Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 48


__ADS_3

Dirumah Marni


Marni tersenyum miring melihat surat panggilan sidang keputusan dari pengadilan Agama untuk wahyu


marni selama ini memang sengaja tidak memberitahu wahyu tentang surat panggilan sidang perceraiannya dengan Nadia dari Pengadilan Agama


Marni ingin semua proses cepat selesai agar dia bisa segera meminta pada Wahyu untuk menikahinya secara resmi karena sebentar lagi akan melahirkan


marni tidak ingin anaknya tidak memiliki status yang jelas


selama ini jika dia meminta pada Wahyu untuk segera menikahinya secara resmi wahyu selalu beralasan belum menyelesaikan urusannya dengan Nadia


karena sejak acara tujuh bulanan marni yang kacau dengan kedatangan Nadia wahyu belum pernah sekalipun datang meminta maaf kepada Nadia dan anak-anaknya


wahyu takut menyakiti Nadia lagi seperti waktu terakhir dia pulang ke rumah Nadia


wahyu sangat menyesal telah menyakiti istrinya


disudut hati wahyu masih ada rasa cinta untuk Nadia walaupun mereka hanya dijodohkan akan tetapi waktu hampir 12 tahun bersama bukan waktu yang singkat banyak yang telah mereka lalui bersama


Nadia istri yang baik dan sabar tak pernah sekalipun mengeluh


imarni sebenarnya sangat takut jika suatu hari nanti setelah anaknya lahir wahyu mengetahui tentang kebenaran bahwa anaknya bukanlah anak biologisnya


marni takut wahyu membuangnya begitu saja ingin meminta pertanggung jawaban dari Aldo tapi marni ragu karena marni tau bagaimana keadaan aldo sekarang tidak memiliki pekerjaan tetap bagaimana nanti membesarkan anaknya dan sekarang Aldo pun tidak tau dimana rimbanya sejak pertemuan terakhir mereka memadu kasih dikost-kostsan Aldo Marni sudah tidak bisa menghubungi Aldo lagi nomornya sudah tidak aktif Itu yang membuat Marni ragu kepada Aldo seburuk-buruknya dirinya tapi marni tidak ingin anaknya menderita


dan harapan marni satu-satunya saat ini adalah wahyu


Marni meminta Wahyu menanda tangani surat cerainya bersama Nadia saat wahyu akan tidur karena dalam keadaan mengantuk dan lelah wahyu tidak akan lagi mau memeriksa apa yang disodorkan istrinya karena ingin segera mengistirahatkan tubuhnya


dan sampai hari ini pun wahyu belum tau kalau dia sudah resmi bercerai dengan Nadia dan hak asuh Anak-anaknya jatuh ketangan Nadia


Hari berganti hari Wahyu tetap saja masih tidak tau dengan status perceraiannya dengan Nadia


Marni sangat rapi menyembunyikannya dan sejak hari dimana marni mendapatkan surat panggilan sidang perceraian wahyu Marni selalu mendesaknya untuk menikahinya karena sebulan lagi anakanya akan lahir


wahyu bingung bagaimana caranya meminta izin kepada Nadia walaupun wahyu tau Nadia dan keluarganya sudah tau semuanya


ditempat kerja pun wahyu sering kena teguran karena sering melamun


Masalah demi masalah datang silih berganti


wahyu sempat merasa lega sedikit setelah masalah hutang-hutang Marni selesai dengan menjual emas ibunya yang diambil Marni


wahyu juga sangat malu pada keluarganya terutama pada pak Sardi laki-laki yang selama ini selalu ada untuknya yang selalu memberikan kasih sayangnya menuruti segala keinginannya dan kenyataannya dia hanyalah seorang ayah sambung


"saya harus bagaimana?"ucap Wahyu dalam hati memijit pangkal hidungnya karena merasakan sangat sakit

__ADS_1


"kenapa bro, kusut amat "ucap wisnu teman seruangan wahyu


"lagi bingung wis,marni teru mendesak ingin dinikahi resmi sedangkan Nadia pasti tidak akan memberikan izin saya takut Nadia meminta cerai "


jawab wahyu


"apakah kamu sudah pernah membibcaraka ini dengan Nadia?"tanya wisnu lagi


"belum pernah sih soalnya hubunganku dengan Nadia akhir-akhir ini sangat buruk ditambah lagi waktu acara tujuh bulanan marni pasti Nadia tambah marah"jawab wahyu menyugar kasar rambutnya karena prustasi


"kamu harus membicarakannya secepatnya bro,jangan sampai masalah kalian makin memburuk


ingat bro kamu punya anak jangan mengabaikan mereka biar bagaimanapun masalah kalian anak adalah prioritas utama


kamu berani mengambil resiko menikah diam-diam dengan marni berarti kamu sudah siap dengan semua akibatnya baik itu buruk maupun tidak"ucap wisnu memberi saran


"Terimakasih bro atas sarannya saya akan segera menemui nadia dan menyelesaikan semua ini"ucap wahyu sendu


"kamu harus mempersiapkan diri bro apapun yang terjadi jangan memakai emosi tapi tetaplah tenang karena dengan emosi tidak akan menyelesaikan masalah akan tetapi akan menambah masalah"ucap wisnu lagi


"iya bro"ucap Wahyu


semua yang dikatakan wisnu semua ada benarnya karena dengan emosi akan menambah masalahnya


wahyu merasa kepalanya semakin sakit untung saja saat ini sudah masuk jam istirahat


"Bro ayo kekantin sudah lapar ini"ucap salah satu teman kerja wahyu


tiba-tiba pundak wahyu ditepuk pelan oleh seseorang ternyata itu wisnu


"ayo bro,makan siang dulu membiarkan perut lapar tidak akan membantu kita berfikiran jernih


karena berfikir bukan hanya fikiran yang harus waras dan sehat tapi tenaga juga mendukung semua "ucap wasnu


wisnu Sangat paham bagaimana yang dirasakan Wahyu karena dia pernah diposisi itu menghianati istri sah dan mengabaikan anak-anaknya


akan tetapi dihianati juga oleh istri siri karena tidak ada kejelasan status mereka dan akhirnya wisnu kembali keistri pertamanya


wisnu berjanji tidak akan pernah mau mengulang kasalahannya


wisnu berjuang keras untuk bisa mendapatkan kepercayaan istrinya lagi dan akhirnya


Wisnu memilih mutasi kekota ini karena tidak ingin mantan istri sirinya kembali mengganggu rumah tangganya


wahyu dan wisnu pun berjalan kekantin untuk makan siang


setelah makan siang semua kembali ke pekerjaan masing2 sibuk dengan tumpukan pekerjaan yang harus segera diselesaikan

__ADS_1


tak terasa waktu pulang pun tiba


hari ini Wahyu berencana akan kerumah Nadia


Wahyu melajukan motornya menuju rumah Nadia


jantungnya berdegup kencang tidak tau apa yang akan dikatakan pada Nadia


kini wahyu sudah berada didepan rumah Nadia


Wahyu mencoba membuka gembok pagar rumah dengan kunci yang selalu dibawanya selama ini tapi gemboknya tidak bisa terbuka


beberapa kali dicobanya tapi tetap saja tidak bisa


"kok tidak bisa?apa Nadia sudah menggantinya ?"ucap wahyu pada dirinya sendiri


wahyu menggoyangkan gembok pagar yang menimbulkan suara berisik kebetulan karyawan Nadia sudah pulang semua jadi semua pagar toko atau rumah pembuatan kue Nadia juga sudah tergembok


lama wahyu membunyikan gembok pagar akhirnya dari dalam rumah Nadia Keluar dan anak-anaknya


mereka penasaran siapa yang datang bertamu dan sangat berisik


"siapa sih bun,datang bertamu sore-sore berisik lagi" ucap shela kesal


"iya berisik banget, nggak tau apa ini sudah mau magrib malah datang bertamu "ujar shila menimpali Ucapan Shela


saat tau siapa yang datang mereka terkejut anak-anak hanya diam saja menatap ayah mereka tanpa ada satupun yang berniat membuka gembok pagar


Nadia menoleh kearah Anak-anaknya ada rasa sedih dan kecewa dimata mereka


Nadia berjalan kearah gerbang rumah


"ada apa bang?"tanya Nadia


"loh kok ada apa? suami pulang bukannya dibukakan pintu malah ditanya ada apa?"jawab wahyu kesal karena Nadia tidak membuka gerbang


"suami ?bang.....bang......abang mabuk?"ucap nadia tertawa mencemooh


"iya Nadia walaupun saya sudah berbuat kesalahan besar sama kamu saya masih suami sahmu"ucap wahyu percaya diri


Nadia mengernyitkan keningnya merasa heran dengan tingkah Wahyu yang seperti orang yang sudah hilang akal sehat


"bukan istri Lagi bang tapi mantan istri "ucap nadia tegas


"Nadia.....jaga ucapanmu sampai kapanpun saya tidak akan pernah menceraikanmu " ucap wahyu percaya diri


"hahahahahhaha.......abang ini lucu ya

__ADS_1


abang benar-benar sedang mengigau "ucap Nadia tertawa lebar


Tora dan wandi mendengar ada keributan dirumah Nadia meraka bergegas memeriksanya mereka tidak ingin adik sepupunya mendapatkan kesulitan


__ADS_2