Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 103


__ADS_3

nak" ucap wanita paruh baya menepuk pundak anaknya saat berada dibelakang putranya


pria itu segera menoleh dan mendapati wanita yang masih terlihat cantik diusianya wanita yang telah melahirkannya


"Umy" ucap pria itu


"apakah kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan nak?" ucap wanita paruh baya itu


"maksud umy?" ucapnya bingung


"Fariz...fariz...., apakah sedari tadi menggendong seorang gadis dan berlari kedalam sini kamu tidak menyadarinya ? ucap Umy Salamah kepada putranya


Fariz terdiam sejenak mengingat apa yang telah dilakukannya


"Astaghfirullah " ucap Fariz saat mengingat apa yang telah dilakukannya


Fariz menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan terus berucap istighfar


adik dan abi- nya Hanya tersenyum melihat Fariz yang salah tingkah


"Bagaimana ini abi umy" ucap Fariz bingung


"kamu harus bertanggung jawab nak, karena kamu telah memeluk anak gadis orang walaupun tidak kamu sengaja melakukannya "ucap sang abi


" tapi bi, kita tidak mengenalnya " ucap Fariz bingung dan malu


kita tunggu saja dulu disini siapa tau ada keluarganya yang datang " ucap Abi- nya


"baik abi" ucap Fariz pasrah


tak berselang beberapa waktu Nadia dan Arman berjalan cepat menuju ruang UGD dimana Shila berada Nadia cepat tau karena salah satu perawat langsung menghubungi mereka dan kebetulan Nadia berada ditoko kuenya bersama sang suami karena mereka mengecek keadaan usahanya itu


sesampainya di UGD Nadia bergegas masuk kedalam ruangan dimana putrinya terbaring


Nadia menangis melihat putri sulungnya seperti itu


"sabar sayang,kata dokter kakak tidak apa-apa kakak cuma syok " ucap Arman menenangkan sang istri


"iya mas, tapi kakak syok karena apa?" tanya Nadia


"Nanti kita tanyakan setelah kakak siuman " ucap Arman lagi


" oh iya sayang kita harus mengucapkan terima kasih kepada orang yang sudah menolong anak kita"bucap Arman mengingatkan Nadia


"iya mas,saya sampai lupa" ucap Nadia


"Ayok " ajak Arman menuntun istrinya keluar dari ruang UGD


"permisi,apakah benar kalian yang telah menolong anak kami? "tanya Arman pelan dan sopan


" iya pak,putra kami yang telah menolong putri anda" ucap Abi Mansyur


"oh Alhamdulillah, saya dan istri ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih " ucap Arman lagi sedangkan Nadia Hanya diam memperhatikan


Nadia menatap dalam Umy Salamah seakan mencoba mengingat sesuatu begitu pun dengan Umy Salamah menatap Nadia seakan mencari dalm ingatannya


" Umy Salamah ?" ucap Nadia tersenyum


"Mbak Nadia?" ucap Umy Salamah juga ikut tersenyum

__ADS_1


Nadia lalu melangkah mendekati Umy Salamah yang sedang duduk di bangku tunggu, saat Nadia mendekat Umy Salamah berdiri


"Umy apa kabar ? " ucap Nadia


"Alhamdulillah baik Mbak Nadia,mbak Nadia sendiri apa kabar? " ucap Umy Salamah


"Alhamdulillah, sehat Umy" ucap Nadia


yang lain hanya dia melihat kedua ibu itu saling sapa,sedangkan Abi Mansyur sudah menyenggol putranya dan tersenyum penuh arti


"abi masih ingat nggak,dulu Umy sangat senang memesan kue tradisional yang rasanya sangat enak ?" ucap Umy Salamah pada sang suami


"iya Umy, abi ingat " ucap Abi tersenyum


"nah mbak Nadia inilah bi yang membuatnya " ucap Umy Salamah lagi


"oh jadi Buk Nadia yang buat kue itu? sampai-sampai Umy nggak bisa move on ...hahahah" ucap Ubaidillah adik Fariz


"hus...pelankan suaramu,ini rumah sakit "ucap Fariz mengingatkan adiknya


mereka pun duduk bersama dan mulai menceritakan apa yang telah terjadi


Nadia yang mendengar cerita umy Salamah dan fariz terus saja beristighfar


saat mereka masih sedang berbincang suster datang untuk memberi tahukan bahwa Shila sudah siuman mereka pun bergegas masuk untuk memastikan kondisi Shila


"sayang,kamu baik-baik saja nak?" ucap Nadia saat berada didekat anaknya


shila langsung memeluk pinggang bundanya dan menangis sesenggukan


"Bunda sudah tau semua nak,dan papi akan mengurusnya kamu tenang saja sayang kamu jangan takut ya!" ucap nadia mengelus punggung putrinya


shila hanya mengangguk dan masih menangis


sedangkan keluarga Fariz sudah sedari tadi mereka berpamitan untuk pulang dan berjanji akan datang ke rumah Nadia untuk bersilaturahmi


♦️♦️♦️♦️♦️


beberapa Minggu telah berlalu sejak kejadian itu


keluarga Fariz memenuhi janjinya dan datang kerumah Nadia dan Arman untuk bersilaturahmi


Nadia menyambut mereka dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari bibirnya


"Assalamualaikum " ucap Umy Salamah dan keluarganya


"waalaikumsalam,mari silahkan masuk" ucap Nadia


mereka pun masuk kedalam rumah Nadia yang terasa nyaman


"mari silahkan silahkan,silahkan duduk"ucap Arman mempersilahkan tamunya


Hari ini Nadia meminta Shila untuk tidak kerumah sakit dulu dan Shila pun menuruti keinginan bundanya dan shila meminta tolong kepada rekan sejawatnya untuk bisa bertukar visit


Nadia menyuguhkan teh hangat dan beberapa kue-kue kesukaan Umy Salamah


setelah lama mereka berbincang akhirnya Abi Mansyur mengutarakan maksud dan keinginannya untuk datang


"maaf pak Arman dan Bu nadia, sebenarnya maksud dan tujuan kami datang bersilaturahmi dengan keluarga bapak dan ibu kami ingin melamar putri ibu nak Shila untuk putra kami Fariz" ucap abi Mansyur tanpa banyak basa-basi

__ADS_1


"Alhamdulillah, karena Abi Mansyur datang ke rumah kami ini dengan maksud yang sangat baik tapi alangkah baiknya jika kita mendengar keputusannya dari anak-anak karena mereka yang akan menjalaninya jadi kita kembalikan kepada anak-anak kita" ucap Arman bijak


" baiklah kalau begitu, bagaimana nak Fariz dan nak Shila " ucap Abi Mansyur


" saya menurut saja bagaimana baiknya karena pilihan orang tua adalah yang terbaik "ucap Fariz dengan wajah tertunduk


"kalau nak Shila ?!" tanya Abi Mansyur pada Shila


lama shila terdiam dan ngambil Nafas panjang dengan kepala tertunduk


"Bismillahirrahmanirrahim, saya mengikuti saja bagaimana baiknya "ucap shila pada Akhirnya


"Alhamdulillah " ucap mereka semua


"jadi kapan mereka akan menikah ?" ucap Abi Mansyur


"masalah tanggal pernikahan mereka kami akan membicarakan ini terlebih dahulu dengan Ayah kandung putri kami" ucap Arman


Abi Mansyur sempat terkejut begitu pun dengan keluarganya, mereka tidak menyangka bahwa Arman adalah seorang Ayah sambung bagi Shila namun yang terlihat keakraban mereka layaknya mereka adalah Ayah dan Anak kandung betapa besar kasih sayang Arman kepada putri sambung nya


"Baiklah kalau begitu kabari saja kami jika Ayah kandung Shila sudah memberikan restu" ucap Abi Mansyur tersenyum


setelah cukup lama mereka berbincang tentang banyak hal kini Nadia mengajak semua tamunya untuk makan siang namun sebelum mereka berdiri dari duduknya terdengar suara seseorang mengucapkan salam


"Assalamualaikum " ucap lima orang bersamaan dari arah luar


" waalaikumsalam "ucap mereka


"maaf kami datang terlambat, karena tadi ada rapat penting dikantor ucap Ardhit mewakili semua saudaranya


Shila menjadi sumringah saat melihat adik-adiknya


Shela maju dan menyalami semua orang dan mencium tangan orang yang lebih tua dari mereka namun Shela menangkup kedua tangannya didepan dadanya saat menyapa empat orang pria muda yang sedang duduk memandang mereka


ke empat adik-adiknya melakukan hal yang seperti yang dilakukannya


"jaga pandangan kalian " ucap Fariz mengingatkan ke 3 saudaranya


mereka pun menundukkan pandangannya dan beristighfar


"subhanallah,masya Allah. ini siapa ?" ucap Umy Salamah melihat seorang gadis yang wajahnya sangat mirip dengan calon menantunya


"oh ini Adik kembar saya umi namanya shela dan mereka ini adalah Adik-adikku" ucap Shila sambil memperkenalkan adik-adiknya yang lain


mereka kini duduk bersama dimeja makan menikmati makan siang


namun ada salah satu diantara mereka yang tersenyum dalam hati dadanya berdesir jantungnya memompa lebih cepat tidak seperti biasanya


ya dia adalah Rifqi Alfariziq adik sepupu dari Fariz walaupun pandangannya menunduk menatap meja makan namun hatinya selalu ingin menatap gadis yang baru dikenalnya itu


tanpa sepengetahuannya Shela duduk tepat dihadapannya dan saat namanya disebut Rifqi pun mendongakkan kepalanya dan tatapannya bertemu dengan tatapan mata gadis yang membuat jantungnya berdetak dengan kencang Shela yang ditatap tersenyum manis kepada Rifqi dan itu membuat Rifqi semakin salah tingkah


pemandangan itu tak lepas dari pengamatan mata tua seorang pria paruh baya itu siapa lagi kalau bukan Abi Mansyur diapun tersenyum


"Rifqi kamu kenapa nak,sejak tadi diajak bicara namun tak menyahut " ucap Umy Salamah


"Rifqi jaga pandanganmu nak,bila memang ingin pandanganmu itu menjadi ibadah utarakanlah" ucap Abi Mansyur dan Rifqi hanya tersenyum dan kembali menundukkan pandangannya


Shela yang melihat senyumanan Rifqi membuat jantungnya berdegup kencang,shela beristighfar dalam hati namun senyumannya tidak pernah lepas dari bibirnya

__ADS_1


Umy Salamah dan Abi Mansyur sangat senang melihat mereka


Anak-anak Nadia sangat sopan dalam bertutur kata


__ADS_2