
iya bunda " jawab Arka lalu menelpon Ardhit kakaknya
"assalamualaikum kak" sapa Arka saat telponnya terjawab
"waalaikumsalam dek! bagaimana keadaan kak shela?" ujar Ardhit menimpali sapaan adiknya
"Alhamdulillah,kak shela baik-baik saja dan melahirkan dengan lancar "jawab Arka
"Alhamdulillah ya Allah,salam ya buat kak shila dam dan Shela.maaf belum bisa kembali ke sana soalnya kasihan Fara menjaga bayinya sendirian "ujar Ardhit
"iya kak nanti saya sampaikan salamnya,
oh iya kak,apa Echa dan Gaffi masih nangis-nangis ?"tanya Arka
"Alhamdulillah mereka sudah tenang, kakak sebenarnya heran mereka berdua sangat rewel saat kak shela dan shila akan lahiran tapi sekarang setelah keduanya lahiran mereka anteng " ujar Ardhit mengungkapkan kebingungannya
"iya juga sih kak, apa itu semua saling berkaitan?" ucap Arka pun bingung
"sudah ya kak,nanti kita sambung lagi " ujar Arka ingin mengakhiri panggilannya karena dia melihat suster membawa kedua bayi kembar kakaknya
"iya de' salam buat semua keluarga, Assalamualaikum " ucap Ardhit mengakhiri panggilannya
"waalaikumsalam " jawab Arka
"bagaimana ka,apa mereka masih rewel ?" tanya Nadia khawatir
"Alhamdulillah keduanya sudah Anteng,tadi katanya masih rewel saat kak shela belum melahirkan tapi tidak lama mereka sudah diam dan Anteng" ujar Arka
"Alhamdulillah, sepertinya mereka itu rewel karena mimma dan maminya merasakan sakit luar biasa sehingga mereka juga merasakannya " ucap ummi Fatimah
"bisa begitu ya ummi ?" tanya Della
"iya bisa saja ikatan batin mereka itu erat, contohnya tadi Bunda Nadia cerita saat Echa nangis-nangis trus kaki Echa menyentuh perut shela echa langsung diam yang diperut Shela juga diam dan saat Gaffi nangis-nangis tapi setelah menyentuh perut Shila dia langsung terdiam, masih ingat nggak waktu Fara melahirkan Gaffi dan Echa bayi dalam perut Shila dan Shela nggak mau diam pas setelah dokter bilang operasinya berjalan lancar mereka pun terdiam " ujar ummi Fatimah panjang lebar dan mereka semua mengangguk setuju dengan perkataan ummi Fatimah
"Fariz, Rifqi siapa nama anak kalian " ujar Abi Mansyur bertanya kepada kedua putranya
"kalau putriku saya beri nama
Khairana Al-Farizi
dan dipanggil baby Ana
sedangkan puteraku saya beri nama
Muhammad Dareen Al - Farizi
__ADS_1
dan dipanggil baby Dareen " ujar Fariz
"Masya Allah, namanya bagus sekali " ucap Nadia da umy Salamah
"kalau saya putraku akan saya beri nama Mohammad Farzan Rifqi
dipanggil baby Farzan
sedangkan putriku saya beri nama Raaina Namira Rifqi
dipanggil baby Rain atau Mira " ujar Rifqi memperkenalkan nama putra putrinya
"wah namanya bagus-bagus mudah disebut dan di ingat " ujar Bu Rahma
...****************...
Tiga hari telah berlalu kini Shila dan Shela sudah di izinkan untuk pulang
Nadia Arman dan Umy Salamah beserta Abi Mansyur sudah ada diasana untuk menjemput cucu-cucunya untuk pulang begitu pun dengan Ummi Fatimah dan Abah Reza juga sudah datang
"Nak Fariz,Nak Rifqi bagaimana mana kalau untuk sementara kalian tinggal bersama Bunda dulu agar memudahkan bunda untuk membantu istri kalian mengajari bagaimana mengasuh putra putri kalian,dan bila kalian dirumah bunda Umy dan ummi kalian tidak akan repot bolak balik untuk menengok cucu-cucunya
Bagaimana nak apakah kalian setuju ?" tanya Nadia kepada kedua menantunya
"saya mengikut bagaimana baiknya saja bunda"Jawab Fariz
"iya menurut umy,saran Bundamu itu benar karena kita datang berkunjung hanya disatu tempat saja lagi pula anak-anak kalian masih bayi dan tidak mungkin bunda kalian atau kami berdua bolak-balik jika kalian berkumpul disatu tempat kami para nenek bisa mengurus cucu-cucu kami bersama -sama dan kami bisa saling bantu" ujar umy Salamah membenarkan ucapan Nadia
"baiklah kalau begitu keputusan kalian kami hanya megikut"jawab Fariz dan diangguki oleh Rifqi, Shela dan Shila
"tapi bunda,fara bagaimana masa kita ninggalin Fara tinggal disana sendirian ?" tanya shela pada bundanya
"Fara dan sikembar Gaffi dan Echa sudah ada dirumah sayang,ini itu sarannya Fara katanya takut bunda nanti kelelahan bolak-balik mengurus kalian bertiga " ujar Nadia
mereka hanya mengangguk-angguk saja
setelah semua Administrasi telah beres mereka pulang kerumah Nadia dan mereka untuk sementara waktu akan tinggal bersama sampai mereka bisa mengurus anak-anak mereka sendiri
sesampainya di rumah Nadia mereka telah disambut oleh semua Anggota keluarga bahkan Gaffi dan Echa yang baru berusia beberapa minggu sangat antusias menyambut adik-adiknya mereka menggerak-gerakkan tangan dan kakinya dengan senyuman tak lepas dibibir mereka berdua
"lihatlah mereka begitu bahagia dengan kedatangan adik-adiknya " ucap ummi Fatimah
"dan lihat mereka berempat membuka matanya dan menggeliat-geliat senang seakan tau bahwa kakak-kakaknya sudah menantikannya sedangkan saat di perjalanan pulang sedikit pun mereka tidak membuka matanya " ucap ummi Fatimah lagi
" iya ummi benar "ujar shela membenarkan ucapan ibu mertuanya
__ADS_1
para bayi dimasukkan kedalam boks tempat bayi yang sudah disiapkan oleh Ardhit dan menyimpannya di ruang keluarga agar mereka bisa dikontrol kapan saja walaupun mereka semua sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing
...****************...
Beberapa bulan berlalu
Shila Fariz, Shela Rifqi dan Fara Ardhit mereka tidak lagi tinggal dirumah Nadia mereka telah kembali kerumah mereka masing-masing
Gaffi dan Ayesha sudah berusia 10 bulan lebih, khairana, Dareen, Farzan dan Raaina berusia Hampir sembilan bulan
walaupun tubuh Ayesha mungil namun dia sudah sangat pandai berjalan walaupun masih sering terguling saat mencoba berdiri sendiri tanpa berpegangan dan berbicara walupun ucapannya masih belum dimengerti begitupun dengan Gaffi
"mama ceca Au am" ucap Ayesha yang memang doyan makan namun badannya tetap kecil dan imut-imut
"loh tadi kan echa sudah makan sama Abang " ucap Fara
"eyum ma,ceca papal" ucap Ayesha lagi yang kekeh dengan keinginannya
"ua Allah perut mu itu apa terbuat dari karet sayang ?" ucap Fara lalu mengangkat Echa dan menyemburnya sehingga tergelak
Gaffi datang dengan langkah tertatih karena ingin juga diperlukan sama seperti adiknya
"Appi au uda ma" ucap Gaffi
Fara menurunkan Ayesha dan mengangkat Gaffi lalu menyembur perut bulat Gaffi Hingga tergelak, Ayesha yang melihat itu bertepuk tangan
tak berapa lama ada yang mengucapkan salam Gaffi dan Ayesha berusaha untuk berlari menyambut siapa yang datang karena mereka sudah sangat hafal suara itu
"Ami Ami, " teriak Gaffi dan Ayesha menyambut kedatangan Shela ,shela datang untuk menitipkan Raaina dan Farzan pada Fara diikuti oleh kedua baby sitter anak-anaknya
"Assalamualaikum, sayangnya mami" ucap Shela merentangkan kedua tangannya, Gaffi dan Ayesha berebut dan berlomba siapa yang akan cepat sampai
"Ayam Ami" jawab mereka berdua
"Kalian mau makan Ayam?" tanya Shela karena tidak mengerti betul ucapan ponakannya ini
"No Ami no " jawab Gaffi dan menggoyahkan jari telunjuknya
"mereka mau apa Fara? apa mereka mau ayam?" tanya Shela menyerah dengan bahasa planet bayi-bayinya
"mereka membalas salammu kak! katanya waalaikumsalam mami" ujar Fara
Shela menepuk jidatnya dan terkekeh
tingkahnya shela itu ditelan mentah-mentah oleh mereka berempat
__ADS_1
Fara hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya