
sedangkan disebuah rumah mewah
nyonya Carolina Anastasia ibunda Damar memarahi orang-orang suruhan nya yang selama ini disuruh untuk mengawasi gerak gerik putra keduanya
nyonya Carolina tidak ingin kecolongan lagi seperti dulu Putra kesayangannya menjalin hubungan dengan sekretarisnya yang orang tuanya hanya seorang pegawai negeri sipil biasa
Namun nyonya Carolina bisa membuat Damar dan Siska berpisah dengan cara memfitnah siska telah hamil dengan pria lain
Damar termakan fitnah kejam ibunya sedangkan sang istri siri sedang berbadan dua tanpa sepengetahuan Damar
Damar yang merasa sangat kecewa kepada sang istri memilih pergi menenangkan diri di luar negeri dimana paman dan bibinya tinggal saudara ayahnya satu satunya meninggalkan luka yang mendalam bagi seorang wanita dan anak yang tak berdosa
Sejak saat itu Damar tidak pernah lagi tahu bagaimana kabar siska wanita yang dicintainya
nyonya Carolina Sangat senang karena rencananya berjalan lancar
nyonya Carolina merencanakan perjodohan puteranya dengan putri teman sosialitanya
namun akhir-akhir ini nyonya Carolina kembali merasa tidak tenang saat tau putranya kembali dekat dengan seorang wanita yang tidak sederajat dengannya
Apalagi wanita itu janda baranak satu dan bekerja sebagai seorang cleaning servis
nyonya Carolina hari ini berencana akan mendatangi marni dan memberikan peringatan agar jangan mendekati putranya lagi
nyonya Carolina datang ke tempat kerja marni
"permisi saya mau tanya apa benar disini ada cleaning servis bernama Marni?" tanya Ny Carolina pada salah satu pelayan
" oh ada bu" ucap pelayan itu
"bisa dipanggilkan ?" ucap Ny Carolina
"oh tunggu bu saya panggilkan orangnya tapi maaf kalau bisa tau dengan ibu siapa ?" Ucap pelayan itu lagi
"saya Carolina,kalau bisa panggil kan cepat Saya tidak banyak waktu "ucap Ny Carolina angkuh
"baik bu tunggu sebentar saya panggilkan "ucap pelayan itu lagi lalu melangkah masuk kedalam dan memanggil marni
kebetulan marni sedang membersihkan lantai dia area dapur
"Marni ada yang nyari tuh dimeja 13" ucap pelayan yang disuruh oleh nyonya Carolina
"siapa rat?" tanya marni pada temannya Itu yang bernama Ratna
"nggak tau mar,dia cuma nanyain kamu trus suruh panggil kamu namanya ibu Carolina" ucap ratna
"kamu kenal mar?" tanya Ratna penasaran
"nggak "ucap marni
"trus kenapa nyariin kamu?"tanya Ratna lagi
marni hanya mengedikkan bahunya tanda diapun tidak tau
"ya sudah kamu temuin gih, soalnya orangnya jutek " ucap ratna
__ADS_1
Marni hanya mengangguk lalu melangkah keluar untuk menemui orang yang mencarinya
sesampainya di meja 13 dimana seorang ibu paruhbaya yang masih terlihat cantik diusianya duduk dengan elegan
" maaf bu ibu memanggil saya?" sapa marni saat berada disamping Ny Carolina
"oh jadi kamu marni ya?" ujar Ny Carolina menatap marni dari atas sampai bawah dengan tatapan sinis
"iya bu Saya Marni,maaf bu kalau boleh tau ada apa ibu mencari saya ?" tanya marni
"kamu duduk dulu ada yang ingin saya katakan kepada kamu" ucap Ny Carolina dengan wajah angkuhnya
marni pun duduk di kursi yang ada didepan Ny Carolina
" pertama-tama kenalkan saya Carolina mamanya Damar "ucap Ny Carolina
Marni terkejut mendengarnya, jantungnya berdegup kencang namun sebisa mungkin bersikap biasa saja
" Begini marni Damar itu sudah saya jodohkan dengan anak taman Bisnisku jadi saya harap kamu dan anakmu jangan lagi mengganggu Damar " ucap Ny Carolina
" saya tidak pernah mengganggu mas Damar bu! mas Damar sendiri yang selalu datang menemuiku dan anakku" ucap marni membela diri
"pokoknya saya tidak mau tau bagaimana pun caramu yang pastinya kamu bisa menjauhi Damar
dan ingat marni jika kamu tidak mamatuhi perkataanku maka kau dan anakmu akan tau akibatnya "ucap Ny Carolina lagi dengan wajah sinis
"iya bu" jawab marni gugup
Ny Carolina tersenyum mencemooh
Damar itu pemilik perusahaan besar sedang kamu hanya seorang cleaning servis
jangan pernah bermimpi bisa menjadi seorang ratu dan saya sangat tau kamu hanya mengincar harta anakku"
ucap Ny Carolina
"iya bu saya sangat tau diri "ucap marni dengan mata berkaca-kaca
"bagus kalau kamu tahu diri jadi mulai sekarang kamu dan anakmu jauhi Damar kalau bisa pergi dari kota ini agar Damar tidak dapat menemukan kamu
paham kamu" ucap Ny Carolina memegang dagu marni dan menghempaskannya hingga wajah marni menoleh
"iya bu saya janji "jawab marni tetesan bening yang sejak tadi ditahannya kini mengalir tanpa permisi
"ambil ini saya kira ini sudah cukup untuk biaya Kamu dan anakmu untuk Pergi dari kota ini " ucap Ny Carolina melemparkan sebuah amplop coklat diatas meja depan marni
Ny Carolina berdiri dari duduknya dan Pergi meninggalkan cafe itu
marni hanya menangis dalam diam meratapi nasibnya yang malang tak seorangpun yang ingin menerimanya orang tuanya sendiri saja sudah tidak mengakui dirinya dan anaknya
ayahnya ingin menerimanya tapi tidak dengan Fara
marni tidak ingin meninggalkan anaknya yang tidak tau apa-apa
marni lebih memilih hidup menderita bersama putrinya
__ADS_1
Marni meraih amplop yang dilemparkan oleh Ny Carolina tadi
marni menyeka air matanya dan berdiri dari duduknya melangkah masuk kedalam untuk melanjutkan pekerjaannya
beruntungnya Ny Carolina memilih duduk dimeja paling pojok jadi pengunjung yang lain tidak melihatnya diperlakukan seperti tadi
sebelum marni melanjutkan pekerjaannya amplop yang diberikan oleh Ny Carolina disimpan dalam tas ransel kecilnya
sorepun menjelang kini waktunya marni pulang
marni sudah merindukan putri kecilnya yang semakin hari semakin pandai
marni sangat bersyukur karena Fara tumbuh menjadi anak yang cerdas serta serta lemah lembut mungkin karena setiap hari diasuh oleh sari dan suaminya yang orang nya sangat baik
🌺🌺🌺
sebulan telah berlalu semenjak kejadian di villa dimana Damar meninggalkan marni disana bersama Fara dan juga sejak kedatangan Ny Carolina menemui marni Damar tidak lagi pernah datang walau hanya untuk meminta maaf atau pun hanya bertanya kabar melalui telepon
begitu pun dengan wahyu sudah tidak pernah lagi datang menemui fara
Marni juga sudah tidak mau ambil pusing dan Fara pun sudah mulai melupakan kedua orang itu
malam hari saat marni baru saja selesai makan malam bersama fara ponsel marni tiba-tiba berdering
marni segera mengangkat telponnya
ternyata sari yang menghubunginya
"Halo Assalamualaikum mbak sari ada apa?"tanya marni
"wa'alaikumsalam mbak Marni, begini mbak marni saya mau bilang Sama mbak marni kalau besok saya tidak bisa lagi menjaga Fara karena saya harus kembali kekampung bapak sedang sakit keras dan mas Ahmad juga sudah resign dari tempat kerjanya karena kami akan menetap dikampung hiks hiks hiks hiks" ucap sari menangis
"oh benarkah mbak ? Fara pasti akan sangat kehilangan bibunya juga babanya tapi kami tidak bisa menahan mbak Hanya karena alasan Fara" ucap marni juga menangis mendengar orang yang selama ini merawat anaknya dengan baik akan pergi
yang marni fikirkan sekarang bagaimana dengan anaknya jika dia harus bekerja apalagi mendapat sift malam
Marni tidak percaya dengan orang lain selain sari dan suaminya
"iya mbak marni saya tidak tau bagaimana saya jika jauh dari fara hiks hiks hiks
walaupun fara bukan anak kandungku tapi rasanya sangat sulit untuk berpusah dengannya sehari saja saya tidak bertemu dengannya sudah tidak sanggup apalagi harus berpisah jauh hiks hiks hiks "ucap sari semakin menangis
marni pun ikut manangis
"mama tenapa tot nanyis beditu" ucap fara disamping marni dan sari bisa mendengar suara anak asuh kesayangannya.membuat sari makin menangis kencang
"mbak marni bagaimana kalau mbak marni dan fara ikut kami saja kekampung kebetulan disana ada rumah kakak ipar ku yang tidak ditempatinya lagi karena sudah membangun rumah dekat rumah bapak saya kasih saran seperti ini kasihan bibunya Fara nanti bisa stres sedangan sekarang sedang hamil tapi kami ingin pulang karena bapak mertua memerlukan kami"ucap Ahmad suami sari
Marni terkejut mendengar ucapan ahmad bahwa sari sedang hamil
bertahun tahun mereka menanti itu hingga akhirnya mereka bisa mendapatkan buah hatinya
"bagaimana mbak marni "ucap ahmad lagi karena marni hanya diam saja
marni kembali memikirkan ucapan ahmad
__ADS_1
"