Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 56


__ADS_3

setelah makan siang mereka selesai mereka kembali lagi ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan mereka


"terimakasih banyak ya Bro sudah ditraktir semoga Reski kelian berlimpah dan segera diberikan momongan untuk menambah kebahagiaan kalian "ucap Wisnu dan merangkul pundak Dito


"Aamiin, terimakasih banyak "jawab Dito


mereka kembali keruangan kerjanya menyelesaikan pekerjaannya sebelum jam kerja selesai


hari sudah sore sudah waktunya pulang kerumah untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah bagi para pekerja berkutat dengan pekerjaan sedari pagi sampai sore membuat tubuh.merindukan pambaringan yang hangat tapi berbeda dengan Wahyu baginya rumah kontrakan yang ditempatinya sekarang bukanlah tempat yang nyaman tempat untuk melepas lelah yang tubuh rasakan setelah seharian beraktivitas samping dirumah hanya akan mendengar kicauan marni mengeluh lelah mengurus bayinya setelah lelah berteriak-teriak dan marah-marah tidak jelas dan berakhir dengan pertengkaran


baru saja wahyu masuk kedalam rumah belum sempat duduk ataupun minum untuk sekedar untuk membasahi kerongkongan dan melepas dahaga yang melanda


marni sudah mengeluh ini itu


lagi-lagi wahyu mengingat Nadia bagaimana repotnya mengurus dua bayi sekali gus tapi Nadia tidak pernah terdengar mengeluh malahan semua pekerjaan rumah selesai makanan tersedia di meja


Nadia memang semenjak selesai melahirkan bentuk tubuhnya sedikit berisi dan wajahnya tidak terawat itulah alasan Wahyu menjalin kembali taki kasihnya yang terputus dengan marni yang memiliki tubuh seksi wajah yang cantik walaupun dengan riasan


tapi sekarang wahyu menyesal tubuh marni kini setelah melahirkan menjadi melar marni jarang ingin mandi pagi alasannya Rempong dengan anaknya


tidak pernah masak alasannya sama rempong dengan anaknya


cucian piring menumpuk pakaian kotor menumpuk alasannya tetap sama rempong dengan anaknya


padahal itu hanya akal-akalan nya marni saja


bila sudah seperti itu wahyulah yang akan turun tangan tapi sekarang wahyu sudah tidak ingin dibodoh-bodohi lagi sama marni


"Abang cuci piring ya,fara rewel seharian ini sampai saya nggak sempat mandi bang"ucap marni mendekat kearah Wahyu


aroma tubuh marni yang kurang sedap dicium membuat sakit kepala Wahyu bertambah


"kenapa kamu sekarang jorok sekali marni,bau tubuhmu membuat kepalaku bertambah sakit"ucap wahyu terus terang karena sudah tidak tahan


"oh jadi sekarang kamu sudah ngatain saya jorok dan bau ?! ini semua karena anakmu yang tidak mau ditinggal dia rewel seharian tega sekali kamu bang mengatakan itu sama saya " ucap marni berteriak


inilah yang membuat wahyu malas untuk pulang tapi mau bagaimana lagi wahyu tak tau harus pulang kemana keluarganya sudah tidak menginginkannya lagi


"anakku hahaha hahaha,anakmu saja marni fara bukan anak kandungku marni "ucap wahyu Yang juga emosi


degg degg degg


jantung marni berdetak kencang mendengar ucapan wahyu

__ADS_1


"apa maksud kamu bang,fara itu anak kita "ucap marni mulai drama menangisnya berharap Wahyu akan luluh dengan air mata buayanya


"sudahlah marni kamu tidak usah berbohong lagi siapa ayah kandung anakmu itu ?!" ucap wahyu tegas


"tega kamu bang tega kamu tidak mau mengakui darah dagingmu sendiri "ucap marni semakin menangis


"kamu bilang saya tega ?! darah dagingku?! tega mana saya atau kamu marni ?! kamu tega merebut suami orang untuk menetupi aibmu, memisahkan seorang anak dengan ayahnya demi ingin memberikan ayah pada anakmu"ucap wahyu penuh emosi


"saya tidak merebutmu dari istrimu bang dan saya juga tidak pernah memisahkan kamu dengan anak-anakmu


kamu yang merayuku bang,kamu juga yang memohon-mohon ingin kembali kepadaku


kamu sendiri yang mengabaikan anak dan istrimu


kamu masih ingat apa yang kamu katakan


istrimu membosankan,istrimu selalu membuatmu muak,kamu sudah tidak bergairah lagi bila bersamanya dan yang kamu inginkan ada padaku bang jadi kalau saya seperti ini harusnya kamu membatuku merawat anak kita ini bang "ucap marni sudah menurunkan intonasi suaranya


Marni takut jika wahyu marah maka dia akan pergi marni tidak ingin Itu terjadi


jika wahyu peegi meninggalkannya marni sudah tidak tau harus kemana tidak mungkin akan pulang kerumah orang tuanya karena ayahnya tidak menerima anaknya sedangkan Aldo entah kemana


"hahaha hahaha,saya sudah tau semua marni lebih baik kamu berterus terang saja siapa ayah biologis anakmu "ucap wahyu mencengkeram sagu marni


apalagi sekarang rahasia besar yang selama ini disembunyikan oleh Marni tentang ayah biologis anak yang baru dilahirkannya wahyu sudah tau


"sakit bang,itu anak kita bang masa Abang tidak mau percaya sama saya, Kalau abang Masih tidak percaya kita bisa lakukan tes"ucap marni asal yang penting baginya sekarang wahyu tidak meninggalkannya


masalah hasil tes DNA nanti marni akan mengelabui wahyu


itu rencana yang ada dikepalanya marni


.


"tidak usah repot-repot marni saya sudah melakukan tes DNA dan ini hasilnya "ucap wahyu tersenyum sinis lalu melemparkan kertas hasil tes DNA kewajah marni


marni melototkan matanya tidak percaya apa yang telah wahyu lakukan


melakukan tes DNA


tanpa sepengetahuannya


"kapan bang wahyu melakukan tes DNA sedangkan dia selama dirumah sakit selalu menemaniku "batinnya

__ADS_1


wajah marni menjadi pucat dan basah oleh air mata


sang bayi pun menangis mungkin dia juga merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya


marni bergegas masuk kedalam kamarnya dan mengangkat putri kecilnya dalam gendongannya lalu memberikan asi berharap bayinya tenang namun sang bayi terus saja menangis marni juga semakin menangis karena tidak tega mendengar tangisan putri kecilnya


"maafkan mama sama papa ya nak bukannya kami ingin kamu menderita mama selalu berdoa kelak kamu akan bahagia walaupun ayah Wahyu tidak menginginkan kita mama ikhlas


yang terpenting buat mama sekarang adalah kamu sayang kamu adalah buah cinta mama dan papa sayang "ucap marni dengan isakan tangisnya yang mengajak putri kecilnya berbicara seolah--olah bayinya mengerti apa yang diucapkan ibunya


air matanya terus mengalir tidak.mau berhenti


keluar


iapa


setelah bayinya tenang Marni keluar dari kamarnya karena Wahyu memanggilnya


wahyu menyuruh Marni duduk disofa tunggal didepan Wahyu


setelah marmi Duduk wahyu menyugar rambutnya dan menghela nafas panjang


"Marni dengarkan ini baik-baik


marni saya talak tiga engkau dalam keadaan sadar tanpa tekanan tanpa pengaruh dari siapa pun itu dan kita sekarang bukan lagi suami istri" ucap wahyu lalu berdiri dari duduknya dan berjalan masuk kedalam kamar tidur wahyu mengambil koper disamping lemari dan mulai memasukkan pakaian-pakaiannya


sedangkan marni terus menangis memohon kepada Wahyu untuk menarik kata-katanya namun Wahyu sama sekali tidak peduli wahyu terus saja mengemasi barang-barangnya


setelah semua selesai wahyu mendekati ranjang dimana seorang bayi cantik tertidur pulas


wahyu mengangkat bayi itu dalam gendongannya lalu menimang dan menciumnya bayi cantik itu hanya menggeliat merasa tidurnya terganggu tanpa Wahyu sadari air matanya jatuh membasahi pipinya


"maafkan ayah ya nak walaupun kamu bukan darah dagingku tapi ayah menyayangimu


ayah juga tidak bisa bersama ibumu


maafkan ayah nak" ucap wahyu dan kembali menciumi seluruh wajah bayi cantik yang tidak berdosa itu


Marni semakin bertambah menangis mendengar kata-kata Wahyu


πŸ€πŸ€πŸ€


maaf beberapa Bab lebih banyak membahas wahyu dan marni karena disini Wahyu dan Marni akan menuai semua apa yang telah mereka tabur

__ADS_1


jangan bosan ya baca karyakuπŸ™πŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2