Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 85


__ADS_3

sedangkan disebuah rumah mewah


nyonya Carolina Anastasia ibunda Damar memarahi orang-orang suruhan nya yang selama ini disuruh untuk mengawasi gerak gerik putra keduanya


nyonya Carolina tidak ingin kecolongan lagi seperti dulu Putra kesayangannya menjalin hubungan dengan sekretarisnya yang orang tuanya hanya seorang pegawai negeri sipil biasa


Namun nyonya Carolina bisa membuat Damar dan Siska berpisah dengan cara memfitnah siska telah hamil dengan pria lain


Damar termakan fitnah kejam ibunya sedangkan sang istri siri sedang berbadan dua tanpa sepengetahuan Damar


Damar yang merasa sangat kecewa kepada sang istri memilih pergi menenangkan diri di luar negeri dimana paman dan bibinya tinggal saudara ayahnya satu satunya meninggalkan luka yang mendalam bagi seorang wanita dan anak yang tak berdosa


Sejak saat itu Damar tidak pernah lagi tahu bagaimana kabar siska wanita yang dicintainya


nyonya Carolina Sangat senang karena rencananya berjalan lancar


nyonya Carolina merencanakan perjodohan puteranya dengan putri teman sosialitanya


namun akhir-akhir ini nyonya Carolina kembali merasa tidak tenang saat tau putranya kembali dekat dengan seorang wanita yang tidak sederajat dengannya


Apalagi wanita itu janda baranak satu dan bekerja sebagai seorang cleaning servis


nyonya Carolina hari ini berencana akan mendatangi marni dan memberikan peringatan agar jangan mendekati putranya lagi


nyonya Carolina datang ke tempat kerja marni


"permisi saya mau tanya apa benar disini ada cleaning servis bernama Marni?" tanya Ny Carolina pada salah satu pelayan


" oh ada bu" ucap pelayan itu


"bisa dipanggilkan ?" ucap Ny Carolina


"oh tunggu bu saya panggilkan orangnya tapi maaf kalau bisa tau dengan ibu siapa ?" Ucap pelayan itu lagi


"saya Carolina,kalau bisa panggil kan cepat Saya tidak banyak waktu "ucap Ny Carolina angkuh


"baik bu tunggu sebentar saya panggilkan "ucap pelayan itu lagi lalu melangkah masuk kedalam dan memanggil marni


kebetulan marni sedang membersihkan lantai dia area dapur


"Marni ada yang nyari tuh dimeja 13" ucap pelayan yang disuruh oleh nyonya Carolina


"siapa rat?" tanya marni pada temannya Itu yang bernama Ratna


"nggak tau mar,dia cuma nanyain kamu trus suruh panggil kamu namanya ibu Carolina" ucap ratna


"kamu kenal mar?" tanya Ratna penasaran


"nggak "ucap marni


"trus kenapa nyariin kamu?"tanya Ratna lagi


marni hanya mengedikkan bahunya tanda diapun tidak tau


"ya sudah kamu temuin gih, soalnya orangnya jutek " ucap ratna

__ADS_1


Marni hanya mengangguk lalu melangkah keluar untuk menemui orang yang mencarinya


sesampainya di meja 13 dimana seorang ibu paruhbaya yang masih terlihat cantik diusianya duduk dengan elegan


" maaf bu ibu memanggil saya?" sapa marni saat berada disamping Ny Carolina


"oh jadi kamu marni ya?" ujar Ny Carolina menatap marni dari atas sampai bawah dengan tatapan sinis


"iya bu Saya Marni,maaf bu kalau boleh tau ada apa ibu mencari saya ?" tanya marni


"kamu duduk dulu ada yang ingin saya katakan kepada kamu" ucap Ny Carolina dengan wajah angkuhnya


marni pun duduk di kursi yang ada didepan Ny Carolina


" pertama-tama kenalkan saya Carolina mamanya Damar "ucap Ny Carolina


Marni terkejut mendengarnya, jantungnya berdegup kencang namun sebisa mungkin bersikap biasa saja


" Begini marni Damar itu sudah saya jodohkan dengan anak taman Bisnisku jadi saya harap kamu dan anakmu jangan lagi mengganggu Damar " ucap Ny Carolina


" saya tidak pernah mengganggu mas Damar bu! mas Damar sendiri yang selalu datang menemuiku dan anakku" ucap marni membela diri


"pokoknya saya tidak mau tau bagaimana pun caramu yang pastinya kamu bisa menjauhi Damar


dan ingat marni jika kamu tidak mamatuhi perkataanku maka kau dan anakmu akan tau akibatnya "ucap Ny Carolina lagi dengan wajah sinis


"iya bu" jawab marni gugup


Ny Carolina tersenyum mencemooh


Damar itu pemilik perusahaan besar sedang kamu hanya seorang cleaning servis


jangan pernah bermimpi bisa menjadi seorang ratu dan saya sangat tau kamu hanya mengincar harta anakku"


ucap Ny Carolina


"iya bu saya sangat tau diri "ucap marni dengan mata berkaca-kaca


"bagus kalau kamu tahu diri jadi mulai sekarang kamu dan anakmu jauhi Damar kalau bisa pergi dari kota ini agar Damar tidak dapat menemukan kamu


paham kamu" ucap Ny Carolina memegang dagu marni dan menghempaskannya hingga wajah marni menoleh


"iya bu saya janji "jawab marni tetesan bening yang sejak tadi ditahannya kini mengalir tanpa permisi


"ambil ini saya kira ini sudah cukup untuk biaya Kamu dan anakmu untuk Pergi dari kota ini " ucap Ny Carolina melemparkan sebuah amplop coklat diatas meja depan marni


Ny Carolina berdiri dari duduknya dan Pergi meninggalkan cafe itu


marni hanya menangis dalam diam meratapi nasibnya yang malang tak seorangpun yang ingin menerimanya orang tuanya sendiri saja sudah tidak mengakui dirinya dan anaknya


ayahnya ingin menerimanya tapi tidak dengan Fara


marni tidak ingin meninggalkan anaknya yang tidak tau apa-apa


marni lebih memilih hidup menderita bersama putrinya

__ADS_1


Marni meraih amplop yang dilemparkan oleh Ny Carolina tadi


marni menyeka air matanya dan berdiri dari duduknya melangkah masuk kedalam untuk melanjutkan pekerjaannya


beruntungnya Ny Carolina memilih duduk dimeja paling pojok jadi pengunjung yang lain tidak melihatnya diperlakukan seperti tadi


sebelum marni melanjutkan pekerjaannya amplop yang diberikan oleh Ny Carolina disimpan dalam tas ransel kecilnya


sorepun menjelang kini waktunya marni pulang


marni sudah merindukan putri kecilnya yang semakin hari semakin pandai


marni sangat bersyukur karena Fara tumbuh menjadi anak yang cerdas serta serta lemah lembut mungkin karena setiap hari diasuh oleh sari dan suaminya yang orang nya sangat baik


🌺🌺🌺


sebulan telah berlalu semenjak kejadian di villa dimana Damar meninggalkan marni disana bersama Fara dan juga sejak kedatangan Ny Carolina menemui marni Damar tidak lagi pernah datang walau hanya untuk meminta maaf atau pun hanya bertanya kabar melalui telepon


begitu pun dengan wahyu sudah tidak pernah lagi datang menemui fara


Marni juga sudah tidak mau ambil pusing dan Fara pun sudah mulai melupakan kedua orang itu


malam hari saat marni baru saja selesai makan malam bersama fara ponsel marni tiba-tiba berdering


marni segera mengangkat telponnya


ternyata sari yang menghubunginya


"Halo Assalamualaikum mbak sari ada apa?"tanya marni


"wa'alaikumsalam mbak Marni, begini mbak marni saya mau bilang Sama mbak marni kalau besok saya tidak bisa lagi menjaga Fara karena saya harus kembali kekampung bapak sedang sakit keras dan mas Ahmad juga sudah resign dari tempat kerjanya karena kami akan menetap dikampung hiks hiks hiks hiks" ucap sari menangis


"oh benarkah mbak ? Fara pasti akan sangat kehilangan bibunya juga babanya tapi kami tidak bisa menahan mbak Hanya karena alasan Fara" ucap marni juga menangis mendengar orang yang selama ini merawat anaknya dengan baik akan pergi


yang marni fikirkan sekarang bagaimana dengan anaknya jika dia harus bekerja apalagi mendapat sift malam


Marni tidak percaya dengan orang lain selain sari dan suaminya


"iya mbak marni saya tidak tau bagaimana saya jika jauh dari fara hiks hiks hiks


walaupun fara bukan anak kandungku tapi rasanya sangat sulit untuk berpusah dengannya sehari saja saya tidak bertemu dengannya sudah tidak sanggup apalagi harus berpisah jauh hiks hiks hiks "ucap sari semakin menangis


marni pun ikut manangis


"mama tenapa tot nanyis beditu" ucap fara disamping marni dan sari bisa mendengar suara anak asuh kesayangannya.membuat sari makin menangis kencang


"mbak marni bagaimana kalau mbak marni dan fara ikut kami saja kekampung kebetulan disana ada rumah kakak ipar ku yang tidak ditempatinya lagi karena sudah membangun rumah dekat rumah bapak saya kasih saran seperti ini kasihan bibunya Fara nanti bisa stres sedangan sekarang sedang hamil tapi kami ingin pulang karena bapak mertua memerlukan kami"ucap Ahmad suami sari


Marni terkejut mendengar ucapan ahmad bahwa sari sedang hamil


bertahun tahun mereka menanti itu hingga akhirnya mereka bisa mendapatkan buah hatinya


"bagaimana mbak marni "ucap ahmad lagi karena marni hanya diam saja


marni kembali memikirkan ucapan ahmad

__ADS_1


"


__ADS_2