakkan wajahnya menatap langit-langit rumah


"terimakasih yah,maaf kalau kami mengungkit masa lalu ayah " ucap shila merasa tidak enak hati


"iya nak tidak apa-apa " ucap wahyu mengusap wajahnya pelan


"kami.kekamar dulu ya,mau merebahkan tubuh dulu sedikit " ucap shela kepada semua keluarganya


"iya nak, kalian istirahat saja" ucap Bu Rahma


Shela pun menarik tangan kakaknya dan berjalan menaiki anak tangga untuk kekamar sang kakak


"jadi sekarang bagaimana dek,anak itu adalah adik kita juga" ucap shila setelah duduk ditepi ranjangnya Shela pun ikut duduk disamping kakaknya


"ya kita pertemuan mereka kak"ujar Shela menjawab pertanyaan kakaknya


"okey, kamu sekarang telpon Rudi dan suruh antar Fara kemari mempung keluarga kita masih berkumpul disini karena setelah hari ini kita pasti sangat sibuk dengan pekerjaan dan persiapan pernikahan kita " ucap shila pada adiknya


"okey kak, saya telpon rudi dulu" jawab Shela lalu mengambil ponselnya dari saku celananya


"Assalamualaikum Rud,mbak bisa minta tolong nggak?" ucap Shela setelah telponnya diangkat


"waalaikumsalam,mau minta tolong apa mbak ?" ucap Rudi kembali bertanya


"mbak minta tolong kamu Antar Fara kerumah mbak untuk bantu-bantu mbak disini" ucap Shela


"oh iya mbak,saya tanya fara dulu" jawab Rudi


"iya Rud, makasih ya . Assalamualaikum" ucap Shila mengakhiri panggilannya


"Waalaikumsalam "jawab Rudi


"sudah kak" ucap Shela


"okey, sekarang kamu istirahat " jawab Shila


"iya kak,kakak juga istirahat " jawab shela dan keluar dari kamar kakaknya


Pak sardi,Reza dan Arman,wulan Bu Rahma serta Nadia ikut prihatin dengan cerita Wahyu

__ADS_1


__ADS_2